BUKAN DRAMA PERNIKAHAN

BUKAN DRAMA PERNIKAHAN
BAB 66


__ADS_3

Tangan Fadhil gemetar saat membaca isi dokumen tentang Billa, istri dari putra bungsunya itu.


"Yasmin... Jadi Billa putrinya Yasmin." Gumam Fadhil.


Fariz dan Tristan hanya saling memandang.


"Yasmin sudah meninggal saat Billa masih sekolah dibangku SMA, korban tabrak lari yang ternyata pelakunya adalah pelanggannya yang kabur tanpa membayarnya terlebih dahulu." Ucap Fariz memperjelas.


"Selepas Kak Yasmin keluar dari penjara, ia mulai bekerja menjadi pelayan disebuah rumah makan sederhana, entah bagaimana ia memiliki Billa, ia juga tetap tidak memberitahu Billa siapa ayahnya. Dan untuk menghidupi Billa dan juga dirinya, ia mulai menjajakan diri sebagai kupu kupu malam dipinggiran toko toko yang sudah tutup." Kata Tristan menambahkan.


Fadhil merasa shock sekali mendengarnya, ia tidak menyangka jika kehidupan Yasmin akan setragis ini.


"Ghea bagaimana, Mas?" Tanya Fariz khawatir.


"Saya masih takut jika Ghea masih mengingat kejadian tiga puluh tahun yang lalu. Dimana Yasmin dengan tega hampir menjual adiknya sendiri." Ucap Fadhil.


"Yang saya pikirkan justru Davan, Mas. Jika Davan tau istrinya adalah anak dari orang yang sudah begitu menyakiti Mamanya, saya takut hubungan Davan dengan Billa akan...." Tristan tidak berani meneruskan perkataannya.


"Yang saya takutkan, Ghea shock dan sakit. Lalu Davan mengetahuinya dan dia tidak bertanggung jawab dengan pernikahannya. Karna bagaimanapun, Billa tidak bersalah." Ucap Fadhil.


"Tapi cepat atau lambat, Ghea pasti tau Mas." Kata Fariz.


"Ghea slalu tidak mau berurusan dengan apapun yang menyangkut Kak Yasmin. Apa Ghea bisa menerima Billa, Mas?" Tanya Tristan.


Lagi lagi Fadhil menghela nafasnya. "Saya yakin hati Ghea yang lembut bisa menerima kehadiran Billa, tapi saya juga ragu, Tristan." Kata Fadhil frustasi.


Diam diam pembicaraan mereka didengar oleh Zayn. Zayn cukup terkejut mengetahui masa lalu orang tuanya. Apa lagi saat mereka membahas soal penculikan dan hampir membuat Ghea dijual oleh seseorang di masa lalu yang bernama Yasmin.


Sebulan berlalu,


Rahasia siapa Billa masih ditutup rapat oleh Fadhil, Fariz dan Tristan. Sikap mereka pada Billa pun seperti biasa dan tidak berubah.


Hanya saja Zayn yang tau menjadi tidak respect pada Billa, bersikap cuek dan mencoba menghindar demi menjaga perasaan Davan.


Dirumah, Ghea tengah menaiki anak tangga untuk melihat Chelsea yang sedang menyusui Amira di kamarnya. Namun ia melihat PRT yang kesusahan ketika akan masuk kedalam kamar Davan untuk menaruh pakaian bersihnya.


Ghea membantunya membukakan pintu kamar. Dan ia pun ikut masuk untuk membantu PRT membereskan pakaian Putra dan menantunya itu.


"Biar saya aja, Bu." Kata PRT.


"Gak apa apa, Bi. Saya lagi gak ada kerjaan." Jawab Ghea sedikit tertawa.


Ghea membuka lemari pakaian Davan di walk in closet dan membenahi barang barang aksesoris seperti ikat pinggang, dasi dan koleksi jam tangan putranya.


"Bu, ini kotak milik Mbak Nabilla, saya bereskan dimana ya?" Tanya PRT.


Ghea melihat kearah kotak yang dimaksud oleh PRT, kemudian mengedarkan pandangannya mencari tempat yang cocok untuk isi didalam kotak tersebut.

__ADS_1


"Dilaci sana aja, Bi. Dekat dengan kaca rias." Kata Ghea yang diangguki oleh PRT.


Selesai Ghea merapihkan aksesoris milik Davan, ia menghampiri ART karna sedikit penasaran dengan isi kotak milik menantunya itu. Halis Ghea bertaut saat melihat sebuah foto yang sedikit ia kenali.


"Coba saya lihat, Bi." Kata Ghea dan PRT memberikan nya.


Jantung Ghea berdegup kencang saat melihat Foto Billa bersama seorang wanita yang ia kenali. Foto saat Billa lulus dari Bangku SMP karna difoto itu Billa tengah memamerkan Ijazah dari SMP itu.


"Kak Yasmin." Gumam Ghea.


Tubuh Ghea serasa melemas dan ia mencari sandaran hingga tangannya menyentuh meja rias yang bisa menopang tubuhnya yang hampir tumbang.


"Billa anak Kak Yasmin?" Gumam Ghea, "Kak Yasmin jadi kupu kupu malam dan sudah meninggal?" Gumamnya lagi yang semakin membuat jantungnya tidak karuan


Ghea mengeluarkan banyak keringat dingin, dan PRT mulai terlihat panik. "Bu, Ibu gak apa-apa?" Tanya PRT sementara Ghea hanya diam dengan wajah yang sudah memucat.


