Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Pesan 2


__ADS_3

"Bunda sama ayah kok lama banget mandinya?" tanya Cilla kesal.


"Maaf sayang, kerannya macet" balas Hardi.


"Oh... Ayo kita berangkat" ajak Cilla.


Sementara Lia yang melihat sekilas beberapa tanda merah di leher Sarah walau samar namun cukup terlihat, Lia hanya tersenyum tak berkata apa-apa. Ia sadar itu adalah urusan pribadi kedua majikannya.


Di dalam mobil Hardi duduk di kursi depan sementara pak Tono yang menyetir. Sarah dan Cilla duduk di kursi tengah, serta Lia duduk di kursi belakang.


"Jadi kita mau kemana nih Cilla?" tanya Hardi.


"Ketaman kota aja ayah, kita pikniknya" balas Cilla.


"Kok deket sih?" tanya Hardi lagi.


"Biar gak capek aja ayah, yang penting piknik bareng" balas Cilla.


"Ok deh cantik" balas Hardi.


Tak butuh waktu lama sampailah mereka di sebuah taman kota yang seju dan indah. Banyak sekali pepohonan yang rindang serta bunga-bunga yang indah bertebaran di seluruh taman. Terdapat pula danau kecil yang disana yang membuat taman itu semakin terlihat asri.


Ternyata banyak sekali keluarga yang berekreasi ke taman ini, terlihat beberapa menggelar tikar tetap di depan danau kecil tersebut. Tak lupa setiap ada keramaian pasti banyak sekali penjual yang berjualan disana.


Hardi dan yang lainnya pun menggelar tikar disana, Lia dan pak Tono menyiapkan semuanya. Membuka bekal yang mereka bawa untuk mereka nikmati sambil memandang keindahan taman dan udara yang sejuk.


Di tengah santai mereka suara pesan terdengar di ponsel Sarah. Seketika Sarah pun mengambil ponselnya dan melihat isi pesannya. Ternyata dari nomor yang tidak di kenal, yang isinya 'Senang sekali melihatmu tersenyum, walau si brengsek itu berada di dekatmu'.


Sarah langsung terkejut lalu ia mengedarkan pandangannya kesegala arah, ia hendak mencari seseorang yang di rasa mencurigakan namun hasilnya nihil. Hardi yang daritadi memperhatikan Sarah, kemudian bertanya pada istrinya tersebut.


"Kau cari siapa sayang?" tanya Hardi.


"Eh.. itu... tak ada apa-apa mas" balas Sarah.


Sarah meletakkan kembali ponselnya, ia tidak menghiraukan isi pesan yang ia baca tersebut. Ia tak ingin memberitahu Hardi dengan pesan yang mungkin hanya dari orang iseng atau salah sambung saja. Sarah pun kembali bercengkrama dengan Cilla dan suaminya tanpa memikirkan hal yang menurutnya tidak penting.

__ADS_1


Tanpa Sarah ketahui, dari kejauhan ada sepasang mata yang terus saja mengawasi Sarah. Ia merasa kesal dengan Sarah yang terus saja tertawa bahagia, lalu ia mengalihkan pandangannya pada Hardi dengan sorot mata kemarahan. Ia mengenakan topi dan kacamata hitam, mencoba menyembunyikan wajahnya dengan pakaian serba hitam (Hoodie dan jeans) yang mungkin mencolok di siang hari yang cukup terik. Ia pun pergi dengan sangat kesal ketika melihat Hardi merangkul Sarah dengan senyum mengembang di bibirnya.


________


Waktu menunjukan pukul 4 sore, Sarah beserta yang lainnya telah berada di rumah. Hardi menggendong Cilla yang sedang tertidurenggunakan kedua tangannya. Hardi membawa Cilla untuk di baringkan di kamarnya. Mungkin Cilla kelelahan karena seharian main dan berlarian di taman kota, pikir Hardi.


Hardi masuk kedalam kamarnya, ia duduk di sofa dengan menyenderkan tubuhnya. Ia juga cukup lelah hari ini namun ia juga bahagia bisa pergi bersama keluarganya karena waktu bersama seperti ini jarang sekali ia lakukan. Terdengar suara kucuran air di dalam kamar mandi, tak lain Sarah sedang membersihkan dirinya. Terdengar juga senandung irama yang di nyanyikan Sarah, seolah ia sedang sangat bahagia. 'Tak seperti biasanya Sarah bersenandung, tapi suaranya cukup bagus' batin Hardi dengan tetap terduduk. Tanpa sadar Hardi pun terlelap dalam posisi yang sama.


Sarah keluar dari kamar mandi mendapati suaminya terlelap di sofa dengan mulut sedikit terbuka. Sarah menghampirinya, ia tersenyum karena baru pertamakalinya ia melihat suaminya tidur dengan mulut terbuka. Sarah lalu mengambil ponselnya dan memotret Hardi, momen langka seperti ini harus di abadikan, pikirnya.


'Walau mulutnya menganga tapi ketampanannya tetap sama. Aku akan menyimpan foto ini dengan baik, sebagai kenangan di momen langka seperti ini' batin Sarah terus tersenyum.


