Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 25 -Berbeda


__ADS_3

"Apa apaan dia itu?! Dia mengatakan hanya akan pemanasan ringan saja untuk memulai, tapi kenapa jadi seperti ini?! Ini bukan pemanasan ringan..!!!" gerutu Leon dalam hatinya.


Saat ini, Leon sedang dikejar oleh seekor harimau buas yang baru saja dikirimkan oleh Need ke tempatnya berada. Harimau itu sangat cepat dan terus berusaha untuk menerkamnya. Pemuda itu menggunakan kemampuan berteleportasinya dan mengirimkan harimau itu padanya.


"Sialan kau Need..!!"


Need yang berdiri di atas pohon merasa senang saat namanya dipanggil untuk pertamakalinya oleh Leon yang sekarang. Bahkan seruan itu sangat kencang hingga membuat hatinya berdebar.


Leon merasa kesal. Bahkan itu tergambar di wajahnya yang selalu berekspresi datar. Entah mengapa ia bisa mengatakan kata 'sialan' tadi. Padahal ia belum pernah mengatakannya sebelumnya. Namun sekarang terasa seperti ia sering mengatakannya.


Leon berusaha menghindari terkaman harimau itu. Melewati jalan yang tidak rata dan akar akar pohon yang mencuat dari dalam tanah, membuatnya kesulitan untuk berlari dengan baik.


Brruuk


Tanpa sengaja, kakinya menyandung akar pohon hingga terjatuh. Wajahnya menghadap ke tanah. Ia sedikit merintih. Namun harimau itu sudah siap untuk memakannya.


Leon membalikkan tubuhnya hingga pandangannya bisa melihat harimau yang berjalan dengan perlahan mendekatinya. Ia menarik tubuhnya dengan tangan untuk mundur ke belakang. Kepalanya menggeleng seolah takut jika harimau itu memakannya.


Gggrrrr


Saat mulut harimau hampir mencapai Leon, Leon segera menutup matanya. Namun, Need langsung menteleportasikan harimau itu ke tempatnya berada sebelumnya.


"Untuk latihan pertama, ini adalah pencapaian yang bagus,"


Prok Prok Prok


Need berdiri di depan Leon sambil bertepuk tangan. Ia merasa senang karena Leon bisa melakukannya dengan baik, walau sempat terjatuh.

__ADS_1


Leon membuka kedua matanya saat mendengar suara Need. Ia melihat ke sekitar. Sudah tidak ada harimau itu lagi, hanya ada Need di depannya.


Prok


Need berhenti bertepuk tangan. Ekspresinya berubah menjadi datar, "Namun hanya melakukan hal seperti itu saja tidak cukup. Caramu berlari masih jauh dari kata baik. Responmu terhadap bahaya kurang. Kau masih sangaaaaattttt jauh dari dirimu yang sebelumnya."


Leon menggigit bibirnya. Ia tidak tahu bagaimana dirinya sebelumnya, namun ia merasa baru saja diremehkan. Walau mungkin Need tidak bermaksud seperti itu, tapi ia merasa begitu. Ia segera berdiri menghadap pemuda itu.


"Aku bahkan tidak mengerti dengan keadaanku sekarang. Aku juga sudah menolak untuk melakukan latihan bersama denganmu. Tapi kau tetap memaksaku untuk berlatih dan melawan sesuatu yang tidak aku kenal," ucap Leon dengan datar.


Need menelan ludahnya. Ini adalah salah satu sifat Leon yang sebelumnya. Kemarahan yang tanpa perasaan. Dimana saat dia sedang marah, namun tanpa ada nada ataupun ekspresi darinya yang menggambarkan hal itu sama sekali. Bahkan tatapannya pun takkan berubah.


Saat keduanya terdiam, seekor burung tiba tiba jatuh dari atas langit dan tepat di atas kepala Leon.


Need langsung membeku di tempat. Baru saja ia diam untuk mendinginkan perasaan Leon, kini malah datang hewan yang mengacaukan itu. Namun melihat seekor burung yang ada di atas kepala Leon, membuat anak itu terlihat lucu.


Leon meraba kepalanya dan langsung mengambil burung itu dari atas kepala. Ia bisa melihat bila sayap burung itu terluka. Entah mengapa, ada sepercik perasaan ingin meremas hingga membuat burung itu remuk dan mati. Ini adalah perasaan yang ia kenal, namun juga terasa asing.


Saat Need berpikir bila Leon akan meremukkannya, Leon justru menggunakan kekuatannya dengan cara yang sama seperti saat ia akan menyembuhkan Kevin.


Seketika hal ini membuat Need terperangah. Ia terkejut karena tidak mengira bila Leon akan melakukan hal seperti ini. Ia berkedip dan terus melihat Leon mulai menyembuhkannya.


