
Hari minggu adalah hari dimana saatnya untuk bersantai, begitupun dengan Cilla. Ia hanya tiduran sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba ponselnya bergetar Cilla segera melihat siap yang menelpon dan berharap Adrian menghubunginya namun sayang di layar ponselnya terpampang nomor yang tak di kenal.
" Halo!! ini siapa yah?" tanya Cilla ketika mengangkat panggilannya.
" Hai Cilla! Masih ingat dengan suaraku gak?" jawab orang di seberang telpon.
" Siapa yah?" Cilla tetap bingung.
" Aku Mario, kita ketemu di cafe sama teman-teman kita." balasnya.
" Oh iya, terus ada perlu apa kamu menelpon aku? Lagipula dari mana kamu tahu nomorkua?" tanya Cilla ketus.
" Maaf, ganggu yah? Aku tahu nomormu dari temanmu.... itu... siapa yah?..... oh iya, Dona iya kalau gak salah Dona namanya." jawab Mario.
" Maaf yah, kamu tahu kan kalau aku sudah punya pasangan."
" Iya... iya... aku tahu! Tenang aja Cilla, aku orang yang sanggup menunggu kok. Jujur aku suka sama kamu jadi selama janur kuning belum melengkung, masih ada kesempatan dong untuk mendapatkanmu hehehee."
" Sepertinya kamu harus menyerah?"
" Kenapa memangnya?"
" Aku sudah dilamar." balas Cilla to the point.
" Apa? Ok.... Lamaran belum tentu langsung kejenjang pernikahan kan, aku masih punya kesempatan."
" Kamu tuh kenapa sih? masih banyak cewek di luar sana yang masih jomblo, kenapa harus aku?"
" Cilla Cilla... Perasaan itu tak bisa di paksakan, aku sukanya sama kamu, aku pastinya harus mendapatkan kamu bagaimana pun caranya hehehe."
" Psycho kamu." Cilla menutup panggilannya, ia merasa ngeri dengan perkataan Mario, dan ponselnya pun kembali berdering.
Cilla : " Sudah aku bilang, cari saja perempuan lain, jangan ganggu aku." teriak Cilla.
Adrian : " Cilla! Kamu kenapa? kok marah-marah begitu?" mendengar itu Cilla melihat layar ponselnya dan ternyata terpampang nama Adrian disana.
Cilla : " Maaf Adrian, tadi ada orang iseng nelponin aku terus jadi aku emosi."
Adrian : " Siapa? Beritahu aku."
Cilla : " Udah lupain aja, kamu kenapa baru nelpon aku, padahal aku nunggu dari tadi."
Adrian : " Maaf sayang, tadi aku selesaikan pekerjaan aku dulu, soalnya hari senin harus segera di serahkan pada ayahmu."
Cilla : " Ih... Dasar ayah, hari minggu aja masih di suruh bekerja, ini kayaknya sengaja buat kamu sibuk biar gak ketemu aku."
Adrian : " Jangan begitu sayang, soalnya ini proyek penting, wajar kan harus selesai sesuai jadwalnya."
Cilla : "Iya... iya workaholic."
Adrian : " Dari nada bicaranya, kayaknya ngambek nih... Cup.... cup... cup... jangan ngambek dong sayang, sore ini kita ketemuan yuk, udah kangen nih."
Cilla : " Ok... Memang pekerjaan kamu sudah selesai?"
Adrian : " Sudah kok, makanya aku mengajakmu untuk jalan-jalan."
Cilla : " Kita mau kemana?"
Adrian : " Ada aja, nanti kamu juga tahu. Dandan yang cantik yah, biar aku tambah cinta.
Cilla : " Apaan sih? Ya sudah aku mau siap-siap."
Adrian : " Siap-siap sekarang? ini kan baru jam 1 siang, kita kan mau berangkat sore."
Cilla : " Katanya suruh aku dandan yang cantik, itu butuh waktu, kamu tahu kan wanita itu seperti apa."
Adrian : "Iya deh, ok aku juga mau membereskan pekerjaan aku. See you and love you."
Cilla tersenyum memeluk ponselnya, sambil tersenyum menatap langit-langit kamarnya. Begitu sadar ia bergegas bangun lalu membuka almarinya dan memilah milih pakaian apa yang akan di kenakan olehnya ketika kencan nanti. Hampir semua ia coba satu persatu, mana yang paling cantik dan cocok di tubuhnya. Setelah hampir 2 jam akhirnya Cilla memutuskan untuk memakai dress putih yang terlihat cantik dipadukan dengan sepatu high heels berwarna merah marun yang sangat kontras dengan dressnya namun terlihat sangat cocok ia kenakan. ' Seperti ini cocok ', pikir Cilla dan dia pun segera mandi setelahnya lalu Cilla mengenakan dress yang di pilihnya tadi. Cilla duduk di meja riasnya dan mulai memakai makeup yang natural agar kecantikan alaminya tak tertutupi. Setelah kurang lebih sejam akhirnya Cilla keluar dari kamarnya, turun menuju ruang keluarga.
