
Tanpa mengucap terimakasih atau semacamnya, Kevin melenggang pergi dan menghilang, lalu muncul kembali di depan Osmond hingga akhirnya yang terjadi setelahnya suara dentingan senjata.
Felix mendengus, "Entah siapa manusia itu, tapi kuharap dia bisa mengalahkan Osmond."
"Kau mengganggu lagi!" teriak Osmond.
"Kami tidak akan berhenti sampai kau mati," balas Kevin yang kini tubuhnya sedang dikuasai beberapa jiwa iblis.
*
*
"Akhirnya sampai juga," gumam Ray dengan kelelahan. Tidak hanya ia saja sendiri di sini, melainkan ada pula Need.
"Kau datang di waktu yang tepat, bakar semua benda bulat di atas, kemungkinan jiwa jiwa iblis yang mati karena kupu kupu putih itu ada di sa–" Felix tiba tiba bungkam dan tidak melanjutkan ucapannya.
Ray menatap Felix dengan heran. Telunjuknya ia arahkan ke atas, "Sa..? Sana?"
Felix membuang mukanya dan hanya mengangguk. Ia lupa jika sekarang sedang marah pada Ray.
"Lalu jika aku membakarnya apa yang akan terjadi?"
Felix hanya diam tanpa menjawab.
"Ikuti saja dulu ucapannya, lalu kita akan lihat apa yang terjadi. Lagi pula, tidak ada salahnya. Benda itu juga mengeluarkan kupu kupu sayap putih sebelumnya," timpal Need.
Ray mengangguk. Ia mengepalkan tangannya dan mengumpulkan energi di telapak tangan. Kekuatannya cukup terkuras selama melawan mayat hidup tadi, jadi ia sedikit kesulitan dalam mengontrolnya.
Swuushhh
__ADS_1
Api dengan warna hitam itu seketika mengenai salah satu benda bulat dengan warna ungu. Karena benda bulat yang ada di sana memiliki 2 warna berbeda. Ada yang berwarna ungu dan ada yang merah.
Walaupun terbakar, nyatanya benda itu tidak jatuh sama sekali. Hanya saja, benda yang awalnya berwarna bulat mulai mengempis seperti balon yang kehilangan udara.
Disaat bersamaan, beberapa mayat hidup yang ada di dekat mereka tiba tiba tumbang tanpa ada seorang pun yang menyerang.
Selain di tempat itu, di suatu tempat yang jauh dimana terdapat mayat hidup, ada beberapa diantara mereka yang mengalami nasib sama. Tubuh mereka ambruk walaupun tidak diserang seseorang. Mereka tak bisa berdiri lagi. Mata mereka terpejam dan kini mereka nampak seperti mayat biasa.
"Sepertinya... Sepertinya memang benar. Lakukan itu lagi!" seru Need dengan senang. "Entah benda apa itu, tapi yang pasti setelah kau membakarnya, beberapa mayat langsung terjatuh dan tidak lagi bergerak."
Ray menjadi bersemangat ketika mendengar penuturan dari Need. Ia dengan cepat mengumpulkan tenaga yang besar pada kedua kepalan tangannya dan melemparkan itu ke bola yang tergantung di atas. Baik yang berwarna ungu ataupun merah.
Whuusss
Saat api itu mengenai bola berwarna merah, seketika kupu kupu bersayap putih bermunculan keluar. Namun itu tak lama sebelum mereka menghilang terkena api hitam.
"Bola berwarna merah adalah sarang dari kupu kupu sayap putih," ucap Need saat menyaksikan apa yang terjadi di depannya.
Booomm
Tepat setelah memikirkannya, sebuah hantaman keras seketika terdengar disertai dengan angin kencang yang menerpa tubuh.
Felix, Need dan Ray tidak sempat untuk menyeimbangkan tubuh hingga mereka langsung terdorong oleh angin kuat. Tubuh mereka langsung menghantam tanah dan menciptakan debu yang beterbangan.
"Uhuk.. Uhuk...," Ray terbatuk saat dedebuan masuk ke tubuhnya melalui hidung dan mulut. Dibandingkan rasa sakit setelah hantaman, ia lebih merasa penasaran dengan yang terjadi. Dengan kesulitan, kepalanya mulai menengadah ke atas.
