Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 44 -Belle Mati


__ADS_3

Leon masih dalam posisi tengkurap di tanah. Karena kedua lengannya tidak bisa digerakkan, ia jadi kesulitan untuk bangun.


"Aku tidak bisa diam saja! Walaupun aku akan dicap sebagai pengkhianat, itu lebih baik dibandingkan membiarkannya terluka seperti ini," batin Need. Saat ia akan bergerak menyerang Belle, Leon berdiri setelah berhasil menyembuhkan luka di tangannya.


Seolah tahu apa yang akan diperbuat Need, Leon berucap, "Akan kuatasi."


Need yang hampir saja akan bergerak menjadi diam. Ia mengangguk dan mempercayakannya pada Leon kembali.


"Apa dia baru saja menyembuhkan lukanya?" batin Belle dengan terkejut. Padahal ia melukai lengan Leon hingga hampir terpotong, namun sekarang dia terlihat baik baik saja.


"Aku akhirnya bisa bertarung denganmu dan bisa membalaskan dendamku. Bagaimana mungkin aku menyia nyiakan kesempatan yang diberikan?" ucap Belle dengan pelan. Ia menatap Leon dengan tajam. Pedang di tangannya pun menghilang.


Belle menghilang dari pandangan Leon dan muncul tiba tiba di belakangnya. Kemampuan istimewa yang ia miliki adalah tubuh baja. Dengan menguatkan bagian tubuh tertentu, tubuhnya tidak akan bisa dilukai oleh benda tajam. Bahkan pukulan kuat yang dikenakan lawan pada tubuhnya tidak akan begitu terasa. Serangan yang ia lakukan dengan menggunakan tubuhnya pun akan berkali lipat lebih kuat. Tubuhnya sekarang menjadi perisai, juga senjata.


Leon sedikit terkejut dengan kecepatan Belle yang bertambah. Ia bahkan sulit untuk bereaksi pada serangan di belakangnya hingga hanya bisa menahan serangan wanita itu dengan satu tangan.


Whuuss Bruukk


Pada akhirnya Leon terpental ke belakang. Namun tidak sampai menghantam pohon, Leon menahan dorongan dengan kedua kakinya.


Jejak lurus tercipta di tanah. Leon menatap tempat Belle sebelumnya, namun wanita itu sudah menghilang dari sana.


"Terlambat!" Belle memukul wajah Leon sampai anak itu terdorong beberapa langkah ke belakang. Tidak sampai itu saja, Belle kembali menyerang Leon secara terus menerus. Ia menghantamkan pukulan dan tendangan. Beberapa bisa ditahan oleh Leon, namun beberapa lainnya mengenai telak pada tubuhnya.


Serangan yang dilakukan Belle memang berkali lipat lebih kuat sekarang. Bahkan saat Leon menyerangnya, wanita itu tidak mendapatkan dampak apapun. Terlihat bila Leon saat ini terpojok.


Mereka berpindah tempat berkali kali hingga cukup sulit dilihat oleh mata biasa. Namun gerakan yang paling cepat diantara mereka adalah Belle. Kerusakan di sekitar pun tak bisa dihindarkan lagi. Cekungan tanah tercipta dimana mana. Pohon pohon sebagian tumbang dan rusak.


Leon mengatur nafasnya. Darah yang ada di pelipis membuat pandangannya menjadi sedikit terhalang. Ia tidak bisa fokus pada penyembuhan sekarang, karena itu akan membuatnya cepat kehabisan kekuatan dan situasi sekarang pun seolah tidak membiarkannya untuk melakukan itu.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa melakukannya dengan lebih baik?"


Leon terkejut ketika mendengar suara seseorang. Ia melihat sekitar namun tidak menemukan sumber dari orang yang mengatakan itu. Pada saat ia lengah, Belle mengambil kesempatan dan langsung menendang tubuhnya hingga ia benar benar terpental dengan jauh.


"Kau membutuhkanku."


Suara itu kembali terdengar dan saat Leon membuka matanya, ia sudah berada di tempat asing. Sebuah dataran hijau dengan langit berbintang.


"Aku tidak tahan melihatnya."


Leon bisa mendengar suara di belakangnya. Ia pun berbalik. Pemandangan yang berbeda terlihat. Di belakangnya banyak mayat bertebaran dengan darah yang membasahi rerumputan. Ia tidak bisa untuk tidak terkejut dengan itu.


Namun bukan hanya itu yang mengejutkannya, ia juga melihat dirinya sendiri di depannya dengan keadaan berlumuran darah.


"Siapa kau?" ucap Leon dengan waspada. Padahal tubuhnya sekarang seharusnya sedang terhempas dan menabrak pepohonan. Bagaimana bisa ia berada di sini?


"Aku? Tentu saja aku adalah kau. Tidak–kau adalah aku. Aargh terserah. Tapi bagaimana bisa kau selemah ini? Tidak–lebih tepatnya diriku. Kenapa diriku sendiri menjadi sangat lemah seperti ini?" ucap Leon yang berlumuran darah orang lain. Ia berekspresi kesal.