Ekspresi burung yang awalnya kesakitan, kini menjadi lebih baik. Burung itu langsung berdiri kembali dengan kedua kakinya. Ia juga langsung bersuara seolah mengatakan terimakasih. Setelah sembuh, burung itu langsung terbang meninggalkan Leon.


Need menatap wajah Leon. Ia penasaran apa yang membuatnya bisa melakukan kebaikan seperti itu. Sejak awal bertemu, sifatnya memang sudah sangat berubah. Namun Leon menyembuhkan makhluk lemah seperti itu yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya, itu lebih di luar dugaannya.


Need tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama dan akhirnya mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, "Kenapa kau melakukan hal itu? Bukankah kedatangannya yang seperti itu sudah membuat hatimu lebih kacau? Selain itu, dia tidak memiliki hubungan apapun denganmu."

__ADS_1


Ia bisa mengerti bila Leon meremukkan tubuh burung itu dan membuatnya mati. Namun yang dilakukannya sekarang adalah menyembuhkannya hingga burung itu bisa terbang kembali. Bagaimana bisa ia tidak menanyakan hal seperti itu?


Leon melihat kedua tangannya yang sudah menyembuhkan makhluk itu. Ia pun tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya tadi. Padahal ia sudah berpikir untuk membunuhnya. Namun hatinya seakan tidak memperbolehkannya hingga ia akhirnya bergerak mengikuti kata hatinya.


"Ekhem..., sepertinya itu tidak penting sekarang. Yang penting, kita harus kembali latihan hari ini," Need kini mencoba mengalihkan pembicaraan.


Leon langsung menengok Need dengan cepat. Ekspresinya berubah menjadi kesal.


Need hanya bisa tertawa ringan, "Aku sudah mengatakannya sebelumnya. Kau akan melawan iblis. Bukan iblis biasa, mereka adalah panglima, tangan kanan Raja Iblis."


"Tapi kenapa harus begitu? Aku bisa menghindar dengan kemampuan berpindahmu agar tidak bertemu dengan mereka," balas Leon.


Need mengangguk angguk, "Itu memang benar. Kau bisa melakukannya dengan cara seperti itu. Tapi apa kau mau terus terusan bersembunyi dan menghindar selamanya? Pada akhirnya, kau tetap akan melawan mereka.


Raja Iblis lain sudah menghancurkan kerajaanmu. Pasukanmu sebagian besar mati karena tidak mau menyerah pada mereka. Rakyatmu menjadi budak. Mungkin kau tidak peduli dengan yang satu ini, tapi kau tidak memiliki tempat aman di dunia iblis jika dengan keadaan seperti sekarang."


"Siapa yang mengatakan bila aku mau kembali ke dunia iblis?" Leon mengangkat sebelah alisnya.


Need dibuat diam mendengar ucapan Leon. Anak itu memang tidak mengatakan ingin merebut semuanya kembali dan hidup di dunia iblis, tapi itu bukanlah pemikiran Leon yang sebenarnya. Leon yang sekarang tidak tahu betapa sulitnya dia mendapatkan semua itu.


Kekuasaan, kekuatan, pengaruh, kekayaan, kemakmuran dan rasa hormat dari iblis lain. Dia tidak tahu semua itu hingga kini dengan mudah mengatakan tidak akan kembali dan merebut semuanya.


Need pun berekspresi dingin, "Kau tidak tahu apapun sekarang. Dulu kau sudah bersusah payah berjuang untuk mendapatkannya. Aku bahkan hanya mengetahui awal mula kekuasaanmu dari cerita iblis lain, tapi aku bisa merasakan betapa sulitnya kau meraih semua itu hanya dengan cerita.


Lalu bagaimana denganmu? Kau seharusnya lebih mengerti bagaimana rasanya. Dan sekarang kau ingin membuang semuanya begitu saja? Yang benar saja! Ini bukanlah pilihan yang akan dipilih oleh Raja Iblis Leon. Sebaiknya kau memikirkan keputusanmu dengan baik."


Need tiba tiba menghilang begitu saja di hadapan Leon. Ia memang sangat menyukainya dan akan melakukan apapun untuknya. Namun, ia tidak akan mengabulkan pilihan Leon yang begitu gegabah seperti ini. Ia memiliki pertimbangan sendiri agar Leon tidak memilih pilihan yang akan membuat dirinya sendiri kesulitan di masa mendatang.

__ADS_1


Leon mendecakkan lidahnya. Ia merasa kesal. Need malah meninggalkannya di hutan seperti ini sendirian dan memaksanya untuk memilih pilihan sesuai dengan yang dipilih oleh Need.


__ADS_2