Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Suami idaman


__ADS_3

Malam ini Hardi pulang sangat larut, begitu banyak pekerjaan yang ia kerjakan sampai tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Lagi pula tidak ada Rio yang membantunya karena Hardi memberikan cuti untuk meluangkan waktunya bersama Sita, kekasihnya. Hardi cukup lelah, ia menarik dasi di lehernya yang terasa seakan mencekiknya, dengan tangan menenteng jass hitam yang mulai kusut. Dalam cahaya yang terpantul dari televisi, sekilas Hardi melihat Sarah yang tertidur di sofa dengan televisi yang menyala. Terletak di atas meja secangkir teh yang masih hangat, mungkin Sarah baru saja tertidur. Lantas Hardi tak langsung membangunkannya, dia hanya menatap lekat dengan penuh senyuman tatkala melihat wajah istri tercintanya, Hardi menyeka rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya, tersirat jelas wajah kelelahan pada Sarah, dia mungkin lelah karena telah mengurus kedua buah hatinya seharian, pikir Hardi.


Dia mengelus wajah istrinya dengan satu jarinya dari kening hingga berhenti di bibir merah istrinya. ' Aku sangat merindukan kehangatannya ' pikir Hardi. Namun ia sadar, tak selayaknya ia meminta hal yang akan malah menambah lelah Sarah, ia hanya bisa menahan keinginannya karena ke bahagia Sarah itu lebih berarti baginya. Benar Hardi tak dapat membantu merawat penuh buah hati mereka namun ia bisa membantu dengan tak membebani Sarah untuk melayaninya sebagai istri.


Hardi mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat tubuh istrinya dan memindahkannya ke kamar karena terlihat Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan tidurnya saat ini. Tubuh Sarah begitu ringan untuk Hardi yang memiliki tubuh tinggi dan kekar, dengan mudahnya ia mengangkat tubuh istrinya tanpa ke walahan sedikitpun. Di baringkannya tubuh Sarah di atas tempat tidur yang empuk dan menyelimutinya hingga dampai di ujung perutnya. Lalu Hardi beranjak ke kamar mandi, mengguyur dirinya di bawah air shower yang hangat, tubuhnya yang terasa lengket dan gerah sekarang menjadi terasa lebih segar. Tak terlalu lama Hardi membersihkan dirinya, lalu ia keluar dan mengganti pakaiannya dengab piyama tidur miliknya. Seketika Hardi berbaring di samping tubuh istrinya lalu tak terasa matanya mulai terpejam masuk ke alam mimpinya.


_________


Pagi harinya Sarah terbangun dari tidurnya, ia tak langsung beranjak dari sana namun ia malah menatap lekat wajah suaminya yang ada di hadapannya sedang tertidur lelap. Sarah tersenyum kearah suaminya yang dirasanya sangat tampan, ' terimakasih mas sudah memindahkanku ke kamar.' dalam hati Sarah. Sarah hendak mengelus wajah suaminya namun tiba-tiba tangan Hardi menggenggam tangan Sarah sehingga membuatnya tersentak.


" Mas sudah bangun?" tanya Sarah terkejut.


" Bagaimana mas tidak bangun, jika wajah kita sedekat ini." ucap Hardi.


Sarah lalu menjauhkan tubuhnya namun Hardi menahannya dan malah memeluknya erat-erat. Sarah hendak melepaskan dirinya namun Hardi tak dengan mudah melepaskan istrinya, ia malah mempererat pelukannya hingga membuat Sarah hanya bisa diam saja. Tiba-tiba terdengar tangisan dari buah hati mereka akhirnya dengab berat hati Hardi melepaska pelukkannya yang sekarang buakn lagi miliknya melainkan milik Arsa dan Arka.

__ADS_1


Dalam hatinya Hardi memang sedikit mengeluh karena belakangan ini waktunya bersama istrinya sangat sedikit, bukan hanya karena si kembar tapi karena pekerjaannya juga yang menyulitkan mereka untuk bersama. Hardi ikut menggendong Arsa ketika Sarah menyusui Arka, beginilah kegiatan sehari-hari mereka dalam mengurus buah hatinya, karena berdua mereka harus bergantian menyusuinya. Memang Sarah memutuskan untuk merawat mereka berdua tanpa bantuan baby sitter selama dia masih mampu, mungkin untuk kedepannya Sarah akan membutuhkannya seiring berkembangnya dan tambah aktifnya kedua buah hatinya nanti. Namun untuk saat ini dirasanya dia masih mampu merawatnya lagi pula mertua dan mamahnya selalu datang bergantian untuk sekedar membantu Sarah.


