
Bala bantuan yang berjumlah hampir 200 iblis datang dari arah lain. Dengan dipimpin sosok iblis pria bertubuh tinggi dengan perawakan sedikit kekar dan berwajah tegas, para prajurit di belakangnya menebas satu persatu mayat di sekitar sesuai komandonya.
Tak berapa lama, beberapa prajurit yang berada diantara mereka memacu kudanya ke arah Kay dan rombongan yang sedang disudutkan oleh kumpulan mayat. Ditambah dengan terbangnya kupu kupu bersayap putih ke arah mereka, membuat situasi semakin terlihat tidak menguntungkan.
Dua dari 5 prajurit yang berlari menuju ke arah itu pun segera melemparkan sesuatu seperti cairan dengan botol kaca kecil sebagai wadahnya. Tidak hanya melemparnya ke udara, mereka juga menebasnya hingga cairan itu terciprat ke arah kumpulan kupu kupu yang mendekat dan sebagian lagi terciprat mengenai diri mereka sendiri.
Pssshh
Makhluk melayang itu segera lenyap ketika cairan berwarna ungu menyiprat ke tubuh mereka. Sebagian lain yang tidak terkena pun perlahan lenyap tanpa sempat menyentuh para iblis incaran mereka.
Need yang menyaksikan kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri terkejut. Cairan ungu itu sebagian lain terjatuh ke tanah tandus. Sejak adanya cairan ungu itu di sana, kupu kupu langsung lenyap jika mendekatinya. Cairan itu seolah menjadi benda pembatas yang tidak boleh dilewati para makhluk bersayap.
"Apa yang mereka lempar–Ugh... Bau apa ini?! Busuk sekali!" Need seketika menutup hidungnya dengan tangan. Keningnya mengernyit jelas dan memperhatikan para prajurit yang melemparkan cairan tadi. Wajah mereka nampak tertutup di bagian hidung hingga dagu. "Sebenarnya spa yang mereka lemparkan?!"
Tidak hanya Need yang dalam keadaan mencium bau busuk itu, melainkan iblis di sekitarnya ikut merasakan rasa sakit dari bau ini. Mereka serempak menutup hidung walau sesekali harus mempertahankan diri dari serangan mayat hidup.
"Bau ini sangat busuk! Dari mana asalnya?!" Ray celingak celinguk ke sekitar, namun tidak tahu apa yang menjadi penyebab dari apa yang penciumannya ini rasakan.
Tidak hanya melemparkan dua botol kecil saja, kedua prajurit kembali melemparkan botol yang lain namun di arah yang sedikit berjauhan dengan jatuhnya botol pertama.
Bau yang menyengat semakin tercium oleh indra penciuman para iblis. Namun bebauan ini nyatanya mampu melenyapkan kupu kupu dan membuat permasalah dapat terselesaikan sebagian.
__ADS_1
"Aku tidak bisa fokus," gumam Radolf sambil menghindari terjangan satu mayat iblis.
Srraattt
"Perhatikan lawanmu," ucap Need dengan ketus. Ia menjauh dari tempat Radolf berada setelah menyayat perut mayat hidup hingga isi di bagian dalamnya terlihat.
Radolf sedikit merinding ketika melihat jeroan dari mayat itu. Apalagi melihat Need yang melakukannya dengan santai tanpa rasa jijik sama sekali, "Sepertinya dia belajar dengan baik," batinnya.
Walaupun tidak suka dengan Radolf, namun Need tidak akan membiarkan Radolf mati begitu saja. Sejujurnya ia tidak tahu lagi harus kemana jika perang ini selesai. Tuannya telah tiada dan bila Radolf pun ikut tiada, maka ia tidak tahu harus kemana lagi.
Sulit untuk berkonsentrasi disaat ada bebauan aneh dan busuk yang ditangkap indra penciuman. Ini mempengaruhi serangan mereka terhadap mayat hidup.
"Gggrhhh...," Ray menggeram saat salah satu mayat berhasil menggoreskan cakaran di tubuhnya. Tidak tanggung tanggung, ia langsung melemparkan beberapa bola api tepat pada mayat itu. Ia juga melemparkan api lain ke mayat di belakangnya.
