Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 141 -Axelle II


__ADS_3

Keadaan tiba tiba hening setelah Leon mengatakan itu. Tidak ada tanggapan dari Axelle, namun raut wajahnya tidak bisa dibaca sama sekali.


Teddy menatap pria itu dengan khawatir. Ia sudah memikirkan segala kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi.


Namun apa yang terjadi di luar ekspektasi Teddy. Bukannya marah, Axelle masih memberikan ekspresi biasa, "Ternyata kau bisa menganalisisnya dengan baik. Kau memang benar, aku tidak bisa membunuh sesuatu yang masih hidup."


Leon mendengus, "Tapi sayangnya, sekarang aku pun hanya berupa jiwa. Aku tidak bisa membunuh tanpa perantara seperti yang kau katakan itu."


"Tidak, sebagian dari dirimu masih hidup, jadi bisa dikatakan kau tidak mati sepenuhnya," timpal Axelle.


"Yang dia maksud pasti Rafa," batin Leon. "Kalau begitu, kenapa saat aku mati sebelumnya–saat aku masih menjadi Niel, kau tidak menemuiku seperti ini, lalu meminta pertanggung jawaban dariku? Kenapa baru sekarang kau menemuiku?"


Axelle terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan Leon, "Karena aku tidak menemukan jiwamu dimanapun di dunia bawah ini. Sepertinya jiwamu dulu dilindungi oleh kekuatan tidak terlihat, sehingga aku tidak bisa menemukan keberadaanmu."


"Bukankah sebelumnya kau mengaku sebagai Raja dunia bawah? Hanya mencari satu jiwa saja... Kau tidak bisa? Apa benar kau itu Raja? Aku jadi meragukannya," celetuk Leon.


Axelle mengepalkan tangannya, "Aku menemukanmu saat kau sudah terlahir kembali namun dalam dua wujud berbeda. Di salah satu diantaramu, ada jiwa lain masuk yang seharusnya jiwa itu tidak bisa bereinkarnasi lagi karena hampir menghilang.


Kekuatan asing tidak terlihat sepertinya ingin melindungi jiwa itu agar jiwa itu bisa ikut bereinkarnasi bersama dengan jiwamu yang satunya. Pada akhirnya, jiwa itu mulai mendapat pasokan energi agar bisa bertahan dan dalam kondisi baik seperti sebelumnya."


Leon terdiam ketika mendengarnya. Ia memiliki dugaan jika jiwa yang dimaksud ikut bereinkarasi itu adalah Oliver. Tapi bagaimana caranya Oliver bisa ikut seperti itu? Apakah ini karena Oliver sendiri atau ada orang lain yang ikut campur?


Leon sebenarnya tidak tahu tentang tubuh Rafa yang dimasuki oleh Oliver. Namun ia memiliki perasaan kuat tentang itu dan seakan benar benar yakin. Ia tahu Oliver. Ia juga tahu bagaimana sifatnya ataupun kekuatannya. Karena ia adalah sahabatnya yang juga ikut bertarung di garis depan. Hanya satu orang yang ia pikirkan dan itu adalah Oliver.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak menemuiku saat aku mati sebagai Leon? Setidaknya aku pernah mati 2 kali. Kenapa saat itu kau tidak menemuiku?" tanya Leon dengan serius.


"Saat itu jiwamu tidak pergi ke tempat seperti ini, tapi masih berada di sekitar tubuhmu. Jadi kita tidak bisa bertemu. Pada akhirnya kau hidup kembali tidak lama setelah mati 'kan? Tapi sekarang berbeda. Jiwamu pergi ke tempat ini karena tubuhmu telah mati.


Hanya saja, tidak seperti jiwa lain, kau memiliki energi kehidupan walau sudah mati. Itu karena sebagian jiwamu masih dalam keadaan hidup di dalam tubuhnya."


Leon terdiam. Ada banyak pertanyaan dalam benaknya yang ingin ditanyakan, "Kalau begitu, apa yang harus kulakukan untuk mempertanggung jawabkan masalah yang kubuat sebelumnya dengan keadaan hanya jiwa seperti ini?"


Axelle sedikit tersenyum, namun itu hanya sesaat sebelum wajahnya kembali berubah serius, "Kau hanya perlu menyeret jiwa Michael ke tempat ini. Aku tidak bisa melakukannya karena dia sekarang dalam keadaan hidup. Aku terlambat menyadari jika dia pergi ke dunia tempat makhluk hidup tinggal. Pada akhirnya aku mengetahui itu saat dia telah menjadi 'hidup'."


