BUKAN DRAMA PERNIKAHAN

BUKAN DRAMA PERNIKAHAN
BAB 95


__ADS_3

Jihan kembali beraktifitas seperti semula, sejak kejadian itu, tidak ada lagi pembahasan mengenai perjodohan dirinya dengan Alaska.


Hubungan Jidan dan Davan pun kembali membaik. Tidak bisa Davan bayangkan jika Jidan akan pergi membawa Jihan karna ketidak tegasannya.


"Son, Ayah dengan kau akan bekerjasama dengan GAB Travel n Tours?" Tanya Davan pada Jidan.


"Iya yah, Travel dan tours milik Gibran akan mempromosikan hotel dan resort kita diberbagai tempat, bukankah menguntungkan untuk kita?" Tanya Jidan.


Davan mengangguk, "Ya, kau benar Jid. semoga kerjasama ini berjalan lancar." Ucap Davan yang diangguki oleh Jidan.


"Son, kau tak ingin mempunyai kekasih?" Tanya Davan yang mulai membahas kehidupan pribadi sang putra.


Jidan mengerdikan bahunya, "Belum kepikiran, Yah. Nanti saja kalau Jihan sudah menemukan pria yang tepat." Jawab Jidan.


"Kau juga harus memikirkan dirimu sendiri." Kata Davan mengajak bicara putra sulungnya itu.


Jidan terdiam, tiba tiba saja ia mengingat tempat kelahirannya. "Sudah lama aku tidak berkunjung ke hotel cabang di Jogja, aku akan kesana bulan depan Yah." Ucapnya.


Davan menghela nafasnya, "Ayah sedang membicarakan wanita untukmu, kau mengalihkan dengan pekerjaan."


Jidan tertawa, "Nanti saja, Yah. Setelah Jihan bahagia."


"Kau memang anak yang baik, Jid. Kau begitu menjaga Jihan, Ayah bangga padamu." Ucap Davan.


**


Jihan tengah membahas pekerjaan bersama Beni dan Alaska.


Namun pikiran Alaska sedang tidak fokus, membuat dirinya tidak memahami apa yang dijelaskan oleh Beni.


"Kalian selesaikan saja, aku sedang tidak bersemangat." Kata Alaska.


"Siang nanti kita ada pertemuan dengan klien, Pak." Ucap Jihan mengingatkan.


Alaska mengangguk, "Siapkan saja berkasnya, Ji." Kata Alaska yang sudah beberapa hari ini berkata lembut pada Jihan.


Jihan dan Beni keluar dari ruangan Alaska.


"Bos aneh ya, Ji." Kata Beni.


"Dia memang slalu aneh, Bang Ben." Jawab Jihan tertawa.


"Tapi sikap Bos sekarang jadi manis sekali padamu, Ji."


"Benarkah? Ku rasa dia sedang kesambet." Jihan kembali tertawa.


"Ishh kamu nih, Ji. Tau gak sewaktu kamu sakit, Bos uring uringan, marah marah mulu, semua orang kena sembur." Kata Beni.


Jihan mengerdikan bahunya, "Jelas saja, kerjaannya banyak, gak ada aku yang bantuin kerjaannya, jadi Bos stres dan marah marah."


"Bukan gitu deh kayaknya, Ji. Si Bos kayak suka sama kamu." Beni menyenggol lengan Jihan.

__ADS_1


"Bang Ben, dengerin aku ya. Bos udah punya pacar, katan Jidan saudaraku, pacarnya akan kembali beberapa bulan lagi." Ungkap Jihan.


Siang hari, Alaska dan Jihan bertemu dengan klien disebuah restoran disebuah hotel.


Jihan seperti biasa melobi klien, Alaska melihat Jihan yang slalu saja bisa menarik di mata kliennya. Entah pesona apa yang Jihan miliki hingga membuat klien slalu saja menyetujui dengan syarat dan penawaran yang diberikan oleh Jihan.


"Goal lagi proyekmu, Kak." Kata Jihan.


"Proyek kita, Ji. Kalau bukan karnamu, proyek ini tidak goal." Kata Alaska sambil menyetir.


"Berarti Kakak harus memberikanku bonus yang banyak." Ucap Jihan dengan senang.


Alaska berdecak, "Om Davan sudah kaya, bisnisnya semakin berkembang, hotel dan resort bahkan sampai ke negri Asia, tapi kau seperti kekurangan uang saja, Ji." Ledek Alaska.


"Itu kan bisnis Ayah, aku ya beda lagi, aku senang jika memiliki uang hasil kerjaku sendiri." Jawab Jihan.


Alaska melirik sekilas kearah Jihan, "Kau suka berbelanja, Ji? Misal menghabiskan uangmu di tempat perbelanjaan atau salon mungkin?" Tanya Alaska.


Jihan menggelengkan kepalanya meski tidak terlihat oleh Alaska, "Tidak, Ibu slalu mengajariku belanja seperlunya saja, meski Ayah mampu memberikanku banyak hal."


"Lalu, uangmu apa kau menabungnya?" Tanya Alaska lebih jauh.


"Aku menginvestasikannya." Jawab Jihan.


"Investasi?" Alaska mengernyit heran, "Investasi apa?" Tanya Alaska lagi.


"Gak bisa disebutin sih, tapi harus ditunjukan langsung." Jawab Jihan.


