BUKAN DRAMA PERNIKAHAN

BUKAN DRAMA PERNIKAHAN
BAB 25


__ADS_3

Chelsea mengusap punggung Clara yang tengah menangis di dalam mobil yang sedang dikendarai oleh supir.


"Ra...." Panggil Chelsea.


"Dia begitu menjijikan, Chel. Pantas saja dia tidak pernah menyentuhku, ternyata dia seperti itu, menyukai sesama jenisnya, dan bodohnya aku tidak pernah menaruh curiga, padahal sudah sangat jelas setiap saat dia slalu bersama pria yang bernama Saamy itu, ternyata mereka itu berpasangan." Clara menangis dan mengeluarkan emosinya.


"Ini bisa membuatmu menang dipengadilan, Ra. Proses perceraianmu bisa semakin cepat." Kata Chelsea.


"Iya, Chel. Aku ingin bercerai secepatnya. Ternyata aku hanya dijadikan sebuah peran untuk mengisi drama pernikahan dia, Chel." Clara menutup wajahnya.


Chelsea juga terlihat shock, dia tidak menyangka cerita yang sering ia baca di internet kini ia dengar langsung dari orang yang mengalaminya, dan itu adalah Clara.


***


Setelah satu minggu, Bisma mendatangi Butik Erlasha, Bisma geram lantaran Clara menggugatnya cerai. Terlebih kabar ini sudah sampai ditelinga keluarganya terutama Intan.


"Clara!!" Panggil Bisma.


Clara menatap jijik pada Bisma dan Bisma segera menghampiri Clara lalu mencengkram lengannya dan menyeretnya keluar dari butik.


"Lepas, Mas!!" Kata Clara sambil berusaha melepaskan cengkraman Bisma.


Suasana butik terbilang masih sepi, karna Bisma datang disaat Butik baru dibuka, dan baru Clara juga beberapa pegawai kebersihan yang datang.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Bisma sambil memperlihatkan sebuah amplop yang bertuliskan pengadilan negri agama.


"Itu surat panggilan sidang." Kata Clara dingin.


"Aku tidak mau bercerai!!" Kata Bisma dengan tatapan menghujam.


"Katakan itu dipersidangan, aku tetap akan melanjutkan gugatan cerai itu, jila kamu tidak mau, aku akan memberi tahu keluargamu dan perusahaanmu jika kamu punya prilaku menyimpang." Ancam Clara.


"Beraninya kau!!" Geram Bisma.


"Lepaskan Clara!!" Suara Alesha setengah berteriak.


Bisma dan Clara menoleh kearah sumber suara.


"Jangan ikut campur, ini urusan runah tangga kami!!" Kata Bisma membentak.


Ragil datang bersama dua security, "Tangkap dia, dia menyakiti karyawan saya." Kata Ragil meski dengan nada gemulai, namun ada penekanan.


Bisma melepaskan cengkramannya, "Aku akan terus mengganggumu, Ra. Lihat saja." Bisma berjalan melewati Alesha dan Ragil namun menatap wajah Ragil dengan tatapan yang entah, dan Ragil tau tatapan seperti itu.

__ADS_1


Alesha dan Ragil membawa Clara untuk bicara diruangan Alesha.


Alesha duduk dikursi kebesarannya, Clara duduk bersebrangan dengan Alesha sementara Ragil berdiri sambil melipat kedua tangannya didada.


"Maafkan saya, Miss." Lirih Clara.


"Ra, untung kejadiannya disini, bagaimana jika sampai diluar, Aku takut suamimu akan menyakitimu." Kata Alesha.


"Saya bisa mengatasinya, Miss." Jawab Clara.


"Ra, kamu harus hati hati dengan orang seperti suamimu. Dia bisa nekat jika posisinya terancam." Kata Ragil.


"Miss, bisa aku minta video rekaman cctv di butik ini. Aku akan menyerahkannya sebagai bukti kepengadilan supaya proses perceraian cepat selesai." Pinta Clara pada Ragil.


Ragil menatap Alesha dan Alesha menganggukkan kepalanya. "Akan eike persiapkan."


"Ra.. Boleh aku bicara?" Alesha bertanya.


Clara mengangguk. "Setelah perceraianmu selesai, ada baiknya kamu mencari pekerjaan yang lebih dari sini, Ra. Aku berpikir kamu layak mendapatkan pekerjaan yang lebih dan bisa mengembangkan potensimu. Cobalah melamar ke perusahaan perusahaan." Kata Alesha.


"Benar itu, Ra. Disini kamu hanya sebagai sekertaris Miss Alesha dan juga merangkap asisten eike. Kamu tidak akan bisa berkembang karna disini bukan basic kamu, disini tidak ada jenjang karir, Ra." Sahut Ragil.


