Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Mamahnya Cilla!


__ADS_3

"Mas sudah siap belum?" tanya Sarah.


"Sudah sayang" balas Hardi.


"Ayah ceoetan, nanti Cilla te lamabat" teriak Cilla.


"Iya Cilla, ini papah turun." Ucap Hardi sambil merapikan dasinya.


"Mas ini dasinya gak benar. Sini aku benarkan dulu" ucap Sarah lalu mencopot Dasi yang Hardi pakai dan memasangkannya kembali pada leher Hardi.


"Ini salah bunda juga, yang biasanya nyiapin semua dan memakaikan dasi untuk ayah. Sekarang malah enggak" keluh Hardi.


"Kok nyalahin bunda sih, kan ayah sendiri yang bangunnya telat" balas Sarah.


"Udah jangan berdebat terus, Cilla nanti terlambat" keluh Cilla melerai orangtuanya.


Setelah beres akhirnya mereka pun berangkat menuju sekolahnya Cilla. Dari kejauhan terlihat seorang wanita yang tengah berdiri di depan gerbang sekolahnya Cilla. Hardi memperhatikan nya serasa ia mengenal orang tersebut. Setelah cukup dekat, ia pun menyadari kalau seseorang itu adalah Wulan, ibu biologisnya Cilla.


Wulan yang menyadari kedatangan mobil Hardi langsung menatap ke arah mobil itu sambil tersenyum senang. Hardi pun berhenti tepat di depan Wulan berada. Hardi, Sarah dan Cilla keluar dari mobil secara bersamaan.


"Hardi, apa kabar?" tanya Wulan sambil tersenyum.


"Cilla, kamu sudah besar sayang." ucap Wulan senang lalu memeluk Cilla. Cilla hanya berekspresi bingung, ia tak mengenali wanita yang memeluknya. Wajar karena Cilla di tinggal pergi Wulan ketika ia masih berusia 3 tahun jadi Cilla tak ingat wajah mamah kandungnya.


Hardi menarik paksa Cilla untuk menjauh dsri Wulan dan Wulan yang tadinya tersenyum senang berubah ekspresinya menjadi sedih dengan perlakuan Hardi.


"Kau tak usah peduli dengan Cilla, kau saja tak mengingatnya beberapa tahun ini. Kemana saja kau selama ini? Apa kau lebih peduli dengan ******** selingkuhanmu dulu, hah? Urus saja dia, jangan pedulikan Cilla. Untuk apa kemari setelah kami mulai ingin melupakanmu." ucap Hardi meninggikan suaranya.


Sarah hanya menatap dengan penuh tanya, ia hanya mendekatkan Cilla di sisinya. Ia tidak mengetahui masalah Hardi dengan wanita itu. Memang Hardi tak pernah memberitahu tentang Wulan, karena Hardi ingin mengubur ingatan tentang mantan istrinya tersebut. 'Wulan, sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tapi kapan dan dimana' pikir Sarah seakan tak asing dengan nama itu.


"Walaupun begitu, aku ini masih ibu kandungnya Cilla. Aku berhak menemuinya, aku sangat merindukannya" ucap Wulan.


"Cilla, sini sayang. Mamah kangen sekali padamu. Aku mamah kandungmu Cilla" ucap Wulan mengulurkan kedua tangannya memanggil Cilla kedekatnya namun Cilla hanya memeluk Sarah tak menghiraukan panggilan Wulan.


Deg.... ternyata wanita yang ada di hadapan Sarah itu adalah ibu kandung Cilla. Sarah mengingat masa lalu ketika insiden dirinya dan Hardi, Sarah mengingat bahwa Hardi menyebutkan nama Wulaan saat insiden itu terjadi, pantas saja Sarah merasa tak asing lagi dengan nama Wulan.


"Siapa wanita itu, Hardi?" tanya Wulan menyadari Cilla sangat dekat dengan Sarah.

__ADS_1


"Dia istriku, dia bundanya Cilla. Jadi tanpamu juga Cilla tak pernah merasa kekurangan kasih sayang seorang ibu" ucap Hardi tegas.


"Oh... Kau bisa gampang sekali melupakan aku, ternyata dugaanku selama ini benar. Kau tak pernah mencintaiku selama kita menikah dulu." ucap Wulan sinis.


"Apa katamu?" Hardi sudah mengangkat tangannya yang seperti akan menampar Wulan namun Sarah segera menahan tangan Hardi.


"Sudah mas, jangan berbuat kasar di depan Cilla. Lagipula dia kan memang anak kandung dari Wulan dan Wulan pun ibu kandungnya Cilla. Jadi tak masalah jika mereka ingin bertemu." ucap Sarah menenangkan Hardi.


"Cilla, itu mamah kandung Cilla. Cilla dekati dia, mungkin mamah Cilla kangen sama Cilla" ucap Sarah menyuruh Cilla menghampiri Wulan.


"Tapi bunda... Bunda kan bundanya Cilla. Cilla gak kenal sama dia" Cilla ragu tak ingin menghampiri Wulan.


