
Hari pernikahan Rio dan Sita pun telah tiba, Sarah dan semuanya sudah siap dengan pakaian mereka masing-masing, Sarah dan Cilla menggunakan pakaian yang seragam pemberian Sita sementara Hardi terlihat tampan dengan jas yang pas di tubuhnya serta si kembar menggunakan kemeja bayi yang lucu.
Mereka pun berangkat lebih awal karena ingin menyaksikan acara ijab qobul nya Rio dan Sita, Hardi malah yang sangat penasaran akankah Rio mengucapkan dengan sekali helaan nafas atau akan berbuat kesalahan, penasaran yang tidak penting sebenarnya.
Sampailah di sebuah masjid tempat dimana Rio dan Sita akan mengucapkan janji suci pernikahan, ternyata di sana sudah datang para saudara dan kerabat dekat dari kedua belah pihak yang ingin menyaksikan proses sakral tersebut.
Rio telah duduk di depan meja yang disana sudah ada seperangkat alat sholat dan kotak merah yang lumayan besar mungkin itu adalah mahar yang di siapkan oleh Rio, karena orangtuanya Rio sudah tiada, dia hanya didampingi oleh Roy, kakaknya. Rio harap-harap cemas menunggu kedatangan pengantinnya yang belum kunjung datang, Rio salah tingkah bahkan dia melap lehernya dan keningnya yang tak berkeringat.
Tak lama penghulu datang dan duduk di hadapan Rio, lalu menuliskan dokumen pernikahan yang di butuhkan serta menanyakan perihal kebenaran nama mempelai dan yang lainnya agar tak ada kesalahan. Rio menjawab semuanya, Rio sangat terlihat gelisah, tegang dan salah tingkah.
Akhirnya Sita tiba dengan kebaya khas berwarna putih nan cantik membuat semua yang datang terperangah melihat betapa cantiknya pengantin wanita, begitupun Rio yang sangat terpesona sehingga tak sadar mulutnya terbuka menatap keindahan wanita di depannya.
Sita duduk di samping Rio lalu kerudung tipis panjang disematkan diatas kepala kedua mempelai, acara inti pun akan segera di mulai. Wajah tegang semakin menghias wajah Rio, tangannya sedikit gemetar tatkala penghulu akan memulai proses pernikahannya, yang akan menikahkan mereka itu adalah ayah handa dari Sita sendiri, Rio tambah gemetar ketika ia menggenggam tangan calon ayah mertuanya.
Acara pun di mulai, karena saking tegangnya Rio sampai belepotan saat mengucapkan ijab qobul sehingga seisi ruangan yang menyaksikan ikut tertawa. Itu malah membuat Rio tambah tegang, 2 kali sudah Rio salah mengucapkan ijab qobul lalu Hardi menghampiri dan berbisik di telinga Rio.
" Kalau yang ke 3 kali masih salah, kayaknya kamu tak berjodoh dengan Sita dan pernikahan akan batal." bisik Hardi yang membuat Rio terperangah, tapi itu membuat Rio yakin kali ini ia akan berhasil mengucapkan ijab qobul tanpa kesalahan karena ia tak mau kehilangan Sita dan ingin segera menjadi suaminya.
__ADS_1
Hardi yang melihat Rio sudah bersemangat dan yakin, hanya bisa tersenyum geli akan ucapannya sendiri, dia bukannya memberi semangat tapi malah menakut-nakuti Rio, anehnya Rio malah terpengaruh akan ucapan Hardi yang membuatnya yakin bisa tanpa kesalahan.
" Kenapa mas? tadi bisikin Rio apa?" tanya Sarah penasaran karena Hardi malah cengengesan.
Hardi pun membisikan kata-kata yang tadi ia bisikan ke Rio sehingga Sarah pun tersenyum geli mendengarnya.
Penghulu menanyakan apakah Rio sudah siap kembali untuk mengucapkan ijab qobul dan Rio menjawab kali ini ia yakin akan bisa mengucapkannya. Rio menarik nafas dan menghembuskannya, lalu ayah handa Sita mengucapkan kembali dan sekarang Rio mengucapkan ijab qobul dengan lancar tanpa kesalahan sehingga orang-orang yang mendengarnya ramai-ramai serentak mengucapkan kata 'Syah' dan lantunan doa pun terdengar sebagai tanda jika Rio dan Sita telah menjadi suami istri.
