Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir


__ADS_3

"Aku bisa merasakan energinya di sini," gumam Need.


Stev menyipitkan matanya ketika mendengar suara pelan dari pemuda itu. Matanya menggerling menatap sekitar, namun tak ditemukan seorang pun berwajah Leon, "Dia pasti merubah penampilannya menjadi salah satu diantara mereka," batinnya.


"Mungkin diantara kalian ada yang merasa terkhianati karena merasakan pengkhianatan dari panglima kalian ini. Tapi aku berjanji akan memberikan hukuman yang sepadan untuknya. Segera, setelah kita menangkap musuh yang sedang bersembunyi di tempat ini."


Para penjaga itu masih berbisik bisik seiring dengan penambahan kata dari Stev.


Kening Stev berkerut dengan mata menyipit. Ia merasa kesal ketika banyak dari prajuritnya malah berbisik di hadapannya, "SEMUANYA DIAM!"


Deg


Semua iblis seketika membungkam mulutnya. Ruangan yang awalnya bising oleh bisikan para penjaga kini menjadi senyap. Tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara.


"Jika hanga dia, aku bisa mengatasinya. Tapi terlalu banyak penjaga di sini," batin Leon. Ia melirik ke kanan dan kirinya. Ia mundur perlahan ke belakang dan mulai menyelinap mendekati tengah aula. Mereka yang terlalu takut tidak berani untuk membuka sepatah katapun, bahkan hanya untuk menanyakan apa yang dilakukan Leon.


Saat ia hampir mencapai aula pusat, ia melebarkan matanya dan seketika langsung melompat ke belakang hingga tubuhnya tanpa sengaja menabrak beberapa iblis hingga terjatuh. Jika ia tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya, maka ia akan ikut terjatuh bersama mereka.


Bruukk


Tempatnya berdiri sebelumnya muncul sesosok iblis yang ia kenal. Iblis itu mengayunkan pedangnya, namun serangannya hanya mengenai udara kosong karena Leon menghindar tadi.


"Apa apaan kau ini?!"


"Akh, punggungku sakit.."


Iblis iblis yang terjatuh karena Leon, menatap kesal pada pemuda itu. Mereka merasa geram. Namun melihat iblis yang berdiri tak jauh dari mereka muncul tiba tiba, membuat tubuh mereka membeku, "P-panglima..?"


Leon berekspresi datar. Need berdiri di depannya sambil memegang sebuah pedang yang sering ia lihat. Dia pasti sudah memotong tali yang mengikat lengannya sehingga bisa memegang pedang. Tapi melihat tatapannya dan apa yang dia lakukan, dugaannya semakin besar jika dia dipengaruhi kekuatan pengendali iblis milik Stev.


"Ternyata kau di sana, Leon," gumam Stev. "Semuanya, kepung Raja Leon! Jangan biarkan dia melarikan diri!" Stev bersuara dengan tegas sambil menunjuk tempat Leon berada.

__ADS_1


Walau awalnya sedikit kebingungan, namun para penjaga segera bergerak mendekati Leon. Sedangkan penjaga yang sudah berada di dekatnya, langsung bersiap di posisi sambil mengeluarkan senjata masing masing. Bahkan beberapa iblis yang ditabrak oleh Leon, kini sudah kembali berdiri dengan posisi siap.


Leon dan Need kini dikelilingi oleh para penjaga. Tidak ada jalan untuk lari.


Leon mendecakkan lidah. Padahal ia sedang dikepung, tapi Need berada di bawah kendali Stev. Wajahnya perlahan berubah menjadi wajah aslinya. Ia mengeluarkan tekanan yang sangat besar.


Bruukk


Bruukk


Bruukk


Satu persatu para penjaga mulai berjatuhan. Mereka berlutut di lantai karena tidak kuat dengan tekanan yang diberikan Leon. Beberapa diantara mereka mencoba bertahan dengan bersangga pada senjatanya, namun pada akhirnya mereka tetap terjatuh ke lantai karena tidak kuat menerima tekanan.


Kini yang masih berdiri hanyalah Need dan Stev. Leon memang sengaja tidak memberikan tekanan yang begitu besar, karena itu hanya akan menguras tenaganya dengan sia sia.


Need terkena pengaruh auranya sedikit, tapi ia tidak sampai jatuh. Ia masih berdiri bahkan sekarang langsung menyerang Leon.


Langkahnya yang gontai, namun cepat berhasil mendekati Leon. Ia mengayunkan pedangnya sekuat mungkin pada pemuda itu, namun Leon hanya menahannya dengan satu tangan.


Serangan tiba tiba berada di belakangnya, namun ia sudah merasakannya sebelum Need muncul. Ia melentingkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari serangan Need. Tidak hanya menghindar, ia juga memberikan serangan. Ketika kedua tangannya menyentuh lantai, kakinya mulai terangkat dan menendang dagu pemuda itu.


Kepala Need terpatuk ke belakang setelah mendapat serangan. Namun Leon tidak berhenti, setelah berdiri dengan kedua kakinya, ia menendang perut bagian kanan pemuda itu hingga tubuhnya terlempar dan pedangnya terlepas dari genggaman.


