Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia


__ADS_3

Pagi telah tiba, namun awan di atas langit tetap gelap. Bahkan kini disertai oleh kilatan seolah menjadi penanda jika perang akan segera pecah.


Oliver beserta iblis yang akan ikut dengannya telah siap. Namun ia sama sekali tidak merasa bersemangat. Jumlah pemain sangat sedikit. Ia ragu bisa pulang dengan kemenangan. Ribuan tahun lalu saja sampai melibatkan ribuan iblis bercampur manusia blizt, namun tetap tidak bisa menghancurkan jiwa musuh. Apalagi sekarang ia hanya bersama dengan 5 iblis.


Padahal ia tahu kemenangan sepertinya tidak akan berpihak padanya. Tapi ia tidak bisa menunjukkan itu. Wajah penuh semangat berkobar ia tunjukkan pada iblis muda ini agar mereka bersemangat dan tidak putus asa.


Karena jika bukan mereka, maka siapa lagi yang akan melawan Osmond?


Oliver yakin Osmond akan segera menyerang. Karena itu, ia tidak bisa menunggu dan mencari iblis lain sebagai penambah pasukan.


Namun langit seolah mengetahui apa yang dibutuhkan olehnya. Tiba tiba dari arah depan muncul rombongan iblis berjumlah sekitar 200 iblis. Beberapa diantara mereka menunggangi kuda monster. Dengan tubuh lebih besar dibanding kuda biasa, mata bagai kobaran api dan ekornya yang seperti terbakar, kuda itu terlihat kuat. Mereka berhenti kala melihat adanya iblis lain dengan beberapa manusia.


Rombongan dengan jumlah sekitar 200 iblis itu terlihat sangat mencurigakan bagi siapapun yang melihatnya. Termasuk Oliver. Ia dengan yang lain bahkan sudah siap jika ada pertempuran.


"Lambang itu... Dari kerajaan Ratu Silvia!" pekik Felix. "Tapi seragam mereka sedikit berbeda."


Iblis yang sedang menunggangi kuda dan berada di jajaran paling depan mendengar suara itu. Ia menatap asal suara. Matanya terbelalak ketika mengenal seseorang yang ada dintara iblis asing ini, "Pangeran?!"


Jelas suaranya yang besar itu membuat kericuhan diantara prajurit yang dibawanya. Mereka penasaran, hingga ingin melihat apa yang dilihat komandan mereka. Namun, mereka lebih memilih diam di tempat karena segan dengan pemimpin mereka.


"Siapa yang dia maksud?" gumam Need.


Seseorang yang dikatakan 'pangeran' sendiri terkejut dengan keberadaan komandan iblis yang berada paling depan. Mungkin ia tidak menyangka akan bertemu mereka di sini.


"Pangeran, Ratu menghilang! Beliau tidak juga kembali ataupun memberi kabar. Ditambah kondisi sekarang ini... Saya khawatir ada sesuatu hal yang terjadi pada Ratu," ucap komandan itu. Pakaiannya masih terlihat bagus walaupun sedikit kotor oleh darah dan tanah.


Oliver memandang sekitar. Memandangi satu persatu wajah iblis yang ada di pihaknya. Tidak ada yang menanggapi ucapan komandan itu hingga ia merasa komandan itu baru saja salah sangka. Ia juga menatap Felix, namun sepertinya muridnya yang sudah bereinkarnasi itu juga tidak tahu 'pangeran' yang dimaksud.


"P-pangeran? Ratu menghilang sekitar 1 minggu lalu," ucap komandan. Ia berpikir mungkin iblis yang dimaksud itu tidak mendengar ucapannya atau mungkin malah tidak mau menjawabnya. "Apa Anda tidak khawatir dengan Ratu, pangeran?"

__ADS_1


Walau sudah berbicara lagi, namun tidak ada yang menyahut hingga keadaan pun menjadi hening. Komandan itu sendiri menjadi kesal. Ia malu karena ucapannya tidak dibalas, apalagi di depan banyak bawahannya. Tapi ia masih bersikap tenang dan mengendalikan emosinya dengan baik.


