Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Season 2 : Penjelasan


__ADS_3

Cilla mendapatkan pesan dari Adrian untuk bertemu di sebuah cafe sepulang sekolah nanti, kebetulan Adrian mendapat tugas di luar kantor sekalian juga makan siang dan Cilla menyetujui ajakan Adrian. Sebelum berangkat Cilla menyiapkan baju dan memasukkannya kedalam tas agar waktu bertemu nanti Cilla tak memakai seragam sekolah. Cilla meminta hari ini untuk tak di antar supir, Cilla ingin naik taksi saja.


Disekolah, Cilla sudah kembali ceria dan bersikap seperti biasa lagi setelah bertemu Adrian karena dulu saat Reza pergi, Cilla terkesan jadi anak pendiam dan sering melamun.


" Gue senang lihat Cilla udah ceria lagi, dulu udah kayak orang kesambet, diam.... aja...." ujar Amel.


" Bagus dong, jadi bisa main dan ngobrol-ngobrol lagi kan, Cil!" balas Dona.


" Kayaknya punya gebetan baru nih, setelah di tinggal si Reza." ejek Citra.


" Enak aja! Si Reza gak termasuk dalam kata Gebetan yah!"


" Terus selama ini loe murung kan karena si Reza, jangan ngeles deh hehe"


Cilla hanya diam, sebenarnya apa yang teman-temannya bilang memang tak salah, dalam mulut menyanggah namun hati berkata lain. Cilla pun mengalihkan pembicaraan untuj tak membahas soal Reza lebih jauh karena ia ingin sekali melupakan Reza dan menjalani hidup baru tanpa masa lalu.


" Eh... Kalian sudah pada belajar belum?sebentar lagi kita ujian!" tanya Cilla


" Tau ah... mumet gue."


" Halah... loe sih mel, sibuk ngejar guru olah raga mulu bukannya belajar yang bener."


" Hehehe bener juga sih kata loe, gue lebih seneng lihatin tampang guru oleh raga daripada lihatin huruf di buku pelajaran."


" Hadeuh... ngelihatin pak guru gak bakalan buat loe lulus, bego!"


" Terserah gue, mata-mata gue, tapi gue juga pengen lulus sih. Nyontek aja yah sama kalian hehehe."


" Oh iya, besok kan weekend, pulang sekolah kita pergi karoke yuk." ajak Citra.


" Ide bagus tuh, kebetulan gue udah suntuk banget butuh refreshing, biar pikiran gue bersih." balas Amel.


" Betul, otak si Amel udah jamuran dan lumutan jadi kudu di bersihkan." timpal Dona dan semua orang tertawa.


" Sorry, gue gak bisa ikut, gue udah ada janji." ujar Cilla.


" Lah.... loe mah gitu, janji sama siapa? apa gebetan baru? kenalin kita dong!"


" Kepo banget sih loe!"


" Yaudah, jadi kita bertiga doang yah yang cabut, biarin si Cilla sama gebetannya." ujar Citra dan Cilla pun hanya meminta maaf pada teman-temannya.


_________


Pukul 3 sore Cilla sudah sampai di sebuah cafe dimana tempat janjiannya dengan Adrian, ternyata Adrian sudah sampai lebih dulu dan melambaikan tangannya memanggil Cilla dan Cilla pun menghampirinya.


" Maaf telat, sudah menunggu lama yah!"


" Tak apa-apa, kebetulan aku tadi bertemu dengan klien di sini baru saja selesai dan kamu datang jadi gak terlalu lama nunggu."


" Syukurlah."


" Mau pesan apa?"


" Aku samakan saja dengan yang kamu pesan."


" Ok."


Setelah selesai makan siangnya, Cilla dan Adrian memulai obrolannya kembali.


" Maaf Adrian, untuk 2 minggu ini kayaknya kita tak bisa bertemu dulu, soalnya minggu depan sudah mulai ujian sekolah."


" Oh ok, tak masalah, semoga ujian nanti lancar dan mendapatkan nilai yang bagus."


" Iya terimakasih."


" Tapi sebelum itu, hari ini aku ingin mengatakan sesuatu."


" Apa itu?"


" Eemmm.... itu.... sebenarnya, aku suka kamu, aku berharap kamu juga merasakan hal yang sama." ucap Adrian sedikit gugup.


