Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Season 2 : Setelah hari itu


__ADS_3

Acara pertunangan pun di mulai


Adrian menyematkan Cincin berlian yang indah di jari manis Cilla begitupun Cilla menyematkan cincin di jari manis Adrian. Semua orang bertepuk tangan ikut merasa bahagia dengan pertunangan Adrian dan Cilla. Orangtua Adrian pun memberikan seset perhiasan yang sangat indah kepada Cilla sebagai hadiah atas pertunangan mereka. Cilla menerimanya dengan senang hati sampai senyuman pun tak terus menghiasi wajahnya. Acara pun di akhiri dengan sesi berfoto bersama.


_________


Di Apartemen Adrian, semua orang menghela nafas lega. Tadinya Adrian sudah merasa pesimis akan di tolak namun akhirnya di terima juga.


" Papa gak habis pikir dengan sikap dingin ayahnya Cilla, apa seorang konglomerat itu memang begitu?"


" Maaf yah Pa, memang ayahnya Cilla itu orang yang tegas baik itu di kantor atau di rumah, buktinya dia bisa sesukses itu."


" Kamu tahu banyak, apa Cilla sering cerita?"


" Yah.... Sedikit aku dapat dari Cilla namun lebih banyak aku tahu karena ayahnya Cilla adalah pemilik perusahaan dimana aku bekerja."


" Benarkah? Wah mama gak nyangka kamu dapat putri dari bos kamu sendiri. Semoga mereka tak memandang status kita yang tak setara dengan keluarga mereka, mama hanya takut mereka memandang rendah keluarga kita."


" Adrian yakin mereka tak seperti itu, walaupun mereka orang yang sangat kayak tapi tak ada yang mereka sombongkan. Mereka orang yang sangat baik dan dermawan, mereka juga sangat mengapresiasi pegawai mereka yang memiliki kemampuan. Jadi mama tak usah khawatir."


" Baguslah kalau begitu, oh iya... besok mama dan papa akan kembali ke Australia. Pekerjaan papa sudah menunggu dan bisnis mama juga tak bisa di tinggal lama-lama."


" Ok ma, makasih kalian sudah mau datang. Mama dan papa istirahat saja biar besok aku antar ke Airport."


Orangtua Adrian pun menuju ke kamar mereka untuk beristirahat. Tak lama datang Adrian yang baru saja mandi serta berganti pakaian dengan pakaian santai setelah sebelumnya memakai pakaian resmi yang sangat membuat Reza tak nyaman.


" Hei Bro, dari tadi loe diem aja sih. Semenjak di rumah Cilla loe tak bersuara sedikit pun."


" Lah, memang gue harus ngomong apa bang. Yang tunangan kan Loe masa gue yang komentar. Apa gue harus bilang kalau gue tak setuju dengan tunangan ini?"


" Hahahaha bisa bercanda juga loe yah." Adrian melempar bantal tepat ke arah wajah Reza, namun sebenarnya Reza berkata begitu bukan sekedar bercanda, itu seperti ungkapan isi hatinya yang terdalam.


Esok harinya Adrian mengantarkan orangtuanya ke Airport untuk kembali terbang ke Australia. Reza tak ikut mengantar karena ada kegiatan di kampusnya untuk persiapan wisuda nanti.


" Mama dan papa pulang dulu ke Australia, kamu secepatnya harus menyelesaikan urusanmu terlebih dahulu di sini dan jangan lupa cek kesehatan kalian berdua. Selalu hati-hati dan jaga diri baik-baik, ingat 1 bulan itu gampang berlalu jadi jangan terlalu santai."


" Iya mama ku tercinta, kalian juga hati-hati serta beri kabar jika sudah sampai di Australia."


" Iya iya calon manten." ejek papanya Adrian, Adrian pun memeluk kedua orangtuanya bergantian sebelum orangtuanya pergi meninggalkannya menuju pesawat yang akan mereka tumpangi.


_________


Sarah dan Hardi sedang berada di halaman belakang rumah, menyaksikan kedua putranya yang tengah asik bermain basket. Hari memang sudah mulai petang karena memang itu kegiatan yang sering mereka lakukan setiap harinya. Hardi dan Sarah menikmati minuman dan cemilan yang telah tersedia di meja, sesekali mereka bersorak tatkala salah satunya memasukan bola dalam ring.