"Pangeran, apa Anda tidak khawatir dengan Ratu?"


"Siapa yang dia sebut pangeran? Seingatku, Ratu Silvia belum pernah menikah. Apalagi memiliki anak," batin Felix.


"Untuk apa aku khawatir? Ratu bisa menjaga diri. Dia lebih kuat dariku."


"Tapi keadaan saat ini sangat mengkhawatirkan, pangeran. Ratu juga pergi tanpa ada penjagaan sama sekali," timpal komandan.


"Itu bukan urusanku."


Felix berkedip beberapa kali mendengar ucapan yang baru saja terdengar di dekat telinganya. Ia menoleh ke samping dan melihat Ken yang biasa berwajah dingin, "Apa maksud pangeran....," Felix menutup mulutnya.


Ia sudah beberapa tahun ini dengan Ken. Namun identitas yang ia ketahui darinya adalah sebagai anak desa yang keluarganya mati karena perampokan dan hanya dia yang selamat karena pada saat itu tidak berada di rumah. Apa ini?! Padahal semalam Ray baru saja mengungkapkan identitas aslinya.


Apa semua temannya membohongi identitas mereka? Kenapa?! Ia merasa dirinya adalah iblis paling biasa diantara teman temannya. Entah kenapa perasaannya menjadi kecewa. Padahal ia berpikir kelompoknya sudah seperti saudara hingga berbagi suka dan duka bersama. Mereka melakukan banyak hal bersama hingga ia tidak pernah berpikir jika teman temannya mengatakan kebohongan tentang identitas asli mereka. Rasanya seperti dibohongi dan ditipu setelah mempercayai sepenuh hati.


Ia larut dalam pikiran hingga tidak mendengarkan pembicaraan apapun yang terjadi di luar kepalanya.


"Kita bisa memanfaatkan ini. Maaf jika aku terlalu mengatur, namun bisakah kau perintahkan mereka agar ikut menghabisi Osmond?" bisik Oliver di samping telinga Ken. Ia tidak tahu apapun tentang Raja generasi sekarang, jadi ia langsung berpikir Ken adalah anak dari seorang Raja/Ratu hingga dipanggil pangeran. Namun ia tidak tahu cerita jelasnya bagaimana.


"Kita kekuarangan iblis untuk menyerangnya. Tapi kita tidak memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan kekuatan. Berhubung mereka muncul sendiri di sini, manfaatkan mereka. Aku juga merasa mereka lebih kuat bila dikatakan sebagai prajurit biasa. Apa mereka kelompok yang khusus dibentuk?" bisik Oliver.


Ken terdiam mendengar rencana Oliver. Ia menatap komandan yang kini sudah turun dari kudanya dan menunggu jawaban, "Kalau begitu, kita selesaikan dulu kekacauan yang sedang terjadi. Setelah itu, kita bisa mencari Ratu."


Ken seolah enggan mengatakan 'Ibu' dan menggantinya menjadi Ratu.


"Sejak kapan Silvia memiliki anak? Aku tidak tahu ini sama sekali. Selain itu, Silvia sudah mati. Ditambah juga..., Silvia melukai Leon saat itu," batin Need dengan tangan terkepal. Tatapannya menjadi sangat tajam ketika mengingat apa saja yang dilakukan Silvia.

__ADS_1


"Kalian ikut bersamaku, menghadapi Osmond. Kita selesaikan masalah di dunia iblis sekarang juga. Jika bisa, sebagian dari kalian pergi dan bawa lebih banyak bantuan," lanjut Ken dengan wajah yang masih dingin. "Untuk Ratu, dia bisa kita cari jika masalah ini selesai."


Komandan itu menatap para bawahannya. Jawaban memang ada di tangannya sekarang. Tapi ia juga memerlukan pendapat dari iblis lain. Apalagi nama Osmond tadi disebut, entah karena apa.


Salah satu prajuritnya mengangguk, "Karena Ratu tidak ada, maka prioritas kita sekarang adalah perintah dari pangeran," ucap komandan.


