
Kevin menggertakkan giginya dengan kuat saat tubuhnya menghantam tanah. Ia terbatuk dan mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Namun dengan mudahnya ia kembali berdiri dan menerjang ke arah Osmond.
Osmond mendecakkan lidahnya dengan raut kesal, "Kenapa kalian ikut campur, huh?"
Namun apa maksud 'kalian' seolah Osmond bertarung melawan lebih dari satu orang? Padahal yang dilawannya hanyalah Kevin.
Iblis lain memang tidak akan tahu apa maksud dari Osmond karena mereka tidak melihat apa yang dilihatnya. Sedangkan dalam penglihatan Osmond, saat ini ada beberapa jiwa iblis yang menyusupi tubuh Kevin. Lalu beberapa dari mereka pun dikenal olehnya sebagai iblis garis depan yang saat itu berperang melawannya.
"Kami tidak akan membiarkanmu menang. Kau akan mati sekarang. Penyesalan kami akan sampai di sini dan kami bisa tenang setelah kau mati," ucap Kevin yang kini suaranya dikendalikan oleh seorang jiwa iblis.
Pedang kayu yang dibawa Kevin bukanlah pedang biasa. Ini merupakan milik dari Ken dan ia dipinjami olehnya. Bukan tanpa alasan, tidak lama setelah Ken muncul di dunia iblis, jiwa iblis perang garis depan yang berada di sekitar pohon antar dunia merespon dan masuk ke dalam tubuhnya.
Kekuatan manusia itu yang lemah, membuat mereka bisa masuk dengan mudah tanpa adanya perlawanan. Apalagi energi dan tubuhnya cocok dengan mereka. Lalu mereka pun menggunakan tubuhnya untuk bertarung melawan Osmond.
Ken yang tahu tubuh itu disusupi banyak jiwa iblis meminjamkan pedang kayu yang terbuat dari tubuhnya sendiri, yaitu–pohon antar dunia. Selain sebagai senjata, ia juga membantu Kevin agar bisa bertahan dari energi yang dikeluarkan iblis dalam tubuhnya.
Dalam perkiraannya, tubuh manusia takkan bisa bertahan jika dimasuki jiwa iblis. Apalagi ini lebih dari satu. Setidaknya Ken ingin Kevin bisa bertahan sampai pertarungan selesai.
"Kalian masih saja menyusahkan walaupun sudah mati!" celetuk Osmond.
Di tempat lain, terjadi pula pertarungan antara mayat hidup melawan kawanan manusia. Ada manusia biasa yang bisa bertarung, ada pula yang hanya bisa diam dan menjadi beban. Lalu diantara mereka, ada beberapa blizt kuat. Mereka tiba di sini bersamaan dengan ketibaan Ash di dunia ini. Mereka berangkat dari pohon antar dunia sampai kemari pada waktu yang sama, namun mereka kehilangan jejak Ash dan Kevin yang kini sudah berada di pusat masalah.
Pergerakan mereka membendung mayat hidup memang lebih lama dibandingkan kedua manusia yang kini hilang jejaknya itu.
"Hiii... Tangannya masih bergerak! Hancurkan itu! Hancurkan! Menjijikkan!" teriak seorang pemuda dengan raut takut.
Seorang pria dengan tubuh kekar dan luka di sekitar wajah melihat pemuda itu sekilas, "Lebih baik kau pergi dari sini dan bantu menyelesaikannya! Jangan hanya diam di belakang kami!"
__ADS_1
"Melawan mayat jelek ini?! Tidak mau! Aku kemari bukan untuk hal seperti itu. Aku tidak mau di sini. Apapun yang roh pohon itu tawarkan, aku tidak tertarik!"
"Jika tidak tertarik, lalu kenapa kau masih ikut, huh? Sebaiknya kau pergi saja sejak tadi! Kau mengganggu!" bentak seorang wanita dengan pakaian kantor. Pakaian itu kini sudah kotor oleh bercak darah dari lukanya dan dari para mayat ini. Walaupun wanita, nyatanya ia bukanlah penakut. Dengan keberanian ia menebas para mayat tanpa ragu.
"Di luar sana ada banyak mayat, aku tidak mau sendiri!" balas pemuda penakut tadi.
"Dasar anak ini... Menyusahkan saja sejak tadi."
Seorang perempuan menggelengkan kepala melihat tingkahnya. Dengan pedang energi yang ada di tangan, ia menebas beberapa mayat menjadi kepingan kepingan kecil. Ia bukanlah manusia biasa, dirinya blizt.
