Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Waktu keluarga


__ADS_3

Sarah dan Hardi menelpon orangtua mereka masing-masing untuk memberitahukan kehamilan Sarah yang akan memiliki bayi kembar. Betapa terkejutnya mereka sekaligus bahagia akan kabar tersebut karena mereka tak menyangka akan mendapatkan cucu kembar, jika di telusuri bahwa mereka memang memiliki keturunan kembat dari pihak Hardi yang mana nenek Hardi itu terlahir kembar.


Karbar itu pun terdengar oleh Cilla yang mana Cilla begitu senang mendengar jika ia akan memiliki 2 adik sekaligus dan dia berharap akan memiliki 2 adik perempuan agar bisa bermain dengannya.


Sarah, Hardi dan Cilla memutuskan makan siang di restoran sebagai tanda perayaan kehamilan Sarah, itu saran dari Cilla. Mereka memilih tempat duduk agak sudut agar tidak terlalu bising oleh orang lain, mereka memesan makanan yang spesial namun tak begitu berat dan juga tak ketinggalan ice cream kesukaan Cilla yang ukuran jumbo.


Mereka pun melahap makanan yang telah terhidang sedekali Hardi mengedarkan pandangannya hanya untuk melihat-lihat saja, kebetulan ia melihat seseorang yang di kenalnya, lalu Hardi mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


Hardi : Van, coba lihat ke depan.


Devan pun mengedarkan pandangannya lalu melihat Hardi tak jauh dari tempatnya duduk.


Devan : Eh mas, kebetulan banget kita satu restoran.


Dan seseorang yang duduk di hadapan Devan pun ikut menoleh ke arah yang Devan lihat dan ternyata itu Martin, mantan pacarnya Sarah.


Devan pun menghampiri meja Hardi karena Hardi mengajaknya untuk makan bersama begitupun Martin ikut duduk di meja yang sama dengan mereka.


" Kenalkan mas, mbak, ini Martin teman dokter di rumah sakit tempatku bekerja " ucap Devan memperkenalkan.


" Oh iya, kami sudah saling kenal kok. Dulu Cilla pernah di tangani oleh dr. Martin dan Sarah juga mengenalnya " balas Hardi yang sedikit tidak suka.


Martin hanya tersenyum canggung di hadapan Sarah dan Hardi namun di balik itu ada sebuah kekesalan dalam lubuk hatinya yang melihat Hardi dan Sarah semakin hati semakin mesra saja.


" Oh iya Van, kau pasti belum tahu kan kalau Sarah sedang hamil anak kembar " ujar Hardi.


" Benarkah! aku senang sekali mendengarnya mas, aku akan punya keponakan lagi dua sekaligus " ucap Devan dengan senyum senangnya.


" Selamat Sarah dan pak Hardi " ucap Martin datar dengan senyuman di paksakan, dalam hatinya ia sangat terkejut akan kehamilan Sarah, ia semakin kesal akan itu namun ia bisa menutupinya dengan bersika tenang.


" Sudah berapa bulan mbak?" tanya Devan.


" Sudah mau 3 bulan dan Alhamdulillah kehamilannya baik-baik saja " balas Sarah.

__ADS_1


" Aku jadi penasaran jenis kelamin bayinya nanti, semoga saja laki-laki yah agar bisa main bola bareng " ujar Devan.


" Setuju, aku juga sama Van, ingin anak laki-laki " ujar Hardi semangat.


" Iya mau laki-laki ataupun perempuan semoga saja selalu sehat dan sempurna " ucap Sarah.


Devan, Hardi dan Sarah sangat senang dengan bahasan itu, Cilla cuek saja dia asik dengan ice creamnya sementara Martin hanya diam saja dengan terus memakan makanan yang ada di hadapannya dan sesekali tersenyum yang seakan di paksakan.


Akhirnya mereka menyelesaikan makanannya, Devan dan Martin pamit karena harus kembali ke rumah sakit sementara Hardi dan Sarah pergi ke mall untuk bermain time zone karena Cilla sangat ingin bermain kesana. Sekalian Sarah ingin melihat-lihat pakaian bayi disana dan akan membeli beberapa jika ada yang menarik hatinya.


________


Sore hari mereka baru sampai di rumah, Sarah terlihat lelah lalu ia duduk di sofa ruang tv untuk mengistirahatkan dirinya terutama kakinya yang sangat lelah karena berkeliling untuk melihat-lihat pakaian bayi di sana. Sarah membeli beberapa karena terlihat beberapa paper bag yang di letakan di dekat dirinya. Hardi berinisiatif membuatkan jus jeruk untuk dirinya beserta anak istrinya, walau bi Lilis menawarkan diri untuk membuatkan minumannya namun Hardi ingin sesekali membuatkan untuk anak dan istrinya tersebut.