"Tapi aku sudah menjadi jiwa. Bagaimana aku bisa melakukannya?"

__ADS_1


"Bukankah sudah kukatakan? Kau jiwa yang berbeda dibandingkan jiwa lain. Walaupun sudah mati, namun masih memiliki energi kehidupan. Kau bisa menarik jiwa pengkhianat itu kemari. Caranya hanya dengan menyentuhnya dan membawanya kemari."


"Sebelum aku melakukannya, aku harus menanyakan beberapa hal. Satu, apa setelah melakukannya, aku bisa hidup kembali?" Leon mengerutkan kening.


"Tidak."


Leon menghela napas. Ia sudah menduga akan jawaban ini, "Kedua, jika aku mati, apa Rafa–maksudku setengan jiwaku masih bisa tetap hidup?"


"Iya."


"Ketiga, siapa itu Michael? Dan kenapa kau memanggilnya dengan pengkhianat?"


Tidak seperti sebelumnya, Axelle kini terdiam dan belum menjawab.


"Jika kau tidak mengatakannya, aku akan kekurangan informasi untuk membawanya kemari," ucap Leon.


"Itu tidak penting untukmu."


"Jika kau tidak mau mengatakannya, maka baiklah. Aku tidak akan membantumu," ucap Leon dengan tatapan tajam.


Axelle memandang Leon dengan sengit dan dingin. Ia sepertinya tidak suka mendengar penolakan tadi, "Jika kau tidak mau, maka aku akan melenyapkan jiwamu hingga kau tidak bisa bereinkarnasi ataupun hidup di dunia bawah. Kau akan benar benar menghilang."


Axelle memandang Leon semakin dingin. Ucapan Leon tepat pada kenyataan yang ada. Dirinya memang hanya bisa mengandalkan Leon untuk saat ini. Ia juga tidak bisa pergi ke dunia tempat makhluk hidup tinggal karena itu melanggar larangan apapun alasannya. Dan jika nekat, maka ia akan dianggap pengkhianat sama seperti Michael.


"Michael adalah penghuni dunia bawah. Tepatnya, dia adalah salah satu yang bertugas di sana sebagai pelindung tempat itu. Dia berambisi untuk menguasai dunia bawah, karena itu dia pergi ke dunia iblis dimana para makhluk yang masih hidup tinggal. Tujuannya adalah mendapatkan kekuatan yang besar.


Namun karena tubuhnya hanyalah jiwa, dia menemui targetnya melalui mimpi atau membisikkan sesuatu ke dalam pikiran mereka. Dengan memakan jiwa, dia bisa bertambah kuat."


Leon mengerutkan kening, "Bukankah di dunia bawah banyak jiwa lain yang berkeliaran? Kenapa dia malah pergi ke dunia iblis hanya untuk mendapatkan jiwa?"


"Jiwa yang sudah berada di dunia bawah tidak bisa membuatnya bertambah kuat. Dia harus mengambil jiwa langsung dari pemiliknya saat pemiliknya masih hidup. Namun untuk bisa melakukannya, maka pemilik jiwa itu harus dengan senang hati memberikan dirinya pada Michael.


Untuk itu, mereka harus membuat perjanjian. Michael harus mengabulkan 3 permintaan dari pemilik jiwa itu agar dia bisa mendapatkan jiwanya dan kemudian bertambah kuat. Lalu jiwa jiwa yang dia makan tidak akan bisa sampai ke dunia bawah.


Biasanya memang sering terjadi jiwa yang hilang sebelum sampai ke dunia bawah ataupun jiwa mereka hilang karena terluka sangat parah sampai memusnahkan jiwa, atau pula karena dia belum menyelesaikan urusannya sehingga masih tertahan di dunia dan sejenisnya. Ini membuat data menjadi berbeda antara kematian yang sudah terjadi dengan jiwa yang masuk ke dunia bawah.

__ADS_1


Karena itu, perbuatan dari Michael di dunia bawah sampai sulit diketahui dan pada akhirnya berhasil diketahui saat dia sudah dalam keadaan 'hidup', yang artinya dia sudah mendapatkan banyak sekali jiwa sampai membuatnya bisa terlahir menjadi makhluk hidup yang memiliki tubuh.


