
Hardi telah sampai di rumah setelah pulang dinas dari luar kota, Sarah menyambutnya dengan senyuman lalu mereka pun saling berpelukan. Hardi mengecup pipi Sarah dan Sarahpun merasa malu karena adanya Cilla dan si kembar di dekatnya. Hardi membawa oleh-oleh makanan khas disana, Cilla dan si kembar langsung mengambil bungkusan yang Hardi bawa dan membukanya di depan televisi. Mereka langsung memakan cemilan yang Hardi bawa sambil nonton televisi sementara Hardi dan Sarah beranjak ke kamar, Hardi langsung ke kamar mandi sementara Sarah menyiapkan pakaian yang akan Hardi pakai nanti. Sarah membereskan kamarnya ketika Hardi tiba-tiba memeluknya dari belakang dengan hanya mengenakan handuk yang di lilit di pinggangnya serta rambut yang sedikit basah.
" Apa sih mas, baru mandi langsung peluk-peluk, basah tahu!!"
" Habisnya aku kangen banget sama kamu." Hardi mengecup pipi Sarah dengan lembut.
" Iiiihhh... manjanya keluar, ingat dengan umur hehehe."
" Mas ini masih muda sayang, umur segini sih gadis-gadis masih ngantri untuk jadi istri mas."
" Maksudnya mas apa? mau nikah lagi?" sebal Sarah.
" Yah gak lah sayang, aku kan cuma cintanya sama kamu." Hardi lagi-lagi mengecup pipi Sarah dengan mesra.
" Awas saja kalau nikah lagi, aku akan menghilangkan barang berharga mas." ancam Sarah, Hardi dengan spontan langsung menutupi bagian bawahnya dengan rasa ngeri.
" Serem banget ancamanmu, daripada hilang mending terus menikmatinya bersamamu, mas gak butuh orang lain hehehe." ucap Hardi sambil colak-colek.
" Udah ih, nih pakai bajunya nanti masuk angin loh." Sarah menyodorkan pakaian pada Hardi dan Hardi pun mengambilnya juga langsung mengenakannya.
" Bagaimana hasil pertemuan mas dengan klien nya?"
" Alhamdulillah sayang, walaupun sedikit sudah untuk meyakinkan mereka tapi akhirnya berhasil juga mas mendapatkan kepercayaan dari mereka."
" Syukurlah aku ikut senang." Sarah tersentak ketika Hardi lagi-lagi memeluknya.
" Mas ini kenapa sih?"
" Udah di bilang kangen yah kangen sayang."
" Ayah Bunda...."Lalu pintu kamar tiba-tiba dibuka, Hardi lalu melepaskan pelukannya karena terkejut.
" Cilla! gak masih kecil gak sekarang, kalau masuk kamar orangtua harus ketuk pintu dulu."
" Maaf, maaf, ganggu yah! hehehe udah lanjutkan aja... hehee" Cilla kembali menutup pintu orangtuanya.
" Hedeuh dasar bocah, yasudah kita keluar aja nanti di kira ngapa-ngapain lagi." Hardi dan Sarah pun keluar dari kamar mereka ikut bergabung di ruang televisi dengan anak-anak.
________
Cilla sedang memainkan ponselnya dengan iseng dia mengetik pencarian nama ayahnya, Cilla pun terkejut dengan apa yang dia baca dimana tertulis artikel ' CEO perusahaan ternama MK company di ketahui telah makan bersama dengan seorang wanita cantik di restoran mewah di Bogor ', Cilla pun melihat foto di artikel tersebut dan memang terlihat Hardi sedang makan berdua dengan seorang wanita lalu di foto satunya lagi Hardi seperti sedang menyentuh bibir wanita itu, Cilla pun semakin tersentak ketika membaca isi Artikel tersebut. Cilla menatap ayahnya yang sedang asik bercanda dengan Arka dan Arsa dengan tatapan tajam, ketika Cilla bertemu pandang dengan Ayahnya, Cilla langsung memalingkan wajahnya kembali memainkan ponselnya. Sarah yang tak sengaja melihat tatapan Cilla pada ayahnya bertanya-tanya karena tak pernah sekalipun Cilla menatap ayahnya tajam seperti tadi.
