Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran


__ADS_3

"Kemarilah, jangan bersembunyi di sana seperti itu,"


Ucapan tiba tiba yang dilakukan Kite membuat Leon tertegun. Begitu juga dengan Nevan, Radolf dan Melvin. Semuanya melihat ke arah tatapan Kite yang mengarah ke sebuah pohon. Tak lama, seseorang keluar dari balik sana.


"Ken?" Leon mengerutkan kening ketika tahu siapa yang dimaksud Kite. Padahal ia sudah mengatakan agar pemuda itu menjaga Kay dan Felix saja, tapi ternyata dia malah menyusul kemari bahkan tanpa ia sadari kehadirannya.


Ken menggaruk pipinya yang tidak gatal. Ia gelapan saat ditatap Leon dengan raut wajah menggelap, "A-anu.. Itu... Aku mau menjaga Leon, jadi... Aku ikut kemari."


Amarah Nevan yang sebelumnya memuncak karena dugaan buruk tentang Kite, kini sedikit mereda. Namun melihat seseorang datang kemari diam diam membuatnya kembali kesal, "Bukankah tadi kau tidak disuruh untuk ikut?! Seharusnya kau jangan ikut dan diam diam mendengarkan percakapan!"


Ken menjadi ikut kesal ketika Nevan malah membentak saat ada Leon di sini, "Lalu kenapa? Itu urusanku! Lagi pula, aku kemari untuk menjaga Leon."


"Ken.."


Suara yang terdengar begitu dalam dan tertahan itu membuat Ken langsung terdiam. Ia bingung bagaimana harus mengalihkan pandangan Leon darinya. Tapi ide datang membuatnya bisa mengubah pembicaraan,


"Kalian tadi mengatakan tentang Oliver? Aku sedikit tahu tentangnya. Karena dia sangat mencolok dengan warna matanya, juga kekuatannya, membuatku langsung tertarik. Jadi aku sedikit mencaritahu tentangnya untuk menghilangkan rasa bosan."


Leon kini menetralkan ekspresinya. Saat Ken sudah melangkah lebih dekat, ia membuka suara, "Apa itu benar?"


Ken mengangguk pasti. Dalam hati dirinya bernapas lega karena Leon tidak melanjutkan permasalahan tadi, "Aku tahu beberapa hal. Saat itu, sebelum adanya perang besar melawan Osmond ribuan tahun lalu, Oliver masih memiliki kakak.


Kehidupannya begitu damai walau kehidupannya tidaklah mewah. Saat itu dia masih cukup kecil, mungkin seumuran dengan Leon, tapi sedikit lebih muda lagi. Kala itu, dia ditakuti oleh banyak iblis."


Leon mengerutkan kening samar samar, "Kenapa?"


Walaupun masih ada emosi meluap dari dalam dirinya, Nevan tak berniat untuk memotong. Ia lebih memilih untuk mendengarkan informasi yang disampaikan.


"Karena dia berbeda dengan iblis lain. Sejak kecil, dia sudah memiliki kekuatan yang luar biasa. Energinya meluap dan aura yang dia miliki bisa membuat iblis di sekitarnya tertekan. Karena belum bisa menekan auranya, dia selalu dijauhi iblis lain yang seumuran dan yang lebih tua darinya–"


"Itu tidak penting. Katakan sesuatu yang pentingnya saja," potong Radolf yang merasa risih. Menurutnya, bagian yang sedang diceritakan Ken adalah hal yang tidak diperlukan dalam memgetahui bagaimana kekuatan Oliver atau sesuatu yang berkaitan dengan perang besar.


Ken mendecakkan lidahnya dengan raut tidak suka, "Jika tidak mau mendengarnya, tutup telingamu! Aku akan mengatakannya pada orang yang mau mengetahuinya saja!"


"Sudah, lanjutkan," potong Leon.

