Ayudia (Penakluk Hati CEO)

Ayudia (Penakluk Hati CEO)
sembilan puluh satu


__ADS_3

Ayudia menghentikan motornya di taman yang tak jauh dari rumahnya,


Ainsley dan Aileen antusias melihat banyak anak-anak yang sedang bermain di taman, mereka berlarian di atas rumput hijau berbaur dengan anak-anak seusianya.


Ayudia tersenyum ramah pada ibu-ibu yang sedang mengawasi anak-anaknya, ada obrolan ringan membahas tentang anak-anak yang sedang sibuk bermain itu.


"Ra, Lo laper nggak?"tanya Ayudia pada sahabatnya setelah selesai mengobrol dengan ibu-ibu tadi.


"Iya, enaknya makan apa ya?"tanya balik Amara.


"Sarapan mie ayam enak kali ya!"ujar ibu dua anak itu.


"Ini masih pagi banget Dia, mie ayam pak min baru buka jam tujuh,"


"Ya udah tunggu aja, kapan lagi kan gue bisa sarapan mie ayam pagi-pagi,"


"Ya udah tunggu disini dulu berarti,"


Kedua sahabat itu ikut bermain bersama si kembar yang sedang main ayunan di sana.


Saat asik bermain ada lelaki yang  memanggil Aileen, balita yang dipanggil namanya, langsung menoleh, dan mencari asal suara yang sangat ia kenali.


Nando menghampiri balita kesayangannya, lelaki itu menggendongnya, Aileen tertawa senang dengan kedatangan lelaki itu.


"Kok A Nando Dateng, bukannya lagi  meeting sama mas Ben?"tanya Ayudia heran.


"Emang nggak boleh ketemu kesayangan gue dulu? Dari semalem gue dateng, Aileen kan udah tidur,"jawabnya santai.


"Hai Amara, ketemu lagi kita, apa kabar? Makin cantik aja nih,"Sapa Nando pada gadis incarannya.


"Baik A, AA apa kabar?"tanya Amara balik.


"Seperti yang kamu lihat, aku makin baik karena ketemu kamu,"jawabnya dengan senyum secerah mentari.


"Nggak usah modus A, Amara nggak mempan sama gombalan receh AA,"sela Ayudia.


"Usaha dong yu, biar gue bisa punya keluarga sakinah, mawadah warahmah sesuai keinginan umi,"


"tobat dulu A,"


"Udah lama tobat gue yu,"


"Serah AA deh, tapi jangan sama yang ini,"


"Nggak bisa yu, udah gue tandai dianya,"


"Nggak bisa A, Ayu nggak bolehin,"


"Nggak bisa bundanya Aileen, pokoknya harus yang ini,"

__ADS_1


Ayudia menjadi kesal, "kenapa sih A, keras kepalanya sama kayak mas Ben?"


"Namanya juga sahabatan, ya sifatnya sebelas dua belas, yu ada yang mau gue omongin,"


"Apaan A?"tanya Ayudia bingung.


Nando mengajak ibu dua anak itu menjauhi tempat bermain itu, setelah menitipkan Ainsley pada Amara, sementara Aileen  masih dalam gendongannya.


"Mau ngomong apa sih A? Kayaknya serius banget,"tanya Ayudia.


"Ayu, gue boleh pinjem kalung sama anting Lo bentar aja, nanti sore gue balikin,"ucap Nando.


"Buat apaan sih A? Ini tuh dari mas Ben, entar suami Ayu marah lagi,"


"Bentar aja Ayu, gue balikin ko, sebelum lo berangkat,"


Ayudia yang sudah menganggap Nando sebagai kakak, tak berpikir apapun dan percaya saja dengan ucapan lelaki itu, ia melepaskan kalung dan anting serta menyerahkannya pada lelaki itu.


"Bagus, emang adik beda orang tua kesayangan gue nih,"ujarnya sambil mengusap rambut pendek wanita itu.


"Oh ya Yu, saran gue nih, mumpung masih di Jakarta, mending Lo habisin waktu, buat jalan-jalan keliling kota, sebelum Lo pergi dari sini, kapan lagi kan, Lo bisa ajak jalan-jalan anak-anak dan sahabat Lo,"saran Nando.


"Tapi kalau mas Ben nyariin gimana?"


