BUKAN DRAMA PERNIKAHAN

BUKAN DRAMA PERNIKAHAN
BAB 65


__ADS_3

Davan mengajak Billa duduk disofa, namun ia menarik Billa untuk duduk dipangkuannya percis berhadapan dengan Davan.


"Omi.." Pekik Billa yang merasa terkejut karna Davan semakin lebih berani.


"Apa, Sayang. Kita masih suami istri, sudah halal." Jawab Davan.


"Tapi ini kantor." Kata Billa yang takut kepergok.


"Sudah aku kunci pintunya. Lagi pula ini jam istirahat. Tidak akan ada yang kesini." Kata Davan sambil mulai menelusuri leher jenjang Billa.


Billa mengusap kepala Davan, "Nanti saja, nanti kebablasan." Ucapnya lembut.


Davan mengangkat wajahnya dan melihat ke wajah Billa. "Besok aku mau ke Anyer, kunjungan kerja. Kamu ikut ya, sekalian kita honeymoon, tiga hari disana." Ucap Davan sambil mengusap pipi Billa.


Billa mengangguk patuh.


"Mi, aku gak suka sekertarismu. Bisakah kamu menggantinya dengan wanita paruh baya mungkin." Kata Billa.


"Davan tersenyum, "Kamu cemburu?" Tanya Davan.


Billa mengangguk, "Dia sexy sekali, aku takut kamu tergoda olehnya." Jawab Billa jujur.


"Tidak mungkin aku tergoda olehnya, aku hanya tergoda olehmu saja, Dear." Davan mengecup sekilas bibir Billa, ia merasa senang karna Billa cemburu yang berarti Billa memang benar mencintainya.


"Tapi aku tidak menyukainya." Kata Billa keras kepala.


Davan tersenyum melihat Billa yang sepossesif ini pada dirinya. "Baiklah, aku akan memindahkan dia kebagian lain dan mencari sekertaris paruh baya untuk gantinya."


Billa menganggukan kepalanya. "Tapi sekarang aku lapar, belum makan." Kata Billa.


"Mau keluar, atau makan disini?" Tanya Davan.


"Disini aja, aku masih ngantuk." Jawab Billa manja.


Davan memesan makanan via ponsel pintarnya, ia juga menyuapi Billa dengan telaten. Mereka juga berbincang soal kegiatan Billa selama diluar negri dan kuliahnya juga.


"Tadi pagi, Mama bicara padaku soal resepsi pernikahan kita, Mama ingin mengadakan resepsi karna tidak ada yang tau jika kita sudah menikah. Bagaimana menurutmu?" Tanya Davan.


Billa bersandar pada sofa, "Aku tidak suka keramaian, entah mengapa aku sangat tidak suka. Bisakah jika kita tidak usah mengadakannya?" Tanya Billa.


Davan memandang serius pada Billa.


"Kamu bukan orang biasa, Mi. Aku takut mereka mencari asal usulku yang hanya anak seorang wanita kupu kupu malam dan terlahir tanpa tau siapa ayahnya." Kata Billa tidak percaya diri.


Davan menggenggam tangan Billa, "Kamu ratu dihatiku. Tidak akan ada yang memandang rendah dirimu."


"Tapi aku takut, aku tidak mau ada orang yang tau siapa aku." Pinta Billa.


Davan meraih kepala Billa untuk disandarkan didadanya. "Nanti aku bicara lagi dengan Mama. Jangan dipikirkan ya." Davan mengecup sekilas puncak kepala Billa.


**

__ADS_1


Fariz menerima sebuah laporan masuk, entah mengapa ia dan Tristan menyelidiki asal usul Billa. Tristan yang mengamati wajah Billa merasa tidak asing dengan wajahnya, lalu membicarakannya pada Fariz membuat mereka pada akhirnya mencari tau.


Fariz membuka map coklat dan membukanya. Dia cukup terkejut saat membaca nama yang tertera sebagai ibu kandung dari Billa


"Jadi Billa anaknya? Oh takdir macam apa ini?" Kata Fariz mengusap wajahnya kasar.


"Apa Mas Fadhil tidak melihat biodata Billa saat akan mengirimnya keluar negri?" Tanya Fariz sambil terus menatap lembaran mengenai informasi Billa.


Fariz meraih ponselnya dan segera menelpon Tristan, ia akan mencoba untuk berbicara dulu dengan Tristan karna Tristan juga tau soal wanita yang sudah lama menghilang dari kehidupan Ghea dan keluarganya.


"Kita tidak salah menduga, Tan." Kata Fariz sambil menyerahkan map coklat pada Tristan.


Tristan membuka dan membacanya.


Nama lengkap Nabilla Azzahra, kelahiran Jakarta, 26 Mei, xxxx, Nama orang tua, Ayah tidak diketahui, dan nama Ibu....." Tristan menggantung kalimatnya.


"Jadi benar, Riz?" Tanya Tristan dan fariz mengangguk.


"Apa Mas Fadhil tidak memperhatikannya saat mengirim Billa keluar negri? Harusnya Mas Fadhil membaca siapa nama ibunya Billa." Kata Tristan tidak percaya.


"Kemungkinan bukan Mas Fadhil yang mengurus surat surat kelengkapan Billa, bisa jadi asistennya atau Zayn yang mengurusnya, kamu kan tau sendiri Zayn tidak tau apa apa soal cerita dimasa lalu." Kata Fariz yang memang masuk akal.