__ADS_1


Ken berdehem dan menyelis sinis sekilas pada Radolf sebelum akhirnya melanjutkan, "Semua iblis di sekitarnya membencinya. Namun sebenarnya mereka hanya takut padanya. Mereka mulai melukainya. Baik yang seumuran ataupun lebih tua darinya.


Namun orang tuanya selalu melindungi dan percaya jika keberadaan Oliver adalah untuk kebaikan dan untuk melindungi banyak orang, termasuk manusia."


"Tunggu, manusia? Kenapa manusia juga?" potong Leon.


"Karena saat dulu, manusia dan iblis berhubungan baik. Kau pikir bagaimana bisa ada manusia yang lebih spesial dari manusia lainnya dan memiliki kekuatan?" bukan Ken yang menjawab, melainkan Kite.


Radolf tersentak mendengar ucapan itu. Ia terpikirkan sesuatu yang tidak masuk akal, "Maksudmu.."


"Ya, dulu.., banyak iblis dan manusia menjalin hubungan sampai memiliki anak. Anak anak mereka 'lah yang kemudian sekarang dipanggil sebagai blizt."


"Hah? Tunggu! Apa?" Nevan syok mendengar ucapan itu. Ia menatap Ayahnya dengan tatapan tanda tanya, "Diantara Ayah dan Ibu, siapa iblis?"


"Tidak mungkin! Manusia dan iblis menjalin hubungan? Itu tidak mungkin terjadi! Lagi pula, diantara orang tua dariku ataupun orang tua dari istriku, tidak ada iblis! Mereka manusia dan juga blizt!" sergah Melvin dengan tak terima.


"Diantara kalian mungkin memang tidak ada yang berasal dari ras iblis. Tapi nenek kakek? Buyut? Orang terdahulu? Diantara mereka ada yang berhubungan dengan iblis hingga lahir anak setengah iblis dan setengah manusia. Lalu anak anak itu menikah dan berhubungan dengan manusia atau iblis lain.


Kau masih bisa mendapatkan kemampuan macam ini walau orang yang berhubungan dengan iblis sudah terjadi lama, berarti termasuk manusia yang masih mendapat sebagian darah iblis," ucap Kite. "Walau begitu, kalian tidak sekuat blizt dahulu."


Melvin menggeleng, "Tidak mungkin. Bagaimana menjelaskan tentang anak setengah iblis dan blizt hanya dapat bertahan paling lama 18 tahun? Sedangkan aku sendiri, bahkan masih bisa bertahan sampai sekarang."


Potensi blizt dapat mengeluarkan sebuah kemampuan memang sangat besar dari pada iblis pada umumnya yang harus menjadi sangat kuat di atas rata rata baru bisa mendapatkan kemampuan. Itu salah satu keistimewaan yang dimiliki blizt."


Melvin terdiam menyimak penjelasan itu. Kenyataan sangat berbeda dengan penjelasan buku.


Nevan sudah tahu kenyataan tentang umur setengah ibliz dan blizt itu. Namun ada satu yang mengganjal di hatinya, "Lalu bagaimana tentang anak dengan campuran iblis dan blizt yang memiliki takdir untuk menjadi penguasa di kedua ras ini? Apa itu juga tidak benar?"


Kite terdiam sejenak mendengar pertanyaan aneh itu, "Tentu saja tidak. Jika bisa, mungkin sudah ada banyak darah campuran yang menjadi penguasa di sini."


"Apa tentang kekuatan pengaruh mutlak yang dimiliki anak setengah iblis dan setengah blizt juga bukanlah informasi yang benar? Bagaimana dengan manusia yang menjalin hubungan dengan iblis akan mati? Apa itu benar? Atau salah?" tanya Nevan dengan beruntun.


Kite menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan telunjuk, "Kenapa pertanyaanmu aneh semua? Dari mana kau tahu tentang itu?"


"Dari buku," jawab Nevan polosnya.

__ADS_1


"Salah! Jangan percaya berita palsu seperti itu!" bentak Kite dengan tiba tiba.


