Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Insiden


__ADS_3

Sarah memarkirkan mobil Hardi di depan rumahnya, lalu ia memapah Hardi untuk masuk kedalam rumahnya. Memang Sarah tinggal sendiri di rumahnya sementara ibunya tingga di rumah dekat tempat bisnisnya.


"Duh, tubuh pak Hardi berat banget sih. Ini orang kenapa juga bisa tak sadarkan diri seperti ini" gumam Sarah.


Sarah membaringkan Hardi di Sofa, lalu ia beranjak ke kamarnya untuk membawakan bantal dan selimut untuk Hardi. Sarah mengangkat kepala Hardi dan menaruh bantal di bawahnya, membuka sepatu yang di pakai Hardi lalu menyelimuti tubuh Hardi. Dan Hardi pun mulai tertidur lelap.


"Akhirnya, sampai juga. Berbaring di sini saja yah pak. Maaf jika tidak nyaman" ucap Sarah setengah berbisik.


Sarah kembali kekamarnya, ia peregangkan tangan dan pundaknya yang terasa pegal karena telah memapah Hardi. Setelah cukup baikan ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi seperti biasa Sarah memakai pakaian tidur dress berbahan satin warna peach seperti biasanya. Dia merebahkan dirinya di tempat tidur hingga terlelap. Karena mamang tubuhnya sangat lelah sehingga ia mudah sekali tidur.


Pukul 3 dini hari, Hardi terbangun dari tidurnya. Ia merasa sangat kepanasan dengan kepala masih terasa keleyengan dan pandangan masih kurang jelas, ia memegang tenggorokannya yang terasa kering lalu ia mencoba bangun walau dengan terus memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Dia membuka jasnya lalu melemparkannya, menarik dasinya juga melemparnya, terakhir ia membuka kancing kemerajanya sampai habis namun tak melepaskan dari tubuhnya. Dia mencoba beranjak dari tidurnya untuk mencari air minum karena ia merasa sangat haus, dengan berjalan terhuyung-huyung Hardi mencoba menuju ke dapur. Di atas meja makan terdapat Poci air dan gelas, lalu Hardi menuangkan airnya kedalam gelas dan langsung meminumnya sekali tegukan.


"Kenapa kepalaku masih sakit yah? kenapa juga badanku masih terasa panas walau sudah minum beberapa gelas air?" gumam Hardi.


Hardi pun mencoba berjalan kembali menuju Sofa, namun ia malah salah arah karena memang pandangannya masih samar dan kepalanya masih keleyengan. Hardi malah menuju kamar Sarah, membuka pintunya lalu ia menuju ke tempat tidur.


Samar-samar ia melihat ada seseorang yang tengah tidur di tempat tidur. Dia memperhatikannya dengan pandangan yang masih tidak jelas, ia malah melihat wajah Wulan mantan istrinya yang tengah tertidur. Hardi menghampirinya, dia membuka kemejanya yang memang kancingnya telah terbuka lalu membuka celana panjang kainnya.


"Wulan! dasar perempuan ******. Kenapa dia tidur di kamarku? kita kan sudah lama berpisah. Akan aku beri pelajaran kau, lihat saja." gumam Hardi.

__ADS_1


Dengan setengah sadar dia menindih tubuh Sarah yang di anggapnya sebagai Wulan. Sarah yang merasa sesak lalu membuka matanya, dia sangat terkejut melihat Hardi tengah menindih tubuhnya.


"Perempuan ******, kau rasakan akibat perbuatanmu dulu. Teganya kau berselingkuh dariku" Hardi terus meracau.


Sarah pun mencoba memberontak mendorong Hardi sekuat tenaga, namun tenaga Hardi lebih kuat. Hardi mendorong kembali tubuh Sarah hingga terlentang, memegang kedua tangannya keatas dengan sangat erat. Sarah masih berusaha untuk melepaskan dirinya, dia selalu memberontak namun gagal karena cengkraman Hardi memang sangat kuat.


"Sadar pak, aku Sarah. Pak, aku mohon jangan lakukan ini." pinta Sarah mencoba melepaskan terkaman Hardi.


