
"Dia memanggilmu Om, apa kau sugar daddy nya?"
Davan menatap tajam Aldrich dan hal itu membuat Aldrich tertawa.
"Kau akan terlihat seperti ped*ofil jika benar menyukai anak SMA, Dav." Kata Aldrich lagi yang terus terusan menyindir Davan.
Davan masih terdiam, ia menyelami perasaanya, benarkah jika Davan menyukai Billa.
"Jangan bicara apapun pada Clara, karna pasti Clara akan memberitahu Chelsea, lalu Chelsea memberitahu Kak Zayn dan akhirnya sampai ditelinga Papa dan Mama." Ucap Davan.
Aldrich mengangguk mengerti. "Berapa usianya?" Tanya Aldrich.
"Katanya setelah ujian selesai, dia berumur tujuh belas tahun."
"Muda sekali." Ucap Aldrich. "Kau akan menyatakan cintamu padanya?"
Davan menghela nafas, "Sudah ku bilang aku tidak menyukainya, apa lagi cinta. Aku hanya menolongnya saja, Al."
Aldrich berdiri dari duduknya, "Ya, kau hanya menolongnya, kau tidak menyadari perasaanmu sampai nanti gadis itu dimiliki orang lain baru kau akan menyadarinya." Kata Aldrich yang membuat hati Davan menjadi sedikit was was. "Aku balik kekantor dulu. Selami perasaanmu, aku tau kamu mencintai gadis kecil itu." Aldrich keluar dari ruangan rapat meninggalkan Davan yang masih memikirkan kata kata Aldrich.
Davan kembali keruangannya dan melihat Billa yang tengah duduk di sofa.
"Kapan kelulusanmu?" Tanya Davan.
"Bulan depan, Om." Jawab Billa seperti biasa.
"Siapa yang menjadi walimu nanti?" Tanya Davan lagi.
"Aku tidak tau, mungkin sendiri."
Davan hanya mengangguk.
**
Sebulan kemudian adalah acara kelulusan Billa. Ia sudah menyiapkan semua ini, berkat uang yang diberikan Davan, Billa bisa membeli kebaya yang murah dari online shop, meski murah namun tidak membuat kecantikannya luntur, apa lagi Billa merias dirinya sendiri dengan riasan natural menggunakan make up milik mendiang ibunya.
Billa berjalan keluar dari gang kontrakannya, ia akan memesan sebuah taxi online dari titik halte didekat gangnya, Billa tidak mungkin memakai ojek online untuk mengantarnya hingga ke gedung diselenggarakannya acara tersebut mengingat Billa memakai rok kebaya.
__ADS_1
Billa mengeluarkan ponselnya untuk memesan taxi online dititik yang sudah ia tempati.
Namun sebuah mobil suv berhenti didepannya dan membuka jendelanya.
"Bill, masuk." Kata Davan.
Billa yang sedikit menunduk pun mengangguk, ia langsung masuk dan duduk bersama Davan percis disamping kemudi.
"Om mau kemana?" Tanya Billa.
"Ke tempat acara kelulusan kamu." Jawab Davan santai.
"Ngapain?" Tanya Billa.
"Ya jadi wali di kelulusan kamu."
"Lah nanti jadi pertanyaan guru guruku, Om." Billa ingin menolak.
"Ya jawab aja, aku ini Om kamu." Kata Davan santai.
"Ya gak bisa lah Om, Om lupa waktu aku lagi study tour, Om dan orang tua Om negur kepala sekolah karna masalah pembullyan." Ucap Billa.
Davan menghela nafasnya, "Aku lupa. Disana juga akan ada Papa dan Kakakku." Jawab Davan yang percaya dirinya luntur seketika.
"Aku akan mengantarkanmu hingga pintu loby, dan akan menunggumu diparkiran. Beritahu aku jika sudah selesai." Kata Davan lagi.
"Om pulang aja, disini lama, Om." Ucap Billa.
Davan mengangguk. "Baiklah, pastikan langsung pulang, pake taxi online." Ucap Davan pada akhirnya. Ia juga tidak ingin sampai mobilnya terlihat oleh Fadhil maupun Zayn, bisa bisa nanti Davan diberondong banyak pertanyaan oleh mereka semua.
