Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 22 -Tidak Percaya


__ADS_3

"Lalu apa yang terjadi setelah kau membawaku ke bangunan kosong itu?"


Leon ingin menanyakan satu persatu pertanyaan pertanyaan yang kini banyak bermunculan di dalam pikirannya. Termasuk bagaimana cerita di dalam bangunan kosong itu.


"Setelah aku membawamu ke sana, aku menarik iblis itu ke depanmu. Kau tidak mengatakan apapun saat itu dan langsung menarik jantungnya, lalu memakannya. Kau melakukannya seperti biasa, hanya saja semalam kau sangat lahap memakannya. Lalu pada saat itu'lah kau tiba tiba berubah dan seolah tidak tahu apa yang sudah terjadi," jawab Need.


Leon tertegun mendengar ucapan Need. Mendengarkan penjelasannya saja ia merasa tidak percaya. Bagaimana mungkin ia melakukan hal seperti itu? Menarik dan memakan jantung makhluk bernama iblis itu?


Tapi apa yang dikatakan Need mungkin bisa saja benar. Karena tangannya berlumuran darah saat itu. Membayangkan dirinya sendiri memakan jantung iblis, membuatnya merasa mual. Ia menutupi mulutnya dengan tangan.


"Aku masih memiliki beberapa pertanyaan. Kau menyebut kata blizt. Siapa itu? Atau lebih tepatnya, apa itu?" tanya Leon. Entah mengapa sekarang ia banyak berbicara. Mungkin karena rasa penasarannya yang tinggi, mendorongnya untuk terus berucap.


"Blizt adalah manusia. Mereka tidak sama dengan manusia pada umumnya, karena mereka memiliki kekuatan yang unik. Manusia seperti itu dinamakan blizt. Blizt adalah orang orang yang menjaga dunia manusia dari iblis.


Jika ada iblis yang masuk ke dunia manusia, maka mereka akan langsung mencari dan menghabisinya. Mungkin mereka melakukan itu untuk kedamaian manusia. Sebab, kebanyakan iblis akan memangsa jantung manusia untuk menambah kekuatannya. Bisa dikatakan mereka adalah pilar yang melindungi manusia.


Untuk kekuatannya sendiri, mereka memiliki tanda di telapak tangannya. Tanda itu akan muncul saat pemilik menggoreskan darah ke tangan. Saat itulah, para blizt bisa menciptakan senjata yang terbuat dari kekuatannya. Mereka bisa membentuknya menjadi senjata yang nyaman untuk mereka pakai.


Selain bisa membentuk senjata dengan kekuatannya, beberapa dari mereka juga memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki semua blizt. Sama hal nya dengan iblis seperti yang kujelaskan, hanya iblis kuat saja yang bisa memiliki kemampuan spesial. Konsep mereka hampir sama. Hanya saja kemampuan khusus itu bukan dimiliki dengan cara bertambah kuat. Melainkan karena faktor takdir sejak lahir.


Kau tahu, kemampuan khusus yang dimiliki blizt sama dengan kemampuan spesial iblis. Ada dari mereka yang mungkin bisa berpindah tempat, membekukan sekitarnya, membaca pikiran dan hal lainnya.


Apa masih ada yang ingin kau tanyakan? Jika ada, katakan saja."


Need terlihat senang saat menjelaskannya. Karena kejadian ini juga, ia bisa bersama dengan Leon sekarang. Walaupun Leon hilang ingatan sekalipun dan sifatnya berubah karena itu, ia tidak peduli. Ia tetap menyukainya. Dalam artian, penggemarnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau pasti blizt. Karena kau manusia yang bisa menggunakan kemampuan khusus itu," simpul Leon.


Need menggelengkan kepalanya, "Bukan, aku bukanlah manusia. Ini hanya wujud penyamaranku saja di sini. Karena sebenarnya, aku adalah iblis."


Mendengar ucapan Need, membuat Leon syok. Ia bahkan langsung berdiri dan mundur beberapa langkah dari Need, "Bagaimana mungkin? Kau adalah iblis?"


Need mengangguk, "Kau juga adalah iblis. Tapi dalam penyamaran manusia. Bahkan penyamaranmu adalah anak manusia yang sangat berbeda dengan wujud aslimu."