" Wah... putri bunda cantik banget, tuh di luar udah ada Adrian yang nunggu." ujar Sarah.
" Apa? Adrian udah datang bun? aku kira dia bakalan datang lebih sore."
" Dia nunggu dari tadi, cepat... kasihan dia."
" Yasudah bun, Cilla berangkat yah... Assalamualaikum."
__ADS_1
" Wa'alaikum salam."
Cilla pun segera keluar rumah dan disana sudah ada Adrian yang menunggu.
" Adrian!" sapa Cilla dan Adrian pun berdiri dari duduknya, dia hanya diam sambil terus memandangi tubuh Cilla dari kaki hingga kepala.
" Kenapa?" tanya Cilla heran.
" Kamu cantik banget, sumpah cantik banget."
" Apaan sih! ayo cepat kita pergi." Cilla tersipu malu.
" Ah... ok cantik.. "
Mereka berjalan ke arah mobil berwarna hitam, Adrian membukakan pintu mobilnya, " Silahkan masuk tuan putri."
" Kita naik mobil? Aku kira naik motor."
" Masa udah cantik begitu naik motor, untuk hari ini spesial untuk tuan putriku yang cantik aku siapkan kereta besi untuk mengantar kita ke tempat tujuan hehee."
Cilla merasa malu sendiri dengan tingkah Adrian yang sangat berbeda dari biasanya namun itu juga membuatnya senang karena di perlakukan dengan penuh kasih sayang. Mobil pun melaju ke arah tujuan, butuh waktu 2 jam untuk sampai ke tempat tujuan dan tibalah mereka di sebuah dermaga.
" Ini... Kenapa kita ke sini?" Cilla turun dari mobil dan heran kenapa mereka datang ke dermaga.
" Udah... ikut aku..." Adrian menggandeng tangan Cilla untuk mengikutinya berjalan.
Tibalah di sebuah kapal pesiar pribadi berukuran sedang yang telah dihiasi lampu cantik dan pernak-pernik yang indah, disana juga terpampang balon-balon yang bertuliskan ' I love You Cilla, Would you marry me?' Cilla tertegun melihatnya, ia tak menyangka Adrian menyiapkan sesuatu yang sangat romantis seperti ini. Adrian mengajak Cilla untuk naik ke atas kapal, didalamnya telah tersedia sebuah meja dengan hiasan bunga mawar di atasnya. Cilla duduk di kursi dan Adrian pun duduk di seberang saling berhadapan dengan Cilla. Tak lama alunan musik pun terdengar dan kapanpun terasa mulai bergerak maju, lalu datang 3 orang. Seseorang memberikan sebuket bunga mawar merah kepada Cilla dan yang lainnya meletakkan hidangan di atas meja. Cilla hanya tertegun tak percaya, ini bagaikan cerita dalam drama yang tak akan terwujud di dunia nyata namun ia sekarang merasakannya.
" Adrian? Kapan kamu menyiapkan ini? Ini sangat cantik dan sangat mengejutkan aku."
" Sebenarnya seharian ini aku bukan mengerjakan pekerjaan namun aku menyiapkan semua ini untukmu. Apa kamu suka?"
" Aku suka sekali Adrian, ini sangat indah dan aku merasa ini mimpi."
" Cubit aku, jika kamu tak percaya. Aku menyiapkan semua ini untuk melamarmu kembali dengan hal yang sangat romantis, aku pun tak tahu awalnya untuk menunjukan hal romantis namun Reza membantuku menyiapkan semua ini."
" Reza?"
" Iya Reza, kenapa? Aku juga bingung, ia sangat tahu tentang hal-hal romantis padahal dia belum pernah sekalipun pacaran."
" Kenapa? Memangnya aneh di usianya sekarang belum pernah pacaran."
" Gak gitu juga sih, cuma bisa-bisanya dia berpikir hal seperti ini."
" Yasudah jangan bicarakan orang lain, bicarakan soal kita saja dan sekarang kamu makan saja dulu, nanti ada hal lain yang akan aku tunjukkan padamu."