Radolf hanya diam ketika melihat keadaan di sekitarnya berubah. Walaupun mendapatkan bala bantuan, rasanya itu tidak mengubah apapun yang ada di hatinya sekarang. Matanya memandang punggung Oliver dari belakang. Seharusnya orang yang berada di sana sekarang adalah anaknya, bukan pahlawan dari masa lalu. Ia ingin anaknya kembali.


Seperti tahu sedang diperhatikan, Oliver melirik ke belakang dan melihat Radolf yang mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia pun menghela napas dan hanya bisa tersenyum lirih, "Aku berjanji akan mengembalikan anakmu bagaimanapun caranya jika Osmond sudah tiada," batinnya.


Komandan mulai mengatur pasukannya sesuai dengan perintah Ken. Walaupun awalnya ia sedikit kesal karena tujuan mereka tiba tiba berubah, namun ia mencoba memaklumi. Karena menurutnya, keadaan saat ini pun memang sedang tidak baik. Jika keadaan terus berlanjut dalam waktu lama, mungkin dunia akan semakin kacau. Ini juga bisa saja menghambat perkembangan kekaisaran.


"Dimana Paman Kyle?" tanya Ken saat berada di hadapan komandan.


Sepertinya komandan itu sedikit kesulitan menjawab. Ia tidak langsung mengatakannya, melainkan diam dan memikirkan kata kata yang pas, "Jumlah pasukan yang kami bawa dua kali lipat dari ini.


Seharusnya Tuan Kyle yang memimpin, namun dia membawa sebagian pasukannya untuk menahan mayat hidup dan kupu kupu sayap putih, lalu membiarkan kami pergi untuk mencari Yang Mulia Ratu. Tuan Kyle menyerahkan pimpinan pasukan ini pada saya selama dia tidak ada, karena saya adalah Wakilnya."


Ken memperhatikan komandan itu. Sejak dulu ia paling dekat dengan pemimpin pasukan khusus ini, yaitu Kyle. Bahkan saat Kyle masih anggota prajurit biasa. Sedangkan komandan di depannya, setahunya komandan ini tidak begitu menyukai dirinya.


Mungkin itu karena komandan merasa dia lebih tinggi dibandingkan aib seperti dirinya. Namun kenyataannya, ia memiliki pangkat yang tinggi karena merupakan anak dari Ratu Silvia walau ia dikatakan sebagai aib yang tidak diketahui orang luar.


Ratu Silvia yang pada saat itu masih sangat muda dibandingkan sekarang, pada saat dia masih menjadi Putri. Umurnya saat itu terbilang sangat muda bagi iblis sekitar 20 tahun. Disaat itu ia menjalin hubungan dengan Putra mahkota kekaisaran lain. Dari sana 'lah penyebab Ken lahir yang tanpa adanya ikatan pernikahan. Apalagi hubungan mereka ditentang keluarga.


Ken pun menjadi aib yang tidak diketahui iblis luar. Hanya iblis yang ada di kekaisarannya dan keluarga Ayahnya yang tahu.


Mereka sangat hebat menutupinya hingga ia bisa sebesar ini. Ken sendiri tak menyangka bila aib bisa ditutupi sampai selama ini.


Ia yang lahir di umur Silvia yang sangat muda itu pun membuatnya tidak begitu jauh berbeda umurnya dengan Silvia. Jika disandingkan, mungkin lebih tepat bila mereka disebut kakak adik dibandingkan Ibu dan anak.

__ADS_1


"Anda naiklah ke kuda. Rasanya tidak sopan jika Anda berjalan kaki, sedangkan kami menaiki kuda," ucap komandan. Ia terlihat begitu hormat ketika mengatakannya. Walau tidak menyukai Ken, ia adalah iblis yang profesional dalam memperlakukan iblis pangkat di atasnya.


Ken mengangguk, ia pun naik ke atas kuda yang sebelumnya dinaiki komandan. Ia memberikan kode mata pada komandan agar memberikan kuda bagi teman temannya. Tanpa lama, komandan melakukan tugasnya dengan baik.


__ADS_2