Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Launching Produk


__ADS_3

Semua persiapan telah selesai, sebagian produk telah selesai di produksi. Hari ini saatnya acara Launching produk ke pasaran.


Acara di adakan di Aula sebuah hotel mewah, disana sudah ditata dengan indah untuk para tamu undangan yang hadir.


Acara akan dimulai pukul 7 malam hari, Hardi sudah siap-siap menuju hotel tersebut. Dia mengajak anak beserta istrinya bersama, dengan menggunakan pakaian resmi yang elegan. Hardi mengenakan toxedo hitam dengan dasi kupu-kupu di lehernya, Sarah mengenakan gaun malam yang didominasi warna putih sehingga tampak indah melekat di tubuhnya sementara Cilla menggunakan gaun anak yang mengembang di bagian roknya. Terlihat mereka sangat serasi bak putri dan pangeran di negeri dongeng dengan wajah dan penampilan yang begitu menawan.


Didepan rumah, pak Tono telah menunggu mereka dengan mobil hitam disana. Pak Tono membukakan pintu belakang mobil lalu Sarah dan Cilla pun masuk. Sedangkan Hardi duduk di samping pengemudi, mobil pun melaju ketempat tujuan. Tak berapa lama Hardi beserta Cilla dan Sarah sudah sampai di tempat acara yang sebentar lagi akan segera di mulai.


"Baiklah para hadirin di persilahkan untuk mengisi kursinya masing-masing karena acara Launching produk akan segera dimulai" Seru Rio di atas panggung setelah mendengar bahwa Hardi telah sampai.


Semua tamu undangan yang datang beranjak untuk duduk di kursinya masing-masing. Sarah, Hardi dan Cilla duduk di meja paling depan, Sementara Aini duduk berada jauh dari mereka. Aini hanya bisa menatap Hardi dari jauh, padahal ia ingin melihatnya lebih dekat. Di tempat duduk Hardi terlihat seorang anak perempuan dan seorang perempuan yang Aini yakini itu istrinya duduk di samping Hardi. Namun Aini tak bisa melihat wajah keduanya karena mereka duduk membelakangi Aini.


Layar besar terpampang jelas di atas panggung guna menampilkan gambar tentang produk kecantikan yang akan di jabarkan nantinya.


"Baiklah, acara Launching produk dimulai, saya persilahkan kepada pak Hardi Malik CEO MK company akan membuka acara ini dan menjelaskan tentang produk yang akan dibpasarkan. Pak Hardi silahkan naik ke atas panggung" seru Rio.


Hardi pun segera naik ke atas panggung dan semua tamu yang hadir ramai bertepuk tangan.


"Baiklah, saya dari MK company yang bekerja sama dengan Lean beauty dan beberapa investor lainnya, secara resmi melaunchingkan produk kami dengan lebel merk HaSa Beauty. Produk ini terbuat dari bahan alami yang sangat aman dan dirancang untuk semua jenis kulit, banyak Varian yang kami keluarkan bukan hanya serum untuk kulit namun semua jenis produk kecantikan seperti lipstick, eyeshadow dan lain-lain.............................."Hardi menjelaskan panjang lebar tentang Hasa Beauty.


"Kami akan memulai penjualan secara Online agar konsumen dapat dengan mudah membeli produk kami, jika penjualannya lancar dan berhasil maka kami akan membuka outlet-outlet resmi kami minggu depan di beberapa Mall yang ada di indonesia. Hubungi web Site resmi kami di www.Hasabeauty.com atau di toko-toko online dengan nama toko Hasa Beauty official. Terimakasih dan selamat mencoba produk kami." jelas Hardi menambahkan.


Banyak sekali media masa yang meliput acara tersebut, sehingga cepat tersebar berita Launching nya produk Hasa Beauty. Dalam hitungan jam, sudah terlihat banyak sekali pesanan yang masuk kedalam website penjualan resmi Hasa Beauty. Semua staf merasa senang dengan hasil yang mereka capai.