Mereka pun menikmati makanannya, mulai dari hidangan utama sampai hidangan penutup. Semuanya habis tak bersisa karena memang rasanya sesuai dengan lidah Cilla, semua hidangan yang Cilla rasakan sangat lezat. Setelah itu Adrian mengajak Cilla keluar kapal, untuk melihat apa yang di katakan Adrian tadi. Tak lama terdengar suara kembang api dan terlihat cahaya indah di langit yang tak hentinya membuat Cilla sangat antusias menyaksikan pesta kembang api dihadapannya. Adrian merangkul pundak Cilla dan Cilla meletakkan kepalanya di samping pundak Adrian yang lebar. Adrian merasakan tubuh Cilla yang dingin lalu ia membuka jasnya dan memakaikannya kepada Cilla. Mereka berdua pun menyaksikan keindahan di depannya sampai mereka terhanyut dalam suasana, ketika Adrian memperhatikan Cilla tiba-tiba Cilla mendongakkan kepalanya hingga wajah mereka sangat dekat dan begitu dekat hingga bibir mereka pun bertemu. Di tengah kilatan cahaya kembang api terlihat keduanya sedang menikmati ciumannya sebagai tanda kasih sayang mereka. Tangan Adrian melingkar di pinggang Cilla sedangkan tangan Cilla melingkar di belakang leher Adrian. Mereka berciuman cukup lama hingga tak disadari pesta kembang apinya sudah selesai. Mereka melepaskan ciumannya, saling menatap dengan wajah yang masih sangat dekat. Adrian mengusap bibir Cilla yang terlihat basah, perlakukan Adrian membuat Cilla tersipu malu.
Cilla mendorong Adrian sedikit menjauh karena jantungnya terus berdebar-debar jika terus bertatapan seperti itu dari jarak yang sangat dekat. Perlakukan Cilla membuat Adrian tersenyum karena ia tahu jika kekasihnya tersebut tengah tersipu malu, terlihat dari wajahnya yang merona merah.
" Kamu hebat." Goda Adrian.
" Kamu!!!" Cilla semakin malu.
" Aku suka, jadi ingin cepat menikahimu." tambah Adrian.
" Tapi kamu harus sabar sampai aku lulus kuliah."
" Iya, pasti sayang. Aku akan sabar menunggumu dan akan melindungimu."
" Terimakasih sayang."
____________
Pukul 23.30 Wib, Hardi baru saja kembali ke rumah, tak seperti biasanya Hardi membuka pintu kamar Cilla dan di sana kosong tak ada Cilla. Hardi pun menuju ke kamarnya dan melihat Sarah sudah terlelap dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya. Adrian menggoyangkan tubuh Sarah untuk membangunkannya, " Sayang, sayang... Bangun... Kok Cilla jam segini tak ada di kamarnya?"
Sarah membuka matanya dengan masih mengantuk, Sarah pun menjawab pertanyaan suaminya. " Cilla tadi pergi dengan Adrian, mereka mungkin berkencan."
" Kenapa jam segini belum pulang? Apa yang mereka lakukan." Geram Hardi.
" Sabar mas, aku yakin mereka hanya menghabiskan waktu bersama tanpa melakukan hal aneh-aneh. Aku percaya jika Adrian anak yang baik, jadi dia tak akan macam-macam pada Cilla."
" Apa kamu bisa menjamin jika Adrian sebaik itu? Mana ada pria baik yang mengajak kekasihnya sampai larut malam begini." Hardi terlihat tak suka.
Lalu terdengar suara klakson dan suara mobil yang berhenti. Hardi membuka gorden kamarnya dan melihat Cilla juga Adrian keluar dari mobilnya. Hardi langsung berjalan cepat menuju keluar.
" Kenapa kalian baru pulang jam segini? Kata bunda kamu pergi dari sore." ujar Hardi dengan nada tinggi.
__ADS_1
" Maaf om, kami hanya jalan-jalan saja." balas Adrian dengan sopan.
" Awas saja.. Jangan pernah seperti ini lagi dan jangan pernah berbuat macam-macam pada putri saya...."
" Tapi ayah, kita memang hanya jalan-jalan menikmati udara malam saja. Kami masih tahu batasan, kami akan menjungjung tinggi nama keluarga."
" Kamu harus janji, jangan sampai mencoreng nama keluarga." ujar Hardi.
" Iya om, saya janji tak akan mengecewakan om dan keluarga. Saya mencintai Cilla dengan tulus, hingga saya akan menjaga dan melindunginya."