' Apa berita ini benar? Apa ayah berselingkuh dari bunda? Hah... tapi sepertinya mana mungkin ayah mengkhianati bunda, ayah kan sangat mencintai bunda!' ucap Cilla dalam hati.
" Cilla mau kemana?" tanya Sarah ketika melihat Cilla beranjak dari duduknya.
" Cilla mau ke toilet, Bun." balas Cilla namun Sarah masih saja khawatir dengan sikap Cilla yang sedikit berubah, apalagi Sarah menyadari tatapan Cilla pada ayahnya.
Karena penasaran Sarah pun menyusul Cilla, sebelum mendekat Sarah melihat Cilla berdiri di depan kamar mandi seperti ada yang di pikirkan, Sarah berhenti sebentar namun tak mendekati Cilla, Sarah ragu takut terlalu ikut campur dengan privasi anaknya. Namun terlihat Cilla sangat gusar dan Sarah tak tega serta ingin tahu apa yang Cilla pikirkan, apa Cilla punya masalah. Lalu Sarah menghampiri Cilla dan memanggil nama putrinya tersebut.
" Cilla! bunda lihat kamu tak masuk ke kamar mandi, kenapa kamu hanya diam di depan pintu kamar mandi dan melamun?"
" Eh... itu... tak apa-apa bunda, eh... yah ... yasudah Cilla ke kamar mandi dulu." Cilla pun masuk ke kamar mandi namun Cilla lagi-lagi hanya termenung dan kalut dengan pikirannya.
' Cilla kenapa? seperti ada masalah yang disembunyikan?' pikir Sarah.
Malam harinya Cilla meminta kepada Hardi untuk bicara berdua di taman belakang rumahnya.
" Ayah! apakah yang di tulis di artikel ini benar?" tanya Cilla lalu menunjukkan artikel dari ponselnya.
Hardi membaca artikelnya dan ia pun merasa terkejut dengan apa yang di beritakan di sana. Semua yang tertulis dalam artikel tersebut sangat jauh berbeda dengan yang sebenarnya dan sangat di buat-buat.
" Tidak sayang, ini semua bohong. Ayah mana mungkin mengkhianati bunda yang sangat ayah cintai." bantah Hardi
" Lalu ini apa? Apa ada penjelasan tentang ini? Soalnya ini gak mungkin di edit kan fotonya."
__ADS_1
" Iya memang ayah makan bersama tapi ayah tidak hanya berdua, ada Rio dan beberapa orang lainnya, biar ayah ceritakan semuanya...." lalu Hardi menceritakan semuanya kepada Cilla.
Flashback***
Malam hari pukul 19.00 Wib, Hardi ada pertemuan dengan klien Jepangnya bersama Rio, mereka berangkat menuju Restoran xxx di kota Bogor. Untuk membahas wacana kerjasama mereka untuk kedepannya, ada proyek yang sangat penting yang harus mereka tangani yang memungkinkan akan sangat menguntungkan kedua perusahan.
Sesampainya di restoran, Hardi duduk di meja dekat jendela agar suasananya nyaman. Tak lama datanglah perwakilan perusahaan klien seorang wanita dan seorang pria. Rio mempersilahkan mereka duduk, mereka pun saling memperkenalkan di ri masing-masing.
" Perkenalkan saya Honoka Yahagi putri dari Kenzi Yahagi, saya mewakili perusahan untuk membahas proyek kali ini, mohon kerjasamanya."
" Salam kenal, saya Hardi Malik, CEO MK company dan ini sekertaris saya Rio." mereka pun saling berjabat tangan dan tanpa buang waktu mereka langsung membahas tentang proyeknya.
" Bagaimana? apakah anda setuju dengan proposal yang kami ajukan?"
" Saya suka dengan konsepnya, apakah anda yakin jika proyek ini akan berhasil?"
" Kami yakin semua yang kami rencanakan akan terealisasi dengan baik, tak perlu khawatir. Dijamin kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika proyek ini benar-benar sukses."
" Baiklah! kami menyetujui apa yang tertulis dalam laporan ini. Kami akan bekerja sama dengan MK company, semoga proyek kita sukses besar."
