Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan


__ADS_3

"Itu tergantung dirimu sendiri. Tapi apa yang kukatakan ini adalah kenyataannya," ucap Michael.


Rafa menghela napas berat. Ia menggigit bibirnya dengan perasaan tidak nyaman. Ia berada diantara percaya dan tidak.


*


*


"Bulan penuh akan terjadi malam ini. Tepat tengah malam. Di saat itu terjadi, awan hitam yang menutupi langit saat ini, mungkin akan menghilang sebagian di sekitarnya. Di waktu itu, dia pasti akan membunuh Rafa. Kita harus menghentikannya atau dia akan mendapat tubuh baru," ucap Kite dengan wajah tegas. Tidak ada raut candaan dalam ucapannya sama sekali.


Ucapan itu pun cukup membuat suasana menjadi tegang. Kini Ray nampak diantara kerumunan orang orang ini. Ia ketahuan mengikuti Ken sejak awal, namun kehadirannya diakui Kite baru saja tadi sehingga akhirnya Ray keluar.


Setelah sebelumnya menceritakan kisah hidup Kite sebagai Oliver dan mengatakan sedikit hal tentang musuh yang mereka lawan saat ini, sekarang Kite sudah mengatakan rencananya.


"Aku ingin menanyakan sesuatu. Ini mungkin tidak berhubungan dengan rencana. Tapi aku ingin mengatakannya sejak tadi. Kenapa kau bisa tahu jika Ray memiliki api hitam? Tidak semua keluarga dari keluarga itu memiliki api hitam. Bahkan baru kali ini di keluarga itu ada iblis yang memilikinya," ucap Leon dengan nada datar.


Kite menatap Leon saat mendengar pertanyaannya. Ia tersenyum tipis, "Karena aku bisa melihat jiwa seseorang. Dari yang kulihat, dia adalah reinkarnasi jiwa masa lalu yang saat itu berada di garis depan dan memiliki kemampuan sama, yaitu api hitam.


Namun saat pertama melihatnya, dia tidak mengeluarkan api hitam. Padahal aku sangat yakin, dia adalah reinkarnasi dari-nya. Apa... Kekuatannya disegel?"


Leon terdiam sejenak dan mengalihkan perhatiannya pada Ray. Pemuda itu nampak menatapnya dengan ragu, "Iya, aku yang menyegel kekuatannya karena dia tidak bisa mengendalikan kekuatan itu sepenuhnya."


"Dia pasti bisa melakukannya."

__ADS_1


Ray dan Leon langsung saja menatap Kite dengan rasa penasaran dengan lanjutan kata darinya.


"Karena dia adalah reinkarnasi dari Rinky. Iblis yang ahli dalam pengendalian api hitam dan menyucikan jiwa jiwa yang tidak tenang. Pada perang Os dulu, ada serangan yang menggunakan jiwa atau roh jahat dan membuat semuanya saling bertarung sendiri dengan sekutu.


Lalu Rinky 'lah yang paling berjasa dalam mengurangi korban pada saat kejadian itu. Jika dia tidak ada, mungkin melawan musuh akan lebih menyusahkan dan hampir mustahil saat roh jahat merasuki tubuh orang orang yang melawan Osmond. Untungnya dia membinasakan roh jahat itu satu persatu dengan api suci yang berwarna hitam. Karena dia sangat aktif dalam membantu, aku jadi mengingat jiwanya baik baik.


Karena itu, Ray..," Kite mengalihkan matanya pada pemuda dengan ikat kepala hitam. Ia menatapnya serius.


Hal ini pun membuat Ray menatap balik pemuda itu yang umurnya sudah sangat tua, berumur ribuan tahun. Iblis memang memiliki hidup yang panjang, namun tidak banyak iblis yang bisa hidup sampai mencapai ribuan tahun. Apalagi dengan keadaan yang begitu muda seperti Kite ini.


"Aku percaya kau juga mampu menjadi Rinky. Tidak–tepatnya, menjadi dirimu yang dulu. Menjadi Rinky yang sangat hebat dan ahli dalam mengendalikan kekuatannya sendiri. Di dunia ini pasti ada satu dua atau lebih hal yang ingin kau lindungi. Karena itu, bertarunglah dengan kekuatan penuhmu untuk melindunginya," lanjut Kite dengan penuh keyakinan.