"Sebaiknya kalian segera tutup hidung dengan robekan pakaian," ucap Kay dengan tegas. Ucapannya pun swketika dituruti oleh semua iblis tanpa terkecuali. Karena apa yang dikatakan Kay ada benarnya
Kedua rombongan dengan dipimpim iblis berbeda itu mulai bertarung habis habisan melawan mayat hidup yang tiada akhirnya. Jumlah yang tidak dapat dihitung dan keadaan mayat yang masih dapat menyerang sebelum dibakar atau dihancurkan sampai kecil itu membuat pihak Kay ataupun Paman Kyle kewalahan.
Rombongan yang mereka bawa tidak seberapa dan memiliki stamina terbatas. Sedangkan di sisi lain, pasukan mayat jelas lebih unggul. Jumlah pun akhirnya ikut mempengaruhi perkembangan di medan perang.
Sejujurnya, walaupun cairan bau berwarna ungu yang dilemparkan sangat membantu, namun itu hanya mengurangi sebagian kecil masalah mereka. Karena yang terpengaruh oleh itu hanya kupu kupu, tidak dengan mayat hidup yang gencar menyerang.
__ADS_1
"A-aku sudah tidak kuat. Aku benar benar tidak kuat," seorang prajurit berdiri dengan kesulitan. Peluh terlihat di pelipisnya. Kemejanya yang berwarna putih terkotori oleh tanah dan darah. Luka tidak lepas dari tubuh para prajurit lain termasuk dirinya. Wajahnya pucat dan bibirnya menggeletak seolah menggigil kedinginan.
Sesosok mayat hidup langsung saja memberikan serangan di saat iblis itu tak dapat berbuat banyak. Ia menyerang bersama dengan 2 mayat lain dan benar benar membuat pria itu kesulitan.
"T-tolong... Aakh.."
Cruatt
Ringisan kesakitan, suara sobekan daging, cacahan daging, dentingan senjata, ringikan kuda, semua suara itu berpadu menjadi satu membuat perang itu begitu ribut tanpa sedetik pun ketenangan.
Satu persatu prajurit tumbang tanpa bisa membantu lagi. Bahkan komandan yang sebelumnya nampak gagah dan kuat kini terlihat kelelahan. Wajahnya penuh keringat, dan punggungnya ikut basah oleh keringat itu. Namun apalah daya, ia sebagai contoh harus memperikan yang terbaik dan tidak boleh menyerah di sini.
Jika ia melakukannya, maka para prajurit tidak akan memiliki semangat lagi untuk menyerang. Ia harus tampil sekuat dan sehebat mungkin agar para prajuritnya tidak gentar. Biarlah dirinya saja yang menahan lelah dan sakit ini. Biarlah yang lain bertarung habis habisan tanpa ikut merasakan gelisah yang melanda hatinya.
"Aku tidak akan kalah. Walau harus mati sekalipun, setidaknya berikan kematian yang terbaik bagiku dan berikan kemenangan agar jiwaku nanti bisa tenang," batin komandan pada dirinya sendiri.
Setelah mendengar kata 'penyemangat' dari dirinya sendiri, ia mulai menyerang mayat hidup dengan agresif, tidak seperti sebelumnya. Ia nampak seperti monster yang mengamuk sekarang, "Aku belum merasa panas sama sekali! Ini belum sampai dinilai sebagai latihan pemanasan bagiku. Tapi kalian bahkan sudah lemas seperti ini.
Ayo, semangatlah! Kalian itu kuat, hanya saja kalian ragu dengan diri sendiri! Percayalah pada diri kalian masing masing! Kalian itu dipilih sebagai prajurit khusus karena kalian kuat! Ingat, karena kalian kuat, bukan karena keberuntungan belaka!"
Tentunya apa yang dilakukan komandan membuat banyak dari prajurit kembali bersemangat. Api berkobar di dalam jiwa mereka dan dengan lebih agresif, mereka menyerang mayat hidup tanpa jeda.
__ADS_1
"Bagus, dia membuat semangat prajurit berkobar. Tapi walaupun begitu, ini masih kurang. Bahkan setelah ditambah dengan pasukan bantuan, jumlah ini masih lah sedikit dibandingkan mayat hidup yang kami lawan. Ini tidak akan selesai jika hanya seperti ini saja. Kami membutuhkan bantuan lebih banyak dan secepatnya menemui Osmond," batin Oliver.