
Ayudia menjalani kehamilannya dengan bahagia, meski agak merepotkan karena tubuhnya mudah lelah.
Terkadang ia sampai tidak bisa mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, terpaksa mereka diantar oleh supir.
Ainsley juga Aileen menyambut gembira kehamilan bundanya, terutama Ainsley yang sangat berharap mempunyai adik laki-laki agar bisa menggantikannya menjadi pewaris.
Natasha dan Shaka masih tinggal di rumah besar itu, meskipun beberapa kali Kama suaminya mendatanginya ke rumah sakit agar wanita itu bisa pulang ke rumah.
Menurut penyelidikan Alex, ada wanita yang sedang mengejar-ngejar Kama, yaitu teman semasa SMA dari lelaki berusia dua puluh delapan tahun itu.
Natasha baru pulang kerja malam itu, ia mendapati Ayudia sedang makan camilan di ruang keluarga, perempuan hamil itu merasa lapar malam-malam.
"Kayaknya gue dulu salah deh sha, mau-maunya Nerima cinta anak muda kayak dia, mungkin dia belum puas sama gue yang udah usia lanjut,"keluh dokter kandungan itu, duduk disebelah sahabatnya sambil menghela nafas.
"Apaan sih Lo, walau umur Lo udah kepala empat, tapi Lo masih kek umur dua puluhan sha, gue aja kalah awet mudanya kayak elo,"hibur Ayudia pada sahabatnya.
"Tapi nyatanya Kama selingkuh kan!"sangkal Natasha.
"Kan bang Alex cuman bilang, laki Lo lagi dikejar-kejar sama teman SMA nya bukan lagi selingkuh,"
"Terus menurut Lo gue mesti gimana? Kama sama cewek itu satu kantor kerjanya, mereka selalu barengan,"
Ayudia diam sejenak, ia berfikir Bahkan sampai mengerutkan keningnya.
"Sha laki Lo jabatannya udah tinggi di kantor itu?"tanyanya.
"Ya belum sih, masih jadi staf biasa,"jawab Natasha.
"Ini maaf banget ya, gue nggak bermaksud menyinggung Lo dan laki Lo, untuk penghasilan gedean punya Lo bukan sih? Dan bukannya rumah yang ditempati sekarang itu, rumah Lo juga ya!"
Natasha mengangguk, "sebenarnya Kama buka orang susah-susah banget, kalau gue bilang, dia itu sebenarnya orang kaya, tapi karena dia milih tante-tante kayak gue, jadi dia diusir sama keluarganya, kan pas itu dia yang getol banget ngejar-ngejar gue, waktu itu pas Lo koma?"
"tapi jujur deh sama gue, Lo sebenarnya cinta atau sayang nggak sih sama dia?"tanya ibu hamil itu.
"Awalnya gue ilfil, ya kali gue suka sama bocah, tapi karena dia ngejar-ngejar gue terus lama-lama gue luluh juga,"
"Ya udah kalau emang dia beneran cinta sama Lo sama Shaka, gimana kalau dia suruh resign, dan kerja di salah satu sahabat Lo, jadi stafnya bang Alex, atau asistennya A Nando,"
__ADS_1
"Tapi Ayu, kalau dia nggak mau gimana?"
"Ya berarti rumah tangga kalian akan penuh konflik selama cewek itu selalu berada disekitar laki Lo, tenang aja, gaji jadi Assisten mereka kan lumayan gede, Lo tau kan?"
"Kenapa gue nggak kepikiran ya?"
"Tapi Lo ngomong soal dia resign dari kerjaan, mesti hati-hati, karena Lo tau kan, harga diri laki-laki itu tinggi banget,"Ayudia mengingatkan sahabatnya.
"Pantes sahabat gue bilang, Lo paling asik diajak curhat, soalnya Lo bijak sih, thanks ya bunda Ayu,"ujar Natasha memeluk sahabatnya.
"Oh gue lupa satu lagi, mending untuk sementara laki Lo jangan tinggal di rumah Lo deh, cewek itu tau kan alamat rumah Lo!"
"Terus laki gue suruh tinggal dimana?"
"Tinggal disini aja dulu, kalau Kama jadi asistennya A Nando, Lo mesti siap sering ditinggal, Lo tau kan, kerjaannya A Nando kayak apa, kalau kebetulan dapat kerjaan di tempatnya bang Alex, enak bisa tetap ketemu tiap hari"
"Thanks banget ya sha, gue udah pusing menghadapi masalah ini,"
Keesokan paginya, Natasha benar-benar menjalankan saran dari Ayudia, dokter kandungan itu, meminta suaminya untuk datang ke rumah sakit tempatnya dia praktek.
