Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Hari pertama Sekolah


__ADS_3

Satu tahun pun berlalu, sekarang Cilla sudah beusia 4 tahun. Ini adalah hari pertama Cilla masuk ke sekolah, Cilla sudah siap dengan seragam barunya, dia sangat bersemangat untuk segera berangkat ke sekolahnya.


"Ayah... Ayah... hayo cepat kita sekolah" lengkingan teriakan Cilla mengisi seluruh ruangan rumahnya memanggil Hardi yang masih bersiap di kamarnya.


Tak berapa lama Hardi pun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.


"Putri ayah udah siap nih, hayo kita berangkat" Hardi menggendong Cilla dengan satu tangan menuju ke mobilnya.


Cilla duduk di kursi belakang bersama Lia sedangkan Hardi duduk di kursi depan di sebelah pak Amin supirnya.


"Ayah.. nanti Ayah antar Cilla sampe ke kelas yah ayah" pinta Cilla merengek kepada ayahnya.


"Siap tuan putri, ayah akan antar kamu sampai tujuan" ucap Hardi menengok ke arah pitrinya dengan tersenyum gemas.


Tak berapa lama merekapun tiba di sekolah TK nya Cilla. Cilla sangat antusias, di tak sabar ingin segera masuk ke kelasnya. Cilla menarik tangan ayahnya menuju ke dalam sekolah, Hardi pun akhirnya mengikuti putrinya.


"Ayo ayah cepetan, ayah lambat banget" ucap Cilla sambil terus menarik tangan ayahnya.


"Iya sayang, sabar donk" ucap Hardi tersenyum dengan tingkah putrinya itu.


Karena Cilla menariknya terlalu kuat membuatnya sedikit hilang keseimbangan, tak sengaja menyenggol seseorang di depannya.


Bbbrruuukkkkk

__ADS_1


Semua kertas dan buku yang di pegang berjatuhan ke lantai.


"Maaf bu, sayang tidak sengaja tadi anak saya menarik saya jadi agak kewalahan" Hardi melepaskan tangan dari genggaman putrinya untuk membantu membereskan kertas dan buku yang terjatuh.


"Tidak apa-apa pak, wajar anak kecil suka bertingkah seperti itu" pengajar itu berkata tanpa melihat ke arah Hardi.


Hardi melihat tanda nama di dada wanita itu, tertulis nama Sarah Aulia.


"Maaf bu Sarah" Hardi memberikan buku yang yang telah ia bereskan di tangannya.


Mereka berdua bangkit berdiri, lalu kemudian sarah mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Hardi, dia terpaku menatapnya.


"Perasaan aku pernah melihat orang ini, tapi dimana yah!!" batin Sarah bertanya-tanya.


"Bu Sarah, ayo masuk pelajaran harus segera di mulai" sapa Sita rekannya di sekolah. Menyadarkan Sarah dari kagetnya.


"Oh ini, siapa namanya?" tanya Sita lembut.


"Aku Cilla bu" jawab Cilla dengan suara kecilnya.


"Ayo Cilla masuk kelas sama ibu" ajak Sita, mereka masuk kelas di ikuti oleh Sarah.


"Permisi" ucap Sarah kepada Hardi yang masih di sana dengan tersenyum seadanya. Hardi pun membalas dengan senyum seadanya.

__ADS_1


Di dalam kelas, sarah menatap kepergian Hardi dari kaca ruang kelas.


"Cih..Cowok songong itu ternyata bisa punya etika" gerutu Sarah dalam batinnya.


***


Selama di perjalanan menuju ke kantor, Hardi juga merasa pernah bertemu dengan sarah. Dia mengingat-ingat tapi lalu dia mengacuhkannya, tidak perduli lagi itu bukan hal yang penting menurut nya.


Sesampainya di kantor, setiap karyawan yang melihatnya memberi hormat kepadanya. Hardi hanya berjalan ke arah ruangannya tanpa menyapa kembali para karyawannya, Rio yang melihatnya langsung mengikutinya.


Rio membawa buku jadwal yang selalu ia bawa untuk mengatur kegiatan Hardi selama ini.


"Sekarang apa saja jadwalku hari ini?" tanya Hardi duduk di kursinya.


"Jam 10 ada meeting dengan pemegang saham, Jam 1 siang ada jadwal bertemu dengan Klien dan Jam 5 sore ada makan bersama relasi-relasi perusahaan, dan ini berkas-berkas yang anda minta kemarin" Rio memberitahu jadwal dan memberikan berkas yang ia pegang.


"Ok.. Bagus.. Kamu boleh pergi" ucap Hardi dengan Fokus memeriksa berkas-berkas yang di mejanya.


"Baik" Rio pun segera keluar dari ruangannya Hardi.


***


Nantikan Up selanjutnya.. Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2