Davan memutuskan untuk datang kekantornya, padahal ini adalah hari sabtu, tidak ada karyawan yang masuk kecuali tim teknisi dan IT yang biasanya bertugas memperbaiki sistem dan instalasi listrik saat karyawan libur.
"Apa aku menyukainya? Apa aku menyukai gadis itu?" Gumam Davan sambil merebahkan tubuhnya disofa yang ada didalam ruangan itu. Ia tidak masuk kedalam kamar pribadinya karna ia pikir hanya akan beristirahat sebentar sebelum akhirnya pulang.
Tanpa Davan sadari, ia tertidur lebih dari empat jam, saat Davan bangun, ia melihat jam di pergelangan tangannya, dan menunjukan pukul dua siang.
Davan segera mengambil wudhu dan menunaikan kewajibannya yang terlewat.
__ADS_1
Setelah itu, ia mengambil ponsel untuk melihat pesan masuk, namun tidak ada satupun pesan dari Billa, ia melihat story Billa di aplikasi bergambar telpon berwarna hijau itu, terlihat Billa tengah memposting Map Ijazah dan diberi caption "Terimakasih orang baik. Nilai dan prestasiku yang tertinggi ini untukmu." Tulisnya. Davan tau bahwa story itu ditunjukan untuknya.
Saat itu juga, Davan memutuskan keluar dari kantornya entah mengapa ia mengarahkan mobilnya pada jalan menuju kontrakan Billa.
Davan menunggu lama didalam mobil yang ia parkirkan didekat gang kontrakan Billa, ia berpikir ingin berkunjung tapi seakan ragu.
Davan meraih ponselnya dan mencoba menelpon Billa untuk meminta menemuinya didepan gang, namun ponsel Billa tidak aktif.
Akhirnya Davan turun dari mobilnya, ia melangkah untuk mencari kontrakan yang Billa tempati, namun saat didalam gang, hujan turun dengan deras, memang sedari tadi cukup mendung dan terlihat akan turun hujan, namun Davan tidak berpikir sejauh itu, dalam pikirannya ia hanya ingin bertemu Billa dan menanyakan soal kelulusannya tadi.
Davan berjalan tergesa gesa dan menanyakan pada warung perihal letak kontrakan Billa, pemilik warung menatap sinis pada Davan saat menyebutkan nama Billa dan mulai berpikir yang tidak tidak. Kondisi pakaian Davan pun agak basah dan sudah menembus kulit tubuhnya.
Davan kembali menerobos hujan setelah pemilik warung memberitahu letak kontrakan Billa, ia mengetuk satu pintu yang ia yakini adalah kontrakan Billa, karna Davan melihat sepatu yang sering Billa pakai percis didepan pintu kontrakannya.
Billa yang sedang tidur pun membuka pintu dan terkejut saat melihat Davan berada didepan kontrakannya, kondisi Billa yang acak acakan entah mengapa membuat Davan tersenyum.
"Om.." Kata Billa terkejut.
"Ponselmu tdak aktif." Ucap Davan.
Billa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menguncir rambutnya asal. "Tadi mati kehabisan daya, terus aku carger dan aku ketiduran." Jawab Billa.
"Baju Om, Basah." Kata Billa.
Davan mengangguk, "Iya. Biar saja nanti juga kering."
"Nanti masuk angin, Om. Ganti baju saja. Aku ada beberapa baju over size, sepertinya cukup di Om." Kata Billa yang kemudian masuk dan membiarkan pintu kontrakannya terbuka.
"Baju siapa?" Tanya Davan seolah menyelidik.
"Bajuku, Om. Aku kalau tidur suka pakai baju over size karna gak bikin gerah." Jawab Billa. "Masuk Om." Ajak Billa yang tlah mengambil satu baju berwarna hitam polos. "Nih, Om. Om bisa pakai ini, muat kan?"
Davan membuka lipatan bajunya dan memang baju itu cukup besar dan akan muat ditubuhnya. Davan segera kekamar mandi setelah Billa menunjukannya.
Billa juga memberikan handuk bersih untuk Davan. Davan mengganti pakaiannya sekaligus sedikit membilas rambutnya yang basah karna air hujan. Ia keluar dengan pakaian lengkap, beruntung celananya tidak ikut basah. Satu tangannya memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya.
"ITU DIA ORANGNYA!!"
__ADS_1
Degg...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...