"Sini hape Lo, gue yang pamit sama Ben, dan ingat Lo pergi bareng anak-anak seharian abis, sebelum berangkat Lo kerjain laki Lo dikit,"ujarnya tersenyum jail.


"Tinggal Lo ngangkang, entar juga baik lagi,"


Ayudia mengernyit tak paham, "maksudnya apaan a?"


"Kasih jatah Ayu, masa Lo nggak tau,"


Ayudia mengangguk paham, "tapi kalau Ayu pingsan gimana?"


"Lo kabur lagi sama Tante Anna, gue balik ya,"


Usai mengatakan itu, Nando memberikan Aileen, dan pergi dari sana.


"A, jangan lupa hape sama kalung anting dibalikin,"teriak Ayudia, Nando hanya memberi tanda Ok dengan tangannya.


Perempuan itu menghampiri sahabatnya untuk segera pergi dari sana.


Ayudia melajukan motornya menuju warung mie ayam, dan penjual mie itu baru saja tiba di sana.


"Bener kan kata gue, pak Min baru buka jam tujuh, ini masih jam setengah tujuh, beliau masih siap-siap,"ujar Amara begitu sampai di sana.


"Ya udah gue suapi anak-anak bubur ayam dulu,"ucap Ayudia menghampiri tukang bubur Ayam yang berada tak jauh dari sana.


Ainsley dan Aileen sarapan dengan lahap, kedua balita itu menyukai bubur Ayam yang lembut.

__ADS_1


"Dia, kayaknya itu Dikta deh,"ucap Amara melihat lelaki yang dikenalinya sedang mengantri bubur ayam tak jauh dari mereka duduk.


Ayudia menoleh tepat saat lelaki itu menoleh ke arahnya,


Pradikta tersenyum manis menghampiri wanita yang sedang menyuapi dua balita itu.


"Hai Ay,"sapanya ramah, "ini anak-anak kamu?"tanyanya.


Ayudia mengangguk, "kata Amara Tante Arini dirawat ya? Gimana kondisi beliau sekarang?"tanyanya khawatir.


"Cuman operasi kecil doang, kemarin sore udah pulang, ini aku lagi beliin bubur buat sarapan,"jawabnya


Amara hanya diam melihat interaksi dua orang itu.


"Apa kamu mau menjenguk mama aku, kayaknya beliau bakal seneng banget kalau kamu mau jenguk?"tawar Pradikta.


Ayudia terdiam berfikir, ia menoleh menatap Amara seolah meminta pendapatnya, tetapi sahabatnya hanya mengangkat bahunya.


"Gini aja, aku mau sarapan mie ayam dulu, nanti setelah sarapan aku mampir ke rumah kamu ya?"


"Jadi kamu mau mampir Ay?"tanyanya antusias.


"Iya, tapi aku sarapan dulu ya, dan kamu pulang aja, Tante Arini pasti udah nungguin buburnya," jawabnya sambil menyuapi kedua anaknya.


"Ya udah aku pulang dulu antarkan bubur dulu ya," ujar Pradikta berlalu menuju penjual bubur.


"Serius Lo mau  jenguk Tante Arini?"tanya Amara sepeninggal lelaki itu.


"Yang namanya orang sakit ya mesti di tengok Ra, apalagi gue kenal beliau, ngomong-ngomong sebelum kesana kita beli buah dulu ya!"


Usai menyuapi kedua balita itu, Ayudia dan Amara menuju penjual mie ayam, untuk sarapan di sana.


Saat sedang menikmati mie ayam, Pradikta kembali menghampiri mereka,


"Loh Dikta, kok kamu balik lagi?" Tanya Ayudia heran.


"Tadi ada papa yang urus mama, aku cuman antar bubur aja, terus mama seneng loh, pas dengar kamu mau jenguk beliau,"


"Terus kamu ngapain kesini?"


"Aku kan belum sarapan Ay,"


Pradikta menghampiri penjual itu untuk memesan mie ayam, lalu ia duduk disebelah Ayudia.


"Ay, boleh aku tau nama anak-anak kamu?"tanya Pradikta melihat kedua balita yang duduk disebelahnya.


"Yang cowok Ainsley kalau yang cewek Aileen," Ayudia menyuruh anak-anaknya untuk menyapa Pradikta.


Lalu tak ada pembicaraan lagi, mereka menikmati sarapannya dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2