Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 121 -Michael II


__ADS_3

Michael dibuat diam untuk beberapa saat setelah mendengar lontaran kata kata Rafa, "Karena kau dan Leon adalah jiwa dari-nya di masa lalu."


Rafa mengerutkan kening, "Jiwa masa lalu? Maksudmu saat jiwaku dan Leon masih bersatu?"


Michael mengangguk.


"Siapa dia? Memangnya kau mengenalnya? Apa hubunganmu dengan jiwa itu?" Rafa sangat penasaran. Hari ini ia mendapatkan banyak informasi yang baru diketahuinya dari anak kecil asing di depannya. Ia juga mulai setuju jika Kite adalah iblis jahat karena iblis itu pernah membunuh saudaranya.


"Namanya adalah Niel. Dia temanku. Karena kau sebagian jiwa darinya..., aku tidak bisa membunuhmu. Aku tidak bisa melakukannya. Dia sudah mati, lalu kau hadir sebagai setengah dari jiwanya," suara Michael sedikit pelan, berbeda dengan tadi yang terdengar biasa saja. Kali ini, ada sedikit getaran dalam nada ucapannya. Guratan wajahnya pun sedikit berubah.


Dari yang Rafa lihat, Michael sepertinya begitu menyayangi Niel seperti kakak adik atau mungkin saudara. Buktinya, hanya membicarakannya saja bisa membuat anak itu sedikit merubah ekspresinya.


Rafa terdiam. Ia menjadi tidak enak saat melihat Michael yang terlihat menahan rasa sedihnya, "M-maaf..." hanya itu kata yang bisa terucap dari mulutnya.


Michael menghembuskan napas pelan dan merubah ekspresinya menjadi datar lagi, "Apa kau masih memiliki pertanyaan? Jika ada, akan kujawab."


Rafa terdiam sejenak. Sekarang ia tahu, Kite adalah Osmond, iblis yang menjadi musuh iblis dan manusia di perang besar Os ribuan tahun lalu. Namun sekarang dia menyamar menjadi Kite. Ditambah, Kite yang menginginkan tubuh baru, yaitu dirinya.


Lalu nama jiwa saat Rafa dan Leon masih bersatu. Hubungan Niel dengan Michael.


"Apakah ada iblis bernama Kite? Apakah tubuh itu memang ada sebelumnya walau Kite–maksudku Osmond tidak menjadi Kite?"


Michael mengangguk, "Ada. Bukankah sudah kukatakan tadi? Kite adalah iblis yang juga berada di garis depan sepertiku. Tapi Osmond, baru mengambil tubuhnya 100 tahun lalu."


"Lalu kenapa Kite–Osmond harus mengambil tubuh orang lain? Apa dia tidak memiliki tubuh sendiri? Lalu kenapa harus 100 tahun sekali? Dalam setahun, bulan penuh pasti terjadi beberapa kali."


Michael mengangguk, "Memang beberapa kali terjadi dalam setahun di dunia manusia. Tapi tidak dengan dunia iblis. Di sini, bulan penuh terjadi 100 tahun sekali.


Lalu alasan kenapa Osmond mengambil alih tubuh orang lain, itu karena dia memang sudah tidak memiliki tubuh. Saat perang Os, seharusnya dia mati, tapi dia memisahkan jiwanya sebelum terkena serangan terakhir."


"Apa yang akan terjadi jika dia tidak mendapat tubuh baru?"

__ADS_1


"Dia bisa mati, karena tubuh yang dia tempati sama saja dengan mayat. Sedangkan mayat, tubuhnya bisa membusuk. Jika dia tidak segera berganti tubuh, maka dia ikut mati bersama dengan tubuhnya saat ini."


"Apa yang ingin dia lakukan dengan masih terus hidup sampai saat ini?"


"Dia ingin balas dendam pada semua yang sudah menghabisinya. Manusia, dan iblis. Dia ingin membalas keduanya. Tapi dia masih harus mengumpulkan kekuatan sampai sekarang. Lalu dari yang kulihat, dia bisa melakukan pembalasannya malam ini. Saat dia bisa mendapatkan tubuhmu."


Rafa terdiam mendengar penjelasan Michael. Rasanya ini menjadi rumit. Padahal yang sebelumnya mereka targetkan adalah pohon besar yang menjadi penyebab dari munculnya kupu kupu putih. Dari yang ia tahu juga, penyebab munculnya pohon adalah karena salah satu Raja iblis yang menginginkan kehancuran dunia.


Tapi entah kenapa penjahat di masa lalu malah muncul di saat seperti ini. Lalu pejuang garis depan dari perang Os muncul sekarang.


"Apa kau juga menggunakan tubuh orang lain?"


Pertanyaan itu tiba tiba saja terlontar dari mulut Rafa. Ia bahkan tak sadar sudah mengucapkannya. Karena dari informasi yang didapat, perang Os sudah terjadi ribuan tahun lalu. Namun Michael masih hidup dan dalam tubuh anak laki laki yang berusia sekitar 10 tahun. Bagaimana ia tidak bisa terpikirkan pertanyaan macam ini?


