arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Mencari Tahu


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 93 ( Mencari Tahu )


Setelah Diki menurunkan keluarganya dia segera melajukan kembali mobil yang di bawanya.


Kini hanya ada Diki dan Nuri dalam mobil mereka sibuk dengan fikiran masing masing.


" A' kita mau jalan kemana " Nuri memecah keheningan diantara mereka.


Diki yang sedang melamun sedikit tersentak karena kaget. Dia sendiri tak tahu mau pergi kemana.


" Kamu maunya kemana? " bukan memberi jawaban Diki malah balik bertanya pada Nuri.


" Ih A'Diki aku nanya kok malah nanya balik sih. Giman A'Diki aza deh aku ngikut " jawab Nuri malu malu.


" Ya sudah kita ke cafe yang di depan saja ya " ajak Diki pada Nuri.


Karena Diki sebenarnya malas berduaan dengan Nuri kalau bukan karena punya misi khusus makanya dia memilih tempat yang dekat.


" Loh kok disini A'? ini kan deket ini sih bukan jalan jalan namanya " rajuk Nuri pada Diki.


" Ah nyesel tadi aku gak bilang pengen kemana " Nuri membatin.


" Tadi kan kamu bilang ngikut aza mau kemana juga " ucap Diki membalikan kata kata Nuri.


" Iya A' cuma kan jangan deket banget kayak gini aku bosan kalau sekitaran sini "


" Dasar perempuan gak jelas banget, tapi aku jadi ingat Novia ya dia suka banget makan di resto sunda. Mending aku kesana aza lah " ucap Diki dalam hati.


" Ya udah jangan kesitu deh, tapi saya lagi lapar banget gimana kalau makan di resto sunda aza "


Ajak Diki pada Nuri sambil tersenyum supaya Nuri tidak menolak keinginannya.


" Ya udah deh gak apa apa aku juga dah lapar, ini kan udh masuk jam makan siang " akhirnya Nuri menyetujui usul Diki.


Diki langsung tancap gas setelah Nuri menyetujui usulannya. Dia menuju resto sunda favorit Novia. Andai Nuri tahu pasti dia akan langsung menolak ajakan Diki.


Cuma dalam beberapa menit Diki sudah sampai di tempat tujuan. Mereka berdua langsung masuk ke dalam dan memilih tempat di dekat taman.


Tanpa mereka sadari ternyata di resto tersebut ada Novia dan Adrian yang sedang makan siang. Mereka datang lebih awal karena sepulang dari pengadilan langsung menuju resto. Bahkan mereka berdua hampir menghabiskan makanan yang dihidangkan.

__ADS_1


" Vi, bukannya itu suami kamu ya, maaf calon mantan suami heheee " ucap Adrian menggoda Novia.


" Apaan sih kamu hehee " Novia langsung melihat ke arah yang ditunjuk Adrian. Ternyata benar disana ada Diki dan Nuri yang baru datang dan sedang memesan makanan pada pelayan.


" Sepertinya mereka sudah dekat ya buktinya mereka makan berdua " ujar Adrian.


" Aku gak tahu, aku pun baru tahu namanya tadi. Sebenarnya aku udah denger A'Diki deket sama perempuan bahkan ada yang memotretnya. Gak ada kerjaan banget kan hehee " dengan santainya Novia bercerita.


" Kamu cemburu? "tanya Adrian.


" Cemburu? gak lah buat apa. Aku udah nutup hati aku. Dulu aku bertahan karena pertimbangan anak. Tapi aku lihat anak anak seperti tak merasa kehilangan. Jadi aku putusin buat lepas dari A'Diki " Novia menjawab tanpa keraguan.


Mendengar jawaban Novia, Adrian cukup senang. Dia merasa memiliki peluang untuk merebut hati Novia.


Mereka telah selesai makan sekarang mereka sedang duduk sambil menikmati minuman segar yang mereka pesan.


Novia sudah berencana ketika pulang nanti akan menyapa Diki dan Nuri agar Diki malu telah menuduhnya jalan dengan laki laki lain sebelum bercerai. Yang ternyata Diki juga melakukan itu.


" Kamu udah beres makannya kalau udah kita pulang yuk " ajak Novia pada Adrian.


" Sudah, kamu mau bungkusin buat orang rumah gak? biar kita pesan dulu " tawarnya pada Novia.