Suaranya yang tiba tiba keras membuat Nevan terperanjat kaget.


"Jika iblis dan manusia berhubungan bisa membuat manusia mati, maka sejak dulu pasti akan ada banyak kematian masal. Lalu pengaruh mutlak? Apa itu?" Kite meringis geli mendengarnya.


"....Tidak ada hal semacam itu. Kemampuan yang dimiliki darah campuran sama seperti kalian. Tapi jika orang tuanya keturunan blizt lalu menikah dengan iblis, maka darah iblis yang dimiliki anak mereka nanti akan bertambah, energinya pun juga bertambah."


"Berarti bibi..," Nevan bergumam sendiri sambil memikirkan ucapan Kite itu.


Tidak hanya Nevan, namun Melvin dan Radolf pun memikirkannya. Berarti selama ini mereka sudah salah sangka? Berpikir kematian dari Meyra karena dia yang melahirkan anak setengah iblis, tapi sebenarnya karena memang dirinya yang ditakdirkan untuk mati setelah melahirkan tanpa ada unsur iblis sama sekali?


Radolf kini menatap kakak iparnya. Ia ingin melihat bagaimana reaksinya. Setelah mendengar penjelasan itu, mungkin kakak iparnya akan berubah dan mau menerima kehadirannya.


Namun Melvin tidak menatap Radolf sama sekali. Ia sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri dan tidak mau berurusan dengan Radolf.


"Apakah ceritanya bisa aku lanjutkan?" ucap Ken dengan raut datar. Entah kenapa pembicaraan tiba tiba saja berbelok ke arah yang tidak semestinya.


Leon mengangguk ke arah Ken. Namun sebelum pemuda dengan rambut putih itu berbicara, Kite memotongnya, "Biarkan aku saja yang cerita. Karena aku sendiri yang mengalaminya. Jika diceritakan olehmu, rasanya seperti mendengar cerita dongeng."


Ken berkedip, "Maksudmu?"


Kite memiringkan kepalanya karena tak paham, "Kenapa? Ada apa?"


"'Aku sendiri yang mengalaminya.' maksudmu kau adalah...," Ken menutup mulutnya dengan dua tangan.


"Sebenarnya sejak tadi kau mendengarkan pembicaraan ini atau tidak?" Leon berucap dengan heran. "Dia sudah mengatakan nama aslinya adalah Oliver."


"Hah?! Benarkah?! Aku tidak mendengar saat dia mengatakan tentang nama aslinya! Wah, luar biasa, rasanya aku sedang membongkar aibku yang mencaritahu tentangnya," pekik Ken.


Kite tersenyum tipis dan menggeleng, "Tadi sampai mana?"


"Orang tuanya mengatakan bahwa dia bisa menjadi pelindung bagi iblis dan manusia," Ken mengoreksi.


Kite menarik napasnya dan menghembuskan perlahan. Matanya terpejam sejenak. Baru saja akan berbicara, Leon sudah membuka suara lebih dulu, "Kau mengatakan warna matanya sangat mencolok sampai kau langsung tertarik padanya. Tapi matanya, tidak terlihat berbeda dibandingkan yang lain. Warnanya hitam, warna kebanyakan iblis dan manusia."

__ADS_1


"Aku menyembunyikannya agar tidak terlihat mencolok. Bisa bisa aku dikenali juga oleh orang orang sebagai Oliver," balas Kite yang telah membuka matanya.


Leon menatapnya dan terdiam. Warna mata yang awalnya hanya berwarna hitam kini berubah menjadi kuning keemasan dengan adanya bentuk daun. Bagaikan melihat daun berguguran di musim gugur sore hari, itulah yang ia lihat saat menatap mata Kite. Ia baru pertama kali melihat mata seindah dan seunik itu. Melihatnya saja bisa memberikan rasa tenang. Pantas saja Ken tertarik untuk mencaritahu tentang Kite atau yang bernama asli Oliver.


__ADS_2