Cilla terkejut, ia hanya diam mendengan pernyataan cinta dari Adrian. Satu sisi Cilla sudah merasa nyaman dengan Adrian dan di sisi lain, Cilla merasa masih terlalu cepat untuk menjalin suatu hubungan karena mereka baru beberapa bulan ini berkenalan. Cilla butuh waktu lebih lama untuk menjalin hubungan dengan pria karena untuk saling mengetahui satu sama lain.

__ADS_1


" Kenapa?"


" Oh... tak apa-apa!"


" Bagaimana dengan perasaanmu?"


" Emm... itu, aku belum tahu, sepertinya aku masih butuh waktu untuk menjawabnya."


" Yasudah, aku pun tak memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Tapi sampai kapan aku bisa tahu jawabanmu?"


" Itu... Aku berjanji, jika ujian selesai, aku akan memberikan jawabannya."


" Iya, terimakasih. Semoga kamu memberikan jawaban yang tepat sesuai isi hatimu."


Cilla merasa tak enak hati dengan Adrian namun dia juga belum pasti akan perasaannya, bukan rasa tidak suka ataupun rasa suka, yang ia rasakan masih sebatas kenyamanan. Hatinya belum berdebar atau merasakan sesuatu yang lebih dari sekedar rasa nyaman sehingga ia butuh waktu untuk meyakinkan perasaannya.


___________


Setelah sampai di rumah, Cilla seperti sedang memikirkan sesuatu sehingga Sarah yang berada di depannya pun di laluinya begitu saja, tanpa mengucapkan salam atau mencium tangan Sarah seperti biasanya. Sarah yang kebingungan dengan sikap Cilla, berpikir jika Cilla sedang ada masalah. Sarah mengikuti Cilla masuk ke kamarnya dan duduk di samping Cilla yang duduk di atas tempat tidurnya.


" Kenapa nak? Bunda di depan pintu kamu lalui begitu saja? apa ada yang kamu pikirkan?"


" Eh Bunda... Maaf Cilla tak memberi salam, ada hal yang Cilla pikirkan."


" Masalah apa sayang! Cerita pada bunda, agar bunda bisa memberikan solusi untuk membantumu."


" Itu... Bunda tahu kan cowok yang waktu itu mengantarku?"


" Iya, terus."


" Dia menyatakan rasa sukanya kepadaku, tapi aku belum memberikan jawaban apapun. Aku malah bingung tentang perasaanku sendiri hingga aku tak bisa menjawab apa-apa. Aku berjanji padanya jika aku akan memberikan jawabannya setelah ujian sekolahku selesai."


" Benarkah? Tak terasa putri bunda sekarang sudah dewasa. Bagaimana perasaan Cilla sekarang?"


" Aku sih merasa nyaman namun aku tak tahu aku suka padanya atau tidak."


" Kalau seperti itu, Cilla harus meyakinkan perasaan Cilla padanya, rasa suka bisa kita sadari ketika orang tersebut sudah tidak berada di sisi kita, maka Cilla harus memikirkannya dengan baik agar tak ada rasa menyesal kedepannya."


" Iya terimakasih bunda, Cilla akan memikirkannya dengan baik." Cilla pun memikirkan masa lalunya ketika Reza masih satu sekolah dengannya, Reza tak henti mengganggunya karena Reza mungkin saja suka padanya dan bahkan karena kebiasaan itu rasa suka muncul ketika kebiasaan itu juga hilang. Cilla tak ingin menyesal untuk kedua kalinya sehingga ia akan memikirkan perasaannya dengan yakin dan menjawab pertanyaan Adrian sesuai perasaannya.


" Kalau masalah ayah biar urusan bunda, kamu mantapkan dulu perasaanmu jangan memikirkan yang lain."


" Iya Bunda." Cilla memeluk ibu sambungnya seperti ibunya sendiri, Cilla bahagia dengan adanya Sarah hingga bisa memberikan solusi padanya setiap dia ada masalah.


" Tapi untuk sekarang, Cilla fokus saja dulu pada ujian sampai lulus dengan nilai bagus."


" Baik bunda, aku akan berusaha dengan baik."


