
Sesuai dengan ucapan Oliver, Kay mulai memacu kudanya menuruni tebing. Di belakangnya mulai diikuti oleh Oliver, Felix, Komandan, Radolf, Need, Ray, lalu disusul pula oleh ratusan pasukan lain.
Saat beberapa mayat sudah berada di jalan menuju tebing, Oliver menebas mereka dengan pedang yang ia dapatkan dari senjata cadangan milik komandan. Berkat Kay, ia bisa mendapatkannya.
Tidak hanya Oliver, namun semua iblis yang mengikut di belakangnya melakukan hal sama. Mereka mengayunkan pedang ke sisi kiri atau kanan untuk menyingkirkan mayat yang menghalangi jalan.
KIIIIKKK
Felix hampir saja terjatuh andai ia tidak berpegangan erat pada tali kuda. Karena beberapa mayat muncul tiba tiba di hadapannya, kuda yang ia tumpangi meringkik hingga tubuh kuda hampir berdiri, "Ck,"
Felix melompat dari atas kudanya dan saat masih berada di udara, ia mengayunkan pedangnya hingga menebas kepala mayat hidup di depan kuda. Namun nyatanya itu tidak membuat mayat hidup berhenti bergerak.
Tubuh mereka bergerak terpisah dengan kepala. Namun mereka seakan bisa melihat bahkan tanpa kepala. Sedangkan, kepala mereka melompat saat menyerang dan melakukan gigitan.
Felix menghindari semua serangan dan bahkan menebas salah satu kepala menjadi dua.
Bwuussuh
Api hitam tiba tiba saja membakar mayat yang sedang dilawan Felix. Seketika itu pula, mayat itu tidak lagi bergerak. Tubuh mereka hangus menjadi debu dalam waktu singkat.
Felix terdiam melihat apa yang terjadi di depannya. Ia melihat ke belakang dan menatap Ray. Padahal iblis lain sudah maju ke depan, tapi temannya malah membantu di sini dan akhirnya berada di posisi paling akhir.
Ray tersenyum lebar hingga menampakkan deretan giginya, "Bagaimana? Bukankah aku sudah ahli mengendalikannya?"
Felix tidak menjawab sama sekali. Ia kembali ke kudanya dan memacu ke barisan paling belakang diantara para prajurit. Beberapa dari mereka juga sempat terpisah seperti dirinya karena dihadang oleh mayat mayat ini. Apalagi mereka nampaknya mengalami kesulitan melebihi Felix.
Ray terdiam sambil memandangi punggung Felix. Ia heran karena sejak pergi menuju pohon raksasa, temannya itu lebih banyak diam dan seolah tidak mau berbicara padanya.
Awalnya ia sempat berpikir itu mungkin karena Felix marah setelah tahu dirinya memalsukan identitas. Tapi pikiran itu ia tepis setelah ingat jika malam saat mengungkapkan identitas, Felix baik baik saja tanpa mempermasalahkan itu. Dugaan lain, Felix seperti ini karena Leon sudah tiada.
__ADS_1
Tapi Ray tidak tahu pasti yang mana diantara itu semua yang benar. Tapi yang jelas, untuk sekarang mereka harus menghabisi musuh, setelahnya ia akan membicarakan ini pada Felix. Ia tidak mau hubungannya dengan pemuda itu merenggang entah karena apa.
Ray pun ikut memacu kudanya ke depan. Namun baru saja beberapa langkah, beberapa mayat hidup yang hanya berupa kepala menggigit kuda yang ia tumpangi. Alhasil, kuda itu meringkik dan terjatuh.
Swushh
Namun untungnya, Ray segera melompat sebelum itu terjadi. Kini di hadapannya kuda itu sedang menjadi makanan bagi mayat mayat hidup. Mereka yang berada di sekitar juga ikut mengerumuni hingga tatapan Ray pada kuda terhalang.
KIKKK KIIIKK
Kuda itu terus meringkik kesakitan saat tubuhnya dimakan oleh mayat hidup. Namun, Ray tak melakukan apapun. Jika ia menebas semua mayat ini pun, kudanya tidak akan bisa berlari lagi. Ia hanya akan menghabiskan tenaga.
Disisi lain, mayat hidup juga mulai menyerang dari arah samping dan belakang. Mereka mengerumuninya, karena ia memang berjalan diantara kerumunan mayat mayat.
Tidak membuang tenaga secara percuma, Ray mengendalikan kekuatannya dan membakar semua mayat di sekitar dengan api merah. Tidak lama ini ia memang baru menguasai dengan benar kekuatannya, karena itu, ia tidak akan mengeluarkan api hitam kecuali ada musuh yang benar benar kuat.
