
Ash menaruh lembaran lembaran kertas itu di meja. Ia merasa tak percaya sudah menemukan sesuatu yang begitu mengejutkan. Salah satu hal yang membuatnya sangat terkejut adalah dirinya yang pernah mati ketika masih sangat kecil.
Ia jadi berpikir jika Noran adalah pemilik dari kekuatan 'pengaruh mutlak'. Ia awalnya berpikir jika hal semacam itu hanyalah dongeng. Tapi cerita tentang kekuatannya benar benar nyata? Terbukti dari keberadaan Ash sekarang yang masih hidup. Itu saja sudah cukup.
Tapi jika ayahnya percaya Rafa adalah reinkarnasi dari Noran, maka tidak menutup kemungkinan jika pemuda itu memiliki kekuatan yang sama. Hanya saja, ia ragu bila reinkarnasi benar benar ada.
Ash menghembuskan napas dan melihat foto yang berada di atas meja. Bisa saja Rafa hanya memiliki kesamaan dengan Noran, namun dia bukan Noran. Tapi bagaimana jika Rafa memang Noran yang terlahir kembali?
Jika dia memiliki pengaruh mutlak, bukankah artinya Rafa bisa hidup hanya sampai berumur 17 tahun?
Tunggu-
"Rafa pernah menanyakan tentang cara pergi ke dunia iblis dan dia juga berbicara ingin menemui ayahnya. Apakah sebenarnya... Ayahnya bukan menyerang dunia iblis dan tidak kembali, tapi karena...," Ash terkesiap, namun ia segera menggeleng dan menepis pemikiran jika ayah Rafa adalah iblis.
Selama ia melatih Rafa, tidak pernah ada hal aneh darinya. Tidak ada kekuatan yang ditunjukkan Rafa selama berlatih. Ia pun menepis pemikiran Rafa yang merupakan pemilik pengaruh mutlak, karena berfikir itu tidak mungkin.
Ash menggeleng dan menghembuskan napas, "Lebih baik aku tidak terlalu memikirkannya. Tahu tentang alasan ayah ingin menjadikan Rafa pemburu saja sepertinya sudah cukup untukku."
Ia pun segera melenggang pergi keluar dari ruangan dan berniat untuk istirahat di kamarnya saja.
***
Di tempat lain, Flynn, seorang panglima dari Raja Flor kini telah kembali ke dunia iblis. Pada awalnya, sebuah retakan tiba tiba muncul tepat di hadapannya dan segera menyedotnya masuk hingga ia terdampar di suatu tempat di dunia iblis.
__ADS_1
Tarikan dari retakan itu sangat kuat hingga membuatnya sulit untuk bertahan. Lalu ia memutuskan untuk mengikuti tarikan itu saja. Walaupun waktu dirinya di dunia manusia masih ada beberapa bulan lagi, namun jika ia bisa kembali ke dunia iblis lebih cepat, maka itu lebih baik. Lagi pula, ia merasa tidak akan bisa menemukan Leon di sana. Ia bisa menyerahkan pencarian pemuda itu pada yang lainnya.
Ya, Flynn tidak tahu keadaan Diva dan Belle yang telah mati. Ia bahkan tidak tahu tentang Need yang malah membantu Leon.
Flynn menatap ke sekitar. Sebuah tanah gersang yang luas tanpa ada satu pun pohon atau rerumputan yang tumbuh. Hanya ada satu tempat yang diketahui memiliki tanah seperti ini. Tanah Mati. Itu adalah nama tempat ini. Tempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Ralt.
Mustahil ada makhluk hidup yang dapat bertahan lama di tempat ini. Karena di sini tidak ada air, makanan, ataupun tempat untuk berteduh dari teriknya matahari. Saat siang akan begitu panas dan saat malam akan menjadi sangat dingin. Bahkan selalu terjadi ****** beliung ketika malam.
Jika terlalu jauh masuk ke dalam Tanah Mati, maka makhluk hidup bisa mati kelaparan ataupun mati karena perubahan cuaca yang sangat drastis. Karena kekurangan makanan, mereka pun bisa berhalusinasi tinggi. Gurun ini begitu luas, membutuhkan waktu beberapa minggu untuk melewatinya dengan berlari. Mustahil bisa keluar dari tempat ini hidup hidup jika sudah berada jauh.
Ketika sibuk memperhatikan, Flynn baru sadar jika ada sebuah pohon aneh yang tumbuh di tempat itu. Ia mengerutkan kening dan memperhatikannya dengan lebih baik. Ia merasa ini bukanlah ilusi karena cuaca yang panas. Itu benar benar pohon!
"Tapi bagaimana pohon bisa tumbuh di tempat tandus ini? Bahkan ukurannya sangat tinggi. Aku yakin tempatnya jauh dari sini. Namun, pohon itu masih tetap terlihat begitu besar," gumam Flynn dengan pelan.
"...Jika ukurannya sudah sebesar ini, kenapa aku tidak pernah mendengar apapun tentangnya? Seharusnya berita seperti ini bisa tersebar dengan luas."
