
Sarah pergi ke Mall dekat rumahnya, dia akan membeli segala kebutuhan bulanannya. Dia sudah berpakaian dengan tampilan Casual, hanya Kaos dan Celana Jeans serta sepatu kets. Seperti biasa dia berangkat menggunakan skuter matic merahnya.
Sebelum berbelanja bahan makanan, dia mampir dulu untuk mencari beberapa pakaian sehari-hari. Sarah selalu memilih pakaian yang nyaman tak terlalu memperdulikan model design pakaian tersebut. Sarah pun asik sendiri memilih-milih pakaian yang ada di tempat tersebut.
Sayup-sayup dia mendengar suara yang lumayan familiar di telinganya. Lalu dia mengedarkan pandangannya mencari sumber suara tersebut. Tiba-tiba matanya berhenti ke satu arah dan Sarah terkejut dengan apa yang dia lihat.
Sarah melihat Martin yang sedang bersama seorang perempuan sedang memilih-milih pakaian di sana. Mereka begitu akrab satu sama lain, tak sungkan memamerkan kemesraan mereka di depan umum.
Wajah Sarah seketika berubah dengan emosi, matanya memerah dan berkaca-kaca melihat apa yang di lakukan pacarnya. Sarah berlari dari tempat itu dengan wajah menunduk menyembunyikan kesedihannya tanpa mlihat ke arah mana dia berjalan.
Tiba-tiba sarah bertabrakan dengan orang yang di depannya, Bbraaakkk...
"Kamu... Kalau jalan pake mata" bentak orang yang di tabraknya.
"Maaf... Maaf... Pak Hardi?" Sarah meminta maaf dan menatap orang yang di depannya ternyata Hardi.
Sarah sedikit terkejut lalu dia meminta maaf kembali dengan wajah yang sembab dan masih menahan tangisannya. Sarah kembali berlari menjauh dari Hardi yang menatapnya tajam.
"Kenapa orang itu? apa dia punya masalah? sampai menangis di tempat umum seperti itu" batin Hardi bingung melihat Sarah menangis.
__ADS_1
Hari ini Hardi hanya berjalan-jalan berdua di Mall tanpa Lia pengasuh Cilla. Karena Hardi hanya ingin menghabiskan hari liburnya ini bersama putrinya.
Tiba-tiba Cilla memberitahu ayahnya jika ia ingin pipis, Hardi pun pergi membawa Cilla ke toilet di sana. Hardi menyuruh Cilla untuk masuk toilet wanita sendiri, karena ia tidak mungkin masuk ke toilet wanita.
"Ayah.. Ayah... Cilla tidak bisa bukanya" tiba-tiba Cilla teriak dari dalam toilet. Hardi melihat sekeliling tidak ada orang lain di toilet, lalu Hardi pun masuk membantu Cilla di toilet. Lalu dia mendengar suara tangisan di bilik sebelah, membuat Hardi buru-buru untuk keluar karena tidak enak masuk toilet perempuan.
Hardi keluar dari bilik 1 dan kebetulan seseorang juga keluar dari bilik 2.
"Kamu... kamu masih di sini" Hardi tersentak ternyata yang menangis itu Sarah.
"Eh... Pak Hardi, iya pak. Tapi kenapa bapak masuk toilet perempuan?" Sarah masih terisak dan menghapus airmatanya yang masih bercucuran.
"Bu Sarah kenapa nangis? Apa ayah marah lagi?" tanya Cilla polos.
"Engga Cilla, ayah Cilla gak marah. Ibu cuma kelilipan" Sarah mengusap airmata di pipinya dan mencoba tersenyum ke arah Cilla.
Mereka pun keluar toilet bersama-sama, Sarah pun hendak pergi pamit kepada Hardi dan Cilla. Tapi Cilla menarik tangan Sarah dan tidak mau melepasnya.
"Bu Sarah, mau makan sama Cilla?" tanya Cilla membuatnya bingung untuk menjawab.
__ADS_1
"Ayah . .. boleh yah Bu Sarah makan sama Cilla" ucap Cilla merengek kepada Hardi.
"Iya... Boleh... tentu saja boleh" jawab Hardi melirik ke arah Sarah.
Akhirnya merekapun makan bersama di outlet makanan cepat saji yang ada di Mall tersebut.
Suasananya sangat canggung tidak ada sepatah katapun dari mereka, Sarah hanya melirik ke arah Cilla yang makan dengan lahap, terlihat ada saus tomat di bibir Cilla, Sarah pun segera mengambil tissu untuk melap bibir Cilla.
Cilla tersenyum senang dengan adanya Sarah di dekatnya, Cilla pun mulai mengobrol dengan Sarah dan bercanda tawa. Hardi hanya melihat mereka yang begitu akrab dan sesekali tersenyum.
"Sebenarnya apa yang membuat Sarah sampai menangis seperti itu? Rasanya ingin menanyakannya, tapi tak enak juga ikut campur dengan urusan orang lain" batin Hardi.
***
**Masih mau lanjut?
Silahkan like dan Vote untuk mendukung Author.
Tulis saran dan kritik di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih 😊**