" Ini jus jeruk segar untuk kedua tuan putri di hatiku " ujar Hardi sambil meletakkan nampannya di atas meja.


" Wah Terimakasih mas " ucap Sarah lalu mengambil segelas jus nya.


" Bagaimana rasanya?" tanya Hardi penasaran.


" Enak " balas Sarah.


" Jelas enak lah, ini kan jus kemasan " cibir Cilla.


" Nih anak, bikin ayah pengen nyubit aja " ujar Hardi saking gemasnya.


Sarah beranjak dari duduknya untuk segera membersihkan dirinya katena badannya sudah terasa gerah dan lengket karena sehatian berkeliling di mall. Hardi dan Cilla malah asik menonton televisi sambil menikmati jus dan cemilan di sana.


__________


Dirumah sakit, sambil menunggu waktu praktek mulai, di ruang istirahat dokter Devan dan Martin berbincang-bincang.


" Aku lihat sepertinya kau sama mbak Sarah sudah kenal lama, soalnya di lihat dari ekspresi kalian tadi pas makan siang seperti canggung begitu. Ada yang tidak aku ketahui?" tanya Devan yang aneh dengan sikap Martin tadi siang.

__ADS_1


" eh itu, iya benar, kami sudah saling mengenal lama dan pernah dekat juga " balas Martin.


" Seberapa dekat kalian kalau boleh tahu?" tanya Devan penasaran.


" Kami dulu pernah pacaran cukup lama, sampai akhirnya kami putus dan Sarah bertemu dengan pak Hardi dan menikah. Kami baru bertemu kembali tahun lalu pas Cilla sakit, itu juga di rumah sakit. Lalu sesekali kami kebetulan berpapasan di beberapa tempat, cuma itu saja sih tidak lebih" jelas Martin panjang lebar.


" Oh begitu, sekarang aku mengerti. Yasudah jadwalku hampir tiba, aku tinggal ke ruangan dulu " ujar Devan lalu keluar dari ruang istirahat.


Martin yang sendiri tampak tersenyum sinis, di pikirannya seperti ada sesuatu entah apa yang pasti dia seperti memikirkan yang tidak bisa di jabarkan.


Devan yang sudah di ruangannya merasa aneh dengan sikap Martin saat ia membicarakan Sarah. Ia merasa ada sesuatu yang Martin sembunyikan entah apa itu, mungkin ini hanya sekedar dugaan atau hanya pikiran negatif Devan saja jadi Devan menghilangkannya dan mencoba berpikir positif.


_______


Sarah tertidur ketika Hardi batu saja masuk kedalam kamarnya, Hardi tersenyum melihat Sarah yang tidur pulas mungkin karena hari ini yang melelahkan. Hardi segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara Cilla sudah di urus oleh Lia.


Hardi mengucurkan dirinya di bawah shower, air yang dingin membasahi kepala hingga kakinya, rasa segar dia rasakan. Cukup lama Hardi mandi hingga menghabiskan waktu 30 menit, tak seperti biasanya yang hanya mandi beberapa menit saja.


Hardi keluar dari kamar mandi dan melihat Sarah sedang bersandar di kepala ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Kau sudah bangun sayang?" tanya Hardi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


" iya mas, tadi ketiduran sebentar. Mas tumben mandinya lama!" Sarah balik bertanya.


" Habisnya gerah sayang, mas keasikan mandi di bawah guyuran air shower yang segar " balas Hardi.


" Cilla dimana mas?" tanya Sarah.


" Ada, tadi mas suruh Lia yang mengurus Cilla " jawab Hardi.


Terdengar suara ponsel Hardi, ternyata ada sebuah pesan dari Rio yang memberitahukan bahwa kliennya ingin bertemu malam ini juga di sebuah restoran, besok tidak bisa bertemu sesuai janji karena harus kembali ke negaranya. Karena ini merupakan klien penting Hardi harus menemuinya, Hardi ijin pada Sarah untuk pergi ke restoran yang di janjikan sementara Rio akan segera menunggunya di sana. Hardi pergi dengan supir pribadinya ke restoran yang di tuju dan sedikit cepat melajukan mobilnya karena waktu temu sudah sebentar lagi. Tiba-tiba ada seekor kucing yang lewat di jalan raya, untuk menghindarinya sehingga pak maman membanting stir mobilnya dan mobilpun menabrak trotoar dan keluarlah asap dari kap bagian depan karena menabrak tiang kabel telpon.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2