Brukk,


Tubuh Ghea akhirnya ambruk dan PRT semakin panik. Terpaksa ia menidurkan Ghea dilantai dan keluar untuk mencari pertolongan.


Chelsea yang baru saja keluar dari kamar melihat PRT yang sedikit berteriak. "Ada apa, Bi?" Tanya Chelsea.


"Ibu pingsan di ruang ganti kamar Mas Davan, Mba Chel." Kata PRT.


"Ya ampun, Mama. Bibi panggil satpam dan panggilkan Mamiku disebrang ya." Pinta Chelsea yang kemudian menghampiri Ghea dan menaruh kepala Ghea dipangkuannya.


Tidak lama, Jessi datang bersama Yoda, dan Yoda segera mengangkat Ghea ke tempat tidur Davan.


"Telpon Zayn, Chel." Kata Jessi.


Chelsea langsung menghubungi suaminya. Sementara Yoda memanggilkan dokter keluarga untuk memeriksa Ghea.


Jessi pun menghubungi Stevi dan dengan segera Stevi bersama Clara yang memang akan pergi bersama langsung menuju kerumah Ghea.


"Tekanan darah pasien tinggi, pasien tidak boleh banyak pikiran." Kata dokter lalu meresepkan obat dan vitamin untuk Ghea.


Sementara Stevi dan Jessi menanyai PRT lalu PRT menceritakan kejadian saat melihat selembar foto milik Billa. Stevi meminta foto tersebut dan ia mengingat ingat meski ia tidak terlalu ingat.


Jessi pun melihatnya, ia pun sama seolah lupa dengan kejadian yang sudah lama.


"Tadi ibu nyebutin nama, Yasmin kalo tidak salah, Ibu Stevi." Kata PRT.


Sontak ingatan Stevi tertuju pada kejadian yang sudah lewat dari tiga puluh tahun yang lalu. "Kakaknya Ghea yang culik Ghea waktu itu, Jess." Kata Stevi mengingatkan.


Jessi mengingat kejadian itu. "Gue sempat lihat sekilas tapi gak merhatiin. Jadi dia ibunya Billa?" Tanya Jessi.


"Oh tuhan takdir apa lagi ini? Billa jadi menantunya Ghea, Billa anak dari wanita yang tidak ingin Ghea tau lagi kini malah menjadi menantunya." Kata Stevi.

__ADS_1


"Tapi bukankah ibunya Billa sudah meninggal?" Tanya Jessi.


Stevi mengangguk, ia tau crita tentang meninggalnya ibunya Billa, "Tragis sekali." Jawabnya.


Zayn pulang bersama Fadhil, ia segera menuju kamar sang ibu karna tadi Ghea sudah dipindahkan kekamarnya sendiri.


Fadhil mendekat, duduk ditepi tempat tidur dan Ghea langsung memeluknya, tangisnya seketika pecah.


"Kak Yasmin, By..." Ucap Ghea yang sedari tadi masih menahan emosinya.


"Tidak apa apa sayang, semua akan baik baik saja." Kata Fadhil menenangkan Ghea dengan mengusap punggungnya.


Namun lagi lagi, kondisi Ghea drop kembali, ia kembali pingsan setelah melepaskan emosinya dengan tangisannya.


"Zayn, siapkan mobil. Kita bawa Mama keeumah sakit saja." Kata Fadhil.


Zayn segera menyiapkan mobil.


Fariz tiba bersama Aldrich dan Tristan datang sendiri. Stevi menceritakan apa yang terjadi pada Ghea, Fariz dan Tristan hanya saling melirik.


"Apa kita perlu menghubungi Davan?" Tanya Aldrich. Karna kini Davan tengah bersama Billa untuk meninjau resort di labuan bajo.


Zayn yang kebetulan lewat langsung menjawab. "Hubungi Davan dan dia harus tau semuanya, Al."


"Tidak bisa seperti itu, Zayn. Bagaimanapun Billa adalah istri Davan." Kata Tristan.


"Tapi Davan harus tau yang sebenarnya, Pi. Davan harus tau siapa wanita yang dia nikahi." Kata Zayn.


Fariz menghela nafas. "Zayn, tunggu Mamamu stabil baru kita bicarakan lagi."


"Mama akan stabil jika tidak berhubungan lagi dengan orang orang yang menyakitinya dimasa lalu, Om." Jawab Zayn.


"Termasuk istri dari adikmu sendiri?" Tanya Tristan tak percaya.


"Ya, siapapun orangnya, Pi." Jawab Zayn.


"Kak.." Chelsea mengingatkan Zayn untuk tidak seperti itu.


"Sea, Davan menikahi wanita yang salah." Kata Zayn lalu meninggalkan mereka yang sedang berkumpul untuk menggendong sang ibu menuju mobil dan dibawa kerumah sakit.


Fadhil dan Zayn membawa Ghea kerumah sakit. Sementara yang lainnya berkumpul dirumah Tristan.


"Bagaimana ini, Chel." Tanya Aldrich.


"Aku tidak tau, tapi kamu lihat sendiri kan, Al. Davan baru saja bahagia setelah berpisah lama dengan Billa."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Readers Semangatin Mas Davan yuk..


__ADS_2