"Huh?" Leon nampak begitu terkejut mendengar ucapan Need. Bagaimana bisa ia adalah iblis? Ia bahkan tak pernah memilkirkan bila dirinya satu spesies dengan Misya. Wanita iblis yang mengerikan itu.


"Jangan bercanda! Bagaimana mungkin aku adalah iblis? Aku manusia, karena itu'lah aku berada di dunia ini," bantah Leon.


"Kenyataannya memang seperti itu. Dan, tidak ada manusia yang memakan jantung sesamanya 'kan?"


"Apa.. iblis lain melakukan hal seperti itu?" ucap Leon dengan lemas.


"Tidak, hanya kau yang melakukannya. Kudengar sebelum menjadi Raja Iblis, kau–"


"Raja Iblis?!"


Leon kembali dikejutkan dengan informasi dari Need. Ia adalah Raja Iblis? Tidak mungkin! Bagaimana mungkin ia adalah Raja?!


"Tidak perlu terkejut. Setelah ini masih ada banyak kejutan kejutan yang menunggumu. Jadi persiapkan'lah," Need tersenyum. Setiap melihat perubahan ekspresi Leon selama pembahasan ini, ia terus dibuat bahagia.


Terlebih wujudnya yang merupakan anak kecil menunjukkan ekspresi beragam seperti itu, membuatnya ingin mengurungnya dan menikmati ekspresi itu sendiri. Ia bahkan sudah membayangkan bagaimana jadinya nanti jika ia benar benar melakukan itu. Bila Leon tahu apa yang dipikirkannya, mungkin ia akan kembali menjauhinya dan tidak akan membiarkan pemuda itu mendekatinya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan melanjutkannya. Yang kudengar adalah sebelum kau menjadi Raja Iblis, kau iblis tingkat bawah yang tanpa sengaja terdampak perang karena tempat tinggalmu berada di dekat perang dulu.


Karena hal itu, banyak iblis dari tempat itu mati kelaparan dan kehilangan tempat tinggal. Tidak ada kerajaan yang mau membantu dan pada akhifnya banyak yang mati dengan berbagai alasan.


Kau yang pada saat itu kehilangan keluarga, bertahan hidup sendirian. Kau memakan daging dari iblis yang mati hingga pada akhirnya kau terbiasa dengan itu. Kau terus berlatih untuk menjadi kuat dan menghentikan perang yang tidak juga selesai.


Pada saat itulah kau menghabisi salah satu Raja Iblis yang melakukan perang dan menjadi Raja, walau tidak banyak diakui oleh orang lain. Kau merebut hak kuasa dan akhirnya memimpin hingga saat ini. Begitulah cerita yang kudengar."


Leon terduduk di tanah setelah mendengar cerita itu. Ia mengusap kepalanya. Kenapa serumit ini? Apakah Need tidak sedang mengarang cerita?


"Apa itu benar? Apa aku memang seperti itu?" ucap Leon sambil melirik Need.


"Begitulah ceritanya. Aku tidak mengarang. Itu adalah kenyataan kejujuran yang sebenarnya. Mungkin kau sulit menerimanya setelah tinggal di dunia manusia selama hampir 1 bulan ini," ucap Need.


"Lalu apa lagi yang kau tahu tentangku?"


"Jika diceritakan mungkin akan sangat panjang. Jadi inti yang bisa kukatakan mungkin itu saja," balas Need.


Leon melihat ke permukaan sungai. Ia memperhatikan pantulan dirinya dalam air. Bagaimana mungkin ia adalah iblis? Apalagi Raja Iblis?


Ia masih sulit untuk menerimanya. Namun dari semua informasi yang baru didapatkannya, ia memiliki kesimpulan pertanyaan lain, "Kalau misalkan apa yang kau katakan itu benar, lalu apa yang membuatku bisa berada di dunia manusia? Bukankah iblis seharusnya berada di dunia iblis? Apa yang terjadi?"


Need terdiam sesaat. Ia melihat ke aliran sungai yang mengalir dengan deras. Tangannya terkepal dengan erat. Ada sepercik kemarahan dari tatapannya.


"Kau bisa berada di sini karena iblis yang sangat kau percayai itu. Dia melakukan suatu kesalahan besar dan saat iblis lain tahu kau menyembunyikan fakta kesalahan yang dilakukan olehnya, banyak dari mereka berani langsung melakukan penyerangan padamu.."

__ADS_1


__ADS_2