Pohon yang ukurannya sangat besar bisa tumbuh di tengah gurun tandus seperti ini? Siapapun tidak akan bisa mempercayainya. Flynn pun merasa demikian. Pohon ini bukanlah pohon biasa.
Ia tersentak ketika menyadari hal lain. Langit di dunia iblis seharusnya masih siang, karena langit di sini sama dengan di dunia manusia. Jika di dunia manusia adalah malam, maka di sini pun malam. Namun jika di dunia manusia adalah siang, maka langit pun siang. Tapi tidak demikian dengan keadaannya sekarang.
Jelas Flynn tahu jika ada sesuatu yang tidak beres dengan dunia iblis. Suasana di sini sedikit mencekam, tidak seperti biasanya. Namun, bukan berarti ia takut dengan suasana ini. Hanya saja, langit begitu gelap sampai sampai tidak ada setitik cahaya pun yang terlihat. Keadaannya jelas sangat berbeda dibandingkan dunia iblis pada umumnya.
Flynn mulai berjalan menuju arah yang ia yakini sebagai tempat terluar dari gurun Tanah Mati. Jika di dalam sini tidak ada perumahan penduduk, maka di wilayah terluar Tanah Mati pasti terdapat penghuni lain. Ia tidak mau jika harus terjebak di dalam tempat ini.
__ADS_1
Flynn terus berjalan hingga sore tiba. Langit tidak juga berubah dan masih tetap menyeramkan. Ia tidak juga menemukan pemukiman. Namun hal ini tidak membuatnya berhenti dan menyerah. Ia harus segera keluar dari tempat ini.
Langkahnya semakin cepat tatkala melihat jejeran bangunan yang berdiri kokoh di depannya. Ia merasa sedikit tenang sekarang.
Namun saat sampai di sana, pemandangan tidak terduga ia lihat. Puluhan, bahkan raturan iblis bergelimpangan di jalan dengan bagian dada atau kepala yang berdarah dan berlubang. Tanah di sekitar terciprat darah dari para iblis yang tidak diketahui kematiannya ini.
Bahkan kondisi mayat mayat itu cukup memprihatinkan. Tubuh mereka seolah hanya tulang belulang yang terlapisi kulit, tanpa daging ataupun darah dalam tubuhnya.
Sekilas, ini nampak mengerikan. Namun tidak bagi Flynn. Ia memang terkejut, tapi ia tidak takut. Sudah berkali kali dirinya terjun ke dalam peperangan dan sudah terbiasa melihat banyak kematian.
Hanya saja, keadaan mayat mayat itu sedikit tidak biasa. Padahal Flynn yakin jika mereka belum begitu lama mati. Bahkan setelah mengecek keadaan mayat dari dekat, ia masih yakin dengan pemikirannya.
Tapi, kenapa mereka sudah kehilangan daging dan darahnya? Energi mereka seperti diambil habis oleh sesuatu. Flynn yakin dengan hal itu.
Saat ia sedang merenung dan memperhatikan para mayat ini, sesuatu terbang di dekatnya. Ia merasakan kehadiran sesuatu dan langsung memunculkan sebuah pedang pada genggaman tangannya. Ia berbalik dan melihat sesuatu yang membuatnya waspada.
Saat itu pula keningnya berkerut dengan dalam. Kupu kupu sebesar kepalan tangan dengan sayap berwarna putih terbang di dekatnya. Jika dilihat, sayapnya nampak bercahaya ketika berada di tempat ini. Tidak hanya satu, namun ada 5 ekor.
Flynn sebenarnya sedikit heran. Ukuran kupu kupu itu tidak seperti biasa. Walaupun terlihat lemah dan seperti tidak akan bisa melakukan sesuatu yang menyakiti dirinya, tapi Flynn yakin ada sesuatu dalam kupu kupu itu hingga membuatnya begitu waspada.
Salah satu kupu kupu hinggap di punggung tangan Flynn yang sedikit terulur karena memegang pedang. Dilihat dari dekat, kupu kupu ini semakin terlihat cantik dan memikat. Bahkan keindahannya membuat Flynn sedikit mengendurkan kewaspadaan.
"Kupu kupu, apa kau tahu apa yang terjadi pada penduduk di sini? Yah.., bukannya aku peduli, hanya saja aku penasaran," ucap Flynn yang seolah bisa berbicara dengan makhluk di tangannya. Ia pun menggeleng dan tertawa pelan. Rasanya sangat bodoh menanyakan sesuatu pada seekor hewan.
__ADS_1
"Hah.. Sudahlah.. Mungkin sekarang aku terlalu lelah untuk berpikir," gumamnya.
Kupu kupu yang masih berada di tangan Flynn kini mengeluarkan sebuah tentakel licin berwarna kemerahan seperti warna lidah ketika Flynn bergumam tidak jelas sendirian. Tanpa basa basi, tentakel itu segera tertancap indah di dada pria itu hingga membuat Flynn tidak bisa bereaksi.