"Clara, aku mengerti kamu ingin membalas budi dengan mengabdikan dirimu di Erlasha, tapi kamu juga harus melihat masa depanmu, jadikan pekerjaan disini sebagai batu loncatan, kamu tetap boleh bekerja disini sampai mendapatkan pekerjaan baru." Kata Alesha bijak.


Jam makan siang,


Clara kembali mendatangi kantor pengacara milik Tristan, tentunya Chelsea juga sudah ada disana untuk menemani Clara.


Clara mendapatkan keringanan dari Erlasha untuk bekerja setengah hari jika memang sedang mengurus perceraiannya.


"Rekaman CCTV ini akan memberatkan suamimu jika dia menolak untuk bercerai. Kamu akan memenangkan gugatan." Kata Tristan.


Clara mengangguk.


"Kamu tidak akan membuka rahasia suamimu soal penyimpangannya?" Tanya Tristan.


"Tidak usah, Om. Biarkan aib dia, dia yang tanggung sendiri. Saya hanya ingin fokus bercerai saja." Jawab Clara.


Setelah berdiskusi dengan Tristan, Clara dan Jessi makan bersama disebuah kafe.


"Setelah bercerai, apa rencanamu, Ra?" Tanya Chelsea.


"Aku sedang mencari pekerjaan lain, Chel." Jawab Clara.

__ADS_1


Chelsea mengangguk, "Ya pekerjaanmu saat ini tidak sesuai dengan ijazahmu." jawab Chelsea.


"Punya chanel gak Chel?" Tanya Clara iseng.


"Mertuaku punya perusahaan, dan adik iparku punya jabatan disana, tapi adik iparku masih pendidikan S2 di luar negri." Jawab Chelsea, lalu Chelsea berfikir. "DW group aja, Ra. CEO nya temanku." Kata Chelsea.


"DW Group?" Tiba tiba saja Clara mengingat Aldrich. "Aku punya teman disana, dulu juga kerja bareng aku di Erlasha, tapi aku gak tau dia dibagian mana." Kata Clara.


"Kamu bisa mencarinya disana nanti." Kata Chelsea. "Coba aja masukan dulu lamaranmu kesana, nanti aku bantu bilang ke Om Fariz."


Clara mengernyitkan dahinya, "Temanmu Om Om, Chel?" Tanya Clara.


Chelsea tertawa, "Om Fariz itu sahabatnya Papiku, adiknya mertuaku. Nah anaknya itu sahabat aku, tapi dia gak mau pusing sama urusan pegawai, biar Om Fariz aja nanti, pasti langsung masuk."


Clara mengangguk. "Boleh, makasih ya Chel." Kata Clara tersenyum.


Sidang perceraian berjalan dengan baik, Bisma enggan mendatangi persidangan karna takut dengan ancaman Clara yang akan menyebar luaskan aibnya. Hal itu membuat jalannya persidangan lancar tanpa hambatan. terlebih tidak ada hal yang diperebutkannya.


Clara mengusap wajahnya tanda syukur atas selesainya sidang perceraiannya, ia bertekad setelah ini akan hidup lebih baik lagi, meniti karirnya dan hidup dengan bahagia meski hidup seorang diri.


Chelsea memeluk Clara, sejak awal persidangan memang Chelsea tak pernah absen untuk menemani Clara.


Clara pun mengucap banyak terimakasih pada Tristan yang mau membantunya tanpa menerima bayaran dari Clara. Tristan menganggap sahabat sang putri adalah putrinya juga. Terlebih ia merasa prihatin karna Clara hidup sebatang kara dan gagal di pernikahannya.


"Statusku janda, Chel." Kata Clara.


"Janda ting ting, Ra. Statusmu saja yang janda, tapi kamu masih ting ting." Kata Chelsea.


"Tolong jangan ceritakan pada siapapun ya Chel, aku ingin ada seseorang yang menerimaku apa ada nya, masalah kesucianku biar jadi kejutan untuk pasanganku nanti." Kata Clara.


Chelsea mengangguk, "Habis ini kamu harus hidup dengan lebih baik lagi ya, Ra. Semoga akan ada pria baik hati yang menerimamu apa adanya." Doa tulus Chelsea.


"Aamiin." Jawab Clara mengangguk dan tersenyum.


Alesha dan Ragil tetap mengijinkan Clara bekerja di Erlasha sampai Clara mendapatkan pekerjaan sesuai dengan basicnya. Clara sangat bersyukur karna Alesha dan Ragil slalu mendukungnya.


**


Fariz menerima sebuah berkas berisikan data seseorang.


"Apa ini?" Tanya Fariz pada Joni.


"Maaf tuan, ini CV wanita yang pernah tuan muda dekati." Jawab Joni.

__ADS_1


***


__ADS_2