Ray menelan ludahnya. Ia melirik Leon sesaat dan kembali menatap Kite, "Bagaimana jika aku tidak berhasil?"


Ray termenung sesaat. Ia tidak percaya diri dalam hal mengontrol kekuatannya. Tapi jika di suatu waktu keadaan menjadi sangat gawat sampai bisa melukai atau bahkan memusnahkan hal yang ingin dilindunginya, maka tamatlah sudah, "Akan kucoba."


"Kau yakin?" sahut Leon.


Ray menjawab tanpa menatap Leon, "Yakin. Aku tidak ingin sesuatu itu musnah. Karenanya, aku akan berusaha sebaik mungkin."


"Coba kau lakukan lagi. Buka segelmu dan kendalikan kekuatanmu," ucap Kite.


Ray berjalan mendekati Leon dan berdiri di hadapannya dengan tatapan siap. Leon pun tak memiliki keluhan lain. Jika Ray sendiri yang menginginkannya, maka ia hanya bisa menuruti kemauannya.

__ADS_1


Leon mengulurkan tangan dan menyentuh dada Ray sesaat. Setelahnya, mata pemuda itu sedikit berubah namun hanya sesaat seperti kejadian sebelumnya.


"Api hitam tidak bisa padam oleh air ataupun es. Api hitam adalah abadi, kecuali dihilangkan sendiri oleh pemiliknya. Karena itu, kau harus bisa mengendalikannya dan terus menggunakan kemampuan penuhmu tanpa segel seperti sekarang. Walaupun sedang tidak ada pertarungan, tapi kau harus tetap dalam keadaan seperti ini agar kau terbiasa," jelas Kite.


Ray mendengarkan ucapan itu. Namun ia merasa kesulitan. Kekuatan terasa meledak ledak di dalam dirinya dan ia juga menjadi ingat dengan kilasan kilasan ingatan buruk selama ia menggunakan kekuatan ini. Berkali kali tanpa sengaja ia malah melukai orang lain, melakukan kesalahan di sana sini tanpa sadar hingga membuat keluarganya hancur karena dirinya.


Mengingat semua itu malah membuat Ray menjadi semakin kesulitan. Ia sampai memejamkan sebelah matanya dengan raut meringis. Bulir keringat bahkan sedikit keluar dari dahinya.


Leon hendak menyegel kembali kekuatan itu, namun ia urungkan saat melihat kode mata dari Kite. Sepertinya pemuda itu percaya sekali jika Ray dapat mengendalikannya.


Leon mengulurkan tangan dan menyenggol lengan Ray dengan sedikit keras. Hal ini sontak membuat Ray yang awalnya fokus menjadi buyar. Tatapannya teralih pada Leon.


"Kau pasti bisa melakukannya," ucap Leon tanpa suara dan hanya mulutnya yang bergerak.


Namun dengan gerakan mulut itu saja, Ray sudah mengerti ucapannya. Ia sedikit tersenyum dan lupa tentang semua kejadian buruk yang sudah menimpanya. Kejadian itu terjadi di masa lalu. Ia tidak perlu mengungkitnya lagi.


Karena sekarang, masa depan berada di depannya. Ia tidak boleh terpaku pada masa lalu yang hanya bisa dikenang tanpa bisa diperbaiki. Jadikan semua kejadian pelajaran, lalu memulai kehidupan yang baru. Kejadian buruk itu sudah sirna dan menghilang.


Walau tidak sepenuhnya hilang, tapi ia akan berada dalam hatinya yang terdalam dan menguburnya jauh dari masa depannya. Karena bagaimanapun, tanpa masa lalu itu, ia tidak akan bisa menjadi seperti sekarang. Belum tentu dirinya dapat bertemu dengan semua teman teman yang kini ia kenal jika tak mengalami semua itu.


Untuk sekarang, yang terpenting bagi Ray adalah menjalani semuanya dan mengakhiri permasalahan di dunia iblis. Dengan begitu, sesuatu yang ingin dilindunginya akan aman dan tidak berada dalam bahaya.


Ray mengatur napas beberapa kali. Rasanya ia menjadi lebih tenang dibandingkan tadi, "Aku sepertinya sudah bisa mengendalikannya."

__ADS_1


Kite tersenyum dan mengangguk puas, "Baiklah, sekarang sudah siap. Penyelamatan Rafa, kita mulai."


__ADS_2