Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Mulai terkuak


__ADS_3

Sarah berpikir tenang tak seperti Hardi yang tersulut emosinya. Sarah menghubungi rumah terlebih dahulu, ia menelpon apa Cilla sudah pulang atau belum. Ternyata keputusan Sarah menelpon rumah itu adalah pilihan tepat. Ternyata Cilla sudah berada di rumah 30 menit yang lalu.


"Mas, kita pulang" ucap Sarah.


"Pulang? Kok pulang? Kita kan harus mencari Cilla" ucap Hardi heran.


"Kita pulang sekarang karena Cilla sudah berada di rumah" balas Sarah.


"Benarkah?" Akhirnya Hardi melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Hardi dan Sarah segera masuk dengan tergesa-gesa.


"Cilla mana bi?" tanya Hardi pada bi Lilis yang membukakan pintu.


"Cilla sedang makan tuan, dengan Lia" jawab bi Lilis.


Hardi dan Sarah pun melihat Cilla yang sedang duduk di kursi meja makan. Cilla sangat lahap menyantap makanannya di temani oleh Lia.


"Cilla, kamu pulang dengan siapa sayang?" tanya Hardi khawatir.


"Cilla pulang sama tante cantik" balas Cilla santai.


"Tante cantik, Siapa?" tanya Hardi lagi.


"Yah tante cantik ayah. Tapi tante cantik itu aneh, masa Cilla di suruh memanggil dia mamah" balas Cilla heran.


"Yasudah, yang penting kamu sekarang sudah ada di rumah. Ayah sama bunda mau ke kamar dulu yah sayang, mau mandi dan ganti baju. Cilla habisin makanannya yah" ucap Hardi lalu pergi menuju ke kamarnya.


Dikamar Hardi memasang muka kesal, ia sangat kesal dengan apa yang di lakukan oleh Wulan. Setelah sekian lama kenapa Wulan datang dan menggenggu mereka terutama Cilla.


"Wulan, kenapa kau mengusik kehidupanku lagi" kesal Hardi.


"Sudah mas, yang penting sekarang Cilla berada di rumah" ucap Sarah menenangkan.


"Bukan itu masalahnya, mungkin ini baru permulaan ia mengganggu Cilla. Pasti kedepannya Wulan akan terus mengganggu Cilla sampai keinginannya terwujud" balas Hardi.


"Mas harus tenang, aku juga akan berusaha m njaga Cilla agar Wulan tak mengganggunya" ujar Sarah.


"Yasudah mas, sekarang mas mandi saja dulu dan ganti baju. Nanti kita tanya ke Cilla agar lebih jelas" lanjut Sarah.


Hardi pun menuruti perkataan istrinya, ia pergi ke dalam kamar mandi.


'Wulan, sebenarnya apa tujuanmu? kenapa kau datang mengusik keluargaku dan mas Hardi. Aku akan menjaga keluargaku untuk kedepannya, itu juga yang di inginkan mas Hardi' batin Sarah yang tak suka atas tindakan Wulan.


_________


Wulan membayangkan kembali ketika ia menjemput Cilla di sekolah. Cilla memang anaknya waspada, ia tak langsung mau di bawa oleh Wulan namun Wulan meyakinkan Cilla hingga Cilla menjadi mau di ajak pergi oleh Wulan.

__ADS_1


'Putri mamah sekarang sudah besar, tambah cantik dan memang wajahmu mirip papahmu' batin Wulan sambil tersenyum.


Flashback on


Wulan meninggalkan rumah Hardi dengan sangat sedih, pandangannya selalu tertuju pada kamar dimana Cilla berada. Wulan terus berjalan keluar sambil memegang pipinya yang memerah katena tampatan Hardi. Seorang pria membantunya berjalan dengan memegang pundaknya.


"Kau tak apa mbak?" tanya Pria itu setelah Wulan berada di dalam mobil.


"Terimakasi Nando, kau telah membantuku" balas Wulan masih terisak.


"Tapi mbak, apa cara mbak yang pura-pura selingkuh ini cara yang benar? Mbak kan sangat mencintai mas Hardi" ujar Nando.


"Ini sudah keputusan yang benar, Hardi tidak mencintaiku jadi untuk apa aku hidup terus bersamanya" ucap Wulan.


"Yasudah, aku tak mau ikut campur terlalu banyak dengan urusan rumah tangga mbak, Sekarang aku antar mbak kemana?" tanya Nando.


"Bawa aku ke rumah orangtuaku saja, kebetulan mereka sedang berada di luar negeri. Nanti saat mereka tiba, aku akan jelaskan semuanya" balas Wulan.


