
Davan turun bersama Billa dengan menggandeng tangannya, wajah Davan tampak berseri dan terlihat oleh dua keluarga besar yang ada disana.
"Aku tidak menyesal memisahkan mereka kemarin." Gumam Fadhil pada Ghea.
"Aku berpikir, kamu tidak merestui mereka, By." Jawab Ghea.
"Tidak ada alasan untuk tidak merestui mereka, mereka disatukan karna sudah ada takdirnya, tidak mungkin aku menolak apa yang sudah ditetapkan yang maha kuasa." Kata Fadhil bijak.
Tiga keluarga besar berkumpul ditaman belakang, mereka makan bersama dengan duduk menggelar karpet dihalaman belakang, duduk melingkar menandakan bahwa mereka semua adalah sama dan satu keluarga.
"Dear, jangan jauh jauh dari aku, nanti hilang." Bisik Davan pada istrinya.
Bila menepuk paha Davan. "Ish kamu. Masa dirumah bisa ilang sih."
Davan tersenyum membuat istrinya merengut.
"Omi.. Aku mau makan dong. Tapi aku malu." Bisik Billa."
"Sekarang, apa lagi, Omi? Apa itu Omi?" Tanya Davan heran yang nama panggilannya berubah kembali.
Billa nyengir sambil memperlihatkan jejeran giginya. "Om Suami." Jawab Billa terkikik.
Lagi lagi Davan hanya tersenyum, ia merasa gemas dengan istrinya itu.
Davan berdiri dan mengambilkan makanan untuk Billa. Ia mengambil porsi agak banyak karna ingin makan satu piring berdua dengan Billa.
"Tumben makanmu banyak sekali, Dav." Kata Stevi yang kebetulan juga sedang mengambil makanan.
"Eh Tante Stev. Ini porsi untuk berdua, Tan. Biar hemat piring, kasian si bibi banyak cucian piring." Jawab Davan beralasan.
Stevi mengernyitkan dahinya. "Bucin sekali anak Mama Ghea ini."
Davan menaik turunkan halisnya. "Anak buahnya Om Fariz, Tan. Bucin akut." Jawab Davan. "Duluan ya, Tan. Kasian Billa udah nungguin, nanti kelaperan istriku." Kata Davan sambil tersenyum.
"Oh tuhan.. Bucin dimana mana." Gumam Stevi sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Omi, kenapa banyak sekali?" Tanya Billa saat Davan kembali duduk disebelahnya.
"Berdua sama aku, Dear." Jawab Davan dengan senyum yang tidak luntur sedari tadi.
"Baru lho lihat Davan bisa bucin juga ternyata." Kata Jessi pada Ghea.
"Katanya anak buahnya Fariz." Sahut Stevi yang kini bergabung kembali.
Ghea hanya tersenyum melihat kebersamaan Davan dengan Billa, ia bersyukur masa masa pahit sudah dilewati oleh Davan dan Billa. Ghea berharap kebahagiaan akan menyelimuti rumah tangga putra bungsunya itu meski ada sesuatu yang mengganjal dihatinya walaupun entah itu apa.
Malam semakin larut, Davan melihat Billa yang sedari tadi terus menguap menahan kantuknya.
"Ayo tidur." Ajak Davan.
"Gak enak, masih ramai, Mi." Kata Billa.
"Mereka pasti maklum, kan kamu baru pulang dari LN, perjalanan kamu aja dipesawat 22 jam."
Billa mengangguk, ia berpamitan dengan yang lain meski Aldrich, Clara dan Jessi menggodanya.
Davan membawa Billa kembali kekamar, Billa membersihkan wajahnya kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian milik Davan yang kebesaran ditubuh mungilnya dan memakainya. Billa langsung menuju tempat tidur dan tak lama ia pun tertidur saking lelahnya. Davan yang baru saja membersihkan wajahnya dan juga mengganti pakaiannya tersenyum melihat Billa yang memakai pakaian miliknya, ia menyukai Billa yang seperti ini.
__ADS_1
Davan naik keatas tempat tidur dan menyelimuti Billa, meski gairahnya sedang tinggi, namun Davan tidak mau memaksakan karna Billa memang terlihat lelah sekali.
Davan memeluk Billa dari belakang, tak lama ia pun tertidur karna sama sama lelah.
**
Mentari pagi menembus gordeyn dikamar Davan, Billa menggeliat dan perlahan mengerjapkan matanya. Tak ia lihat keberadaan Davan dikamarnya, ia memegang bagian samping tempat dimana tidur dan terasa sudah dingin, menandakan pria tampan itu tlah sedari tadi sudah meninggalkannya.
"Apa tadi sehabis subuh, Omi tidak tidur lagi dan berangkat kerja pagi ya?" Tanya Billa pada dirinya sendiri.
Memang sehabis melaksanakan kewajiban subuh tadi, Billa tertidur kembali dengan masih mengenakan bawahan mukena. Davanpun menemani Billa tertidur kembali, namun ia tidak ikut tertidur melainkan segera bersiap untuk kekantor karna hari ini ia ada meeting penting dikantornya.
Billa melihat sebuah note diatas nakas. Note yang ditulis oleh Davan.
"Tidurmu nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkanmu. Jika hari ini tidak lelah, mainlah kekantorku seperti dulu saat kamu masih sekolah. Aku selalu merindukan kedatanganmu dikantorku. Love U, Dear."
