Blizt'N Demon

Blizt'N Demon
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix


__ADS_3

Kay dan Felix berjalan sedikit jauh dari tempat para manusia itu. Ini bukan karena mereka tak mau sampai melampiaskan rasa kesal pada mereka setelah ucapan itu, melainkan karena Felix ingin mengatakan sesuatu.


"Jika kau belum mau mengatakannya, diam saja," ucap Kay dengan datar.


Felix mendengus, "Akan aku katakan. Jika tidak kukatakan, kau mungkin akan melakukan sesuatu."


Kay terdiam mendengar ucapan Felix. Temannya pasti tahu sifatnya yang memiliki rasa penasaran tinggi terhadap sesuatu yang menarik untuknya.


"Kau tadi juga sudah mengobrol dengan Kite 'kan?"


"Sedikit."


Felix terdiam sejenak, "Bagaimana dia menurutmu?"


Kening Kay sedikit berkerut, "Kenapa membicarakannya?"


"Jawab saja!"


Meski heran dengan pertanyaan Felix, namun Kay tetap menjawabnya, "Mn... Menurutku dia terlihat baik. Selain itu, dia juga kuat."


"Sifat yang lebih spesifik lagi. Bagaimana dia menurutmu?"


"Orang yang mudah diajak bicara. Bukan pemalu, percaya diri, ramah dan... Aura di sekitarnya terasa baik. Ada apa dengan itu?"


Felix terdiam sesaat mendengar pertanyaan Kay. Lebih tepatnya, ia sedang merenung, "Ada satu hal yang tidak pernah kuceritakan pada orang lain. Termasuk kau, Leon, Ray dan Ken. Ini berhubungan dengan Kite."


Kay mengerutkan kening. 'Tidak pernah diceritakan', bisa diartikan itu sangat lama. Tapi seingatnya, Felix baru saja bertemu Kite siang tadi.


"Kite... Dia adalah guruku."


Kay terbelalak. Matanya melebar dengan raut terkejut yang nampak jelas, "M-maksudmu apa?"


Felix mencermati guratan wajah yang dibuat Kay. Memang tidak banyak perubahan raut wajah yang terlihat darinya, namun tatapannya jelas berubah, "Mungkin ini sulit dipercaya, tapi aku adalah seorang reinkarnasi walaupun tidak semua hal di kehidupan sebelumnya aku ingat."


Kay mengerutkan kening. Namun tetap mendengarkan tanpa berniat memotong.


"Hal yang paling kuingat adalah saat perang besar yang dulu terjadi. Mungkin karena itu peristiwa yang besar di hidupku, jadi yang paling kuingat adalah itu. Tapi..," Felix menggantung ucapannya.


"Tapi kenapa?"

__ADS_1


"Tapi hal lain yang kuingat adalah tentang guru yang sudah menjagaku sejak kecil. Aku ingat jelas, wajah Kite adalah wajah guruku yang saat itu seharusnya menghilang. Dia banyak berkontribusi saat perang besar sebelumnya. Saat perang Os terjadi ribuan tahun lalu.


Hanya saja saat ini iblis iblis yang mengetahui wajahnya mungkin banyak yang telah tiada. Karena itu banyak yang tidak tahu siapa dia sekarang. Apa kau bisa menebak siapa Kite atau guruku itu?"


Kay tidak menjawab karena tidak bisa memberikan jawaban.


"Nama sebenarnya Kite adalah Oliver."


Kay tersentak mendengar satu nama itu. Ia tahu siapa Oliver saat perang Os dari buku sejarah yang sering dibacanya. Ia tahu siapa nama itu, namun ia tidak tahu bagaimana wajahnya. Yang ia tahu, ciri paling menonjol miliknya adalah mata yang jika orang lain melihatnya akan terlihat seperti daun yang berguguran di musim gugur sore hari.


"Aku tidak tahu kenapa dia tiba tiba muncul setelah sekian lama dengan cara seperti ini. Dan walaupun aku muridnya, aku tidak pernah bertemu dengannya sejak perang berakhir. Karena itu, saat bertemu dengannya aku sangat tegang."


"Bukankah seharusnya kau senang?"


Felix menggelengkan kepala, "Aku sama sekali tidak senang."


"Kenapa? Apa sebelumnya dia selalu jahat padamu, lalu kau membencinya?"


"Dia sangat baik, aku tidak pernah membencinya. Karena dia juga yang sudah mengajarkanku bagaimana hidup saat dulu. Dia yang merawatku sejak aku masih remaja, sampai akhirnya perang Os itu terjadi."


"Jika kau ikut perang itu, lalu siapa namamu sebelumnya?" Kay berucap dengan penuh rasa penasaran.


"Ayolah, katakan saja. Aku percaya padamu," Kay meyakinkan, berharap agar Felix mau mengatakannya.


"Lux, itu namaku sebelumnya."


Mulut Kay terkatup rapat dengan perasaan bergemuruh. Ia sering melihat nama itu, "Kau... Yang menulis sejarah Oliver dan sejarah perang Os? Tapi kenapa kau tidak pernah menuliskan namamu sebagai murid Oliver?! Kau tidak menulis sejarahnya dengan lengkap!"


Dibandingkan terkejut mendengar namanya, Kay malah terlihat kesal hanya karena sejarah yang sering dibacanya tidak lengkap.


Felix tertegun dan tanpa sadar berucap, "Maaf."


"Ish.. Lalu apa saja yang tidak kau tulis?!" Kay mendengus.


"Aku tidak begitu ingat jelas perang itu sekarang, jadi jika kau menanyakan beberapa kejadian yang tidak kutulis di buku, maaf saja, aku tidak ingat."


