
"Kenapa kalian tidak pernah menceritakan apapun padaku tentang hal ini?" ucap Rafa dengan wajah yang ditekuk.
"Itu... Kami hanya tidak ingin melibatkanmu saja. Sama seperti tidak ingin melibatkan Alice," balas Nevan sambil menggaruk belakang lehernya. "Bukannya kami menganggapmu orang luar atau asing, tapi alasannya memang karena kami tidak ingin melibatkanmu.
Tapi sekarang aku mungkin akan melibatkanmu. Namun bukan dengan menyuruhmu bertarung dengan mereka. Hanya saja ucapan yang akan kusampaikan ini akan membuatmu merasa terlibat dengan semuanya."
Rafa mengerutkan keningnya. Ia menjadi penasaran saat Nevan menggantung kalimatnya tanpa melanjutkan, "Apa maksudmu?"
"Sebenarnya aku kemari untuk memperingatimu agar berhati hati. Ayah menceritakan sesuatu padaku tentangmu. Nama ibumu.. Meyra 'kan? Dia adalah adik ayah. Kau pasti sudah tahu tentang itu.
Namun yang ingin kukatakan, dia adalah blizt yang menciptakan pelindung kuat untuk dunia ini seorang diri belasan tahun lalu hingga tidak pernah ada satu pun iblis yang bisa masuk."
Rafa tertegun ketika mendengar ucapan Nevan. Ibunya adalah blizt? Ia terkejut karena dirinya tidak tahu apapun tentang wanita yang sudah melahirkannya itu. Sesaat setelah ia lahir dulu, ibunya meninggal.
"Lalu ayahmu.. Aku baru mengetahui ini belum lama. Tapi ayahku mengatakan, ayahmu adalah iblis. Iblis tingkat atas, panglima."
Bak tersambar petir di siang bolong, Rafa begitu terkesiap. Ia pernah tinggal dengan ayahnya hingga berumur 10 tahun. Tapi tidak pernah ada kecurigaan apapun padanya, "Tidak mungkin! Apa maksudmu?!" ucapnya dengan nada meninggi.
"K-kau tenanglah dulu. Dengarkan ucapanku sampai selesai," Nevan berbicara dengan kikuk.
Rafa menghela nafas sesaat dan menatap Nevan dengan tajam. Bagaimana bisa ayahnya disamakan dengan orang orang pemakan jantung itu?
"Aku tidak berbohong. Ayah mungkin tidak mengatakannya padamu karena tidak ingin kau tahu. Tapi dulu, hubungan ibu dan ayahmu sangat ditentang oleh ayah. Bibi adalah manusia yang memiliki kemampuan lebih dibanding manusia biasa dan paman, dia adalah iblis. Mereka tidak seharusnya memiliki hubungan.
Ayah bahkan mencoba membunuh paman agar mereka tidak bisa bersatu. Tapi kekuatan iblis mengalahkan ayah. Ayah tidak bisa membunuhnya dan terluka. Saat ayah terluka karena ulahnya, bibi menjadi marah. Pada saat itu hubungan mereka sempat renggang.
__ADS_1
Suatu hari, ayah mencoba membunuh paman lagi. Tapi hal itu diketahui bibi. Dia jadi mengetahui bila ayah 'lah yang memulainya. Pada akhirnya bibi berbaikan dengan paman. Mereka pergi jauh dari ayah dan menjalin hubungan tanpa persetujuan ayah.
Hingga hari kau lahir. Walaupun kau lahir dengan selamat, tapi ibumu meninggal. Hubungan antar manusia dan iblis seharusnya tidak terjalin. Manusia wanita yang menjadi pasangannya pasti akan mati setelah melahirkan anak karena tenaganya dialihkan pada anak itu. Ayah mengetahuinya, karena itu dia menentang keras hubungan mereka."
Deg
Jantung Rafa terasa berdebar ketika mendengar ucapan Nevan. Kata kata itu seolah merujuk bila kematian ibunya adalah salahnya. Apakah berarti ia adalah pembunuh dari wanita yang melahirkannya? Karena bila saja ia tidak lahir, ibunya mungkin tidak akan meninggal.
Melihat ekspresi Rafa, buru buru Nevan melanjutkan penjelasannya, "Ibumu juga tahu tentang kenyataan itu. Namun tidak dengan ayahmu. Pada akhirnya kau dibesarkan oleh ayahmu seorang. Ini semua bukanlah salahmu. Jadi jangan menyalahkan diri sendiri."
Sepertinya cara Nevan menyampaikannya sedikit salah, nyatanya Rafa langsung berekspresi murung. Ia dengan segera mengubah topik, "Ahh... Lalu ayah mengatakan padaku, sehari sebelum penyerangan Alice itu, ayah menemukan buku tua di perpustakaan. Buku itu berisi hal hal tentang blizt dan iblis saat masa lalu."
Nevan sengaja menjeda kalimatnya untuk melihat reaksi Rafa. Benar saja, fokus pemuda itu langsung teralihkan dan kini menunjukkan raut penasaran.
