
Keheningan terjadi setelah kata kata Need. Leon memilih untuk terus mengobati Kevin tanpa berbicara dengan Need. Ia bahkan tidak mengerti satu kata pun yang diucapkan Need.
"Apa dengan seperti ini saja dia bisa sembuh?" batin Leon sambil memperhatikan kondisi Kevin. Tangannya kini berlumuran darah setelah mengobati pemuda itu.
Need masih menunggu jawaban dari Leon. Ia bahkan membiarkannya merawat Kevin, walau pada akhirnya ia diabaikan. Tapi melihat tindakan Leon, sepertinya Kevin adalah manusia yang dipilih Leon untuk diselamatkan. Karena bila melihat dari sifat aslinya, Leon tidak akan membantu seseorang yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Sekarang pun dia berusaha menolongnya sebisa mungkin.
Karena itu, ia ingin membantunya dan mengabulkan keinginan Leon, "Kau bisa menggunakan kekuatanmu untuk menyembuhkannya."
Leon langsung melirik Need saat mendengar ucapannya. Ia memiringkan kepalanya karena tidak mengerti.
"Kau mungkin tidak ingat dengan kekuatanmu sendiri. Jadi aku akan beritahukan. Dari pengamatan yang kulakukan dari ekhem.. memperhatikanmu, kau bisa melakukan regenerasi dengan cepat. Biasanya kau menggunakan itu untuk diri sendiri, tapi mungkin itu bisa dilakukan kepada orang lain."
Penjelasan Need membuat Leon tidak memercayainya. Bagaimana bisa ada hal semacam itu? Dia pasti bercanda.
Melihat raut ketidak percayaan dari Leon, membuat Need sedikit sakit. Namun ia pun akhirnya menunjukkan kekuatannya yang dapat bertelepostasi, "Contohnya seperti ini."
Ia yang berada di samping Leon berpindah ke depan anak itu dalam sekejap. Hal ini mengejutkan Leon. Sebelumnya pun Need terus terusan muncul di depannya saat mencoba menangkapnya. Ternyata seperti ini. Pantas saja Need selalu muncul di depannya.
"Bagaimana cara melakukannya?" ucap Leon. Ia mulai tertarik untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Need, hingga lupa bila ia pernah berpikir pemuda itu ingin membunuhnya.
"Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Begitu juga denganmu. Aku bisa berpindah pindah tempat ke tempat yang pernah kukunjungi atau aku lihat. Sementara, kau memiliki kekuatan regenerasi yang hebat. Kau bisa menyembuhkan luka dengan cepat.
Caranya mungkin kau hanya harus merasakan kekuatanmu sendiri dan memfokuskan kekuatan pada anggota tubuh tertentu yang ingin disembuhkan," jelas Need. Ia sendiri tidak yakin dengan cara Leon, namun mungkin sama saja dengan cara dirinya menggunakan kekuatannya seperti ini.
__ADS_1
Leon melakukan apa yang dikatakan Need. Walau ia tidak faham bagaimana cara untuk merasakan kekuatan sendiri, namun saat ia fokus, ia merasakan sesuatu dalam tubuhnya. Seperti ada kekuatan yang begitu besar mengalir di setiap anggota tubuhnya.
Tiba tiba Leon merasakan perasaan yang begitu familiar. Kekuatan ini sangat tidak asing. Ia sekilas mengingat bagaimana cara menggunakannya. Telapak tangannya menyentuh lengan Kevin. Seketika, cahaya samar keluar dari luka luka pemuda itu.
Luka di tubuh pemuda itu pun mulai menutup, darah berhenti keluar. Wajahnya yang sedikit pucat, membaik dan kembali seperti semula. Hanya saja, dia masih pingsan.
Leon membuka perban yang ia ikatkan pada tubuh Kevin. Hasilnya mengejutkan. Luka gores yang sebelumnya ada di pergelangan tangannya menghilang. Ia membuka satu persatu perban lainnya dan semua luka yang diterima Kevin menghilang dalam sekejap mata.
Leon terkejut dengan hasil itu. Ia tidak mengerti mengapa ia bisa melakukannya, namun ini adalah hal yang bagus. Ia menatap Need yang sibuk berpikir, "Aku memiliki banyak pertanyaan untukmu."
Need menatap Leon dan berkedip beberapa kali. Ia tersenyum senang, "Sebanyak apapun yang kau inginkan. Bahkan bila itu menghabiskan waktu seribu tahun, aku akan melakukannya untukmu."