Kay menghela napas kasar, "Lanjutkan saja ceritamu. Kenapa kau malah tidak senang bertemu dengan gurumu?"


"Karena dulu.. Guru sempat mengatakan, 'jika suatu hari aku datang padamu, jangan percaya padaku'. Itu yang dia katakan. Aku sama sekali tidak mengerti. Ucapannya bisa diartikan jika guru yang sekarang bukan'lah guru.

__ADS_1


Aku juga tidak tahu apa itu hanya firasatnya saja, atau ada sesuatu yang dia ketahui sampai mengatakan itu. Tapi penampilannya sama dengan dia. Sifatnya pun aku rasa mirip dengannya. Hanya saja, dia mungkin menyembunyikan mata uniknya itu dan identitasnya sekarang.


Tapi selain ucapan itu, guru juga pernah mengatakan, 'aku akan kembali saat Osmond muncul dan membuat masalah di dunia iblis'. Berarti jika guru muncul, masalah di dunia iblis berhubungan dengan Osmond, musuh di masa lalu.


Karena itu, aku tidak senang dengan kehadirannya saat ini. Dan asal kau tahu saja, perang besar Os sangat mengerikan. Ketika dulu manusia dan iblis masih bersatu, tidak seperti sekarang. Mereka menyatukan kekuatan dan berperang melawan Osmond.


Perang dengan cakupan yang sangat luas hingga hampir sebagian besar dunia iblis masuk ke dalam perang. Untuk iblis dan manusia yang tidak memiliki kekuatan tempur, hanya sedikit tempat pengungsian yang bisa mereka pakai. Namun ada pula yang dipindahkan ke dunia manusia , itupun jika sempat.


Tempat teraman di dunia iblis saat itu adalah wilayah pohon gerbang dunia, tempat dimana jalur keluar masuk bagi iblis maupun manusia untuk saling mengunjungi dunia mereka.


Lalu walaupun hanyak iblis dan manusia blizt ikut perang itu, namun lebih dari sebagian diantara mereka yang mati dan hanya menyisakan beberapa yang bertahan. Saat itu aku adalah iblis yang beruntung karena masih bisa bertahan hingga aku juga bisa membuat buku sejarahnya agar iblis dan manusia yang hidup di kemudian hari, tahu seberapa mengerikannya perang Os saat itu."


Felix mengakhiri ucapan disertai dengan raut wajah serius dan penuh ketegangan. Bagi siapapun yang tidak pernah merasakannya, cerita seperti sejarah pasti hanya akan dianggap sebagai dongeng dan kisah masa lalu belaka yang untuk sekarang tidak ada lagi sangkut pautnya. Padahal dari sejarah 'lah atau kehidupan masa lampau yang membuat kita bisa berkembang hingga seperti sekarang. Karena itu, masa lalu berkaitan erat dengan masa sekarang.


Keheningan melanda. Baik dari Felix ataupun Kay. Mereka berkutat dengan pikirannya masing masing.


"Kalau begitu, apakah Kite atau Oliver sekarang bisa dipercaya?" Kay kembali melanjutkan, "Jika selama ribuan tahun telah berlalu sampai sekarang, bagaimana bisa dia masih hidup? Sangat jarang ada iblis yang hidup sampai ribuan tahun lamanya. Apalagi penampilan dia terlihat sangat muda seperti itu. Apa dari awal kau bertemu dengannya penampilannya semuda itu atau lebih muda lagi?"


"Aku ingat jelas, penampilannya yang dulu dengan yang sekarang, tidak ada bedanya. Saat aku mulai dirawat olehnya pun, penampilannya sudah seperti itu, tidak lebih muda," jawab Felix dengan pasti.


"Lalu bagaimana dia menurutmu? Jika gurumu pernah mengatakan untuk tidak percaya padanya saat pertemuan seperti ini, lalu bagaimana?"


Felix merenung, "Aku tidak tahu harus bagaimana. Secara penampakan dia adalah guru. Tapi guru sudah mengatakan agar aku tidak percaya dengannya. Karena itu, aku tidak percaya pada Kite."


"Lalu apa yang membuat gurumu dapat mengatakan itu? Pasti kau juga sudah memikirkannya. Karena menurutku, dari ucapan gurumu tentang dia akan datang saat Osmond muncul... Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?"


Felix sepertinya mengerti ucapan Kay bahkan tanpa dijelaskan. Ia mengangguk, "Benar... Aku sekarang berpikir mungkin Kite adalah Osmond."


"Tapi yang menjadi pertanyaanku, kenapa dia sampai mengatakan akan kembali jika Osmond muncul? Seolah olah dia percaya diri sekali masih tetap hidup pada saat itu walau tidak tahu akan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggunya."


"Aku belum mengatakannya ya? Osmond sebenarnya adalah kakak guru. Mungkin guru seperti merasakan ikatan batin dengannya atau semacam itu."


Kay tersentak. Ia memegang kedua pundak Felix dengan kuat, "Kau... Melakukannya... Lagi.. Kenapa kau tidak menuliskannya di sejarah?!!" ia pun menggoyang goyangkan tubuh Felix dengan kuat.


Felix tersentak mendengar ucapan temannya. Apalagi perlakuan yang dia lakukan, "Aku sudah menuliskannya! Memangnya kau tidak membaca itu?"


Kay mengerutkan kening. Ia melepaskan bahu Felix, "Aku tidak melewatkan apapun dalam tulisannya. Bahkan aku membacanya beberapa kali dalam buku salinan lain yang mencakup sejarah itu. Tapi tidak satu pun diantara mereka yang membahas tentang Oliver yang memiliki kakak."


"Aku yakin sudah menulisnya. Apa isi itu dihapus? Tapi oleh siapa?" gumam Felix seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2