Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Tragedi


__ADS_3

Hari ini Hardi sekeluarga memutuskan untuk pulang, karena sudah satu minggu mereka liburan. Barang-barang sudah di kemas semua dan siap untuk kembali pulang, tak seperti biasanya anak-anak mereka ingin ikut dengan oma opanya, padahal Sarah memaksa mereka untuk naik mobil bersama namun anak-anak menolaknya karena ingin tetap bersama oma opanya. Dengan terpaksa Sarah membiarkan mereka pisah mobil dengannya.


Orangtua Hardi berangkat terlebih dahulu karena memang ingin segera pulang, sementara Hardi dan Sarah menyusulnya dari belakang. Mobil di kendarai oleh pak Tono, Hardi dan Sarah berada di kursi tengah sementara Lia ikut dengan mobil orangtua Hardi untuk membantu menjaga anak-anak agar tak terlalu merepotkan oma opanya. Setelah 30 menit berlalu, barang-barang sudah di masukan semua kedalam mobil barulah Hardi dan Sarah berangkat untuk pulang. Perjalananpun berjalan lancar lalu tiba-tiba terdengar suara petir dan langitpun mulai gelap, tak butuh waktu lama hujanpun turun dengan lebatnya disertai dengan angin yang cukup kencang. Kabut mulai datang sehingga sedikit menyulitkan pandangan dan mengurangi jarak pandang kendaraan. Lampu mobilpun di nyalakan untuk membantu pandangan, sesekali pak Tono melap kaca mobil di depannya yang selalu terhalang oleh uap air hujan. Pak Tono menjalankan mobilnya dengan hati-hati, jalanan sudah semakin licin dan terladang ada genangan air yang semakin mengganggu.


Jalanan memang tidak terlalu padat namun cukup ramai di lalui kendaraan, ada yang hati-hati dan ada pula yang melajukan kendaraannya dengan cepat. Di depan mobil Hardi ada sebuah truk yang membawa muatan yang cukup berat, memang masih terhalang dengan 2 mobil pribadi di depannya namun Hardi meminta pak Tono untuk hati-hati jaga jarak dengan mobil di depannya. Ketika jalanan sedikit menanjak dan sedikit berbelok tiba-tiba, truk yang tadinya berusaha menanjak akhirnya tidak kuat untuk melanjutkan perjalanannya. Dan truk tersebut mulai tak mampu sehingga kembali mundur dengan cukup kencang, supir truk mulai panik karena tidak bisa mengendalikan kendaraannya. 2 mobil yang berada di belakang truk tiba-tiba berhenti namun tak dapat menghindar dari laju truk yang mundur begitu cepat, sehingga mobil terdorong kebelakang. Pak Tono yang baru menyadari ada mobil yang terdorong mundur akhirnya mengrem mendadak namun lagi-lagi tak mampu menghindar sehingga mobil yang di tumpangi Hardi dan Sarah pun terdorong mundur dengan cepat kepinggir jalan. Hardi dan Sarah pun berteriak dengan lantangnya, pak Tono berusaha menahan dengan rem namun tetap terdorong. Mobil Hardi dan ketiga mobil di depannya pun masuk kedalam jurang di pinggir jalan, walau tak begitu dalam namun mampu menggulingkan ke empat mobil tersebut. Kecelakaan beruntun yang tak bisa terhindarkan karena berlalu begitu cepat, suasana yang hujan deras, jalanan licin dan tebalnya kabut membuat kecelakaan itu tak bisa terhindarkan.


Terlihat kepulan asap yang terlihat bersatu dengan kabut yang tebal, teriakan minta tolong terdengar menggema. Beberapa mobil yang di belakang bisa menghindar pun pada berhenti, beberapa pada keluar dari dalam kendaraan mereka dan ada yang melaporkan kepada pihak berwajib bahwa ada kecelakaan beruntuk di jalan xxx yang melibatkan 3 mobil pribadi dan 1 truk besar bermuatan bahan berat. Ada yang hanya sekedar melihat dan ada pula yang mendokumentasikan kecelakaan tersebut, terlihat mobil sudah pada ringsek dengan kepulan asap yang terus mengepul.


Pak Tono terlempar keluar mobil dengan tangan yang terluka, pak Tono memegang tangannya yang terasa sakit. Hardi pun terlempar keluar tak sadarkan diri, pak Tono pun melihat Hardi terbaring tak jauh darinya, segera pak Tono menghampiri Hardi dan mencoba membangunkannya.


" Tuan... Tuan... bangun Tuan... Tuan... bangun.." pak Tono mencoba membangunkan majikannya beberapa kali hingga Hardi pun tersadar, Hardi mencoba membuka matanya dan bangkiy sambil memegang kepalanya yang terasa sakit dan mengucurkan darah yang cukup banyak.