Melihat ekspresi dirinya sendiri, membuat Leon 2 semakin kesal. Ia pun berjalan mendekati dirinya dan berdiri tepat di perbatasan antara wilayah yang berdarah dan bersih, "Aku memiliki ingatan sebelumnya, ketika diriku berada di dunia iblis sampai dengan pertarungan melawan Raja lain.


Lalu, kau memiliki ingatan selama di dunia manusia ini. Aku tidak tahu apa saja yang sudah diriku sendiri lakukan di sini, karena aku baru saja terbangun ketika kau bertarung melawan Belle. Aku tidak tahan melihatmu terus dihajar habis habisan olehnya. Bagaimana bisa diriku kalah dari seorang panglima?"


Leon kini mengerti ketika dirinya yang lain mengatakan semua itu. Jadi intinya, orang di depannya adalah orang yang tahu tentang semua hal yang terjadi sebelum dirinya di dunia manusia, "Apa maksudmu baru terbangun?"


"Aku pun tidak mengerti dengan yang terjadi. Tapi kita harus cepat atau dia akan menghabisimu–tidak diriku," ucap Leon 2. "Sekarang tidak ada waktu untuk mengobrol. Aku akan mengambil alih."


***


Setelah sampai di tempat tubuh Leon mendarat, Belle kembali menendang tubuhnya hingga Leon terhempas ke atas. Ia pun melakukan pukulan bertubi tubi padanya dan memberikan serangan akhir dengan memukul tubuhnya jatuh dari ketinggian.

__ADS_1


Braakkk


Tanah seketika menjadi cekungan besar. Belle pun mendarat di tanah dengan kedua kakinya. Debu tanah beterbangan kemana mana hingga menutupi pandangan, "Aku belum puas jika dia belum mati dengan tanganku sendiri. Tapi aku tidak boleh egois. Aku akan tetap menyelesaikan misi ini dan membawanya kembali hidup hidup," guman Belle.


"Sangat memalukan sekali."


Belle terkejut mendengar suara dari kepulan debu. Ia pun menjadi sangat waspada. Padahal ia yakin sudah memukulnya dengan sangat keras. Bahkan bukan hanya sekali atau dua kali.


Saat dedebuan belum menghilang, sesuatu bergerak dengan cepat ke arah Belle dan langsung membuat tubuhnya terpental menghantam beberapa pohon hingga tumbang.


Belle langsung terbatuk darah. Padahal ia sudah menggunakan kemampuannya, namun tetap saja serangan itu terasa begitu kuat.


Leon berdiri di depannya. Bukan dengan wujud anak kecil, melainkan wujud aslinya. Ia terlihat seperti berumur 17 tahun dengan telinga runcing dan dua tanduk yang ada di kepala. Mata merahnya begitu tajam dan pekat. Kulihnya putih dan ekspresi dingin terpampang di wajahnya menambah pesonanya.


Belle melihat sepasang kaki di depannya. Ia pun mulai menaikkan pandangannya ke atas. Melihat wujud asli Leon membuatnya mengingat jelas bagaimana iblis itu membunuh kakak perempuannya dan memakan jantungnya. Tangannya mengepal dengan kuat ketika mengingat itu. Ia pun berdiri.


Wujudnya perlahan berubah menjadi wujud aslinya. Telinganya berubah menjadi runcing dan tiga tanduk muncul di kepalanya.


"Kau masih mencoba melawanku?" ucap Leon dengan tatapan dingin.


Seketika itu pula, tubuh Belle terasa begitu berat. Tekanan yang diarahkan Leon padanya sangat kuat, bahkan ia dibuat berlutut di depannya. Kepalanya tidak bisa ia tegakkan dan lehernya terasa seperti dicekik hingga sulit bernafas, "Hah.. Hah.." Belle sekarang bisa merasakan begitu mengerikannya aura Leon.


"Kau pasti menjadi panglima untuk menggantikan kakakmu yang sudah mati. Dia memang sangat berbakat sampai bisa menjadi panglima termuda saat itu. Tapi walaupun kau adalah adiknya, kau tidak seberbakat dia. Kau hanya beruntung bisa menjadi panglima setelah puluhan tahun berlalu. Karena itu, jangan berpikir bisa mengalahkanku hanya dengan kekuatanmu yang sangat lemah itu," ucap Leon.


Setelah mengatakan itu, tekanan yang diterima Belle semakin kuat. Walaupun sudah berubah ke wujud aslinya, ia tetap tidak bisa menghalau aura Leon yang sangat kuat. Ia berusaha mengurangi pengaruhnya dengan mengeluarkan aura yang ia miliki, namun itu tidak memberikan banyak perubahan.


Leon mencekik leher wanita itu dan mengangkatnya ke atas. Belle berusaha melepaskannya, namun tekanan dari Leon sangat besar.


Leon menancapkan lengannya di dada wanita itu dan menarik jantungnya keluar.

__ADS_1


Pandangan Belle semakin memudar. Namun di saat terakhirnya, ia pun harus melihat jantungnya sendiri dimakan oleh iblis yang membunuh kakaknya. Kini ia tidak melihat apapun. Semua gelap dan rasa sakit itu menghilang.


__ADS_2