"Oke kalau memang kamu nggak mau resign dari kantor kamu, berarti rumah tangga kita akan selalu seperti ini, selama kamu masih satu kantor sama cewek yang suka sama kamu,"ujar Natasha pada suami brondongnya.
"Tapi aku kan nggak suka, aku menganggap dia sebagai teman, nggak lebih,"
"Oke kalau itu mau kamu, berarti kamu memang ingin mengakhiri biduk rumah tangga kita,"
"Ya nggak gitu sayang, aku cintanya sama kamu, aku nggak mau pisah sama kamu, kalau kita pisah, kamu nggak mikirin Shaka? Lagian kalau aku nggak kerja, aku mau ngapain? Aku ini laki-laki yang wajib memberi nafkah istri dan anak aku,"
"Kama, kerjaan itu bukan cuman di kantor kamu, banyak lowongan kerja, kalau kamu mau, apalagi kalau kamu masih muda,"
"Tapi sayang, papa aku udah tutup akses buat aku dapat kerjaan, itu satu-satunya kantor aku bisa kerja,"
"Kamu lupa bos aku siapa?"
"Maksud kamu?"
"Kamu tau kan, big bos aku bukan orang sini, bahkan bos aku yang juga sahabat aku bisa dengan mudah membuat salah satu perusahaan terkemuka di negara ini oleng, kamu lupa bos aku siapa? Aku tinggal bilang sama dia untuk kasih kamu kerjaan, dan pasti dia akan kasih,"
__ADS_1
"Tapi aku malu sayang, aku punya harga diri, aku juga nggak mau mengandalkan koneksi,"
"Kalau gitu, kamu tinggal ikut prosedur aja,"
"Apa tidak ada jalan lain sayang,"
"Nggak ada, kalau kamu masih sayang sama aku dan Shaka, kamu mesti resign dari kantor itu, dan rumah yang sekarang kamu tempati mau aku jual, aku tau dia sering datang ke rumah kalau aku nggak ada,"
Kama terkejut mendengarnya, "nggak usah kaget gitu, kamu lupa siapa sahabat-sahabat aku? Meskipun mereka nggak terlalu berkuasa di negara ini, tapi mereka punya kemampuan sekadar cari tau apa yang terjadi di kehidupan sahabat-sahabatnya,"
"Oke, aku akan ajukan resign sore ini, apapun asal aku bisa selalu sama kamu dan Shaka,"
"Bagus, dan jangan lupa tutup akses wanita itu buat hubungi kamu lagi dengan alasan apapun"
Dan benar saja, usai menemui Natasha, Kama mengajukan surat pengunduran diri, walau tidak bisa langsung, tapi setidaknya sudah ada titik terang, lelaki itu juga mengemasi barang-barangnya untuk pindah sementara ke rumah sahabat istrinya.
Shaka yang melihat kedatangan papi yang sudah lama ia tak temui, sangat antusias.
Tadi Kama menjemput Natasha di rumah sakit, sedangkan Shaka bermain bersama Ayudia juga anak kembarnya.
Kira-kira seminggu setelah pengajuan pengunduran diri itu, Kama benar-benar resmi jadi pengangguran, tentu saja cewek yang menyukainya tidak terima, bahkan ia menangis mendatangi Natasha ke rumah sakit, sambil marah-marah mengatai dokter kandungan itu.
Tapi dengan santai Natasha tak menanggapi, ia tak memperdulikan wanita tak tau malu itu.
"Makasih ya Ayu, seenggaknya sekarang gue agak tenang, laki gue udah jauh dari pelakor itu, rumah tangga gue terselamatkan,"ujar Natasha saat kedua sahabat itu tengah duduk di taman samping rumah.
"Asal sahabat gue bahagia, gue bakal bantu sebisa gue, terus maaf nih, Kama jadi nganter jemput Ainsley sama Aileen deh,"ujarnya tak enak.
"Biarin sih, Kama juga kayaknya seneng, bisa Deket sama Ainsley, ada temen main game bareng,"
"Terus masalah kerjaan, Lo udah hubungi bang Alex atau A Nando?"tanya Ayudia.
"Udah sih, saran Alex, mending Kama ikut kerja sama Nando, soalnya kan kerjaan Nando lagi banyak-banyaknya,"
"Apapun itu, gue dukung Lo terus,"
Kedua sahabat itu saling berpelukan.
__ADS_1