_________


Hardi menanyakan kepada Rio bagaimana hasil pencarian tentang orang yang menyebarkan berita palsu dengan dirinya dan Rio berhasil mengusutnya sampai ke si pengunggah tersebut. Dia adalah Direktur Utama Group hingga Hardi melayangkan somasi kepadanya, hingga saat ini belum ada tanggapan yang berarti dari pihak terkait. Hingga pihak kepolisian menangkap paksa Direktur Utama Group dan membawanya ke kantor polisi untuk di interogasi.


Berbagai pertanyaan di lontarkan namun hanya sebagian saja yang di jawab sehingga Hardi yang melihatnya merasa geram dengan apa yang pria itu katakan. Hingga Hardi pun dengan paksa masuk kedalam ruang interogasi tersebut.


" Katakan yang sebenarnya br*ngs*k, kau kan yang melakukan semua ini dan memata-matai aku juga memfitnahku." Hardi menarik kerah pria itu dengan kedua tangannya karena begitu geram.


" Hahaha... Terus aku harus bilang apa hah! Pasti saat ini istrimu sudah menerima paket dariku, nanti bagaimana reaksi istrimu setelah melihat isi paketnya. hehehe." seringai pria tersebut.


" B@jing@n kamu!" Hardi pun hendak memukul pria tersebut namun polisi di sampingnya menahannya, proses interogasi selesai untuk 48 jam kedepan pria tersebut akan di tahan namun jika bukti tidak terlalu kuat maka pria tersebut bisa di bebaskan.


Hardi pun di paksa keluar dan mau tidak mau Hardi pun keluar di ruangan tersebut lalu Hardi menelpon Rio untuk datang keruamhnya untuk mengecek apa benar ada paket untuk Sarah atau tidak. Karena no Sarah sedang tidak aktif sedangkan anak-anaknya sedang berada sekolah.


Di rumah Sarah sudah mendapatkan paket tersebut, disana tidak terdapat alamat pengirimnya. Namun Sarah penasaran isi paketnya hingga dia duduk di halaman rumah lalu membuka kotanya. Betapa terkejutnya Sarah melihat isi paket tersebut, yaitu foto-foto yang salah satunya di muat di artikel dan beberapa yang lebih terlihat mesra di sisi lainnya.


Air mata menetes tanpa ia sadari, apa benar Hardi berselingkuh di belakangnya? Antara percaya tak percaya, Sarah akan menanyakan langsung pada Hardi apa yang sebenarnya terjadi, Sarah tak ingin merusak hubungannya ataupun menuruti emosinya yang mungkin bisa meledak. Namun hatinya benar-benar sakit melihat Hardi perhatian kepada wanita lain selain dirinya hingga rasa sakit itu memberinya kepedihan yang teramat dalam dan sesak.


Karena tak ada kabar apapun dari Rio, Hardi sesegera mungkin pulang ke rumah dengan menggunakan taxi, Hardi sangat gelisah dengan apa yang akan Sarah rasakan jika dia melihat foto yang akan membuatnya salah paham. Hardi meminta supir taxi untuk melajukan jalannya lebih cepat agar Hardi bisa cepat sampai ke rumahnya.


Setelah sampai rumah dan langsung masuk dengan berlari, Hardi melihat Sarah yang duduk di Sofa.


" Aku pulang!" Hardi menghampiri Sarah yang tak menyambutnya, lalu ia melihat beberapa lembar foto di atas meja yang pasti telah Sarah lihat.


" Sayang, biar mas jelaskan."

__ADS_1


" Iya, aku tunggu penjelasanmu makanya aku menunggu disini."


flashback ***


Nona Yahagi ijin kepada Hardi jika ia akan pergi ke toilet, kebetulan arahnya ke sebelah Hardi, karena kurangnya hati-hati nona Yahagi tersandung ke ujung kursi hingga membuatnya akan terjatuh namun secara spontan Hardi menangkap tubuh nona Yahagi hingga posisinya Hardi memegang pinggang nona Yahagi karena terkejut mereka jadi saling pandang. Namun tak lama Rio dan orang yang bersama nona Yahagi datang dan nona Yahagi melanjutkan jalannya menuju toilet.


" Kenapa pak?" tanya asisten nona Yahagi.


" Itu, nona Yahagi hendak jatuh untung saja aku sempat menangkapnya."


" Syukurlah, terimakasih banyak."