Sarah memakai pakaiannya lalu turun untuk memberitahukan kepada asisten rumah tangganya, untuk memasak suatu masakan untuk makan malam nanti. Tak lama Sarah kembali kedalam kamarnya dan menghampiri suaminya. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Sarah berniat membangunkan Hardi untuk mandi agar tak kemalaman.


"Mas, mas... bangun, mandi dulu gih udah sore" ucap Sarah sambil menggoyangkan tubuh suaminya namun Hardi tak bergeming. Sekali lagi Sarah melakukan hal yang sama pada suaminya, tetap saja tidak terbangun juga. Posisi Sarah berdiri dihadapan Hardi dengan setengan badan menunduk. Secepat kilat Hardi meraih wajah Sarah lalu mencium sekilas tepat di bibirnya. Dengan kejadian itu membuat Hardi sangat terkejut.


"Mas, sudah bangun?" tanya Sarah sambil mendorong tubuh suaminya karena kaget.


"Sudah dari awal kau bangunkan. Cuma mas sengaja diam saja, agar bisa mengerjaimu" ucap Hardi cengengesan.


"Aku malah senang jika kau balas, apalagi membalas ciumanku" ucap Hardi genit.


"Udah mandi sana, badan mas udah bau keringat" ucap Sarah mengalihkan pembicaraan.


"Masa sih sayang, perasaan masih sama saja" ucap Hardi sambil mengendus-endus tubuhnya.


"Udah cepat mandi sana" ucap Sarah menarik Hardi untuk bangun dari duduknya lalu mendorongnya ke arah kamar mandi.


Hardi pun terus menuruti istrinya sambil tersenyum gemas. Sebelum menutup pintu Hardi berujar pada istrinya. "Malam ini aku minta jatah yah, tadi pagi kan gak jadi"


Sarah membelalakkan matanya ke arah Hardi membuat Hardi tambah gemas pada Sarah. Hardi menutup pintu kamar mandinya lagi-lagi dengan tersenyum.


__________


Sarah dan Hardi turun dari kamarnya menuju ke meja makan. Disana sudah ada Cilla yang sedang melahap makanannya di temani oleh Lia.

__ADS_1


"Malam Cilla" ucap Hardi sambil mengacak pucuk kepala putrinya.


"Cilla kok makan duluan?" tanya Sarah


"Habisnya sih ayah dan bunda lama, Cilla kan sudah laper jafi Cilla makan saja" balas Cilla.


Setelah Sarah dan Hardi datang, Lia permisi untuk kebelakang. Karena memang ia merasa tak enak jika semeja dengan majikannya.


"Uh.... bau apa sih? gak enak banget" ucap Sarah dengan wajah tak suka.


"Tak ada bau apa-apa sayang." balas Hardi.


Sarah terus mengendus-endus, "Ini mas, kok balado telurnya bay banget sih" ucap Sarah.


"Masa sih sayang, padahal baunya enak loh" balas Hardi.


"Iya bunda, enak loh" ucap Cilla sambil melahap balado telurnya.


"Beneran bau mas, bisa jauhkan itu dariku. Aku jadi sedikit mual" ucap Sarah. Lalu Hardi memindahkan mangkuk yang berisi balado telur itu menjauh dari Sarah.


Mereka pun menyantap makan malam mereka, namun berbeda dengan Sarah. Ia hanya mengaduk-aduk nasi dan lauk yang ada di piringnya hanya sesekali ia menyantapnya itupun hanya sedikit. Hardi yang dari tadi terus memperhatikan istrinya yang tak seperti viasanya lalu bertanya.


"Sayang, kau kenapa? Sakit?" tanya Hardi cemas.


"Tak apa-apa kok mas, cuma lagi tidak nafsu makan saja" balas Sarah.


"Masa! padahal semua ini makanan kesukaanmu semua" balas Hardi heran.


"Iya sih mas, malahan aku yang meminta bi Entin untuk memasak ini semua. Tapi aku benar-benar tidak selera makan mas. Aku selesai makannya, kepalaku sedikit pusing. Aku kekamar duluan yah mas" ujar Sarah lalu beranjak dari duduknya menuju ke kamarnya.


Hardi menatap istrinya dengan sangat heran, ini bukan kebiasaan Sarah. Baru kali ini Hardi melihat Sarah tidak nafsu makan seperti ini. Mungkin Sarah sakit, pikir Hardi. Ia pun segera menyelesaikan makanannya lalu menyuruh Cilla ke kamarnya dan ia pun pergi menyusul Sarah ke kamarnya.


Terlihat Sarah sudah memejamkan matanya pertanda ia sudah terlelap padahal waktu masih menunjukkan pukul 8 malam. Tak seperti biasanya Sarah tidur cepat biasanya ia tidur seketar jam 10 malam. Hardi memegang kening istrinya untuk memastikan suhu tubuh Sarah namun tidak panas masih normal. Mungkin Sarah kelelahan setelah piknik tadi, biarlah ia istirahat dulu, pikir Hardi.


Bersambung.....

__ADS_1


Selalu dukung Author yah dengan Like, Vote dan komen. Terimakasih 😊


__ADS_2