Semua orang sangat bahagia, Sarah menyenggol Hardi yang ternyata berhasil memberi semangat Rio dengan cara anehnya. Hardi hanya cengengesan dengan ulahnya sendiri, Hardi dan Sarah menghampiri Rio dan memberi selamat kepada keduanya.
Acara pun di lanjutkan dengan resepsi di sebuah gedung tak jauh dari masjid tempat ijab qobul mereka. Suasana sangat meriah di tambah kedatangan para tamu yang sangat banyak dan acara hiburan yang tambah meramaikan suasana.
Seketika itu juga Sita menarik tangan Rio untuk segera masuk ke kamar, Rio permisi kepada mertuanya dengan sopan dan masih sangat canggung. Orangtua Sita hanya tersenyum melihat ulah anaknya yang memang manja seperti itu, mereka tahu sekali dengab watak anak tunggal mereka tersebut.
Sita pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya tak lama ia pun keluar dan menyuruh Rio untuk membersihkan dirinya. Sita duduk di tepi ranjang ketika Rio keluar dari kamar mandi dengan piyama couple yang mereka gunakan, Rio terlihat ragu untuk duduk di dekat Sita.
" Mas kenapa diam saja? tak pegal berdiri terus? sini duduk di sampingku." ucap Sita sambil menepuk-nepuk kasur disampingnya.
__ADS_1
Rio pun dengan sungkan duduk di samping istrinya, dia sangat salah tingkah karena memang ini pertama kalinya ia berdua dengan wanita di sebuah ruangan yang tertutup. Sudah beberapa lama mereka hanya diam saja, Rio sebenarnya ingin sekali berdekatan dengan Sita namun keberaniannya tak sebesar keinginannya. Sementara Sita yang terus di biarkan saja hanya bisa menekuk mukanya dan menggerutu dalam hatinya dengan sikap suaminya yang hanya diam saja tanpa ada pergerakan seperi pria pada umumnya yang telah menikah.
Mau tidak mau Sita yang berinisiatif terlebih dahulu karena jika menunggu Rio pasti tak akan afa kemajuan, Sita tahu benar sifat Rio selama mereka setahun pacaran. Dengan menahan rasa malunya Sita mendekat kepada Rio lalu ia duduk di pangkuan Rio, Rio tersentak kaget dengan ulah istrinya namun seketika ia tersenyum menatap wajah istrinya yang sangat dekat.
Dengan inisiatif dari Sita akhirnya Rio memulai pergerakannya, ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sita, sehingga hembusan nafas mereka saling terasa setelahnya bibir mereka berdekatan hingga ciuman pun terjadi. Semua berjalan begitu lama hingga keduanya telah berbaring dengan bibir yang masih terus berdekatan, Rio sudah berani menjelajah dengan tangannya ke seluruh tubuh istrinya sampai mereka saling membuka kancing piyama ditubuh pasangannya masing-masing. Kegiatanpun semakin panas hingga mereka melakukan aktivitas layaknya suami istri.
Malam terasa panjang untuk mereka karena momen panas yang terus berlanjut sepanjang malam tanpa henti, seakan mereka tak ingin terpisahkan. Momen pertama dimana tak akan terulang lagi dan hanya akan menyisakan momen kedua, ketiga dan seterusnya. Mereka melepaskan semua rasa yang terpendam selama ini, rasa canggung dan malu sudah tak terasa yang ada hanya rasa nikmat dan kebahagiaan yang mereka rasakan, sampai pukul 4 pagi akhirnya mereka berhenti dan tidur kelelahan.
Pagi pun datang, cahaya mentari yang mengintip di celah gorden jendela membuat Rio mengerjapkan matanya dan terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya lalu menatap istrinya yang masih terlelap dalam pelukannya, ia tersenyum lalu mengecup kening istrinya yang terlihat sangat kelelahan dengan kegiatan malam tadi.
Rio sangat bahagia karena ia telah menikahi wanita yang sangat ia cintai, ia tak menyesal menahan nafsunya selama ini dan menyalurkannya pada istrinya sekarang. Menjadi pria baik adalah prinsip dalam hidupnya, melakukan hal tersebut untuk pertama kalinya dengan pasangan yang halal itu lebih bahagia daripada hanya untuk menyalurkan hasrat sesaat dengan melakukan dosa.
Melihat Sita masih saja nyaman dan terlelap dalam pelukannya tanpa sadar Rio pun kembali memejamkan matanya dan memeluk istrinya dengan erat seakan tak ingin melepaskan.
Bersambung....
Bagaimana ceritanya? masih mau lanjut?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah ☺️