Bruukkk


Braakk


Beberapa iblis ikut terdorong oleh lemparan tubuh Need hingga mereka terhempas menabrak dinding.


Saat Leon sudah merasa sedikit lega, aura di sekitar yang ia rasakan membuatnya seketika mematung. Ia melirik ke belakang. Tepat di belakang para penjaga yang berlutut, ia dapat melihat empat raja iblis berdiri dengan senjata masing masing. Mereka menguarkan aura kuat.

__ADS_1


Ia mengeratkan giginya saat melihat mereka berempat siap bertarung. Sebelumnya keempat iblis itu sudah menyerbu kerajaan dan istananya dengan tiba tiba hingga membuat banyak penjaga serta rakyatnya tewas. Mereka bahkan membakar beberapa kota yang menjadi tempat kekuasaannya. Mereka menghancurkan segala yang dimilikinya.


Mereka bekerja sama menaklukan kerajaannya dan membuatnya mengalami kemunduran besar seperti sekarang. Bahkan jika ia lihat dengan seksama, beberapa dari penjaga di sini dulunya adalah bawahannya. Ada pula beberapa wajah yang ia kenal sebagai rakyatnya dulu. Tapi ia tidak peduli. Jika mereka sudah menyerahkan diri pada keempat Raja iblis itu, maka ia akan menganggap iblis iblis itu sebagai pengkhianat dan karena mereka pengkhianat, ia tidak akan membedakannya dengan musuh yang akan ia lenyapkan.


Ia tidak tahu apa yang diinginkan para Raja itu. Jika hanya ingin memberikan hukuman untuknya, maka tidak seharusnya mereka menyerbu kerajaannya. Mereka menginginkan sesuatu yang lebih dari itu. Mungkin mereka ingin menghancurkannya menjadi berkeping keping atau.. Ada sesuatu yang mereka inginkan darinya.


"Sudah lama aku menunggu, akhirnya kau muncul juga," geram Flor.


"Aku bisa merasakannya belum lama ini.. Belle.. Iblis kepercayaanku itu..," Silvia sulit mengatakannya, namun ada raut kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya yang cantik, "Kau membunuh iblis kepercayaanku."


"Aku juga merasakan bila iblis-ku mati di tanganmu," ucap Ralt dengan ekspresi malas. Bahkan ketika bawahannya sendiri mati, ia tetap biasa saja, seolah bawahannya hanyalah bidak yang bisa ia ganti dengan mudah.


"Kau sudah melakukan banyak pelanggaran, Leon," ujar Stev dengan ekspresi dingin.


Leon menjadi geram ketika mendengar ucapan ucapan mereka, "Kalian 'lah yang memulainya lebih dulu! Kalian menyerang kerajaanku dan menghancurkannya! Jika ingin memberikan hukuman, bukankah tindakan kalian lebih dari cukup?! Bahkan kematian dari bawahan kalian, tidak sebanding dengan hukuman yang kuterima!


Katakan saja dengan jujur, yang kalian inginkan bukanlah menghukumku. Kalian menginginkan sesuatu dariku dan berusaha untuk membawaku ke dunia ini agar bisa mendapatkan apa yang kalian mau itu!"


"Di saat seperti ini pun kau masih bisa bersikap sombong ya? Kau masih berani berbicara walau harus berhadapan dengan kami semua?" ucap Flor dengan nada menekan.


Tekanan di sekitar menjadi semakin kuat. Kehadiran dari lima Raja iblis di dalam satu ruangan membuat perasaan sesak bagi semua iblis yang berada di bawah mereka. Bahkan udaranya sangat mencekik hingga iblis lain kesakitan. Sebagian besar dari mereka muntah darah karena tidak kuat dengan tekanannya. Tempat ini seperti berubah menjadi tempat siksaan. Terlebih Raja iblis menguarkan aura mencekam masing masing karena perasaan marahnya.


"Setidaknya aku bukan'lah pengecut seperti kalian! Bersembunyi dibalik kata 'hukuman' dan melakukan semua tindakan yang jauh melebihi batas untuk menekanku," Leon berekspresi dengan dingin. Ia begitu muak dengan semua Raja itu.


"4 lawan 1, kalian memang lemah. Bahkan hanya untuk menekanku seorang, kalian sampai bergerak bersama," tatapan sinis diarahkan Leon pada keempat Raja. Beberapa dari mereka semakin memperlihatkan ekspresi tak suka dan benci.


"Karena aku adalah iblis yang kuat, maka aku tidak masalah bila harus melawan kalian berempat sekaligus. Majulah, jangan hanya diam di sana dan melihatku dengan tatapan bodoh itu,"


Flor mengeratkan giginya. Ia menggenggam pedang di tangannya dengan sangat erat hingga menciptakan goresan di tangan, "Akan kuhancurkan kesombonganmu itu hingga kau tidak bisa mengatakan apapun lagi!"


***

__ADS_1


Kurang lebih ini karakter Leon😁Dibuatin sama seseorang, makasih banyakk❤❤❤



__ADS_2