Tristan mengangguk. "Ghea pasti shock jika mengetahui asal usul Billa." Gumam Tristan.


"Haruskah kita memberitahunya?" Tanya Fariz.


Tristan pun berpikir. "Mau tidak mau kita bicarakan ini pada Mas Fadhil.


**


"Tidak usah membawa banyak pakaian, Dear."


"Memang kenapa?" Tanya Billa.


Davan mendekat kearah Billa, "Disana kamu tidak perlu memakai baju, karna kita akan terus berada dikamar." Jawab Davan yang membuat Billa merasa malu.


Semalam Davan memang belum melaksanakan kewajibannya, karna ia tidak ingin membuat Billa lelah dan gagal berangkat untuk honeymoon. Billa pun masih terlihat lelah sepulangnya ia dari luar negri, jadi Davan membiarkan banyak istirahat agar kondisinya fit kembali.


"Kalian jadi berangkat?" Tanya Ghea yang sedang menggendong Amira.


"Iya Ma, aku mengajak Billa untuk kunjungan kerja di resort yang di anyer." Jawab Davan.


"Sekalian honeymoon nih yee.." Ledek Chelsea yang sedang menyuapi Rayyan makan.


"Iyalah, biar Amira cepet ada temennya, kali aja bayi pertamaku nanti baby girl." Kata Davan.


"Itu pas sekali, Rayyan ada Alaska, dan Amira nanti ada baby girl." Ucap Ghea.


"Aamiin.." Jawab Davan dan Billa bersamaan.


**

__ADS_1


Billa menginjakan kembali di resort ini, tempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Davan.


Davan membawanya ke resort khusus milik keluarganya yang kini ia kelola.


"Sepertinya bukan kunjungan kerja, sepertinya memang sengaja mengajakku kesini." Kata Billa sambil menelusuri kejadian dimasa lalu, dengan memandang pantai yang indah dari jendela kamarnya.


Davan memeluk Billa dari belakang dan mendaratkan dagunya di bahu Billa, "Aku ingin menghapus jejak masa lalumu yang tidak bahagia, dengan kebahagiaan yang kuberi."


Billa membalikan tubuhnya menghadap Davan dan melingkarkan tangannya dileher Davan. "Kenapa kamu baik sekali padaku?"


Davan menempelkan keningmya dikening Billa, "Karna aku mencintaimu, entah mengapa saat melihatmu dibully oleh teman temanmu, aku merasa ingin slalu melindungimu dan jadi pelindungmu."


"Apakah aku beruntung?" Tanya Billa.


"Aku yang beruntung karna mengenalmu." Jawab Davan.


"Bolehkah aku, memulainya sekarang?" Tanya Davan ambigu namun dimengerti oleh Billa.


Billa menganggukan kepalanya. "I'm yours."


Davan tidak menyianyiakan waktu, ia langsung meraup bibir Billa dan menciumnya begitu dalam dan menuntut.


Kali ini Billa bisa membalas ciuman Davan dan mereka terhanyut dengan permainan yang mereka ciptakan sendiri.


Davan membawa Billa keranjang mereka dan menidurkan Billa dengan hati hati.


"Mass..." Lenguh Billa saat Davan menciumi bagian lehernya dan memberikan banyak tanda sebagai tanda kepemilikan sambil melucuti pakaian Billa dan juga dirinya.


Billa mengangkup wajah Davan. "Maaf aku baru siap memberikan hakmu." Kata Billa parau.


Davan merapihkan anak rambut Billa, "Pegang bahuku jika itu terasa sakit, bilang padaku jika aku melakukannya dengan kasar."


Billa mengangguk, "Pelan pelan ya Mas." Kata Billa yang kini merubah kembali panggilannya dan membuat Davan merasa gemas.


Davan memulai permainanya, memberikan sentuhan sentuhan dititik titik sensitif Billa, mengikuti instingnya untuk mencari titik yang memuaskan bagi keduanya. Hingga Billa mencengkram kuat bahu Davan saat merasa sesuatu mengoyak bagian intinya, membuat Billa memejamkan matanya dan beberapa bulir air mata keluar begitu saja.


Billa menyerahkan kesuciannya pada suaminya, ia bangga karna bisa memberikan sesuatu pada suaminya meski tidak dimalam pertamanya.


Aliran hangat terasa mengalir dibagian inti Billa, sebuah tanda jika Davanlah yang berhasil menerobosnya untuk pertama kalinya. Dengan penuh kasih sayang, Davan memainkan permainanya, saling memberi dan menerima kenikmatan.


Hingga keduanya berada dipuncak pelepasan, Billa melenguh dan Davan mengeram saat pertama kali melepaskan bibit unggul terbaiknya diladang yang dinamakan rahim istrinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Catatan Author.


Bagian MP Davan direvisi karna tidak lulus review. Jangan kecewa ya..


Aku akan kasih konflik yang sepertinya sedikit berat tapi sesuai ciri khasku, konflik tidak bertele tele.


Ada yang bisa tebak konfliknya apa?

__ADS_1


Siapa wanita yang dimaksud Fariz dan Tristan? Yang sudah baca kisah Ghea di TAKDIR CINTA (Ghea&Tristan) Pasti tau..


__ADS_2