" Mas, soal pernikahan Cilla, kenapa mas memberikan waktu sebulan untuk mereka segera menikah. Padahal dulu mas selalu menyuruh Cilla berkarir terlebih dahulu sebelum menikah karena memang umur Cilla yang masih muda."


" Aku tak akan memaksakan keinginanku atau keegoisanku sendiri, kamu lihat kan bagaimana mereka sepertinya saling mencintai. Aku tak ingin karena aku menghalangi mereka, mereka akan berbuat nekad dan malah mencoreng nama baik keluarga kita. Kalau mereka sudah menikah, terserah mereka mau ngapain saja tak akan ada yang melarang."


" Benar juga kata mas, lebih cepat di halalkan malah lebih baik."


" Tapi mas meminta kepada mereka untuk tak secepatnya memiliki momongan, mas masih berharap Cilla menikmati waktu mudanya dulu bersama suaminya."


" Iya mas, aku juga setuju."


Terlihat Arka dan Arsa telah selesai dengan olahraganya, mereka berjalan menuju ke arah orangtuanya. Tubuh mereka sudah sangat tinggi karena mereka sekarang sudah duduk di bangku sekolah menengah atas. Dengan tubuh yang terbentuk, tinggi dan wajah tampan mereka pasti banyak gadis yang tertarik padanya. Namun Arka dan Arsa itu orang yang sangat cuek dan masih tak terlalu tertarik dengan asmara. Baju mereka basah oleh peluh yang teramat banyak, mereka mengambil minuman dingin di meja depan orangtuanya. Masing-masing langsung menghabiskan masing-masing satu gelas dalam sekali tegukan karena rasa haus setelah berolahraga.


" Mas, pernikahan Cilla kan sebulan dari sekarang, kita harus mempersiapkan keperluan semuanya kan agar nantinya tidak keteteran."


" Tenang sayang, acaranya akan di adakan di aula hotel kita, semua dekorasi dan yang lainnya sudah mas urus melalui Rio. Mas juga sudah tanya pada Cilla ingin konsep seperti apa? Hingga mas tinggal memerintahkan Rio saja untuk membereskan semuanya. Kita tinggal tunggu saja hasilnya."


" Baiklah... Gampang sekali jadi kamu yah mas."


" Pastinya, semua bisa mudah jika punya uang namun kita juga bisa kesulitan karena uang. Jadi jangan jadikan uang sebagai patokan kebahagiaan."


" Tumben ngomongnya bisa bener."


" Apa? mulai lagi mengejek suami, padahal udah tua juga hehehe."

__ADS_1


" Enak aja aku tua, mas tuh yang sudah tua hehehe."


" Lagi-lagi seneng banget yah mengejek suami, tapi lihat saja nanti malam, tua-tua begini masih kuat buat kamu tak berdaya hehehe."


" Serem banget sih ancamannya." Sarah bergidik mendengar ancaman Hardi.


_________


Reza merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, seperti ada yang ia pikirkan. Ia menghela nafas panjang dan hanya menatap kosong langit-langit kamarnya. ' Sudah tak ada lagi kesempatan untukku! Ini sudah berakhir. Andaikan waktu dulu aku jujur dengan perasaanku dan mengungkapkannya, akankah semuanya akan berbeda? Aku malah menyesal hanya menjadi pengganggu dalam hidupnya dulu. Andai aku baik untuk mendekatinya, akankah semuanya akan berubah? Hah.... tapi itu semua sudah terlambat, hanya rasa sesak ini yang bisa aku rasakan sekarang. Akankah aku sanggup melihatnya menjadi kakak iparku?' gumamnya.


Reza menatap ponselnya, membuka galery yang berisikan foto-foto disana, dia membuka file yang bertuliskan nama Cilla. Banyak sekali foto Cilla disana yang kebanyakan ia foto secara diam-diam, Reza melihat satu persatu foto-foto Cilla yang saat masih memakai seragam SMA sampai foto terbaru di acara lamaran kemarin. ' Dia sangat cantik, baik dulu atau sekarang dia tidak berubah, begitupun dengan perasaanku yang tak berubah sedikitpun. Perasaan yang selalu membuat hatiku hangat dan berdebar, perasaan yang bisa membuatku bahagia sekaligus sedih.' lagi-lagi Reza bergumam dalam hatinya.


Tiba-tiba Adrian masuk, segera Reza mematikan ponselnya dan menyembunyikannya di bawah bantalnya.