Need yang bersemangat tiba tiba diam. Ia baru teringat sesuatu, "Um.. bukannya kau menganggapku pembunuh? Apa pikiranmu sudah berubah? Kau sudah tidak gelisah karenaku?"
Leon terdiam sebentar. Ia juga baru mengingatnya. Bahkan ia tidak sadar tentang Need yang sebelumnya pernah mengincarnya semalam, "Apa kau tidak berniat untuk membunuhku?" hanya pertanyaan itu yang terlintas dalam pikirannya.
"Lalu bagaimana dengan kejadian semalam? Kau membawaku ke bangunan kosong. Lalu kau juga terus terusan mengejarku setelah kau membunuh makhluk bertanduk itu," ucap Leon sambil berdiri dari posisi duduknya.
Need menggaruk kepalanya dengan wajah bingung, "Mungkin lebih tepat dikatakan bila kau 'lah yang sudah membunuhnya. Karena aku hanya membawakannya saja. Karena itu, aku bingung dengan ucapanmu saat itu."
Leon membelalakkan matanya, "Bagaimana mungkin? Kau lah yang sudah melakukannya! Aku tidak melakukan apapun pada makhluk itu."
"Apa kau tidak ingat sudah bertarung dengan seorang blizt saat itu?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Need, ia tidak mengerti. Namun kata 'sudah bertarung' dari ucapan Need itu, ia mengerti maksudnya. Karena itu, ia langsung menggelengkan kepala.
"Berarti kau tidak ingat dengan kejadian yang sebenarnya? Bagaimana bisa seperti itu?" heran Need.
"Sepertinya aku harus menjelaskannya sejak bagian itu. Tapi.., sebaiknya kita tidak membicarakannya di sini. Lebih baik cari tempat lain," lanjut Need.
Need menjentikkan jarinya, seketika dirinya dan Leon berada di sebuah hutan dengan sungai yang mengalir dengan deras di depan, "Untuk sekarang, kau bisa mencuci tanganmu terlebih dahulu."
Leon memperhatikan tangannya yang memiliki bercak darah. Ia pun segera mendekati sungai dan memasukkan tangannya ke dalam sana.
"Pada saat itu, aku tanpa sengaja melihatmu sedang bertarung dengan seorang blizt. Lalu kau tertusuk oleh senjatanya. Aku berpikir mungkin aku harus menolongmu. Karena itu, aku langsung membawamu ke bangunan kosong, tempat dimana aku menyekap iblis itu di sana.
Untung saja aku membawanya. Jadi aku tidak sia sia membawanya ke sana. Awalnya dia yang menyerangku, jadi ya.. aku membawanya."
Leon mengeluarkan lengannya dari dalam sungai yang jernih itu. Pandangannya langsung mengarah pada Need, "I.. blis?"
Need menghela nafas dan hanya bisa tersenyum. Ini benar benar buruk. Leon melupakan semuanya. Tapi di sisi lain, ia merasa senang karena bisa menolongnya, "Iya, iblis. Iblis mirip dengan manusia, hanya saja mereka memiliki tanduk dan telinga runcing. Iblis juga memiliki umur yang sangat panjang dan tidak bisa mati kecuali dibunuh atau sakit.
Iblis juga memiliki fisik yang kuat. Beberapa iblis yang sangat kuat akan memiliki kemampuan mereka masing masing. Lalu.., bila dibandingkan dengan manusia, maka manusia adalah makhluk yang sangat rapuh. Mereka mudah mati, mudah sakit, dan tidak berumur panjang."
Leon tertegun, "Bagaimana sifat iblis? Apa mereka semua jahat?"
"Hm.. kurasa mereka sama saja dengan manusia. Beberapa dari mereka adalah iblis yang baik, tapi ada pula yang jahat. Menurutku mungkin lebih tenang di dunia manusia. Karena di dunia iblis selalu ada perang. Monster juga sering kali menyerang. Sementara di dunia manusia ini, sangat tenang tanpa ada perang dan pertarungan."
__ADS_1
"Kurasa di sini pun ada perang. Karena buktinya, Kevin terluka setelah bertarung dengan manusia lainnya. Mungkin perang di sini berbeda dengan di dunia iblis yang kau sebutkan. Tapi dunia ini juga tidak sepenuhnya tempat yang tenang seperti apa yang kau pikirkan," timpal Leon.
Need terdiam, lalu ia tersenyum dan membuang nafasnya, "Kau benar. Kau pasti lebih mengenal dunia ini. Kau sangat memperhatikan sekitar. Begitulah dirimu, Yang Mulia Leon."