Sarah terus membujuk Cilla agar menghampiri Wulan, Wulan tersenyum kearah Cilla berharap Cilla bisa menghampirinya. Tapi tetap saja Cilla tak ingin menghampiri Wulan, ia malah semakin mempererat pelukannya pada Sarah.


Suara bell sekolah berbunyi tanda Cilla harus masuk kelas.


"Sayang, sekarang Cilla masuk yah. Jam pelajaran sudah di mulai, nanti ayah dan bunda menjemputmu lagi." ucap Hardi menyuruh Cilla masuk kelas, Cilla pun berlari masuk ke sekolahnya menuju kelasnya.


Wulan, Hardi dan Sarah menatap kepergian Cilla.


"Hei... Kau sekarang pergi saja, jangan pernah ganggu Cilla lagi. Cilla sudah tak membutuhkanmu, sana pergi.." bentak Hardi.


"Hayo sayang" ucap Hardi lalu mereka masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Wulan. Wulan hanya menatap kepergian mobil Hardi lalu kembali menatap ke arah sekolah Cilla dengan pandangan penuh rasa rindu.


'Cilla, mamah kangen banget sama kamu. Mamah tahu kamu pasti tak mengingat mamah, maafkan mamah telah meninggalkanmu beberapa tahun ini. Mamah hanya ingin di dekatmu sekarang, semoga kamu bisa menerima mamah lagi' batin Wulan. Wulan terlihat sangat sedih lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi dengan penuh kesedihan.


__________


Didalam mobil Hardi.


"Cantik yah!" ucap Sarah.


"Siapa?" tanya Hardi.


"Itu, mantan istrimu." balas Sarah.


"Ah biasa aja tuh" balas Hardi.

__ADS_1


"Tapi dulu kau sempat mencintainya kan!" ucap Sarah tetap menayap ke arah depan.


Hardi melirik Sarah sekilas, "Itu kan dulu dan hanya akan jadi masa lalu"


"Yah... Siapa tahu sekarang masih ada rasa cinta yang tersimpan." Ucap Sarah sedikit sewot.


"Kau kenapa sih sayang? ucapanmu kok aneh begitu" tanya Hardi bingung.


"Yah... mungkin aja kan perkataanku benar." ucap Sarah masih dengan nada sewot.


Hardi segera meminggirkan mobilnya ke tepi jalan dan berhenti.


"Kok malah berhenti? Kantormu kan masih jauh di depan" ucap Sarah heran.


Hardi menghadap ke arah Sarah lalu ia mulai memegang kedua tangan istrinya tersebut. "Dengarkan aku sayang, Wulan itu adalah masa laluku. Aku sudah tidak mencintainya sedikitpun dan malah aku sudah melupakannya. Sekarang ini wanita yang sangat aku sayangi dan yang sangat aku cintai hanya kau, Sarah. Wanita yang sekarang jadi istriku dan jadi bundanya Cilla yang sesungguhnya, bahkan nanti akan menjadi calon ibu dari anak kita. Jadi ingat yah sayang, jangan pernah merasa curiga atau meragukanku lagi karena hatiku sudah terpikat dan terpesona padamu. Jiwa dan ragaku sudah terkunci untuk yang lainnya apalagi dengan Wulan. Aku sangat mencintaimu, Sarah" jelas Hardi panjang lebar.


Sarah yang mendengarnya langsung tersenyum, dalam hatinya ia merasa tersanjung dan bahagia dengan perkataan suaminya. Ia jadi tambah percaya dan tak akan pernah meragukan lagi cinta dari suaminya tersebut.


"Mas benar kan, tak bohong! Maafkan aku mas yang telah meragukanmu" ucap Sarah menyesal.


"Kau pasti cemburu yah!" ucap Hardi dengan senyuman meledek.


"Apa? aku tak cemburu mas. Sama sekali tidak." ucap Sarah tegas.


"Hehehe sudah jelas sekali dari sikapmu hari ini" ucap Hardi masih dengan senyuman menggoda.


"Aku bilang tidak yah tidak" ucap Sarah meyakinkan.


"Kau ini" Hardi langsung memeluk Sarah erat walau di dalam mobil lalu ia mengecup bibir istrinya sekilas.


"Yasudah, mas tambah terlambat nih ke kantor. Kalau seperti ini terus bisa-bisa kebablasan" ucap Hardi tersenyum lalu memasang kembali sabuk pengamannya dan oembali melajukan mobilnya menuju ke arah kantor.


Ini adalah kali pertama Sarah ikut ke kantor suaminya karena memang selama ini Sarah tak pernah ke sana. Ini kesempatannya bisa melihat - lihat kantor besar dan mewah milik suaminya. Sarah ikut kesana juga sekalian ingin makan siang bersama suaminya.


Karena pertama kalinya Hardi membawa istrinya ke kantor, semua mata karyawan di sana tertuju pada mereka. Seperti pada umumnya selalu saja ada bisik-bisik antar karyawan yang membicarakan atasannya tersebut. Dari semua bisik-bisikan itu banyak yang mengagumi kecantikan istri bos mereka dan mereka merasa iri dengan pasangan yang sangat serasi itu.


Bersambung....

__ADS_1


Selalu dukung Author denga Like, Vote dan Komen... terimakasih 😊


__ADS_2