Dia sedikit tak enak meminta pada Adrian namun ini permintaan Keyla yang menginginkan sate kelinci.


" Boleh kemana kamu suka pasti aku antar. Emang beli sate dimana? " tanya Adrian.


" Kemarin Keyla minta dibelikan sate kelinci, aku mau beli sendiri jauh. Jadi mumpung ada kamu ya aku minta tolong saja hehee. Boleh kan? " ucap Novia malu malu.


" Ya tentu lah boleh, dengan senang hati aku antar kamu kemanapun kamu mau. Apalagi beli sate kelinci, kamu kan tahu aku juga suka sate kelinci " jawab Adrian.


" Iya makanya aku minta tolong jadi biar sekalian gitu hehee "


" Ya sudah kita jalan sekarang yuk " ajaknya.


Mereka pun beranjak dari duduknya, Novia sengaja melewati Diki yang sedang menikmati hidangannya.


" Hai selamat makan ya, kami duluan " ucap Novia.


" Uhuk uhuuk " Diki yang sedang lahap makan langsung tersedak.


Sedangkan Nuri ketika melihat Adrian langsung menundukan wajahnya. Ini merupakan kedua kalinya Novia melihat hal itu sehingga membuat Novia curiga.

__ADS_1


Diki langsung meraih gelas disampingnya, dia menatap tajam ke arah Novia dan Adrian secara bergantian.


Kali ini dia tak bisa marah karena kondisinya sedang lahap makan, apalagi banyak sekali pengunjung.


Setelah menyapa Novia langsung melanjutkan langkahnya diikuti Adrian dari belakang.


Novia tersenyum mengingat reaksi Diki tadi. Dia yakin sekarang Diki sedang kesal melihat kebersamaannya bersama Adrian.


Mereka berdua langsung masuk mobil menuju ka daerah xxx yang banyak menyediakan sate kelinci.


Ini seperti nostalgia buat mereka berdua, karena dulu mereka pun sering menikmati sate kelinci berdua seperti ini.


Di dalam mobil Novia berniat bertanya pada Adrian tentang Nuri, karena dia melihat Nuri seperti segan pada Adrian.


Wajah Adrian terlihat terus menyunggingkan senyum, Novia melihatnya dengan perasaan aneh " Rian aku lihat kamu tersenyum terus dari tadi, lagi bahagia ya? "


" Iya gitu? hehee " cuma itu jawaban Adrian pada Novia.


" Aduh Vi masa gak faham sih kalau aku lagi bahagia karena bisa jalan sama kamu. Andai memungkinkan aku pengen nyampein perasaanku padamu.


Tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat karena kamu belum resmi bercerai, bisa bisa kamu lari. Mending aku coba deketin kamu dulu aza deh " monolognya dalam hati.


" Oh iya apa kamu mengenal perempuan yang dekat dengan A'Diki? aku lihat dia seperti segan setiap melihat kamu. Dia sering menundukan wajahnya " ucap Novia dengan nada penuh tanya.


" Mmmhhhh itu ya " Adrian menarik nafasnya seperti sedang menyusun kata kata.


" Hanya sekedar tahu tapi gak akrab juga sih " lagi jawaban yang didapat Novia menggantung.


" Sekedar gimana? " tanya Novia lagi.


" Iya sekedar tahu tapi gak pernah ngobrol. Kamu masih penasaran sama perempuan itu atau kamu cemburu? " goda Adrian.


" Gak ada dalam kamusku kata cemburu, aku hanya heran pandangan kalian berbeda saat bertemu. Aku lihat kamu sendiri seperti kaget ketika pertama kali bertemu Nuri. Apa kalian pernah menjalin hubungan spesial? "


Novia bertanya sedikit lebih tegas karena Adrian terlihat berbelit belit. Adrian pun menyadari perubahan sikap Novia.


" Maaf bikin kamu kesal aku hanya gak mau bahas perempuan itu. Kamu jangan marah dong " jawab Adrian pelan kecepatan mobil pun Adrian kurangi


" Perempuan itu? kamu pun ditanya berbelit belit. Kalau pun iya kalian ada hubungan memang kenapa? "


" Gak ada, dia bukan temanku. Tapi teman Nayra adikku, dan dia pernah terlibat masalah dengan Nayra "

__ADS_1


__ADS_2