"Di buku itu tertulis, saat dulu pernah terjadi hal serupa. Lalu anak dengan darah campuran iblis dan blizt memiliki takdir untuk menjadi penguasa di kedua ras ini. Dia bisa menundukkan semua iblis dan blizt. Bahkan Raja iblis sekalipun tidak akan bisa berkutik di depannya. Lalu kau juga darah campuran, sama seperti orang orang itu."
"Percayalah padaku, Rafa. Aku tidak berbohong. Aku juga melihat buku yang ayah tunjukkan padaku. Namun..," Nevan kini merasa sulit untuk melanjutkan. Kata kata yang akan ia sampaikan seolah sulit untuk sekadar diucap.
"...Orang orang dengan darah campuran tidak memiliki umur panjang. Walaupun mereka setengah iblis, mereka tidak bisa hidup lama seperti makhluk itu. Kau memiliki kelebihan untuk bisa mengendalikan iblis dan blizt. Tapi kau tidak bisa hidup lama. Di catatan sejarahnya, paling lama mereka bisa hidup sampai umur 18 tahun."
Lagi lagi Rafa merasa seperti tersambar. 10 tahun?! Satu minggu lagi bahkan ia mencapai umur 17 tahun. Berarti ia hanya memiliki waktu 1 tahun lagi?
"Karena orang sepertimu memiliki banyak kekuatan..,
Tapi tubuh mereka tidak bisa menyesuaikan dan pada akhirnya mati di usia muda. Kekuatan yang mereka miliki itu disebut 'pengaruh mutlak'."
__ADS_1
Rafa langsung membalas, "Aku bahkan tidak tahu cara menggunakan kekuatan itu. Aku juga tidak tahu tentang kekuatannya. Kenapa aku harus mati dengan cepat karena kekuatan yang tidak kuketahui?"
Suaranya terdengar kesal sekaligus tidak percaya.
Nevan mungkin seharusnya tak memberitahu hal ini kepada Rafa. Lihatlah, saudaranya itu sekarang sedang kebingungan namun juga resah akan kematian yang sudah ditentukan. Ia mungkin akan berekspresi sama seperti itu bila berada di posisinya dan hal paling tepat dilakukan adalah tidak mengatakannya.
Ia sebenarnya sudah diingatkan oleh ayahnya untuk tidak mengatakan hal tentang umur yang dimiliki Rafa karena akan membuatnya gelisah. Tapi ia memiliki pemikiran berbeda. Bukankah Rafa yang memiliki hubungan dengan ini berhak tahu?
Setelah lama terdiam, akhirnya Rafa membuka suara yang disertai pertanyaan, "Sebenarnya 'pengaruh mutlak' itu kekuatan seperti apa? Kenapa hanya karena itu ras iblis dan blizt bisa tunduk?
Bukankah seharusnya darah campuran memiliki kekuatan yang lemah? Karena setengah blizt dan setengah ras iblis? Bukankah kekuatan mereka mungkin bertolak belakang? Jika bertolak belakang, seharusnya akan membuat seseorang lemah."
Nevan dibuat tidak bisa berkata kata dengan pertanyaan Rafa yang menyerbunya. Lebih tepatnya, ia tidak tahu bagaimana harus menanggapi itu. Dirinya sendiri tidak tahu kekuatan itu seperti apa dan bagaimana menggunakannya, "Di buku hanya tertulis jika 'pada saat krisis, mereka mulai bisa menggunakannya.' "
Rafa langsung menyergah, "Lalu kenapa saat aku dan Kevin diserang oleh orang asing itu, aku tidak bisa melakukan apapun? Aku bahkan hanya menjadi beban di sana. Apanya yang 'pengaruh mutlak'? Aku bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri."
Nevan terdiam. Mungkin itu benar. Pada saat itu pastinya Rafa terdesak. Tapi dia tidak bisa mengeluarkan 'pengaruh mutlak' itu.
Brakkk
Rafa menggebrak meja barunya hingga membuat Nevan sedikit terkejut. Ia mengeratkan kepalan tangan dan menggertakkan gigi dengan raut kesal. Ia tidak tahu bagaimana harus menanggapi hal ini. Usianya hanya sampai 18 tahun? Jangan bercanda!
Kenapa hanya karena 'pengaruh mutlak' itu umur hidupnya pendek? Ia tidak peduli bila kekuatan ini bisa menundukkan iblis dan blizt. Karena pada kenyataannya, ia bahkan tidak bisa menggunakannya untuk melindungi diri dari iblis tingkat atas.
"Kenapa kau tiba tiba mengatakan semua ini padaku Nev? Sebelumnya kau bahkan tidak mengatakan tentang jati dirimu sebagai blizt," ucap Rafa sambil menilik pemuda itu.
__ADS_1
Nevan tertegun sejenak, "Aku kemari untuk memastikan kondisimu, sekalian saja aku menjelaskan tentang Leon padamu. Tapi dari sana, pembicaraan kita menjalar kesegala arah tanpa aku sadari."