"Baik mbak" ujar Nando lalu melajukan mobilnya dengan sedikit cepat.


Flashback off


_______


Kepala Hardi berada di pangkuan Sarah namun tampang Hardi masih saja serius, seperti ada sesuatu yang ia pikirkan. Sarah yang mengelus rambut Hardi menyadari mimik wajah suaminya.


"Oh tidak, tidak ada yang mas pikirkan" Hardi mencoba menutupinya dengan senyuman yang sedit dipaksakan.


"Tak perlu banyak di pikirkan, tadi juga kita kan sudah mendengar penjelasan dari Cilla dan tak ada hal yang bisa di curigai tentang Wulan" ujar Sarah.


"Iya sayang, mas juga tak akan terlalu memikirkannya" ucap Hardi.


"Yasudah, sekarang kita tidur yah mas." ucap Sarah.


"Peluk aku yah sayang, pelukanmu itu yang paling nyaman" pinta Hardi.


Sarah pun tersenyum, Sarah memeluk Hardi walau tubuh Hardi lebih besar darinya. Hardi memejamkan matanya, ia sangat nyaman berada di pelukan wanita yang sangat ia cintai. Hardi pun melingkarkan sebelah tangannya di pinggang istrinya dan tidur terlelap.


________


Ttoookkk ttoookkk toookkkk


Terdengar suara ketukan yang terus menerus mengetuk pintu kamar Hardi. Sarah yang mendengarnya lalu mencoba membuka matanya, dilihatnya Hardi masih memeluknya dan masih terlelap. Ia menatap jendela dan memang matahari sudah menembus gorden jendela kamarnya lalu ia menatap jam dinding dan waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Bunda... Ayah.... Bunda... Ayah..." terdengar di luar pintu suara teriakan Cilla.


Sarah mencoba membangunkan suaminya yang masih tidur.

__ADS_1


"Mas... Mas... bangun mas, sudah siang" ucap Sarah menggoyangkan tubuh suaminya.


Hardi pun menggeliat lalu membuka matanya.


"Sudah jam berapa sayang?" tanya Hardi lalu menguap.


"Jam 9 pagi mas, Cilla sudah mengetuk pintu kamar kita berkali-kali" ujar Sarah. Lalu Sarah turun dari tempat tidur namun tiba-tiba Hardi merangkul pinggangnya.


"Mas...." ucap Sarah.


"Sebentar sayang" ucap Hardi terus memeluk pinggang Sarah.


"Kasihan Cilla menunggu dari tadi" ucap Sarah, Hardi pun melepaskan pelukannya dan sebelum Sarah ke depan pintu Hardi mengecup pipi Sarah sekilas. Sarah hanya tersenyum dengan sikap manis Hardi.


Sarah terus berjalan menuju pintu kamar sambil membereskan rambutnya dan mengikatnya ke atas.


"Ada apa sayang?" tanya Sarah setelah membuka pintu kamarnya.


"Kok lama banget sih buka pintunya? Bunda dab ayah baru bangun yah" ucap Cilla sedikit ngambek karena menunggu lama.


"Maaf sayang" ucap Sarah berjongkok memegang pundak Cilla.


"Bunda ayah, hari ini kan hari libur. Kita berangkat berlibur yuk. Cilla ingin jalan-jalan" pinta Cilla.


"Bunda sih ok aja, nanti bunda tanya ay...." belum melanjutkan perkataannya suara Hardi menyahut.


"Ok sayang, kita liburan. Kita jalan-jalan" ucap Hardi.


"Hore...." teriak Cilla.


"Sekarang Cilla tunggu di bawah dan kami mau siap-siap dulu" ucap Hardi.


Cilla pun pergi dengan wajah riang, Cilla sangat senang bahwa mereka akan pergi berlibur hari ini.


Sarah menutup pintu kamarnya tiba-tiba hatdi memeluknya dari belakang membuat Sarah terkejut.


"Hayo kita mandi" ucap Hardi.


"Iya mas, jadi lepaskan aku mau ke kamar mandi duluan" balas Sarah.


"Maksudku kita mandi bersama sayang" ajak Hardi yang terus memeluk Sarah dengan berjalan menuju kamar mandi.


Mau tidaj mau Sarah pun mengikuti kemauan suaminya, ia merasa geli ketika Hardi terus saja menciumi lehernya sambil terus berjalan berpelukan menuju ke kamar mandi.


Bersambung......


Terus dukung Author dengan Like, vote dan komen. Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2