Bayangan yang samar samar berada di baliknya bisa ia lihat. Walau hanya lekukan tubuh dan bayangan hitam saja, ia seharusnya tahu siapa itu. Namun ia tidak berani membenarkannya jika yang di depannya benar iblis yang sedang ia pikirkan.
Bayangan tubuh kecil itu ia tahu betul. Tidak ada siapapun di sini yang memiliki tubuh sekecil itu dan hanya satu yang ada, itupun musuh.
__ADS_1
Belum sempat bayangan itu dapat terlihat, tubuh Ray tiba tiba terangkat dan terlempar jauh.
Wuushh
"Aku paling tidak menyukai iblis itu. Sejak ribuan tahun lalu, dia yang paling banyak menghabisi mayat mayat yang kuciptakan," gumam Michael.
Felix memperhatikan bayangan hitam itu. Ia tidak tahu siapa yang berada di baliknya, namun ia memiliki dugaan terhadap seseorang. Hal yang sama dirasakan oleh Need. Bayangan dari iblis di depan mereka memang tidak asing.
"Kenapa banyak iblis yang bereinkarnasi tepat di waktu kekacauan yang kami buat dimulai? Ada yang aneh di sini. Bagaimana bisa iblis iblis itu bereinkarnasi di waktu yang tepat seperti ini? Dan lagi, reinkarnasi tidak bisa didapatkan semua iblis. Karena itu aku hanya membantu Oliver untuk bereinkarnasi karena kemungkinan dia tidak bisa menjalankan reinkarnasi itu.
Namun sekarang, sudah ada beberapa iblis reinkarnasi dari iblis yang berada di garis depan dulu. Apa ini hanya kebetulan? Atau ada seseorang yang campur tangan masalah reinkarnasi ini seperti caraku melakukannya?" batin Michael.
Pandangan matanya pun menunduk dan melihat dua iblis yang tergeletak tak jauh darinya. Kedua iblis itu berada di posisi saling berjauhan, "Namun walaupun ada seseorang yang merencanakannya, dia pikir bisa mengalahkanku dengan memunculkan iblis iblis di masa lalu?" gumam Michael dengan wajah marah. Wajahnya bahkan sudah merah padam.
"Lihatlah ini, akan kubunuh iblis iblis ini tanpa kusisakan mereka," Michael mengangkat tubuhnya. Disaat yang sama, tubuh Felix terangkat di udara.
Tentu apa yang terjadi secara tiba tiba ini membuat Felix terkejut. Ia meronta dan berusaha lepas, namun ia sama sekali tak bisa turun, apalagi mengubah posisi tubuhnya yang tengkurap melayang di udara.
"Ternyata kau...," Felix menggeram saat bisa melihat jelas siapa sosok bayangan kecil itu.
"Kita sudah bertemu sekali belum lama ini," ucap Michael tanpa ekspresi.
"Kepar*t! Brengs*k kau muncul lagi, bahkan di hadapanku langsung! Akan kubunuh kau!" Felix mengerahkan banyak tenaga yang besar hingga membuat Michael tersentak.
Tubuh Felix perlahan turun dengan kedua kaki menapak di tanah. Aura besar seperti berkobar di tubuhnya dengan ganas. Namun Felix sama sekali tak menyadarinya, "Sial*n! Beruntung sekali kita bisa bertemu di sini!"
Tanpa menunggu respon terkejut dari Michael, Felix langsung menerjang ke arah anak kecil itu. Michael sudah mengalahkannya dengan telak, maka sekarang gilirannya yang menyerang anak itu.
"Karena kelalaianku, kesalahan besar yang tak pernah aku pikirkan terjadi," batin Felix. Tubuhnya terasa lebih ringan dibanding sebelumnya. Namun ia belum menyadari jika energinya meluap luap sampai Need yang sudah beranjak pun ikut merasakan tekanannya.
__ADS_1
"Ugh.. Apa ini?! Aku tidak percaya dia sekuat ini!" gumam Need dengan kesulitan. Ia berusaha untuk mempertahankan posisi berdirinya, namun berkali kali mencoba ia hanya terus terduduk di tanah dan akhirnya hanya bisa memperhatikan pertarungan yang terjadi di depannya.