" Ah... Terimakasih, kami sangat berterimakasih, semoga kerjasama kita lancar." Hardi sangat bahagia karena berhasil menggaet klien besar untuk proyeknya sekarang.
" Sebelum itu, kami sudah memesankan makan malam untuk kita." ujar Rio dan tak lama makanan pun datang.
Mereka pun menikmati makanannya, namun Rio ijin ke toilet sebentar sementara orang yang bersama nona Yahagi mendapat penggilan telpon sehingga harus menjauh sebentar. Tinggal Hardi dan nona Yahagi yang duduk di sana.
" Bagaimana rasa steaknya?" tanya Hardi.
" Sangat lezat, terimakasih telah merekomendasikan makanan enak disini."
" Maaf, ada saus yang tersisa di ujung bibir anda."
Lalu Honoka mencoba melap namun tak pas dengan nodanya, Honoka terus mencoba membersihkan namun tak tahu letak sebenarnya saus yang tertinggal itu. Melihat itu Hardi merasa risih lalu Hardi mengambil tisu lalu melap saus yang tersisa di sebelah bibir Honoka, tepat saat itu dari jauh ada orang yang membidikkan kamera hingga momen itu terlihat seperti Hardi sedang mesra dengan wanita lain. Hardi tak tahu menahu siapa yang memotretnya dan memposting artikel yang tidak mendasar seperti itu tanpa sesuai dengan faktanya.
" Apa benar semua yang ayah katakan itu jujur?" tanya Cilla meyakinkan.
" Ayah berkata jujur sayang, buat apa juga ayah bohong. Ayah akan menyuruh Rio untuk menghapus artikel tersebut bagaimanapun caranya dan kamu harus tutup mulut jangan pernah mengatakan hal ini pada Bunda, kamu gak mau kan kalau bunda nanti salah pahan pada ayah."
" Iya ayah, tapi dengan 1 sarat!"
" Apa syaratnya?"
" Belikan aku ponsel baru yah ayah, ponsel model terbaru. Aku sudah bosan dengan ponsel ini kan sudah 2 tahun aku pakai."
" Ayah tak mengajarkan kamu untuk menghambur-menghamburkan uang tapi untuk kali ini.... ok... ayah akan belikan untuk putri kesayangannya ayah."
" Asyik... makasih banget ayahku tercinta." Cilla memeluk ayahnya dengan erat.
Lalu Sarah muncul dan melihat ayah dan anak itu berpelukan. " Ada momen apa nih? sampai pelukan seperti itu!"
" Ada deh.. ini urusan ayah dan anak." balas Hardi.
" Udah mulai rahasia-rahasiaan yah sekarang."
" Iya bunda, ini cuma hal biasa saja. hehe" ucap Cilla.
Sarah mengajak Cilla dan Hardi ke ruang keluarga, namun Hardi akan menyusul karena ada urusan yang harus dibahas dengan Rio hingga Hardi akan menelpon Rio saat ini juga. Sarah pun keluar kamar bersama Cilla untuk berkumpul dengan Arka dan Arsa di ruang keluarga.
Hardi segera menghubungi Rio, " Halo, Rio! kamu sudah membaca artikel tentang saya? saya baru tahu jika ada artikel tentang saya di internet."
Rio : " Oh itu, iya sudah saya urus pak, maaf saya belum sempat memberitahu pak Hardi karena saya langsung mencoba menangani hal ini agar artikelnya cepat terhapus."
Hardi : " Bagus! gak salah aku tetap mempercayai kamu, tolong selesaikan dengan cepat dan besok sudah tak ada lagi artikel itu."
Rio : " Baik pak."
__ADS_1
' Kinerja Rio memang tak di ragukan lagi, cepat tanggap dan cekatan. Semoga sarah tak sempat membaca artikel yang di unggah.' gumam Hardi. Lalu Hardi keluar kamar untuk ikut bergabung dengan keluarganya.
___________
Keesokan harinya Hardi mengecek artikelnya dan ternyata sudah tidak ada, Hardi sangat puas dengan kinerja Rio. Ia merasa lega karena Sarah tak membaca hingga Sarah tak tahu tentang kesalah pahaman yang di beritakan. Hardi berpikir siapa orang yang berani menantangnya dengan menfitnahnya dengan menerbitkan berita bohong seperti itu. Hardi curiga apa ada rival bisnisnya yang bermain curang menyerang hal pribadinya. Hardi menyuruh Rio datang ke ruangannya dan tak butuh waktu lama Rio pun masuk.
