Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 142 -Kekejaman Michael


__ADS_3

Di tempat lain, di dunia iblis kini sudah kacau. Selama Leon berbicara dengan Axelle di tempat putih, waktu sudah banyak terlewatkan olehnya. Ditambah perbedaan waktu yang lambat di tempat putih dibanding dunia iblis ikut menjadi penyebab banyak waktu yang terlewatkan oleh Leon.


Kevin kini tak sadarkan diri setelah lama bertarung melawan Osmond. Detak jantungnya sangat lemah dan wajahnya pucat. Luka di sekujur tubuh dan belum lagi luka dalam. Karena beberapa jiwa iblis yang masuk ke dalam tubuhnya, hal ini memperparah kondisinya.


Kini tersisa Oliver yang bertarung melawan Osmond. Di pertarungan kali ini, Osmond lah yang mengalami luka paling banyak. Bahkan di sudut bibirnya terdapat darah baru.


"Apa ini karena Rafa membantuku menyembuhkan luka yang kualami atau karena... Serangan Osmond yang lebih lemah dibanding sebelumnya?" batin Oliver. Ia tentu saja merasa aneh.


Walaupun ribuan tahun sudah terlewatkan, ia masih ingat dengan jelas seberapa kuatnya serangan Osmond. Bahkan sekali terkena serangannya saja ia bisa mendapatkan luka yang parah atau paling tidak, jika serangan itu mengenai tempat sekitar, maka akan berubah menjadi porak poranda.


Namun kini, serangan Osmond hanya menimbulkan luka yang cukup serius, tapi tidak semematikan sebelumnya. Bahkan sekarang Oliver lebih cepat memberikan luka pada Osmond, tidak seperti sebelumnya.


Osmond bernapas cepat cepat. Keringat membasahi keningnya, wajahnya pucat bak tidak teraliri darah. Luka yang ada di tangan kanan dan kirinya mengeluarkan darah hingga menetes ke tanah. Luka pun ikut tercipta di salah satu pinggangnya dan masih meneteskan darah. Belum lagi dengan bagian bahu dan tubuh lain. Kondisinya benar benar mengenaskan dan memprihatinkan.


"Hah.. Hah... Hah....," Osmond masih berusaha mengatur napasnya sebaik mungkin.


Disisi lain, tidak hanya keadaan Osmond yang berubah drastis. Tapi mayat mayat yang ada di sekeliling mereka pun sebagian besar sudah jatuh tanpa bisa bergerak lagi.


Setelah sebelumnya sempat terlempar, kini Ray terus membakar bola bola merah dan ungu yang tergantung di atas pohon dan memberikan dampak positif. Semakin banyak yang ia bakar, semakin banyak mayat hidup yang terkapar di tanah. Semakin sedikit pula kupu kupu yang mencoba menyerang. Bahkan kupu kupu yang terbang di hampir seluruh penjuru dunia iblis menghilang karena terbakarnya benda bulat aneh itu.


Pada intinya, ia paling banyak berkontribusi dalam pengurangan musuh. Disisi lain, Need dan Felix mencoba melawan Michael dibantu dengan kedatangan Radolf yang ikut membantu dengan menggunakan kemampuan asap korosifnya.


Disisi lainnya pun, Ken memimpin pasukan iblis yang tersisa untuk menghabisi mayat hidup yang masih bergerak. Dengan terbakarnya banyak benda bulat, musuh yang harus mereka lawan berkurang dan pada akhirnya jumlah korban ikut berkurang.


Apalagi dengan kedatangan Paman Kyle dengan pasukannya, menambah cakupan serangan lebih luas. Ia dan pasukannya paling banyak menghabisi kupu kupu dengan menggunakan cairan aneh yang mereka pakai sebelumnya.


Ditambah pula, adanya kedatangan pasukan manusia yang memang tidak bisa dikatakan kuat, tapi cukup berguna dalam mengurangi musuh. Entah dari mana mereka bisa berada di sana, tidak ada yang tahu.