Tangannya terangkat setinggi perut dan di atas telapak tangannya seketika muncul api berwarna biru. Ia melemparkannya ke kerumunan mayat hingga menciptakan kobaran api yang besar.
Swuushhh
Api seketika membakar banyak mayat sekaligus hingga mayat tidak bisa bergerak lagi. Manusia yang paling berkontribusi paling banyak adalah perempuan ini. Dengan apinya, ia bisa membinasakan banyak mayat sekaligus.
Mereka semua kelelahan menghadapi mayat hidup yang tiada habisnya. Bahkan beberapa orang yang ikut dengan mereka sebelumnya kini sudah mati. Keadaan mereka yang mati dan menjadi santapan mayat hidup yang membuat mereka terkadang gentar untuk menyerang. Apalagi manusia biasa yang tidak pernah bertarung. Mereka hanya asal saja menggunakan pedang besi pemberian Ken.
Mereka tidak mau berada di posisi ini dan terpaksa harus melakukannya. Karena mereka tidak bisa pulang jika musuh belum kalah. Kejadian 2 hari lalu hingga sekarang bagai mimpi buruk yang panjang bagi mereka.
Pemandangan mengerikan yang belum pernah mereka rasakan atau dilihat, membuat semuanya tegang. Tidak ada yang tidak khawatir atau takut pada saat ini. Apalagi kematian mengerikan terus terjadi di depan mata mereka.
Aaakhh
Aakhh
Akhirnya beberapa dari mereka kembali mati dan dengan keadaan sama, sebagian tubuh mereka dimakan oleh mayat dalam keadaan hidup hidup.
__ADS_1
*
*
"Walaupun bekerja sama dan bersatu seperti itu, kalian pikir bisa mengalahkanku? Kalian terlalu percaya diri!" ucap Osmond dengan dingin. Dalam sekali hentakan kakinya, tanah bergetar cukup kuat hingga membuat Kevin kehilangan keseimbangan.
Ia terjatuh dan berlutut di tanah. Namun belum sempat berdiri lagi, Osmond muncul di depannya dan menendang tubuhnya hingga tubuh itu menabrak batang pohon besar yang merupakan satu satunya pohon di sana.
"Meski kalian bersatu, aku tidak takut sama sekali. Apalagi kalian menggunakan tubuh manusia biasa seperti dia. Apa kalian sedang meremehkanku? Kalian lupa dengan apa yang sudah kulakukan ribuan tahun lalu?"
Kevin kembali berdiri. Namun belum sempat menegakkan tubuhnya, Osmond kembali menendang tubuhnya, namun kini di bagian punggung.
Apa yang dilakukan Osmond membuat tubuh Kevin tertelungkup di tanah. Ia menginjaknya dengan keras hingga membuat Kevin meringis.
Belum sempat Osmond melakukan hal lain padanya, sebuah pedang terhunus hendak menikamnya dari belakang. Namun dengan segera Osmond menghilang dan muncul berhadapan dengan seseorang yang mau membunuhnya.
"Ck, ternyata kau merasakan kehadiranku. Padahal aku sudah menekannya. Tapi aku sulit mengontrol diri saat berhadapan dengan orang yang sudah membunuh orang yang berharga bagiku," ucap Felix dengan datar.
Terdapat beberapa bekas luka cakaran di tubuh pemuda itu. Namun hal ini tidak menyurutkannya untuk tetap melawan Osmond.
"Ternyata kau..," gumam Osmond. "Lalu kenapa? Apa sekarang kau ingin menghabisiku karena sudah membunuh siapapun yang kau maksud itu?"
"Membunuhmu sepertinya hal yang tidak mungkin. Jadi aku hanya akan melukaimu dan membantu siapapun yang ingin menghabisimu saja," balas Felix dengan santainya.
Tak lama setelah Felix menyelesaikan kalimatnya, Kevin kembali berdiri dengan pedang terayun kuat pada Osmond. Tentunya pemuda itu tidak mau terkena serangan dengan sengaja. Dirinya langsung melompat mundur dan menjauh dari Kevin.
"Kenapa manusia bisa berada di sini?" batin Felix saat menyadari wajah dari orang yang ia tolong. Sebenarnya ia mengira Kevin adalah iblis, karena itu ia menolongnya. Secara pemikiran, tidak mungkin manusia melawan iblis macam Osmond ini sampai terjadi beberapa ronde saling serang.
__ADS_1