Hardi mulai menciumi wajah Sarah dengan liar, Sarah pun mencoba menghindar. "Pak Hardi, sadar. Pak, jangan lakukan ini, lepaskan saya pak. Aku mohon" pinta Sarah di tengah serangan Hardi yang semakin beringas.


"Diam kau Wulan, ini balasanku karena kau telah mengkhianati ku" bentak Hardi pada Sarah yang dia anggap Wulan mantan istrinya.


Hardi tak bergeming ia malah menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Sarah, melemparkan sekenanya. Lalu kembali mencumbu tubuh Sarah dengar sangat agresif.


"Pak tolong lepaskan, lepaskan saya" pinta Sarah masih memberontak dan matanya mulai menangis.


Hardi lagi-lagi tak bergeming, ia malah mengangkat baju tidur Sarah hingga ke atas tubuhnya, terlihatlah tubuh putih mulus Sarah seutuhnya.


Sarah hendak bangkit memberontak namun dengan kasar Hardi menamparnya "pplaaakkkk" cukup keras hingga Sarah tersungkur kembali terlentang dan menangis histeris. Tenaga Sarah sudah mulai habis, ia tidak bisa lagi berbuat apa-apa hanya air mata yang mewakili sakit hatinya.

__ADS_1


"Lepaskan pak... Aku mohon" suaranya tertahan oleh tangisannya yang semakin menjadi.


Hardi menarik paksa penutup terakhir yang melekat di tubuh Sarah. Hardi melakukan hal yang tak semestinya ia lakukan. Sarah hanya bisa menangis dan terkadang terdengar rintihan kesakitan karena perlakuan Hardi tersebut. Perbuatan Hardi pada tubuhnya membuatnya terasa kesakitan, rasa sakit pada tubuh dan juga hatinya. Sarah memendam rasa amarah juga kesedihan sekaligus yang berkecamuk dalam hatinya.


Tak berapa lama Hardi terlelap, Sarah menyingkirkan tubuh Hardi dari atas tubuhnya. Sarah berjalan gontai menahan perih di tubuhnya dengan peluh dan air mata di wajahnya, ia masih terisak sisa tangisannya beberapa saat lalu. Ia terus berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang dirasa sudah kotor oleh perbuatan bejad Hardi. Sarah menyalakan Showernya dan mengucurkan seluruh tubuhnya di bawah air Shower tersebut. Ia terduduk di lantai dengan air yang terus mengucur pada tubuhnya, ia memegang kepalanya dan sekali lagi tangisnya pun pecah.


"Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa ia tega melakukan hal ini padaku? Apa salahku tuhan? Aku berniat menolongnya, tapi apa yang aku dapat. Hanya aib yang menghancurkan kehormatanku"


Sarah menangis meratapi apa yang baru saja terjadi. Dia sangat marah pada Hardi karena Hardi telah merenggut kehormatannya yang ia jaga selama ini untuk calon suaminya kelak. Sarah merasa kotor dan tubuhnya sudah tidak suci lagi. Ia terus menangis dan memukuli dirinya sendiri dengan penuh amarah. Bagaimana nanti ia memiliki pasangan? memangnya masih ada pria yang mau menikahi seorang wanita yang telah ternodai oleh lelaki lain. Barang bekas biasanya akan di buang, begitu pikir Sarah.


Dua jam sudah Sarah di dalam kamar mandi, dia pun akhirnya keluar dengan handuk yang melekat di tubuhnya, air pun masih terlihat menggenang di beberapa bagian tubuhnya termasuk di rambutnya yang masih menetes air karena basah. Sarah tak memperdulikan dirinya yang masih basah, lalu Sarah mengenakan kaos dan celana pendek yang selalu ia kenakan karena nyaman. Dia duduk meringkuk di Sofa kecil di samping tempat tidur dengan tetap menangis dan kadang histeris merasa depresi akan apa yang telah terjadi.


"Aku tak bisa membiatkan ini berlalu begitu saja, dia harus bertanggung jawab. Dia harus menikahiku apapun yang terjadi. Pak Hardi, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu" gumam Sarah di tengah rasa terpuruknya.


Bersambung ......


Baca juga karya Author yang lain:


- Terpikat pesona janda kembang

__ADS_1


Dijamin seru ... 👍💕


__ADS_2