Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Rasa Cemburu


__ADS_3

Hari ini Sarah memutuskan untuk ke Mall karena banyak kebutuhan yang harus ia beli, Sarah memutuskan untuk pergi seorang diri kesana dan semua anaknya ia titipkan pada mertuanya karena memang kebetulan orangtua Hardi sedang berkunjung ke rumahnya. Sarah yang biasanya di antar Lia jika berbelanja bulanan, sekarang ia ingin menikmati waktunya sendiri tanpa di temani siapapun, Sarah memang berangkat dengan pak Tono namun Sarah menyuruh pak Tono untuk menunggunya saja di parkiran mall.


Sarah masuk kedalam supermarket untuk membeli beberapa keperluan rumah tangga bulanannya, tak butuh waktu lama karena Sarah sudah mencatat apa-apa saja yang harus ia beli. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, Sarah cukup lelah sehingga ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah cafe yang ada di mall itu sambil menikmati minuman dingin berwarna pink yang sedang ia seruput sedikit demi sedikit juga di temani oleh sepotong kue dengan strawberry di atasnya. Sarah mengedarkan pandangannya sambil sesekali menyendok sedikit demi sedikit kue yang ada di hadapannya.


Namun pandangannya terhenti ketika ia melihat seseorang yang cukup jauh di hadapannya namun ia cukup mengenali siapa yang ia lihat walau seseorang itu membelakanginya. Orang yang di lihat Sarah tak lain dan tak bukan adalah suaminya, Sarah melihat Hardi sedang berdiri berhadapan dengan seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut blonde, wanita itu tak terlihat seperti orang melayu (setengah bule) dengan kulit putih dan hidung mancungnya. Hardi yang tadinya duduk terus berdiri menyambut wanita itu, Hardi lalu bersalaman dengan wanita itu lalu wanita itu cium pipi kanan dan cium pipi kiri dengan tangan yang berada di bahu Hardi, wanita itu tersenyum manis kepada Hardi. Entah Hardi tersenyum juga atau tidak karena memang Sarah hanya bisa melihat Hardi dari arah belakang.


Tiba-tiba dada Sarah terasa panas, kepalanya terasa pusing dengan tubuh gemetar dengan perasaan yang campur aduk. Sarah tadinya ingin bersantai dan menenangkan diri namun apa yang di lihatnya itu malah membuatnya malah tambah tak enak hati. Sarah terus memandang ke arah dimana suaminya sedang bersama wanita itu, terlihat sepertinya mereka sedang bercakap-cakap akrab sampai-sampai wanita itu terus mengembangkan senyuman manisnya.


Hati Sarah semakin bergejolak, ia berpikir negatif kepada Hardi, karena jika soal pekerjaan Hardi pasti akan mengajak Rio untuk menemaninya namun kali ini Hardi hanya datang sendiri tanpa di temani siapapun. Sehingga Sarah berpikir jika ada sesuatu antara Hardi dengan wanita yang ada di hadapannya. Sarah beranjak dari duduknya lalu ia pergi dengab hati yang tidak senang, walau Sarah membawa begitu banyak barang di tangannya namun semua itu terlihat ringan jika membawanya dengan amarah.


Setelah sampai di parkiran Sarah menyuruh pak Tono untuk memasukan barang-barang belanjaan lnya dengan tampang dingin dan ketus. Pak Tono yang melihat sikap Sarah yang tak seperti biasanya pasti ada masalah dengan majikannya itu, pak Tono sebenarnya ingin tahu kenapa Sarah bisa seperti itu namun ia tak berhak bertanya atau mencampuri urusan majikannya.


_______

__ADS_1


"Aku pulang..." terdengar suara teriakan Hardi namun Sarah mengacuhkannya dan pura-pura tidur karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 wib.


'Kok tak ada jawaban' pikir Hardi lalu Hardi masuk ke kamarnya dan terlihat Sarah sedang berbaring membelakangi dimana dirinya berada.


Hardi meletakkan tasnya dan membuka jas, dasi serta kemejanya, tubuh atasnya polos dengan otot yang menonjol di lengan, dada dan perutnya. Usia Hardi sudah akan kepala empat namun pesonanya masih terasa seperti pertengahan usia 2 puluhan. Terlihat kilapan di tubuh Hardi yang berkeringat terkena cahaya lampu kamar yang temaram, Hardi hanya memandangi Sarah yang dikiranya tengah terlelap lalu Hardi beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya yang terasa sangat lengket.


