Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 23 -Ketidaktahuan


__ADS_3

"Kau bisa berada di sini karena iblis yang sangat kau percayai itu. Dia melakukan suatu kesalahan besar dan saat iblis lain tahu kau menyembunyikan fakta kesalahan yang dilakukan olehnya, banyak dari mereka berani langsung melakukan penyerangan padamu.."


"Kesalahan? Kesalahan seperti apa hingga membuatku bisa berada di sini?" tanya Leon dengan penasaran.


Need memandang sebuah pohon dengan perasaan marah yang meluap, "Dari yang kudengar, kau sudah menyembunyikan fakta bahwa Raflo, tangan kananmu sudah melakukan hubungan dengan manusia.


Padahal berhubungan dengan manusia adalah hal yang sangat ditentang di dunia iblis. Tapi dia melanggarnya. Bahkan dari hubungannya itu, dia sampai memiliki anak. Karena hal itu, keempat Raja pergi menyerang kerajaanmu.


Kau tidak bisa menghadapi keempatnya sekaligus. Karena hal tersebut, kau terluka parah saat itu. Lalu, Raflo membuat tempat pelarian untukmu. Entah apa yang dia lakukan sampai kau tiba tiba menghilang pada saat itu.


Keempat Raja menahan Raflo dan terus berusaha untuk mencarimu. Bahkan Stev sampai menggunakan kekuatan tersembunyi nya, yaitu mengendalikan iblis lain. Dia melakukannya agar Raflo memberitahukan dimana kau berada. Hingga pada akhirnya Raflo menciptakan retakan dimensi yang membawaku dan tiga perwakilan lain ke dunia manusia untuk menangkapmu."


"Bukankah berarti kau juga ingin menangkapku atas perintah dari Raja mu? Tapi kenapa kau tidak melakukannya? Bahkan dari ceritamu, seharusnya kau adalah musuh. Kenapa kau bisa sesantai ini denganku?" tanya Leon dengan ekspresi datar. Ia memperhatikan pantulan dirinya di sungai tanpa memandang Need.


Need menghela nafas. Walaupun Leon hilang ingatan, ternyata sifat telitinya masih tetap sama. Syukurlah bila dia seperti ini, "Karena tidak ada yang tahu bila kita memiliki hubungan dekat. Mereka tidak mencurigaiku bila aku berhubungan denganmu.


Karena itu, di dunia manusia ini aku lebih bebas saat ingin bertemu denganmu. Karena perwakilan lain pun tidak bisa melacak keberadaanku, kecuali aku bertarung dengan skala yang besar."


"Aku sejak tadi ingin menanyakan ini. Sebenarnya apa hubunganmu denganku? Kenapa kau tahu begitu banyak tentangku? Kau juga bersikap seolah kita berhubungan dengan baik. Aku tidak mengerti.

__ADS_1


Kau berada di Raja pihak lain yang ingin menangkapku. Lalu kenapa kau bersikap seperti ini?" Leon tenggelam dalam pikirannya. Seberapa keras pun dia mencoba mengingat, ia tidak bisa mengingatnya.


Need berpikir sebentar. Ia bisa memanfaatkan ini untuk bisa lebih dekat dengan idolanya. Memikirkan hal itu, membuatnya langsung tersenyum, "Hubungan kita adalah sahabat dekat. Kau bahkan selalu menceritakan keluh kesahmu padaku.


Bagaimana bisa aku menangkapmu dan membiarkanmu mendapat hukuman? Walaupun itu adalah perintah langsung dari Raja ku, aku tidak bisa melakukannya padamu.


Namun tiga perwakilan lainnya berbeda denganku. Mereka hanya tahu tentang dirimu sekilas. Mereka juga tidak pernah berhubungan denganmu. Karena itu, mereka pasti akan mengikuti perintah dari Raja nya untuk menangkapmu.


Sebelum hal itu terjadi, aku ingin bertemu denganmu lebih dahulu agar kau bersiap. Tapi ternyata ada masalah seperti ini. Bila kau hilang ingatan, kau mungkin tidak akan bisa melawan mereka. Karena hilang ingatan sama saja kehilangan pengalaman bertarung. Itu sangat gawat."


Leon terdiam mendengar ucapan Need. Ia tidak faham dengan hal hal seperti ini. Namun secara garis besar, ia mengerti. "Kalau begitu, kau bisa membantuku. Kau mengatakan bila kau adalah sahabat dekatku. Berarti kau seharusnya mau membantu mengatasinya."