Walaupun kini tubuhnya seperti anak anak, tapi saat dia berhasil mendapatkan jiwa lagi kali ini, maka aku pastikan dia bisa bertumbuh menjadi dewasa hanya dengan satu jiwa itu saja. Karena apa? Itu karena jiwa yang menjalin perjanjian dengannya kali ini adalah jiwa suci.


Bila dia berhasil mendapatkannya, keinginannya untuk menguasai dunia bawah akan tercapai dan dunia bawah akan kacau. Kekacauan yang parah juga bisa membuat dunia tempat makhluk hidup ikut berantakan."


Teddy tertegun ketika mendengar penjelasan panjang lebar dari Axelle. Ternyata masalahnya semakin melebar. Padahal setahunya, awalan semua ini adalah Raja iblis bernama Ralt, lalu kemudian dilanjutkan dengan Osmond–musuh manusia dan iblis di masa lalu. Lalu kini, musuh sebenarnya adalah Michael?


Semakin memikirkannya, Teddy malah sakit kepala. Semakin terungkap siapa pelaku utama, semakin kuat pula musuh yang sebenarnya. Ia menatap Leon, ingin melihat bagaimana reaksi yang ditimbulkan pemuda itu.


"Hm... Aku mengerti. Tapi jika dunia bawah kacau, mungkin aku bisa hidup kembali," gumam Leon.


Axelle refleks langsung menjitak kepala Leon dengan keras. Rautnya terlihat kesal.


"Aashh...," Leon merintih kesakitan. Jitakan itu benar benar melukai jiwanya.


"Jika kau sengaja kalah dan tidak membawa Michael, maka jiwamu juga akan lenyap! Tanpa adanya dunia bawah, maka keseimbangan dunia akan hancur!" bentak Axelle. Rasanya ia benar benar kehilangan kesabaran. Berkali kali ia mencoba tenang, tapi akhirnya terlampiaskan juga.


"Kenapa tidak kau berikan saja posisimu padanya dengan cuma cuma agar tidak ada pertarungan? Bukankah itu lebih baik?" ucap Leon sambil merintih.


Axelle menepuk wajahnya, "Jika bisa, mungkin sudah kulakukan. Tapi aturan di dunia bawah dan duniamu berbeda. Bila di duniamu makhluk terkuat bisa menjadi seseorang yang disegani dan berada di posisi atas, maka berbeda dengan dunia bawah.


Kami, sudah memiliki tugas masing masing dan harus menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kami masing masing. Posisi ini pun sudah diatur oleh pencipta. Karena itu, mengambil alih kekuasaan dunia bawah dariku sama saja menentang nya."


"Oh," hanya itu yang dikatakan Leon. Namun kata singkat itu malah membuat Axelle semakin kesal. Ingin sekali rasanya ia memukuli Leon habis habisan. Namun ia tak boleh melakukannya. Jika Leon mati, maka tidak akan ada yang bisa membantunya membawa Michael kemari.


"Kau hanya perlu membawanya kemari. Tapi dia pasti akan melawan. Karena itu, sebisa mungkin kau harus membuatnya kalah atau setidaknya seimbang agar kau bisa membawanya. Untuk menghabisinya, maka aku yang akan maju. Kau harus cepat sebelum keinginan ketiga dari orang yang mengikat perjanjian dengannya terkabulkan."


"Tunggu sebentar.. Apakah artinya.. Michael itu bukanlah pelayan Osmond, melainkan adalah Tuannya? Berarti selama ini aku sudah salah sangka?" gumam Leon.


"Pertanyaan keempat, apakah kekuatan yang dimiliki Osmond adalah bagian dari kekuatan Michael?" tanya Leon.


"Astaga... Ternyata kau masih memiliki pertanyaan?!" ucap Axelle dengan geram. "Sebelum aku menjawabnya, lebih baik kau segera pergi membawa jiwa Michael! Sebentar lagi dia berhasil mengabulkan permintaan ketiga dari jiwa suci! Jika dia berhasil mengabulkannya, maka dia bisa mengambil jiwa suci itu! Cepat!"


"Bagaimana caraku ke sana? Lalu bagaimana caraku pergi membawanya kemari?" tanya Leon dengan datar.

__ADS_1


Axelle menepuk wajahnya, "Ck, aku malah lupa mengatakan hal sepenting itu!"


Teddy menatap Leon dan Axelle bergantian. Rasanya mereka berdua tambah akur.


__ADS_2