Billa tersenyum membaca isi pesan didalam note itu, ia memfotonya lalu memasangnya di story chatnya. "Omi romantis sekali." Tulis Billa dalam captionnya.
Billa segera membersihkan diri kemudian berpakaian rapih, merias wajahnya dengan riasan natural.
Billa keluar dari kamarnya dan melihat Ghea sedang berbincang bersama Jessi.
"Hei sayang.." Sapa Ghea.
"Ma.. Maaf Billa kesiangan." Kata Billa sedikit malu.
"Tidak apa, kamu pasti lelah kan duduk lama dipesawat. Jadi saat ketemu kasur, kamu pasti melepaskan semua lelahmu." Jawab Ghea.
"Apa Davan mengerjaimu semalaman juga, Billa?" Tanya Jessi menggoda.
"Mengerjai apa, Tante?" Tanya Billa polos.
Wajah Billa bersemu merah, Ghea melihat sikap malu malu menantu kecilnya itu.
"Jess, udah jangan godain Billa terus." Kata Ghea lalu berdiri merangkul menantunya.
"Makan dulu sebelum pergi." Ajak Ghea.
"Engga, Ma. Nanti aja dikantor Omi." Kata Billa.
"Siapa itu Omi?" Tanya Jessi.
Billa hanya nyengir.
"Bill, siapa Omi? Kamu mau kemana?" Tanya Ghea.
"Omi tuh Om Suami, Ma." Jawab Billa malu malu.
"Oh tuhan, sweet sekali." Kata Jessi.
Billa berpamitan pada Ghea dan Jessi, ia diantar oleh supir keluarga untuk menuju perusahaan Davan.
"Jess.. Aku tuh melihat Billa seperti pernah melihat seseorang. Tapi siapa ya?" Tanya Ghea.
"Benarkah?" Tanya Jessi balik.
Ghea mengangguk, "Aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Saat pertama kali melihatnya di resort, aku seolah mengenalinya namun aku lupa siapa orangnya." Kata Ghea seolah berpikir.
__ADS_1
"Mungkin hanya perasaan kamu, kali Ghe." Balas Jessi.
Ghea mengangguk, "Iya.. tapi entah kenapa aku seperti sudah lama mengenalnya."
Sementara itu, Billa kembali menginjakan kaki di kantor Davan. Billa menyapa respsionist yang ternyata masih mengingatnya dan berbicang sebentar dengannya.
Billa terlihat ramah dan aura kecantikannya semakin terpancar karna kebaikannya itu.
"Aku naik dulu keatas, ya." Pamit Billa pada resepsionist itu.
Billa tiba dilantai atas, dimana terdapat ruangan Davan. Ia berjalan begitu saja hingga melewati meja sekertaris yang sedang mengecat kuku kuku lancipnya itu.
"Hei, siapa kau? Tidak sopan sama sekali melewati mejaku dan masuk keruangan CEO." Kata Jenny.
Billa melihat tampilan Jenny yang cukup sexy itu, bisa bisanya ada wanita sexy bekerja dengan suaminya.
"Aku mau bertemu CEO." Jawab Billa.
"Anda belum ada janji dengan Pak Davan, tidak bisa bertemu seenaknya." Kata Jenny.
Billa menaikan satu halisnya. "Aku punya hak istimewa untuk bertemu dengan bosmu."
Jenny mengernyitkan dahinya. Setau Jenny, hanya Aldrich dan Chelsea yang memiliki hak istimewa untuk bertemu langsung tanpa membuat janji, tapi tidak dengan wanita ini.
Ceklekk,
Pintu terbuka dan terlihat Davan keluar bersama Samsul.
"Dear..." Panggil Davan lalu memeluk Billa dan Billa membalas pelukannya.
"Dia melarangku masuk, Mi.." Kata Billa manja seolah sedang memainkan perannya.
Davan mengecup sekilas puncak kepala Billa lalu mengendurkan pelukannya.
"Samsul" Panggil Davan yang diiyakan oleh Samsul.
"Beri pengumuman bahwa Nabilla Azzahra adalah istriku yang baru saja pulang dari luar negri. Siapa yang berani tidak sopan dengannya segera berikan SP 1." Kata Davan tegas.
Jenny terkejut mendengar penjelasan dari Davan, ia tidak menyangka jika CEO yang terkenal dingin itu itu sudah memiliki istri.
Samsul yang sudah diberitahu oleh Davan didalam ruanganpun tidak terlalu kaget, ia juga cukup menyukai sikap Billa yang ramah dan baik padanya.
Davan membawa Billa masuk kedalam ruangannya, dan Samsul menghampiri meja Jenny.
"Sepertinya Bu Bos tidak menyukaimu, siap siap dipindahkan kebagian lain." Kata Samsul pada Jenny.
"Bapak tidak memberitahu saya, ya saya mana tau, Pak." Ucap Jenny beralasan.
"Saya saja baru tau hari ini." Balas Samsul kemudian melenggang pergi meninggalkan Jenny yang masih terlihat kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Duh.. Mama Ghea inget siapa ya??
Masih nyambung dikit ke Novel TAKDIR CINTA,
Siapa Billa? Akan ada kaitannya..
__ADS_1
Season 2 Davan agak sedikit panjang ya, tp tetep aku buat masalahnya gak berlarut larut dan cepet selesai.
Jangan lupa yg punya jatah Vote nganggur, kasih ke novelu ku ini ya 😁😁