Hari ini memang weekend sehingga Hardi berada di rumah untuk membantunya, sesekali ketika si kembar tertidur Hardi menyempatkan bermain bersama putri tercintanya dari pernikahan sebelumnya. Sebenarnya Hardi tak mengabaikan Cilla, hanya saja waktunya tidak memberikan kesempatan untuk bermain dengan putrinya itu, kesibukan pekerjaan menguras banyak waktunya di kantor di bandingkan di rumahnya sendiri. Namun di waktu libur seperti ini ia berusaha menggunakan waktu itu sebaik mungkin bersama keluarga kecilnya.


_______


Siangnya Hardi mendapatkan telpon dari Rio, dimana orang suruhan Hardi untuk memata-matai Larisa belum membuahkan hasil, dari laporannya selama ini Larisa belum ada gelagat buruk apapun pada Devan, Larisa tak pernah bertingkah dan bahkan hanya melakukan kegiatannya sehari-hari. Dia juga tak sering bertemu Devan, dalam sebulan ini hanya 2 kali mereka bertemu dan itu pun hanya seperti teman biasa yang hangout.


Namun Hardi tak percaya begitu saja, ia meminta Rio untuk memerintah orang yang memata-matai Larisa untuk bekerja selama sebulan lagu. Jika dalam waktu satu bulan Larisa masih tetap biasa saja, baru Hardi akan menghentikan dan menghilangkan kecurigaannya.


" Ada apa mas?" tanya Sarah ketika melihat Hardi hanya berdiri sambil memegang ponselnya.


" Tak apa-apa sayang, tadi hanya dapat telpon dari Rio masalah pekerjaan." ucap Hardi.


" Yasudah mas, kita makan siang. Cilla sudah menunggu di meja makan." ajak Sarah.

__ADS_1


" Iya sayang, si kembar sedang apa?" tanya Hardi.


" Arka dan Arsa sedang tidur, aku sudah suruh Lia untuk menjaga mereka." balas Sarah.


__________


Di sisi lain, Rio datang ke rumah Sita. Ternyata Rio sudah dekat dengan keluarga Sita terlihat dari bagaimana Rio di sambut baik oleh kedua orangtua Sita. Rio datang bukan hanya untuk menemui Sita begitu saja, dia datang atas undangan dari kedua orangtua Sita. Rio sangat senang karena ia di terima oleh keluarga Sita yang mana Sita adalah orang berada juga sebagai anak tunggal. Sebenarnya Rio sempat ragu dengan orangtua Sita namun semuanya musnah dengan apa yang ia rasakan sekarang. Rio memang juga cukup berada sakarang ini karena usahanya sendiri, dia hanya tinggal berdua dengan Roy kakak lelakinya, sementara orangtua Rio sudah lama tiada. Rio adalah tulang punggung keluarga sementara Roy itu pengangguran yang hanya hobi main games namun dengan hobinya itu ia dapat menghasilkan uang karena dia membuka channel di YT.


Mengabdi pada Hardi selama 10 tahun membuat Rio sesukses seperti sekarang, dulu memang Rio tak menyangka jika Sita itu adalah anak orang terpandang karena yang ia tahu Sita berkerja sebagai pengajar di TK yang gajinya tidak seberapa. Waktu Rio menanyakannya pada Sita ternyata Sita bekerja disana karena Sita otu suka sekali dengan anak kecil, di situlah Rio merasa tidak salah pilih. Sita saja suka dengan anak-anak pasti dia akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mereka nanti.


Sejujurnya Rio ingin sekali segera melamar Sita, dia akan segera meminta Roy kakaknya untuk menemaninya nanti saat acara lamaran kerumah Sita. Sebelum itu Rio akan melamar Sita terlebih dahulu hanya berdua saja dengan cara yang berkesan dan tak akan terlupakan oleh Sita. Sehingga Rio nanti meminta bantuan pada Roy kakanya dan Sarah yang merupakan sahabatnya Sita, mau tak mau Hardi pun nanti akan terlibat dengan rencana lamaran Rio. Walaupun di kantor mereka adalah atasan dan bawahan namun di luar itu mereka sudah menjadi teman dengan waktu yang mereka lalui bersama.


Bersambung......


Selalu dukung Author dengan Vote, like dan komen... Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2