" Aahhkkkk.... kita dimana pak? istri saya mana? " tanya Hardi sambil meringis menahan sakit di kepalanya.


" Saya tidak tahu tuan, atau mungkin nyonya masih berada di dalam mobil." ujar pak Tono masih menahan sakit di tangan sebelah kanannya.


Hardi segera bangkit dan berlari menuju mobilnya yang sekarang dengan posisi terbalik, Hardi tak menghiraukan luka dan rasa sakit di kepalanya. Hardi segera mencari kesekitaran dan terlihat Sarah yang pingsan masih berada di posisi duduknya seperti semula dengan kepala yang berlumuran darah. Hardi panik, ia segera mencoba membuka pintu mobilnya yang sudah tak beraturan. Berbagai cara ia lakukan mulai dari menarik-narik handle pintu mobilnya, baik yang luar atau bagian dalam karena memang kacanya sudah pecah namun belum berhasil, lalu Hardi mencari-cari alat untuk membukanya namun tetap saja usahanya sia-sia.


Tak lama terdengar suara sirine mobil polisi dan ambulans datang, para petugas turun menuju lokasi. Beberapa pedugas menghampiri setiap mobil yang terjungkal termasuk mobil Hardi. Salah satu petugas menghampiri Hardi untuk melakukan pertolongan pertama pada luka Hardi namun Hardi menolak, Hardi meminta petugas untuk segera menolong Sarah yang masih terjebak dalam mobil.

__ADS_1


" Jangan hiraukan luka saya, tolong selamatkan istri saya terlebih dahulu, istri saya masih terjebak di dalam mobil." ujar Hardi yang terlihat sangat khawatir dan airmatanya pun keluar begitu saja.


" Iya pak, tim penyelamat telah berusaha membuka pintu mobilnya, sekarang bapak harus mengobati luka bapak terlebih dahulu." petugas medis mencoba mengobati luka Hardi sambil menunggu proses penyelamatan Sarah.


" Kakinya terjepit di antara kursi, segera ambil alat untuk melepaskannya." ujar salah satu petugas penyelamat.


" Apa?" Hardi panik lalu segera menghampiri para petugas.


" Bagaimana keadaan istri saya? apa kakinya bisa di lepaskan?" wajah khawatir dan paniknya tak terbendung lagi.


" Tenang pak, kami akan berusaha untuk mengeluarkan kaki istri bapak, jadi bapak menjauh dulu biar kami yang bekerja." ujar petugas penyelamat.


Semua korban telah di selamatkan petugas, tak ada satupun yang meninggal namun banyak korban yang mendapat luka berat. Sopir truk hanya mengalami luka ringan sehingga polisi segera membawanya untuk dimintai keterangan.


Tibalah Sarah dan Hardi di sebuah rumah sakit, Sarah segera di bawa ke UGD begitupun Hardi. Sarah di tangani dengan seksama sementara Hardi di suruh berbaring agar dokter bisa menjahit kepala Hardi yang robek. Namun perasaan Hardi tak tenang, sesekali ia melihat ke arah dimana Sarah sedang di tangani, memang dia tidak bisa melihat Sarah secara langsung hanya ruangannya saja yang Hardi lihat. Tak butuh waktu lama kepala Hardi di jahit, Hardi di persilahkan keluar karena lukanya memang tak terlalu parah sehingga tak perlu menginap, Hardi pun keluar kemudian duduk di kursi tunggu dan melihat pak Tono sudah berada di sana dengan lengan yang telah di sanggah.


Dokterpun keluar untuk bertemu dengan Hardi.


" Adakah suami korban di sini?" tanya dokter.

__ADS_1


" Saya dok, bagaimana keadaan istri saya?" Hardi bangkit dari duduknya menghampiri dokter tersebut.


" Begini pak, kaki istri anda mengalami robek yang cukup dalam dan mengenai saraf sehingga darah sulit untuk berhenti, maka harus dilakukan tindakan operasi." jelas dokter.


" Lakukanlah operasinya dok, lakukan sebisa mungkin, berapapun biayanya tak masalah yang penting istri saya sehat dan selamat." ujar Hardi.


" Baiklah, kami akan melakukan prosedur operasinya semampu kami." ujar dokter.


Terlihat Sarah di bawa keruang operasi dan Hardi menunggu jalannya operasi dengan penuh kecemasan, tak di sadarinya airmatanya kembali mengalir. Pak Tono yang ada di samping Hardi baru menyadari jika mereka belum mengabari keluarga Hardi dan keluarganya, pak Tono pun menghubungi semuanya.


Bagaimana nasib Sarah?


Apakah Sarah akan baik-baik saja atau akan ada masalah lainnya?


nantikan up Author selanjutnya 😊


Bersambung......


Baca juga karya Author, " Terpikat pesona janda kembang "... terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2