Jihan menengok kearah Alaska. "Biarkan aku yang menyetir, akan ku bawa Kakak ke tempat Investasiku.


"Tidak, aku saja yang menyetir. Kau cukup tunjukan jalannya saja." kata Alaska yang merasa kapok disetiri oleh Jihan.


Jihan tertawa, "Aku akan pelan dan tidak ngebut." Jawab Jihan meyakinkan.


Alaska tampak berpikir. "Baiklah." Akhirnya Alaska mengalah.


Jihan mengambil alih kemudi setelah Alaska menepikan mobilnya. Ia melajukan mobilnya kesebuah tempat yang cukup berada dipinggiran kota.


"Ngapain kita kesini?" Tanya Alaska heran saat melihat sebuat pondok bertuliskan panti asuhan.


"Tempat investasiku." Ucap Jihan.


"Kau bisnis yayasan panti asuhan?" Tanya Alaska.


Jihan memutar malas bola matanya, "Kak, percuma kau lulusan S2 luar negri jika tidak bisa mengerti apa yang ku ucapkan." Ucap Jihan.


Jihan menghela nafas, "Aku memberikan sebagian gajiku pada yayasan ini, agar mereka bisa menghidupi anak anak yang diasuhnya dengan layak, makanan yang layak, pakaian yang layak, dan bisa memberikan pendidikan yang layak." Ucap Jihan.


"Orang tuamu tau?" Tanya Alaska.


"Hanya Jidan yang tau, dan Jidan pun melakukan hal yang sama denganku." Ucap Jihan.

__ADS_1


Masih dari dalam mobil, Jihan melihat kearah papan nama yayasan pondok panti asuhan itu. "Masa kecilku dan Jidan sangat memprihatinkan. Bahkan untuk membeli telur saja kami tidak sanggup, hanya memakan apa yang tersedia. Bayam dan tempe atau tahu slalu menjadi makanan andalan kami saat itu. Kami tidak berani menuntut karna itu akan membuat Ibu sedih." Ucap Jihan dengan tatapan kosong.


"Kau tau Kak?" Tanya Jihan.


"Betapa bahagianya kami saat Daddy Al menemukan kami dan membawa Ayah pada kami. Aku slalu berucap pada Jidan, akan menjadi anak yang baik dan membalas kebaikan Daddy Al termasuk saat Daddy Al memintaku untuk magang dan bekerja dikantor Dewantara." Jihan menghela nafas sejenak. "Termasuk saat Daddy memintaku untuk menikah denganmu." Jihan tersenyum getir.


"Perjodohkan kita sudah dibatalkan oleh Kakek Fadhil." Jawab Alaska.


Jihan mengangguk. "Semoga kau tidak terbebani dengan perjodohan kemarin, Kak. Jidan bilang kau sudah memiliki kekasih. Aku akan merasa bersalah pada kekasihmu itu jika sampai menikah denganmu."


"Kau juga sedang bekencan dengan pemilik GAB Travel n Tours kan?" Tanya Alaska.


"Tidak, kami hanya teman lama yang kebetulan bertemu kembali." Jawab Jihan.


Jawaban Jihan membuat Alaska tersenyum, entah mengapa ia merasa ada kelegaan didalam hatinya.


"Aku akan menjadi donatur di pondok ini. Nanti aku suruh Beni mengurusnya." Ucap Alaska.


"Kau ingin berinvesatsi juga?" Tanya Jihan menyelidik.


Alaska menaikan kedua halisnya, "Aku ingin berinvestasi untuk akhirat juga."


Jihan menaikan kedua jempolnya. "Bosku baik sekali."


Jihan kembali melajukan mobilnya keperusahaan Dewantara, sementara Alaska terus mengukir senyum diwajahnya seolah merasakan kebahagiaan yang entah ia sendiripun tidak tau, namun tiba tiba saja wajahnya kembali datar saat melihat sosok Gibran berada di loby perusahannya.


"Kau janjian dengan Gibran?" Tanya Alaska.


Jihan melihat kearah yang dimaksud oleh Alaska. "Gibran mau mengajakku makan siang, oh My God, aku melupakannya." Kata Jihan. "Permisi Kak, aku ketemu dulu dengan Gibran." Pamit Jihan.


"Ini sudah jam masuk kantor, Ji." Kata alaska mengingat ini sudah memasuki jam dua siang.


"Hanya sebentar saja, Kak." jawab Jihan.


Jihan berjalan cepat kearah Gibran. "Gab, maafkan aku." ucap Jihan. "Tadi aku menemani Bos bertemu dengan klien, dan pulangnya meninjau proyek." Ucap Jihan berbohong. "Maaf aku lupa mengabarimu, ponselku juga tidak ku aktifkan suaranya." Jihan berkata dengan penuh penyesalan.


Gibran tertawa, tangannya terulur mengacak ngacak rambut Jihan. "Lain kali ponselmu harus terus bersuara, minimal kau getarkan, Ji." Kata Gibran.


Jihan tersenyum, "Maaf ya, Gab." Ucapnya.


"Ya sudah, aku kembali kekantor dulu." Pamit Gibran.


"Aku akan mentraktirmu nanti, Gab." ucap Jihan cepat karna masih merasa tidak enak.


"Traktir aku nanti sebuah burger, Ji." Gibran tersenyum lalu berlalu meninggalkan Jihan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Boleh minta jatah vote kalian untukku?


terimakasih readers..

__ADS_1


__ADS_2