
Terlihat Hardi dan Sarah masih tertidur sampai matahari udah mulai tinggi. Sarah mengerjapkan matanya yang terkena sinar matahari membuatnya terpaksa membuka matanya karena merasa silau dan tubuhnya sudah mulai menghangat.
"Ternyata sudah pagi" gumam Sarah masih ingin di tempat tidur. Tepatnya sudah akan menjelang siang.
Hardi pun masih terlelap memeluk istrinya dari belakang, tubuh mereka masih dalam keadaan polos hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.
Ccuuuppp.... Hardi mencium punggung istrinya tiba-tiba membuat Sarah terkejut, tentang kecupan mendadak suaminya.
"Kau sudah bangun mas! apa mau saya pesankan kopi" ujar Sarah hendak bangun namun Hardi menahannya.
"Tak usah, aku mau seperti ini saja" tolak Hardi yang masih memeluknya namun dia malah terus menciumi punggung, leher hingga telinga istrinya dan tangannya mulai nakal menyusup ke arah depan istrinya dan memainkan bukit kembar itu di balik selimut.
Mendapat perlakuan itu sebenarnya Sarah menikmatinya, aliran hasrat sudah mulai kembali mengalir dalam dirinya namun ia berusaha bersikap biasa karena memang badannya masih terasa pegal karena ulah suaminya malam tadi.
"Mas, ini sudah jam 10 pagi. Kita bangun yuk, badanku juga sudah mulai gerah." pinta Sarah namun tak di gubris oleh suaminya.
Hardi malah menahan tubuh Sarah yang hendak bangun dan terus mempermainkan tubuh Sarah tanpa sadar Sarah pun mulai tak bisa menahan untuk menikmatinya, tanpa bisa di tahan lenguhan keluar begitu saja dari bibirnya. Melihat itu Hardi membalikan tubuh istrinya ke hadapannya.
"Sekali lagi yah" ujar Hardi penuh arti. Sarah hanya bisa mengngguk setuju tanpa bisa menolak.
Tanpa menunggu lama, mereka pun langsung berciuman dengan sangat panas dan saling bertautan satu sama lain. Tangan Hardi mulai beraksi kebagian-bagian sensitif di tubuh istrinya membuat Sarah tak bisa menahan desahannya, karena rasa yang di timbulkan membuatnya merasakan hal yang sulit untuk di jabarkan. Hardi mengangkat tubuh Sarah hingga Sarah duduk di atas perut suaminya tersebut.
"Kita mulai sekarang" bisik Hardi pada Sarah.
"Posisi seperti ini!" Sarah kaget menatap Hardi.
"Iya seperti ini agar kau yang mengambil kendali" Hardi menyeringai ke arah istrinya.
Mau tidak mau Sarah pun menuruti apa yang di inginkan suaminya. Sarah mepakukan apa yang di inginkan Hardi, dengan posisinya berada di atas ia merasakan sensasi lain di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Untuk yang kedua kalinya mereka melakukan kegiatan suami istri itu di pagi hari. Cukup lama mereka melakukannya hingga siang pun hampir tiba, mereka menyelesaikannya secara bersamaan hingga Sarah lemas di atas suaminya.
"Terimakasih sayang, kau hebat" bisik Hardi membuat Sarah merona lalu menjatuhkan tubuhnya di samping suaminya. Kemudian menarik selimut hingga menutupi tubuhnya.
Hardi hanya memandang gemas melihat istrinya yang bertingkah malu-malu. Lalu Sarah menarik selimut itu dan bangun dari tempat tidur meninggalkan Hardi yang masih polos.
"Kau mau kemana?" tanya Hardi.
"Mau ke kamar mandi lah mas, tubuhku sudah terasa sangat lengket" ucap Sarah berjalan ke arah kamar mandi dengan selimut melekat di tubuhnya.
"Aku ikut yah, aku juga ingin mandi" ucap Hardi sambil mengikuti istrinya dari belakang.
______
Sarah dan Hardi sudah berpakaian dengan rapi, mereka ingin pergi jalan-jalan menikmati suasana di sana. Karena memang hari sudah mulai beranjak sore, mereka ingin menikmati pemandangan Sunset yang terkenal indah. Mereka tak ingin melewatkan keindahan alam hanya dengan berdiam diri saja di dalam kamar hotel. Mereka pun beranjak menuju pantai dengan berjalan kaki karena memang pantainya tak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Mereka menyusuri pantai berdua berjalan sambil bergandengan tangan. Sarah menyenderkan kepalanya di bahu Hardi, sekarang ia merasa sangat nyaman berada dekat dengan suaminya.