" Ada apa bang? masuk tiba-tiba gitu bikin kaget aja."


" Kaget? padahal udah biasa kan kita nyelonong masuk, aneh banget. Apa jangan-jangan.... loe lagi lihat video xxx yah?" goda Adrian.


" Enak aja, buat apa gue lihat video kayak gitu, gue malah jijik lihatnya." sanggah Reza.


" Yah... kirain aja mau belajar buat nanti loe nikah hehehehe."


" Gue masih lama bang, loe tuh yang mesti belajar karena loe yang bakalan nikah."


" Yeh.... gue sih gak harus belajar juga udah jago, ngapain nyontek teknik orang, mending ciptain teknik sendiri hehehehe."


" Dasar OMES (Otak Mesum) loe Bang."


" Kalau gak gitu, gimana orang-orang pada punya keturunan. Sealim-alimnya orang pasti punya nafsu."


" Iya... iya.. Terus loe nyelonong masuk ke kamar gue mau ngapain?"


" Gue mau minta krim cukur loe, punya gue habis."


" Ngapain malam-malam gini loe cukuran?"


" Mau jadi manten masih saja pergi keluar kota, kata orang tua dulu sih kalau mau nikah itu harus di pingit dulu buat jaga-jaga dari mara bahaya ataupun yang lainnya."


" Loe masih aja percaya mitos yah, gak usah kayak gitu toh sekarang udah jaman modern, kalau gak melaksanakan tugas ntar gue di pecat, terus nanti istri gue mau di kasih makan apa!"


" Istri loe kan orang kaya, bisa minta ke ortunya."


" Enak aja, gue ini cowok dan akan menjadi kepala keluarga, masa gue harus numpang hidup dari mertua. Gue harus bisa bertanggungjawab menafkahi keluarga gue. Udah ah, gue mau cukuran." Adrian beranjak keluar dari kamar Reza.


" TUTUP PINTUNYA BANG." Teriak Reza dan Adrian pun menutup pintu kamar adiknya.


' Andaikan Cilla jadi istri gue, gue juga akan bertanggungjawab kayak loe bang. Itu namanya cowok sejati.' gumam Reza.


______________


Cilla dan Adrian berada di toko perhiasan, mereka berencana untuk membeli beberapa perhiasan juga cincin pernikahan mereka. Cilla terlihat bingung dengan apa yang ingin ia pilih, butuh waktu lama bagi keduanya memilah milih cincin pernikahan mereka. Karyawan toko mengeluarkan beberapa model cincin yang sangat cantik-cantik. Setelah cukup lama akhirnya Cilla menjatuhkan pilihanya pada cincin emas putih 24 karat yang berhias berlian berwarna merah yang terlihat sangat elegan.


" Bagaimana kalau yang ini, ian?


" Cantik sekali, coba kamu pakai?"


Cilla pun memakainya dan kebetulan pas di jati manisnya, " Aku sangat suka dengan modelnya."


" Tambah Cantik saat kamu pakai." ujar Adrian.


" Yasudah, saya mau ini mbak dan pasangannya yah, jangan lupa tulis inisial A 🖤 C." ujar Cilla.


" Oh iya, saya minta seset perhasan yang sama dengan cincin kami ini. Harus bisa di ambil dalam minggu ini." tambah Adrian.


" Baik tuan, jika semuanya sudah selesai, nanti pihak kami akan menghubungi tuan atau nyonya. Bisa kami meminta kartu namanya." ucap Karyawan toko, Adrian pun memberikan kartu namanya kepada karyawan tersebut.


Adrian dan Cilla pun keluar dari toko tersebut untuk kembali mencari barang keperluan untuk pernikahan mereka nanti. Seperti pakaian, tas, makeup dan lain-lainnya.

__ADS_1


" Adrian, apa tak terlalu berlebihan dengan semua ini?"


" Buat pernikahan kita ini tak berlebihan, lagipula ini sudah aku persiapkan jauh-jauh hari. Tabungan untuk aku nikah, hingga aku tak akan mengecewakan calon pengantinku."


" Benarkah? Ternyata kamu pria yang terjadwal yah, aku suka."


" Seharian berkeliling, tak terasa sudah malam lagi. Ayo kita makan di restoran dekat sini saja."


" Boleh, kebetulan aku mau makan masakan Korea, udah lama gak makan."