Need menggelengkan kepala dengan ekspresi menyesal, "Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu. Bertarung dengan perwakilan lain sekaligus adalah hal yang bodoh. Aku tidak akan bisa menang. Dan walaupun aku bertarung satu lawan satu dengan mereka, aku yakin itu tidak akan menyelesaikan masalah.


Dan selain itu, aku tidak akan bisa memberikan informasi apapun tentang Raja Stev padamu nantinya. Selain sebagai sahabat dekatmu, aku juga adalah mata mata untuk kerajaan Raja Stev.


Dengan begitu, yang bisa dilakukan adalah kau bertarung dan menyingkirkan mereka sendiri. Yang harus dilakukan yaitu mengembalikan ingatanmu. Tapi, aku tidak tahu caranya. Aku juga tidak tahu bagaimana kau bisa hilang ingatan. Karenanya, cara terbaik untuk sekarang adalah melatihmu bertarung."


Leon sedikit terkejut dengan ucapan akhir Need. 'Melatih bertarung'? Bukankah sama saja ia disuruh melawan iblis yang sama mengerikannya dengan Misya? Bahkan bila ia adalah Raja Iblis sekalipun, ia tidak bisa. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

__ADS_1


***


Kevin kini masih terbaring di lantai dengan darah yang mengotori pakaian dan lantai di bawah tubuhnya. Leon lupa untuk memindahkannya terlebih dahulu.


Mata Kevin yang terpejam kini mulai membuka. Ia berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, "Apa.. yang terjadi?" gumamnya.


Kevin kini mulai mengubah posisinya menjadi duduk. Ia melihat tubuhnya dan cipratan darah di lantai. Ingatan ingatan itu mulai muncul. Awalnya ada seorang pemuda asing berada di rumah. Saat ia ingin menghentikannya, tubuhnya dibanting ke meja hingga banyak pecahannya menancap di tubuh.


Seharusnya karena hal itu ia mengalami banyak luka. Namun ia tidak melihat luka sama sekali di tubuhnya. Bahkan tidak ada sayatan sekecil apapun. Hanya ada darah di pakaian dan lantai saja. Itu pasti darahnya, namun ia heran dengan tidak adanya luka di tubuhnya.


Bila itu adalah darahnya, seharusnya ada luka. Bahkan di sekitar tubuhnya ada bekas perban yang terlihat belum lama dipakai. Di perban itu pun terdapat bekas darah. Dalam diam nya, ia tiba tiba teringat dengan Leon.


Tubuhnya dengan refleks langsung berdiri. Sebelum pingsan, ia mendengar sedikit percakapan antara Leon dengan pemuda tidak dikenal itu. Ia mendengar pembicaraan awal mereka sampai dengan Need yang memperkenalkan diri. Dari pembicaraan itu, Need pasti sudah pernah bertemu dengan Leon. Bahkan orang asing itu tahu sesuatu tentang Leon.


Tanpa mempedulikan cipratan darah di lantai, Kevin segera mencari Leon di seluruh ruangan. Ia juga mencarinya di halaman depan rumah. Tapi ia tidak juga menemukannya. Bahkan tidak ada tanda tanda kepergian Leon. Pintu masih dikunci dan kunci menggantung di tempat gantungan kunci.


Leon dan pemuda asing itu seolah lenyap ditelan bumi. Berapa kalipun mencari, ia tidak menemukannya. Kevin terduduk di lantai sambil mempehatikan cipratan darahnya sendiri. Sepertinya kejadian ini ada pula kaitannya dengan sembuhnya luka yang baru ia terima.


Saat sedang termenung, sebuah ketukan pintu terdengar. Kevin yang sedang termenung pun langsung berjalan ke pintu. Seharusnya dia bukanlah Rafa, karena ini masih siang. Apa mungkin orang di balik pintu adalah Leon? Ia tidak tahu.

__ADS_1


Kevin perlahan membukanya sambil bersikap waspada. Ia baru saja kedatangan orang asing berbahaya di rumah, jadi ia tidak mau terjadi kejadian seperti tadi lagi.


Saat membuka pintu, terlihat seorang pria dengan tanda lahir di pelipis kiri yang cukup besar hingga membuat wajahnya sulit untuk dilupakan banyak orang.


__ADS_2