"Suka sekali mas, ini indah. Kita duduk di sana yuk, sebentar lagi matahari tenggelam akan datang" Sarah menarik Hardi untuk duduk di kursi pantai yang ada di sana.
Mereka memesan 2 buah kelapa dan beberapa cemilan untuk menemani mereka menyaksikan keindahan alam.
"Apa sekarang kau masih takut padaku?" tanya Hardi
"Tidak mas, mungkin aku sudah melupakan kejadian dulu. Sekarang malah aku sangat ingin selalu di dekatmu" balas Sarah.
"Apa kau juga mencintaiku?" tanya Hardi.
"Mmm... Entahlah, perasaan yang aku rasakan sekarang hanya ingin selalu berada di sampingmu, menjadi istri yang baik serta menjadi ibu yang baik. Apakah salah jika aku ingin merasakan hal seperti itu?" jelas Sarah menatap suaminya.
__ADS_1
"Tidak, justru itu yang di inginkan setiap suamu ketika mereka memilih seorang istri. Sekarang kau milikku, maka aku akan terus menjaga dan melindungimu. Ingat, kau jangan pernah berpaling karena aku juga tidak akan berpaling" pinta Hardi.
"Aku janji mas, kau adalah pria terakhir dalam hidupku. Jangan ragukan itu" balas Sarah dengan senyuman manisnya.
Tanpa malu dan ragu, Sarah memeluk suaminya yang di balas Hardi memeluknya dengan sangat erat.
"Eh mas.. Mataharinya sudah mulai tenggelam. Aku harus mengabadikan momen ini" dengan antusias Sarah mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen indah itu, Hardi malah asik menatap istrinya yang antusias memotret pemandangan di depannya.
Sarah terus memotret dari berbagai sudut agar mendapatkan hasil yang indah. Namun ia terkesiap mendengar perkataan suaminya yang tiba-tiba.
"Malam ini bolehkan aku menikmatimu kembali" Bisik Hardi ke telinga istrinya. Sarah terkejut wajahnya merona merah tanpa sadar ia berhenti dari aktivitas memotretnya.
___________
Jam 7 malam merekapun kembali ke hotel, tanpa segan-segan Hardi langsung menerkam istrinya yang telah terlentang di atas ranjang karena ia telah menjatuhkan istrinya di sana.
Namun Sarah menahan tubuh Hardi yang sedang menindihnya.
"Mas, aku lapar. Kita makan dulu yah." pinta Sarah memelas.
Dengan terpaksa Hardi menghentikan kegiatannya dengan wajah yang sedikit cemberut namun perutnya pun tak bersahabat dengannya. Ia bangkit dari posisinya yang sedang menindih Sarah.
Hardi mengambil telpon untuk menghubungi restoran hotel, memesan beberapa makanan untuk makan malam mereka berdua. Tak butuh waktu terlalu lama pesanan makanan pun sampai di kamar mereka.
Mereka pun makan bersama menikmati makanan dengan sangat lahap dan penuh senyuman.
"*Sarah, aku sungguh bahagia bisa bersamamu walaupun kita mengawalinya dari sebuah kesalahan, namun aku tak akan pernah menyesalinya. Aku yang dulu tak berharap menikah kembali karena rasa sakit yang pernah aku alami dalam penghianat seorang istri. Namun semua itu berubah berkat dirimu, rasa pedulimu akan putriku membuatku melupakan rasa egoisku. Hatiku yang dulu membeku semakin mencair karena kehangatan Hatimu. Kesalahan yang malah menyatukan kita dalam ikatan tanpa cinta. Namun sekarang hatiku mulai luluh, aku yang tadinya egois, dingin dan angkuh semuanya telah berubah. Saat ini di hatiku hanya ada kamu, aku mencintaimu sangat mencintaimu. Bahkan aku sangat tergila-gila padamu. Sarah jadilah istriku, jadilah ibu dari anak-anakku dan tinggalah di sisiku selamanya" Batin Hardi...
Bersambung.......
__ADS_1
Penasaran kisah mereka selanjutnya? terus nantikan Up dari Author.
Untuk para pembaca jangan lupa tinggalkan jejaknya yah... terimakasih 😊