Dan secara mengejutkan, di saat semua pasukan yang berada di bawah pimpinan Ken dan pasukan Paman Kyle mengalami kelelahan, datang bala bantuan iblis bercampur manusia yang dibawa oleh Nevan, Melvin, Lym, dan semua blizt yang sebelumnya pernah berkumpul dengan Leon.


Walaupun sudah dikatakan untuk tidak ikut, nyatanya mereka tidak melaksanakannya. Mereka malah mencari bala bantuan dari iblis yang jelas jelas bisa saja membunuh mereka dibandingkan memberikan bantuan. Tapi walaupun mengetahuinya, mereka tetap nekat hingga akhirnya kenekatan itu berhasil membuahkan hasil.


Tapi meskipun jumlah musuh memang berkurang, namun bukan berarti korban di pihak Ken tidak berkurang banyak. Mereka kekurangan energi, nutrisi, kelelahan dan tidak bisa berperang dengan baik, lalu pada akhirnya menjadi korban perang. Memang iblis bisa tidak makan beberapa hari dengan memakan energinya sendiri, namun energi mereka kini sedang digunakan untuk melawan musuh.

__ADS_1


Kedatangan Melvin dengan rombongannya adalah berita yang baik. Mereka mengambil alih peperangan yang seharusnya dilakukan pasukan Ken. Selain itu, beberapa diantara manusia yang dibawanya ternyata memiliki kemampuan api yang efektif dalam menghabisi mayat hidup.


"Kalian istirahat saja!" ucap Melvin pada Ken.


"Kalian semua mundur dari sini, biarkan mereka dan aku yang melanjutkannya," ucap Ken dengan suara lantang.


"Tapi–"


"Lakukan apa yang kuperintahkan. Dan obati luka kalian semua!" Ken memotong ucapan yang hendak dikatakan komandan.


Memang beruntung bagi pasukan Ken, begitupun dengan pasukan yang ada di pihak Paman Kyle. Mereka ikut mendapat bantuan membasmi kupu kupu dan mayat yang masih hidup.


Hanya saja, tidak beruntung bagi iblis iblis yang berjuang di garis paling depan, melawan musuh utama.


Keadaan Need, Radolf dan Felix tidak bisa dianggap baik baik saja. Apalagi mereka sudah memancing amarah Michael.


"Kalian brengs*k! Mati saja kalian!"


Tekanan tiba tiba dirasakan kuat oleh Felix dan kedua iblis lainnya. Mereka sampai berlutut di tanah dengan keadaan luka di beberapa bagian tubuh.


Tidak hanya Need, Radolf dan Felix pun tak menyangka jika energi yang dimiliki Michael masih bisa sebesar ini. Padahal mereka sudah memberikan banyak luka padanya.


"Padahal dia hanya pelayan Osmond saja. Tapi dia tangguh juga. Jika pelayan saja sudah sekuat ini, maka bagaimana dengan Osmond?" batin Radolf sambil melirik ke sekeliling. Ia mencoba untuk melihat dimana keberadaan Osmond.


Saat menemukannya, ia malah terkejut. Keadaan Osmond bahkan lebih parah dibandingkan Michael. Padahal jelas jelas Michael hanya pelayan, sedangkan Osmond adalah Tuannya. Tapi keadaan Tuan bahkan lebih buruk dari pada pelayannya?


Radolf jadi meragukan hal seperti ini, "Atau ini karena yang melawannya adalah Oliver yang ada di dalam tubuh Rafa?" batinnya dengan tatapan sendu.


"Aaarghhh!! Kalian membuatku kesal!" teriak Michael. Ia adalah orang yang selalu berekspresi santai, namun nyatanya itu tidak bisa ia perlihatkan sekarang ini.


"Akan kubunuh kalian karena sudah mempermainkanku!"


Michael menancapkan pedangnya ke tanah hingga retakan menjalar dari tempat ia menancapkan pedang sampai meluas ke segala arah.

__ADS_1


Felix, Radolf dan Need terpengaruh oleh guncangan itu. Tubuh mereka sempoyongan ketika berlutut di tanah. Namun tidak hanya mereka, Oliver dan Osmond pun mengalami hal serupa karena berada di dekat sana.