Flashback end ***


" Mungkin di momen seperti itu ada pihak yang mengambil kesempatan, percayalah pada mas sayang. Mas juga baru saja dari kantor polisi karena orang yang terduga tersangka sudah tertangkap, mas perlu lebih banyak bukti untuk menjebloskannya ke penjara. Sekali lagi tolong percaya pada mas, sampai kapanpun mas tak akan pernah mengkhianatimu, mas sangat mencintaimu."


" Baiklah mas, aku percayai perkataanmu." Namun ekspresi Sarah masih sangat tertekan dan kecewa.


" Terimakasih sayang." Hardi memeluk Sarah walau Sarah tak membalas pelukannya.


Di hati Sarah masih tak menerima dengan foto yang di lihatnya, apalagi wanita yang ada dalam foto itu sangat cantik, Sarah merasa minder jadinya. Dia merasa sudah tua dan sudah tidak cantik lagi, apalagi selama ia mulai bekerja, ia jadi kurang memperhatikan penampilannya dan jarang ke salon atau klinik kecantikan.


______


Hari dimana Cilla melaksanakan ujian sudah tiba, Cilla sudah merasa percaya diri karena dia belajar dengan giat namun tetap saja dia merasa gugup ketika guru datang ke kelas membawakan soal ujiannya. Semua yang berada dalam kelas sangat serius mengerjakan soal yang ada, Cilla terlihat sangat lancar dan tersenyum pertanda dia percaya diri bisa mengerjakan soalnya.


Seminggu pun berlalu, semua siswa teriak bahagia dan merasa karena telah menyelesaikan ujian mereka walaupun mereka belum tahu hasil ujiannya namun mereka berhasil melewati tantangan terberat di sekolah.


Cilla yang sedang berkumpul dengan teman-temannya mendapat sebuah pesan dari Adrian.


Adrian : ' Hari ini hari terakhir ujian, kan! Bagaimana rasanya telah melewati ujiannya?'


Cilla : ' Ia, akhirnya beres juga, aku lega banget tapi aku masih belum tenang karena masih harus menunggu hasilnya.'


Adrian : ' Percaya dirilah jika kamu merasa telah berusaha dengan baik, mungkin hasilnya juga akan sama dan mendapatkan nilai seperti yang di inginkan.'


Cilla : T'erimakasih, sudah cukup menenangkanku.'


Adrian : ' Berarti aku sudah bisa tahu jawabanmu!'


Cilla : ' Kirain aku, kamu udah lupa!"


Adrian : ' Untuk hal seperti itu mana mungkin aku lupa, aku malah menghitung setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detiknya aku nantikan.'


Cilla : ' Halah lebay banget sih.'


Adrian : ' Yasudah, kapan kita bertemu?'


Cilla : ' Mungkin beberapa hari lagi yah, aku butuh istirahat soalnya.'


Adrian : ' Ok, aku tunggu kabar darimu.'


Cilla merasa sudah meyakinkan dirinya hingga dia sudah bisa menjawab pernyataan cinta dari Adrian namun ia butuh waktu untuk mengungkapkannya secara langsung kepada Adrian agar Adrian tak merasa terganggu.


Cilla telah sampai di rumah, Sarah dan Hardi menyambutnya dengan suka cita lalu memeluknya secara bersamaan.


" Bagaimana ujian terakhirnya?"


" Alhamdulillah lancar ayah."


" Syukurlah, semoga hasilnya juga bagus."


" Pasti dong ayah, Cilla sudah belajar keras, Cilla merasa percaya diri juga hehe."


" Kalau kamu masuk 3 besar nilai terbaik, ayah janji akan memberikanmu hadiah yang terbaik."


" Wah jadi semakin berharap dapat nilai bagus agar dapat hadiahnya hehe."


" Kamu percaya diri kan?"


" Iya bunda, aku yakin."


Sekali lagi mereka berpelukan bersama, Cilla memberi kode pada Sarah untuk memberitahu tentang pria yang menyukainya, Sarah mengerti dan memberi kode setuju untuk menjelaskan semuanya kepada Hardi.

__ADS_1


Bersambung...


Selalu dukung Author dengan cara memberi Hadiah, Vote, Like, dan komen.....terimakasih ☺️


__ADS_2