" Bagus... Aku pegang perkataanmu dan satu lagi, saya berlakukan jam malam. Kalian harus pulang sebelum jam 11 malam, ingat itu."
" Baik om, sekali lagi saya minta maaf. Kalau begitu saya permisi pamit dulu."
Cilla dan Hardi pun masuk kedalam rumah, wajah Hardi masih saja terlihat kesal. Hardi menyuruh Cilla pergi ke kamarnya dan sebelumnya memberikan wejangan untuk tak pulang larut malam yang akan membuat kekhawatiran keluarga. Cilla pun masuk kedalam kamarnya, ia melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Cilla langsung meneteskan air mata mengingat perlakuan ayahnya terutama pada Adrian. Cilla merasa ayahnya sudah keterlaluan dan terlalu over protective padanya dan Cilla juga merasa tak enak hati pada Adrian. Cilla takut Adrian menyerah dengan sikap ayahnya hingga ia pun meninggalkannya. Air mata terus mengalir di pipinya tak bisa tertahan dan terus keluar walaupun ia mencoba untuk tidur. Cilla sama sekali tak peduli dengan penampilannya sekarang yang masih mengenakan riasan dan dress tanpa menghapus dan menggantinya. Sampai baru menjelang pagi Akhirnya Cilla bisa terlelap.
Suara ketukkan pintu terdengar dari luar di iringi dengan suara Sarah yang memanggilnya karena hari sudah beranjak pagi namun Cilla hanya diam saja walaupun dia mendengarnya. Cilla sengaja mengunci pintu kamarnya agar tak ada yang menggangu atau melihat dirinya yang sangat kacau.
" Cilla, sayang, buka pintunya sayang. Ayo kita sarapan, Cilla...." namun tak ada jawaban dari Cilla lalu Sarah kembali ke ruang makan.
" Dimana Cilla?" tanya Hardi setelah Sarah kembali duduk di meja makan.
" Sepertinya masih tidur, soalnya aku panggil-panggil tak ada jawaban."
" Biarkan saja, nanti kalau lapar pasti dia makan."
" Iya mas, biar nanti aku datang lagi membawa makanan untuk Cilla. Mas, tolong jangan terlalu keras kepada Cilla, aku takut dengan terlalu dikerasi dia kan berontak dan malah bisa melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan."
" Itu demi kebaikannya juga, biar dia tahu aturan di keluarga ini."
" Tapi mas...."
" Udah, kalau sedang makan jangan bicara terus, makan saja."
Sarah kurang suka dengan sikap Hardi yang terlalu over protective pada Cilla, Sarah takut Cilla akan memberontak dan malah berbuat yang macam-macam, namun Sarah berharap itu tidak akan terjadi. Sarah akan mencoba membujuk Hardi untuk tidak terlalu mengatur Cilla ataupun terlalu keras kepadanya, agar Cilla merasa nyaman berada di lingkungan keluarganya.
Sementara Cilla di kamar sedang chatting dengan Adrian.
' Maafkan ayah yah Adrian '
' Tak apa Cilla, aku tak masalah, ayahmu melakukan itu mungkin memang karena khawatir sama kamu.'
' Tapi cara ayah bicara padamu pasti membuatmu tak nyaman.'
' Aku tak masalah, aku akan berusaha menepati janjiku.'
' Terimakasih sayang, aku tak salah memilihmy.'
' Oh iya, aku sudah bicara pada orangtuaku, mereka akan menyempatkan datang ke Indonesia bulan-bulan ini, semoga tak ada kendala.'
' Apa? Benarkah? Aku malah gugup.'
' Jangan khawatir, orangtuaku sepertinya menyikaimu ketika aku tunjukkan fotomu dan aku menceritakan semuanya tentangmu.'
' Semoga saja, aku berharap mereka menyukaiku.'
' Kamu sudah makan?'
' Belum, lagi gak nafsu.'
' Makanlah sayang, apa mau aku suapi? hehe.'
' Mau banget, tapi sayang kamu jauh.'
' Hehehe ok nanti kalau kita menikah, aku akan manjain kamu, aku janji.'
' Iya, pasti aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.'
' Yasudah, cepat makan yah. Aku akan menghubungi kamu kembali saat pulang kerja nanti, I Love you.'
' I love you too'
Chatting dengan Adrian membuat suasana hati Cilla menjadi tenang, ia sangat bahagia dan merasa tak salah memilih Adrian untuk menjadi kekasihnya, Cilla berharap bisa segera menikah dengan Adrian.
Bersambung....
Selalu dukung Author dengan cara memberi Hadiah, Vote, Like dan komen .... Terimakasih
__ADS_1