Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Jawaban


__ADS_3

Hardi pulang sangat terlambat, ia baru sampai rumah pada pukul 00.30 wib. Dilihatnya Sarah sudah benar-benar tertidur, niatnya untuk menjelaskan semuanya jadi tertunda begitu saja, Hardi lalu berbaring di sofa dengan masih menggunakan pakaian lengkapnya karena dia sudah benar-benar lelah sehingga Hardi terltidur begitu saja.


Sarah terbangun pukul 03.00 pagi, Sarah melihat Hardi tidur di sofa dengan masih menggunakan pakaian lengkap. Sarah menghampiri Hardi dan membuka sepatu beserta kaus kakinya yang masih di kenakan Hardi lalu Sarah pun membuka dasi yang masih terikat di leher suaminya itu. Sebelum beranjak Sarah menatap wajah lelah Hardi, ia hendak bertanya banyak pertanyaan kepada suaminya namun tak tega harus membangunkan suaminya di pagi buta seperti sekarang. Terdengar suara rengekan kecil dari salah satu putranya, Sarah langsung mengalihkan perhatiannya kepada putranya lalu Sarah menepuk-nepuk pelan sampai putranya tertidur kembali.


_____


Pagi harinya


" Semalam tumben pulang larut mas? emangnya sibuk banget?" tanya Sarah sinis namun tetap melayani Hardi yang sedang sarapan.


" Iya sayang, mas kerja sampai lupa waktu. Pekerjaan mas numpuk sekali, sayang." balas Hardi yang melahap makanannya tanpa memperhatikan wajah sarah yang serius.


" Beberapa hari yang lalu saat aku belanja bulanan, aku seperti melihat mas makan siang di sebuah cafe di mall kita dengan perempuan berwajah indo. Itu beneran kamu kan mas? walau aku lihatnya dari belakang sih, tapi aku hafal sekali dengan tubuh mas, sampai cipika-cipiki kayak gitu." jelas Sarah semakin sinis.


" uuhukk... uhhukkk... uhuk... Jadi kamu melihat mas waktu itu, Oh... itu hanya sapaan biasa aja sayang." balas Hardi yang tersedak makanannya.


" Emangnya siapa itu mas?" tanya Sarah dengan tatapan curiga.


" Hehehe kamu ganti baju dulu sana, nanti ikut dengan mas, sekarang walau mas akan menjelaskan sampai mulut mas berbusa pun kamu tak akan mempercayainya. Kamu dandanlah yang cantik biar bisa bersaing dengan dia." ucap Hardi yang cengengesan seperti tak ada hal yang oerlu di curigai.


Setelah selesai sarapan, Sarah berganti pakaian dan mengganti pakaian kedua putranya. Sarah membawa si kembar untuk pergi bersama Hardi, sebelum ke tempat tujuan Hardi dan Sarah mengantarkan Cilla ke sekolahnya terlebih dahulu. Mobil pun berhenti di sebuah rumah yang cukup mewah walau tak begitu besar, disana Hardi menyuruh Sarah untuk turun. Arka dan Arsa di letakkan di sebuah stroller bayi dan Hardi pun mendorongnya masuk ke rumah tersebut. Sarah hanya mengikuti Hardi dengan penuh tanda tanya, rumah siapakah yang kini mereka datangi dan Hardi seperti sudah sangat mengenal seluk beluk rumah tersebut? pikir Sarah.


Hardi memencet bell pintu rumah tersebut dan tak lama seorang wanita membuka pintunya, Sarah terkejut bahwa yang berada di depannya adalah wanita yang di lihatnya bersama Hardi di mall beberapa hari lalu.


Seperti biasanya Hardi tersenyum begitupun wanita tersebut pun ikut tersenyum ke arah Hardi dan menyapa Sarah dengan senyuman manisnya. Lagi-lagi wanita itu cipika-cipiki pada Hardi dan Hardi terlihat santai saja walaupun di sampingnya ada Sarah, istrinya. Wajah Sarah terlihat kesal dan hatinya sudah mulai panas, namun Sarah mencoba untuk menahannya dengan bersikap seolah-olah tak merasakan apa-apa.


Hardi terus saja tersenyum begitupun wanita itu, lalu Hardi dan Sarah masuk dan wanita itu mempersilahkan Sarah dan Hardi duduk dengan sangat ramah seolah tak ada masalah apapun. Namun hati Sarah terus saja berkecamuk dan berpikir jika Hardi dan wanita yang ada di depannya benar-benar tak tahu malu atau apa. Wanita itu terus saja berbicara ramah tak memperdulikan ekspresi wajah Sarah yang memandangnya tak suka.


Wanita itu menyiapkan tiga gelas es teh karena memang cuaca cukup panas dan obrolanpun di mulai. Hardi yang menyadari mimik wajah istrinya yang tak suka dan selalu cemberut yang kadang tersenyum dengan penuh paksaan.


" Oh iya aku hampir lupa, Sayang perkenalkan dia namanya Diana dan dia adalah sepupu aku, anak dari tante Rita adiknya papah." jelas Hardi.


Sarah tersentak lalu wanita itu tersenyum ke arah Sarah sambil mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan.