" Rio cari tahu siapa dalang yang menerbitkan artikel itu, cari sampai ketemu!" perintah Hardi.
" Baik pak, akan saya laksanakan."
" Kenapa? kamu hari ini terlihat lesu."
" Saya tidak apa-apa hanya kurang tidur saja semalam."
" Kau mengurus itu semalaman, kerja bagus. Setelah kau tahu siapa dalangnya, aku akan menaikan gajimu 2x lipat."
" Terimakasih kasih banyak pak Hardi." Rio terlihat sangat senang lalu ia keluar ruangan Hardi untuk mulai mencari tahu orang di balik penerbitan artikel tersebut.
Rio menelpon orang kepercayaannya untuk memeriksa akun yang meng-upload artikelnya, ia meminta untuk secepatnya di temukan. Selain itu Rio meminta bantuan detektif untuk menangani kasus ini dan menjerat orang yang bersangkutan sesuai hukum yang ada.
_________
2 hari kemudian Rio datang ke ruangan Hardi dan melaporkan apa yang ia dapatkan.
" Bagaimana?"
" Saya sudah menyelidikinya, itu akun seorang anak SMA, namun setelah di telusuri itu adalah akun palsu. Siswa tersebut mendapatkan imbalan dari orang yang menyuruhnya meng-upload artikel tersebut, dari ciri-ciri yang siswa itu ceritakan dengan detail saya pun langsung mencari tahu orang tersebut dan mulai memata-matai dan ternyata itu orang suruhan dari perusahaan saingan."
" Utama Group?"
" Betul pak."
" Sial...! lagi-lagi mereka." geram Hardi.
" Yasudah, kerja bagus."
Hardi sangat kesal karena Utama Group selalu mencari masalah dengannya padahal Hardi selalu bersaing sehat. Memang setiap persentasi selalu bersaing dengan Utama Group dan MK company selalu memenangkan proyeknya. Mungkin pihak Utama Group merasa dendam dengan Hardi hingga mereka melakukan kecurangan dengan memfitnah Hardi.
__________
Cilla terlihat senyum-senyum sendiri di kamarnya sambil menelungkupkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia sedang berbagi pesan dengan Adrian, mereka sudah semakin dekat satu sama lain sehingga bisa cerita apa saja sampai hal kecil atau hal yang kurang penting. Namun keduanya belum mengungkapkan perasaan mereka masing-masing hanya mereka merasa cocok satu sama lain.
" Sepertinya putri bunda sedang senang nih? chat sama siapa? kok terlihat seru banget sampai senyum-senyum sendiri begitu!" Cilla terkejut karena Sarah tiba-tiba masuk dan duduk di tepi ranjang samping Cilla.
" Eh... Bunda, ngagetin aja. Ini hanya chat dengan teman." Cilla pun bangun lalu duduk di samping Sarah.
" Cewek apa cowok?"
" Eh... itu.... cowok bun."
" Apa cowok yang mengantarmu pulang waktu itu?"
" Iya bun, namanya Adrian dan orangnya baik. Tapi bunda harus janji jangan memberitahu ayah, Bunda kan tahu kalau ayah gak mau aku dekat dengan cowok sebelum selesai sekolah."
" Iya bunda janji, tapi kamu sudah dulu chatnya, untuk sekarang belajar saja dulu, sebentar lagi kan ujian."
" Iya bunda, aku akan belajar dengan giat agar lulus dengan nilai bagus."
" Bagus putrinya bunda, yasudah kamu lanjutkan belajarnya dan selamat malam, jangan terlalu larut langsung tidur." Sarah mengelus rambut Cilla lalu keluar dari kamar Cilla.
Cilla mengirim pesan kepada Adrian jika ia harus belajar dan Adrian pun mengerti, Adrian memberi semangat kepada Cilla dan mendoakan Cilla semoga lulus dengan nilai bagus.
Bersambung....
Selalu dukung Author dengan cara memberi Hadiah, Vote, like, dan komen terimakasih 💕
__ADS_1