Michael tiba tiba muncul di hadapan Need hingga membuat Need yang sedang menunduk itu terkejut. Tengkuknya terasa dingin dan perasaannya berubah menjadi tidak enak. Akhirnya ia menengadahkan kepalamya ke atas dan seketika itu pula, Michael mengangkat kerah pakaiannya.


Need sama sekali tak bisa melawan karena tekanan yang ditunjukan padanya. Ia hanya bergerak pasrah mengikuti gerakan cengkraman Michael.


"Tidak akan kubiarkan kau mati dengan mudah, sial*n!" geram Michael.


Tanpa diduga siapapun, Michael menusukkan lengannya ke perut Need. Mata iblis itu seketika membulat lebar ketika merasakan sakit yang begitu luar biasa. Ia hanya bisa menggerakkan kepalanya sedikit ke bawah untuk melihat wajah Michael. Dari yang ia lihat, raut wajah Michael sama sekali tak baik. Ekspresinya terlihat marah.


Mungkin selain karena mereka bertiga terus membombardirnya dengan serangan, mereka juga memprovokasi anak kecil itu tentang apa yang dijanjikan Osmond padanya hingga dia mau menjadi pelayan setianya. Mereka juga memprovokasi hal hal lainnya.


"Kau menyesal kan sekarang? Kau sudah menantangku dan memancing amarahku. Sekarang terimalah penyesalanmu," tidak hanya menancapkan lengan kecilnya di perut Need, Michael juga menarik sesuatu yang berada di dalamnya.


Benda panjang bergelombang, disusul dengan benda benda organ lain yang berada di dalamnya. Sebelum menariknya keluar, Michael selalu meremasnya dan menarik nariknya dengan gerakan lambat seolah ingin menikmati keadaan ini lebih lama.


"Eerrrghh... Ggrhh," Need mengerang kesakitan. Bahkan air mata tak bisa ia tahan di pelupuk matanya. Ia sebenarnya suka bila melihat Leon melakukan hal seperti ini pada iblis lain. Ia ingin bisa melakukan itu. Namun jika berada di posisi korban seperti ini, ia jelas tidak mau.


Rasa sakit ketika organ organ dikeluarkan dengan paksa membuatnya merasa mati berkali kali. Bahkan kini lengannya begitu lemas hingga mengangkat satu jaripun rasanya ia tidak sanggup. Urat urat tubuhnya menegang merasakan sensasi rasa sakit luar biasa ini. Suara geramannya pun perlahan lahan mengecil.


Hanya untuk berteriak saja, Need tak sanggup. Ia sangat lemas. Ditambah dengan tekanan Michael, ia benar benar tak bisa menahan semua itu.


"Need?!" Radolf berkali kali menyerukan nama Need, namun ia tidak bisa beranjak dari posisinya. Ia hanya bisa menyaksikan keadaan Need dengan prihatin dan khawatir. Apa yang dilakukan Michael benar benar tidak bermoral.


Ia sering melihat Leon melakukan hal hal seperti ini pada iblis lain. Tapi ia tidak pernah menganggapnya tidak memiliki moral. Karena yang biasa dibunuh Leon dengan cara seperti ini bukanlah iblis yang ia kenal. Sedangkan kini, ia berada di posisi melihat kejadian mengerikan yang terjadi pada iblis yang ia kenal cukup baik.


Felix sendiri sudah tidak kuat untuk beranjak. Sejak tadi ia memaksakan diri untuk terus bergerak. Namun kini, ia benar benar tak mampu untuk melawan tekanan kuat dari Michael dan membantu Need, "Maaf.. Aku tidak bisa membantu pengikutmu, Leon," batin Felix dengan menyesal.


Namun, saat mereka hanya menyaksikan kejadian yang terjadi pada Need, tekanan yang menekan tubuh mereka menghilang tiba tiba.


Kepala mereka langsung saja tertuju pada Michael. Pegangan tangan Michael pada pakaian Need sudah terlepas, bahkan tangannya yang kini berlumuran darah sudah tidak berada di dalam perut Need.


Tubuh Need yang sudah sangat pucat itu jatuh hingga menimbulkan suara.

__ADS_1


Brukk


__ADS_2