Babysitter-ku Maduku

Babysitter-ku Maduku
Bab 84


__ADS_3

Sementara itu.


Dodi sudah berada di halaman depan Rumah Sakit, masih memegang ponselnya dan mencoba menghubungi Anissa. Namun, karena Anissa masih asik bercumbu mesra bersama Tuan Bram di hotel berbintang tersebut, ia pun tidak menyadari bahwa saat itu Dodi terus menghubungi nomor ponselnya. Ditambah lagi, ponselnya dalam mode 'silent'.


"Dasar jal*ng! Ini sudah lebih dari satu jam tetapi dia tidak juga datang untuk melihat bagaimana kondisi anaknya!"


Dodi mendengus kesal dan mencoba berpikir sejenak. Memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menemui Anissa. Tiba-tiba ia teringat bahwa Anissa pernah memberitahu nama rumah makan, tempatnya bekerja.


"Sebentar! Bukankah tadi Anissa menyebutkan nama rumah makan tempatnya bekerja. Tapi, apa? Aku lupa, Rumah Makan ... Rumah Makan Idaman! Ya, tidak salah lagi," gumam Dodi.


Dodi membuka sebuah aplikasi di ponselnya, ia membukanya dan mencari tahu di mana 'Rumah Makan Idaman' itu berada. Setelah beberapa detik kemudian, aplikasi tersebut menunjukkan di mana tempatnya rumah makan tersebut lengkap dengan waktu jarak tempuhnya.


"Bagus! Aku sudah menemukannya."


Dodi mengambil motor maticnya dari tempat parkir kemudian melaju menuju rumah makan tersebut, masih dengan menggunakan jasa aplikasi tersebut.


Tidak berselang lama Dodi tiba tepat di depan rumah makan tersebut. Rumah makan yang cukup megah dan terkenal. Dan benar kata Anissa, pengunjung di rumah makan tersebut sangatlah banyak.


Dodi memarkirkan motornya kemudian masuk ke dalam rumah makan tersebut. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Anissa di sana. Namun, di antara banyaknya pekerja di rumah makan tersebut, tak ada Anissa di antaranya.


"Di mana dia?" gumam Dodi.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya salah satu karyawan di tempat itu.


"Hah?" Dodi terkejut dan segera berbalik badan, menghadap ke arah wanita yang tadi bertanya padanya.


"Ehm, saya ingin bertemu dengan salah satu karyawan di sini. Namanya Anissa, Anissa Rahma. Bolehkah saya bertemu dengannya? Masalahnya ini sangat penting. Anaknya sedang dirawat di Rumah Sakit dan dia butuh Ibunya," tutur Dodi.


"Kalau boleh saya tahu, Bapak siapanya Anissa, ya?" tanya wanita itu balik.


"Saya suaminya, Dodi."


Wanita itu terdiam sejenak sambil memperhatikan sekelilingnya. Setelah memastikan semuanya aman dan tidak ada yang memperhatikan dirinya dan Dodi, ia pun kembali bicara bersama lelaki itu.


"Anissa sudah tidak bekerja di sini, Pak. Dia sudah dipecat beberapa hari yang lalu oleh Nyonya Lily, Istri dari pemilik Rumah Makan ini, setelah ketahuan jalan bersama suaminya," tutur wanita itu dengan setengah berbisik.


"Hush! Jangan keras-keras, Pak! Nanti kedengaran orang lain. Asal Bapak tahu ya, Anissa itu bekerja di sini hanya untuk mencari perhatian Tuan Bram, pemilik rumah makan ini," lanjut wanita itu dengan sangat antusias.


Rupanya wanita itu pun tidak menyukai sosok Anissa. Oleh sebab itu ia pun tidak segan-segan menceritakan hal memalukan itu kepada Dodi. Dodi membulatkan matanya. Hari ini begitu banyak kejutan menyakitkan yang ia dapatkan. Namun, ia tidak heran jika Anissa berselingkuh di belakangnya. Buktinya, Azkia pun bukanlah darah dagingnya.


"Lalu di mana dia sekarang? Apa kamu tahu ke mana Anissa saat ini?" tanya Dodi.


"Paling juga di hotel bersama Tuan Bram. Karena Nyonya Lily pun kehilangan suaminya sejak tadi pagi," sahut wanita itu sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kurang ajar!" Dodi mengepalkan tangannya dengan erat dan gerahamnya terdengar kembali bergeretak. "Hotel mana?" tanya Dodi.


"Biasanya sih di Hotel Legend. Saya sering melihat Anissa dan Tuan Bram keluar masuk hotel tersebut," jawabnya.


"Brengs*k! Baiklah, terima kasih banyak atas informasinya," ucap Dodi yang kemudian bergegas keluar dari rumah makan tersebut.


"Kena kamu, Anissa! Sekarang kamu kena batunya! Dasar cewek sok cantik!" gumam wanita itu setelah Dodi menghilang dari pandangannya.


Setelah Dodi kembali melaju dengan motor matiknya, wanita itu segera masuk ke dalam rumah makan sambil berlari kecil. Ia menuju ruangan pribadi milik Nyonya Lily untuk memberitahukan soal Dodi kepada istri big bossnya tersebut.


"Ada apa?"


"Nyonya Lily, barusan suami sahnya Anissa datang ke tempat ini untuk mencari keberadaan wanita jal*ng itu. Katanya sih, anak mereka sedang dirawat di Rumah Sakit," jawab wanita itu.


"Lalu, di mana dia sekarang?" tanya wanita yang bernama Lily tersebut dengan sangat antusias.


"Dia sudah pergi dan saya rasa lelaki itu sedang menuju Hotel Legend, di mana biasanya Tuan Bram dan Anissa janjian," tuturnya lagi.


"Aku harus menyusul ke sana! Ini kesempatanku. Aku harus bantunya menggerebek pasangan mesum itu," sahut Nyonya Lily.


Setelah mengucapkan hal itu, Nyonya Lily pun segera meraih tas miliknya kemudian keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Semoga berhasil, Nyonya. Wanita seperti Anissa memang harus dikasih pelajaran!" ucap wanita itu kepada Nonya Lily yang sudah melenggang jauh.


...***...


__ADS_2