Michael nampak diam sejenak. Sepertinya dia sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk dikatakan.


"Tidak, ini tubuh asliku. Pertumbuhanku memang sampai seperti ini saja."


"Aku tidak bermaksud seperti itu, maaf..."


"Masih ada pertanyaan? Sebelum aku menutup sesi tanya jawah ini," ucapan datar dengan raut yang masih masam terpampang di wajah Michael.


"Um.. Umm.. Ya... Tidak ada."


"Kalau begitu–"


"Tunggu! Aku ingin tahu, balas dendam seperti apa yang akan dia lakukan nantinya?"


Michael terdiam mendengar pertanyaan Rafa. Raut wajah masam yang sebelumnya ada kini memudar menjadi raut datar tanpa ekspresi. Namun dibalik raut itu, dia seperti sedang memikirkan pertanyaan Rafa untuk dijawab.


"Aku tidak tahu. Tapi yang pasti, karena kekacauan kali ini, dia akan merasa terbantu. Sebab, kemampuan lain yang dia miliki, adalah menggerakkan mayat hidup. Bahkan jika mayat hidup itu seharusnya milik kendali orang lain, dia bisa mengambil alih dan menciptakan kekacauan yang lebih luas dalam langkah awalnya kali ini."

__ADS_1


?!


Rafa terkejut dengan ucapan ini. Berarti penjahatnya kali ini adalah Osmond yang sedang menjadi Kite?!


"Tapi mereka semua sedang bersama dengannya...," gumam Rafa dengan raut khawatir. "Sekarang apa yang harus dilakukan? Apa yang bisa kulakukan agar itu dapat dicegah? Sekarang teman temanku ada bersama dengannya."


"Bahkan tanpa mencarinya, dia yang akan mencarimu. Namun perlu ditekankan, dia akan memanfaatkan teman temanmu agar mereka menghabisimu."


Rafa menatap Michael dengan pandangan kosong. Entah bagaimana ia harus menanggapi ini, "Kalau begitu, apa yang harus kulakukan? Jika kau saja kesulitan menghadapinya, lalu bagaimana denganku? Apa aku pergi saja dari sini dan bersembunyi sampai bulan penuh sudah terlewat?"


"Kau tidak akan bisa lari darinya. Dia sudah menandaimu. Mau tak mau, kita harus melawannya sekarang. Karena walaupun dia tidak berhasil membunuhmu malam ini, dia masih bisa hidup selama beberapa hari di dalam tubuhnya yang sekarang.


Dia akan terdesak dan akhirnya melakukan segala cara untuk bisa menemukanmu. Percuma bersembunyi. Karena jika kau nekat, dia mungkin akan menghabisi orang orangmu dan membuat mereka menjadi mayat hidup."


Ucapan Michael tentu membuat Rafa khawatir. Saat ini teman temannya ada bersama dengan Kite. Tidak ada yang tahu jika Kite adalah Osmond, musuh dari manusia dan iblis di masa lalu, "Kalau begitu apa yang harus kulakukan?!" ucapnya dengan nada meninggi.


Rafa bukannya mau membentak Michael, tetapi ia terlalu tegang hingga merasa ingin marah marah sampai tak bisa mengendalikan nada bicaranya sendiri.


"Pertama, buat teman temanmu percaya jika Kite memang Osmond. Aku curiga Osmond menceritakan kebohongan yang bisa membuat mereka sampai menyerangmu," ucap Michael dengan tenang dan raut yang tetap datar.


Rafa segera berdiri dari posisi duduknya agar ia tidak perlu mendongak ke atas untuk berbicara dengan Michael, "Iblis sangat mengerikan. Umurnya sudah sangat tua, tapi penampilannya seperti anak anak. Bahkan tidak ada kerutan di wajahnya," batin Rafa.


"Lalu jika mereka tidak percaya, apa yang harus kulakukan?"


"Jika mereka tidak percaya dan mereka malah menyerangmu, maka kau harus melawan mereka. Jika kau tidak melakukannya, entah apa yang mereka rencanakan."


"Mereka tidak mungkin melukaiku!" tukas Rafa.


"Mereka bisa melakukannya, karena sudah terpengaruh Osmond. Dia bisa saja mengatakan kau dipengaruhi olehku, lalu agar kau bisa sadar, mereka harus melukaimu sampai parah atau sejenisnya."


Rafa terdiam mendengar penuturan Michael. Ia kini harus sedikit menatap ke bawah agar bisa melihat Michael. Tapi anak itu tidak mendongak sama sekali dan hanya menatap lurus ke depan, tepatnya ke perutnya yang kini sejajar dengan matanya.

__ADS_1


"Apa ucapanmu bisa dipercaya?" Rafa kembali meragu. Ia ingat baru saja bertemu Michael. Bagaimana bisa ia mempercayainya secepat ini? Apa dia bisa dipercaya dan tidak seperti Kite?


__ADS_2