" Siap tuan Putri."


Beberapa kantung belanjaan yang di bawa, mereka masukkan kedalam mobilnya. Tadinya Hardi menawarkan asisten untuk membantu mereka belanja namun Cilla tolak karena Cilla hanya ingin pergi berdua saja dengan Adrian. Mereka pun masuk ke dalam mobil, baru saja duduk dan memasang sabuk pengaman terlihat Cilla memegang tengkuknya dan sedikit memijitnya seperti sedang meregangkannya.


" Kamu capek sayang?"


" Iya nih, tengkuk aku rasanya pegal."


" Yasudah, rendahkan saja sandaran kursinya, kamu istirahat saja selama perjalanan."


" Kamu gak apa-apa?"


" Istirahat saja, restoran makanan korea kan lumayan jauh yah, biar kamu nanti enakan."


" Yasudah kalau begitu, kamu hati-hati yah mengendarai mobilnya."


" Iya sayang siap."


Adrian membantu menurunkan sandaran kursi Cilla setengah berbaring, Cilla pun akhirnya dapat mengistirahatkan tubuhnya terutama bagian tengkuk dan leher, pinggang juga kakinya yang terasa pegal. Tak berapa lama mobil melaju, tanpa sadar Cilla pun terlelap, Adrian sesekali menatap Cilla yang tertidur sangat polos di hadapannya. ' Kamu tidur saja masih terlihat cantik Cilla, aku tak sabar untuk selalu melihatmu setiap bangun dari tidurku, tak salah aku memilihmu.' Gumam Adrian yang terpana dengan wajah kekasihnya saat tidur.


" Cilla, bangun sayang, sudah sampai nih." ucap Adrian lembut membangunkan Cilla.


" eeemm.... sudah sampai, ian?"


" Sudah, dari 30 menit yang lalu."


" Hah... kenapa kamu tak membangunkanku?"


" Gak apa-apa sayang, lagipula restorannya juga buka sampai tengah malam, nunggu kamu sebentar tak jadi masalah. Ayo masuk, pasti kamu sudah lapar, udah jam 10 malam ini."


Cilla mengangguk dan langsung keluar dari mobil bersama Adrian menuju ke dalam restoran. Mereka pun duduk di meja yang dekat dengan jendela agar mereka bisa melihat suasana jalanan kota. Tak lama pesanan mereka pun datang, Cilla sangat suka sekali Jajangmyeon yaitu mie khas korea selatan dan makanan lain pun terhidang siap untuk di santap.


" Kenapa kamu pesan banyak sekali? padahal ini sudah malam, nanti aku gendut lagi."


" Aku hanya ingin kamu makan dengan kenyang, tak masalah buatku jika kamu gendutan, toh itu sama saja atau mungkin kamu nanti terlihat sexy hehehe."


" Apa sih? Aku gak mau gendut tapi aku mau makan ini semua."


" Yasudah makan saja, sesekali makan agar banyak tak akan membuatmu gemuk."


" Iya juga sih, yasudah aku akan makan semua tapi dengan porsi kecil, sisanya kamu yang habisin yah hehehehe."


" Oh iya, besok kita checkup ke dokter kan!"


" Iya, jadwalnya besok. Semoga kesehatan kita tak ada masalah terutama kesuburan, aku ingin segera memiliki anak. Soalnya kalau melihat anak kecil itu lucu dan menggemaskan, bayanginnya saja udah bikin aku greget gemas. Aku ingin sekali segera mendapat bayi." ujar Cilla yang semangat.


" Wah kamu terlihat memang menyukai anak kecil yah, berarti kita akan sering melakukan 'itu' dong."


Cilla pun berpikir dan sadar apa yang di maksud oleh Adrian. " Iiiihhh.... kok bahas itu sih? Malu tahu."


" Kenapa malu? toh nanti kamu juga akan merasakannya."


" Iya tapi jangan saat ini." wajah Cilla memerah bak kepiting rebus.


" Kan kamu yang duluan bahas anak, yah kalau buat anak butuh prosesnya kan hehehe" Adrian terus menggoda Cilla sehingga Cilla semakin malu dan wajahnya merona merah.


Bersambung.....

__ADS_1


Selalu dukung Author dengan cara memberi Vote, Hadiah, Like dan Komen .... Terimakasih ☺️


__ADS_2