"Aku ragu menerobos masuk kemari adalah pilihan yang tepat. Jika masuk ke sini jelas kita akan kehilangan banyak iblis. Apalagi yang setingkat para prajurit ini. Sebelum bisa bertemu musuh utama, kita mungkin akan kehilangan setengah kekuatan. Tapi juga, apa yang dia perintahkan tidak salah. Jika kita hanya diam saja di sana tadi, mayat hidup itu akan tetap menyerang. Dibandingkan diserang lebih dulu, lebih baik menyerang duluan," batin Ray.
Selama menyerang mayat, Ray bergerak menebas menggunakan pedang, Ray juga sesekali menggunakan kemampuan api agar memudahkannya menghabisi banyak mayat sekaligus.
Dirasa tidak ada banyak mayat di sekitarnya, Ray melesat menyusul rombongan yang sudah berada cukup jauh. Selama berlari menuju ke arah mereka, ia sesekali melihat kanan kirinya. Beberapa kali ia menemui adanya mayat dari prajurit yang menggunakan seragam sama dengan prajurit yang berada di bawah perintah Kay.
"Mereka cukup kuat dibandingkan prajurit biasa, tapi tetap saja. Melawan banyak mayat hidup yang tidak bisa mati hanya dengan ditebas memang menyulitkan. Banyak dari mereka yang tidak akan bisa bertahan," gumam Ray.
Walaupun banyak gangguan selama perjalanan menuju pusat dari mayat hidup ini, namun mereka dapat mengatasi semua itu. Hingga sesuatu yang tidak terduga pun terjadi.
"Aaakkhhh...!!" salah satu prajurit tiba tiba ambruk setelah seekor kupu kupu bersayap putih melintas dan langsung menusuk kaki prajurit dengan tentakelnya.
Dari arah depan dimana pohon raksasa tumbuh, muncul ribuan makhluk bersayap indah. Dengan sayap putih yang nampak bercahaya di gelapnya suasana, membuat kupu kupu itu menarik mata bagi siapapun yang melihatnya.
__ADS_1
Semua iblis terkejut menyaksikan datangnya musibah lain. Di satu sisi, mereka terkurung diantara banyaknya mayat hidup. Baik kanan, kiri, belakang dan depan. Namun sekarang mereka masih harus menghadapi kupu kupu yang berada di udara. Jelas mereka berada dalam posisi sulit.
Apalagi, mereka kehilangan hampir sebagian dari 150 prajurit yang ada, karena 50 prajurit lain ditugaskan untuk mencari bala bantuan.
Prajurit yang mati hampir sebagian dari total yang ada itu pun belum terhitung dengan beberapa prajurit yang mati terkena serangan kupu kupi dan berubah menjadi kayat hidup seperti mayat yang ada di sekitar mereka.
Keadaan yang semakin genting ini membuat semua prajurit tersisa sedikit meragu. Sejak awal mereka tidak percaya diri bisa mengalahkan banyaknya mayat hidup ini. Tapi mereka tetap melakukannya dan berakhir terkepung seperti sekarang.
Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi mereka kedepannya untuk belajar mengeluh pada atasan. Agar suatu hari nanti mereka tidak berada dalam posisi sulit seperti ini. Itupun bila mereka masih bisa hidup sampai saat itu tiba.
Kay pun nampak tegang melihat situasi yang tidak mendukung baginya. Ia tidak memperkirakan bila kupu kupu putih bersayap indah itu akan tiba tiba muncul di sini. Padahal jika menurut rencana untuk menerobos mayat, ia merasa cukup yakin bisa melakukannya. Namun ia lupa dan tidak memperkirakan kedatangan kupu kupu ini.
Mata ia lirikkan pada Oliver yang berada di sampingnya. Tapi sayang, tidak ada raut bagus yang tertangkap dari eksprei wajahnya, "Apa yang harus kita lakukan setelah ini? Tidak ada jalan keluar, kita terkepung."
Oliver tidak menyahut, sedangkan teriakan dari bawahannya kini bisa Kay dengar lagi.
"Cepatlah, apapun itu! Katakan apa yang harus kita lakukan sekarang?" Kay sedikit menekankan nada bicara. Bahkan intonasinya lebih tinggi dari biasanya.
"Bantuan datang," gumam Oliver dengan singkat.
Kay, "Disaat seperti ini jangan mengharapkan bantuan. Kita akan segera mati karena terjebak di sini."
Agaknya Ken menjadi kesal karena tidak ada balasan rencana apapun dari Oliver.
"Di sana, lihatlah. Mereka akan segera datang," Oliver menunjuk dengan tatapan matanya. Hal ini membuat Kay terfokus pada arah yang ditatap.
Benar saja apa yang dikatakan Oliver, dari arah itu terdapat gerombolan iblis yang memacu kudanya sambil menebas mayat mayat sekitar. Namun mereka tidak memutuskan leher, melainkan memberi luka besar di tubuh lain. Karena tahu memotong anggota tubuh mayat akan semakin mempersulit, maka mereka tidak melakukannya.
Saat melihat iblis yang berada paling depan, Kay terkejut, "Paman Kyle?!"
__ADS_1