__ADS_1


Acara pun selesai larut malam, jam telah menunjukkan pukul 1 malam. Cilla sudah tidur di pangku oleh Sarah. Lalu Hardi mengambil alih Cilla dan menggendongnya. Dan juga semua tamu pun sudah mulai meninggalkan tempat acara.


Hardi menghampiri Rio yang sedang berbincang dengan staffnya.


"Rio, ambilkan kunci kamar 205, malam sudah larut jadi kami akan tidur disini. Sekalian kau dan bu Aini juga tak usah pulang tidur saja disini" ucap Hardi.


"Baik pak" Rio pun segera pergi ke resepsionis untuk mengambil 3 kunci kamar di lantai 10.


Rio kembali kehadapan Hardi dengan kunci di tangannya dan mempersilahkan Hardi beserta keluarga untuk terlebih dahulu naik ke lantai 10 dengan menyerahkan kuncinya pada Hardi. Sementara Rio akan menemui Aini terlebih dahulu untuk memberinya kunci kamar lain di lantai 10, karena Aini tak bersama merrka, Rio pun mencarinya.


Hardi dan keluarganya menuju Lift untuk menuju ke kamar pribadinya.


Cukup lama Rio mencari Aini yang ternyata baru saja keluar dari toilet. Rio menjelaskan bahwa Aini harus menginap di hotel ini karena memang malam sudah teramat larut, ini kebijakan dari pak Hardi, tak baik juga jika di jam begini perempuan menyerir sendiri takut berbahaya. Aini dan Rio pun pergi menuju kelantai 10 tempat kamar mereka berada.


Hardi membuka kamar 205 dan terpihat dalamnya begitu luas dan arsitektur nya telah di rancang khusus membuatnya begitu mewah dan indah di pandang. Perabotan yang sangat lengkap, bukan seperti hotel melainkan seperti sebuah apartemen mewah saja. Sarah menatap dari jendela kaca, pemandangan di luar isi kota dapat terlihat dengan jelas membuatnya terlihat indah.


"Wahhh.... ini bagus sekali, pasti harga sekamarnya mahal." Sarah terpesona dengan isi kamarnya. Lalu ia ke dekat jendela dan terus memandang keluar.


"Kita tidak perlu bayar dan ini juga kamar pribadi di lantai 10 tak boleh ada yang menginap selain saya dan orang yang saya ijinkan" jawab Hardi sambil menurunkan Cilla dari gendongannya yang masih tertidur, membaringkannya di atas tempat tidur yang tersedia.


"Maksud pak Hardi?" Sarah terlihat bingung.


"Yah karena ini kamar pribadi saya, saya berhak melakukan apa yang saya inginkan." balas Hardi, lalu mendekati Sarah.

__ADS_1


"Seperti ini" Cuupp Hardi mengecup pipi Sarah.


Mambuat Sarah terkejut menghindar namun mencoba terlihat natural dan bersikap biasa saja.


"Maksud anda, saya belum mengerti" Sarah masih bingung.


"Ini hotel milik MK company, masa kau tak tahu" jawab hardi.


"Tapi nama hotel ini Yesira, bukan MK atau namamu?" Sarah masih belum yakin.


"Karena nama hotel ini memakai nama mamah" balas Hardi.


Sarah hanya tertegun mendengar jika ini hotel milik Hardi, hotel yang benar-benar mewah.


"Ternyata dari sifat dingin dan menyebalkannya itu memang wajar, karena memang dia begitu kaya raya. Sikap songongnya memang sesuai dengan apa yang ia miliki. Namun aku tetap saja tidak suka." batin Sarah memaklumi sifat suaminya.


Mereka pun mulai merasa lelah Hardi berbaring di ranjang yang cukup luas untuk mereka tidur bertiga. Cilla tertidur di tengah-tengah sementara Hardi dan Sarah berada di sampingnya.


Bersambung.......


Selalu dukung Author dengan Like, Vote dan komen.


terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2