Setelah Hardi masuk ke kamar mandi, Sarah perlahan membuka matanya, masih ada gurat kekesalan di wajahnya. Pikiran Sarah masih sama, penuh tanda tanya siapa wanita yang cukup akrab yang sampai untuk menyapa saja harus cium pipi segala. Tak lama Hardi pun keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya, seketika Sarah kembali memejamkan matanya namun tanpa Sarah ketahui Hardi melihat gelagat istrinya tersebut yang tengah pura-pura tertidur.


Hardi tersenyum, ia tidak langsung menghampiri Sarah namun ia berjalan ke arah lemari pakaian untuknya dia berpakaian dengan piyama tidurnya. Hardi berbaring di sisi Sarah lalu menarik selimut menutupi tubuhnya sekaligus menutupi tubuh istrinya yang dari tadi hanya tidur tanpa selimut. Sarah memang membelakangi Hardi lalu Hardi mengecup pipi istrinya sekejap dan hendak berbaring kembali namun niatnya terhenti, sekali lagi ia ingin menggoda istrinya dengan mengecup serta mengendus di sekitar samping leher Sarah dimana itu adalah salah satu area sensitif istrinya. Sarah yang memang tidak tidur merasakan rasa geli yang teramat sangat dengan ulah suaminya, namun ia mencoba menahannya walau rasa itu semakin membuatnya tak tahan.


Sarah bisa bernafas lega karena ulah Hardi tadi hampir saja menggoyahkan dirinya, memang area sekitaran leher adalah salah satu area sensitifnya yang dapat membuatnya tidak tahan dan Hardi sangat mengetahui itu. Tapi untungnya ia bisa menahannya dan berpura-pura seolah ia sedang tidur dan tak merasakan apa padahal walaupun tertidur Sarah pasti terbangun jika Hardi melakukan itu padanya.


________

__ADS_1


Pagi pun tiba, Sarah tak seperti biasanya masih tidur walau waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Hardi yang tengah bersiap dengab pakaian kerjanya pun tengah menggendong Arsa dan Arka di gendong oleh Lia di luar kamarnya. Tanpa Hardi ketahui Sarah tidak tidur pada malam hari, Sarah tertidur pada pukul 5 pagi karena banyaknya pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Hardi membiarkan istrinya istirahat, mungkin semalam Arka dan Arsa membangunkannya, pikirannya.


Sampai menjelang waktu berangkatnya pun Sarah masih saja belum bangun untung Arka dan Arsa telah tidur kembali setelah di beri susu formula. Sehari semalam ini benar-benar tidak ada komunikasi antara Sarah dan Hardi, tidak seperti biasanya mereka lakukan dan Sarah selalu menyambut Hardi jam berapapun Hardi oulang bekerja.


Dan seharian ini pun tak ada pesan ataupun telpon dari Sarah yang biasanya sesekali Sarah mengirim pesan baik itu penting ataupun tidak sebagai basa-basi untuk tetap terjalinnya komunikasi antara suami dan istri. Sebenarnya Sarah dari tadi memang tengah memegang ponselnya namun ia m ncoba tak menghubungi suaminya, ia masih marah dan perlu penjelasan dari suaminya. Maka dari itu ia akan bertanya secara langsung kepada Hardi setelah Hardi pulang dari kantornya.


Hardi yang sedang sibuk dengan pekerjaannya sesekali menatap layar ponsel di sampingnya berharap ada telpon ataupun sekedar pesan yang biasanya di kirim istrinya. Hardi pun merasa janggal dengan itu, Hardi penasaran apa ada kesalahan yang ia perbuat pada Sarah tanpa ia sadari. Hardi menjadi tidak terlalu fokus, pikirannya terbagi dua antara pekerjaan dan rumah. Hardi memutuskan untuk bertanya kepada istrinya agar keadaan ini tidak berlanjut dan dapat diselesaikan dengan cepat. Hardi kembali mencoba memfokuskan dirinya dalam pekerjaannya sampai waktu pulang nanti tiba.


Bersambung....


Akankah semua terselesaikan?


Penasaran?

__ADS_1


Selalu tunggu up Author selanjutnya 😊


__ADS_2