" Saya Diana, sepupunya mas Hardi, ini putra kembar kalian yah, ganteng-ganteng banget." ucap Diana sambil mencubit pelan karena gemas pipi si kembar.

__ADS_1


Sarah yang masih terkejut dan salah tingkah akhirnya menerima uluran tangan Diana dengan tersenyum kikuk, Sarah merasa tak enak hati dengan sikap yang tadi ia tunjukkan kepada Diana.


" Oh... iya... Salam kenal, saya Sarah istrinya mas Hardi. Maaf saya sudah salah faham soalnya mas Hardi tak pernah cerita jika dia pinya sepupu perempuan, lagi pula Diana kan tidak datang ke pernikahan kami." ucap Sarah yang masih kikuk.


" Iya wajar juga sih mas Hardi tak pernah cerita, toh kami juga jarang bertemu karena aku baru saja kembali ke Indonesia, selama ini aku tinggal di Swiss sejak kecil. Kami terakhir bertemu itu sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu saat mas Hardi berkunjung ke Swiss ketika aku menikah." balas Diana.


Sarah kembali terkejut karena mbak Diana sudah menikah, pikiran negatifnya sirna sudah.


" Iya sayang, Diana kesini hanya untuk liburan bersama suaminya." ujar Hardi.


" Oh begitu, terus suaminya mbak Diana dimana? daritadi aku tak melihatnya?" tanya Sarah.


" Suamiku sedang pergi ke mini market, katanya ada yang perlu ia beli." balas Diana.


" Suaminya bule loh sayang, nanti aku kenalin deh" ujar Hardi.


Tak lama terdengar suara langkah kaki dari luar dan membuka pintu rumah, terlihat pria bule bertubuh tegap, tinggi dan berkacamata. Diana langsung menyambut kedatangan suaminya yang membawa dua kantung kresek besar barang belanjaannya.


" Ada tamu?" tanya pria itu pada Diana.


" Halo semuanya, saya Stuart suaminya Diana." salam perkenalan dari Stuart.


" Salam kenal, ternyata bahasa Indonesianya lancar sekali." ucap Sarah tersenyum.


" Iya, setiap hari Diana selalu menggunakan bahasa Indonesia jika berada di rumah jadi sedikit demi sedikit aku bisa belajar dan akhirnya menjadi lancar bicara." balas Stuart.


" Oh iya, Andrew (anak Diana dan Stuart) tidak ikut?" tanya Hardi.


" Dia sudah masuk sekolah jadi tak bisa ikut, yah kami liburan sekalian second honeymoon hehehee" balas Diana.


"Oh iya, mas Hardi sudah punya 3 anak, aku jadi ingin main ke rumahmu, mau lihat Cilla karena dulu dia masih bayi saat ikut ke Swiss." ujar Diana.


" Iya main aja, jarang-jarangkan kalian bisa ke Indonesia." jawab Hardi.


Merekapun berbincang hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore, terdengar suara dering telpon milik Sarah dan Sarah pun menerima panggilan telpon tersebut. Lalu Sarah berbisik pada suaminya dan Hardi pun mengerti.

__ADS_1


" Diana, Stuart, aku dan Sarah mau pulang dulu tadi ada telpon katanya Cilla sudah di rumah dan dia nanyain kita. Jadi kami harus segera pulang dan jangan lupa mampir kerumahku nanti yah." ujar Hardi lalu pergi untuk pulang.


__________


Sementara itu di kediaman Rio dan Sita.


" Mas lepasin ih, ini kan masih sore."


" Memangnya kenapa sayang, mau kapanpun juga tak masalah kan."


" Tapi jam segini lagi gerah gerahnya tahu, lihat tuh semuanya belum beres."


" Tapi aku suka posisi seperti ini hehehe"


" Yah tapi gak di waktu seperti ini juga kan mas, udah lepasin dulu nanti malam kita bisa kan."


" Aaaww..... tuh kan, ini semua gara-gara mas" Sita memegang tangannya.


" Kamu sih tak hati-hati, jadi luka kan dan jangan teriak terlalu kencang nanti tetangga kira kita lagi ngapa-ngapain."


" Yeh kok nyalahin aku sih, udah tahu aku lagi masak malah di gangguin jadi kan jariku ke iris." keluh Sita.


" Iya iya maafin mas, soalnya kamu kalau masak ngegemesin banget." sambil mencolek pipi istrinya.


" Ambilkan aku plester luka mas, biar aku bisa lanjutkan masaknya."


" Siap bos, nanti mas bantuin masaknya yah." Setelah mengambil plester luka, Rio langsung memasangkannya pada jari Sita yang terluka.


" Ingat yah perkataanmu tadi, mas pegang dan akan tagih nanti malam." ujar Rio yang sudah berani tak seperti saat mereka pengantin baru.


" Udah ah, sekarang mas bantuin aku biar cepat kelar, perutku udah mulai lapar." kilah Sita.


Mereka pun lanjut memasak sambil sesekali bercanda dan mereka sangat terlihat begitu mesra, mungkin cicak saja iri pada mereka berdua. Apa lagi pada para jomblo-jomblo di luar sana? hehehhe


Bersambung.....

__ADS_1


Maaf lama menunggu, selamat membaca ☺️


__ADS_2