Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Keluar dari kebiasaan


__ADS_3

Sarah merasa belakangan ini ia sering sekali mengantuk dan tanpa bisa di kendalikan ia selalu saja dengan mudahnya tertidur di manapun ia berada. Padahal selama ini Sarah hanya bisa tidur di tempat yang sangat nyaman seperti kamarnya, Sarah tidak bisa tidur disembarang tempat namun kali ini berbeda.


Kepala Sarah sering pusing dan tubuhnya pun sering merasa lelah. Bahkan emosinya terkadang naik turun tak bisa di tebak dan gampang sekali berubah-ubah. Sarah pun tak mengerti dengan keadaan dirinya sendiri, ia hanya menganggap itu hanya hal biasa akan datangnya tamu bulanan dirinya.


Sarah membuka kulkas, disana ada sebuah bungkusan lalu Sarah pun membukanya. Ternyata itu rujak buah yang Sarah pesan pada Hardi. Ia mengambil bungkusan itu dan mengambil piring beserta mangkuk kecil. Sarah menaruh bumbunya di mangkuk kecil dan buah-buahannya di atas piring. Sarah lalu membawanya dan meletakkannya di atas meja depan televisi. Sarah duduk di sofa lalu menyalakan televisi yang menayangkan acara yang tidak begitu menarik namun Sarah tetap menontonnya sambil menikmati rujak buah yang ia inginkan.


Hardi terbangun ketika mendengar suara tawa istrinya, Hardi melirik ke sampingnya, Sarah tak ada disana. Lalu Hardi melihat ke arah Sofa ternyata Sarah sedang asik tertawa menyaksikan acara komedi di televisi sambil menikmati rujak di depannya.


" Sayang, sedang apa ?" Hardi menghampiri Sarah lalu duduk di sampingnya.


" Sedang nonton sambil makan rujak mas " balas Sarah santai.


" Tapi sayang, ini kan tengah malam " ucap Hardi sambil menatap jam dinding yang menunjukan pukul 1 dini hari.


" Habisnya aku tergiur dengan rujak yang mas simpan di kulkas, jadi aku makan sekalian nonton juga " balas Sarah.


Hardi pun menemani istrinya walau dia terkadang sering menguap katena mengantuk. Rujak pun selesai Sarah makan sampai habis lalu Sarah menyandarkan kepalanya ke bahu lebar suaminya.


" Sudah habis sayang?" tanya Hardi.


" Iya mas, rujaknya enak banget pedasnya pas. Perutku juga udah kenyang banget." balas Sarah.


Hardi mengelus kepala Sarah yang ada di bahunya sambil terus menyaksikan acara televisi, lalu tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di bagian samping leher Hardi membuat Hardi tersentak menatap Sarah yang tersenyum. Tanpa buang waktu Hardi meraih dagu Sarah sedikit mengangkatnya lalu mengecup bibir ranum Sarah dan terus melakukan ciumannya. Mereka pun ciuman cukup lama sampai tiba-tiba tangan Sarah yang tadinya memegang pipi Hardi terkulai lemas. Hardi yang menyadari itu menghentikan ciumannya, terlihat istrinya lemas tak bergeming, Hardi mencoba membangunkan Sarah namun Sarah hanya diam. Hardi sedikit cemas lalu ia menyadari deru nafas Sarah yang teratur, Hardi lega ternyata Sarah tak seperti yang ia pikirkan, Sarah hanya tertidur di saat yang tepat. Hardi tersenyum dengan ulah Sarah, lalu ia mengangkat tubuh Sarah dan membaringkannya di atas tempat tidur.


'Sarah... Sarah... dasar, disaat seperti ini bisa-bisanya langsung tertidur. Buat aku cemas sekaligus gemas jadi menambah cintaku padamu' gumam Hardi lalu ia pun ikut membaringkan dirinya di Samping sarah karena hari masih malam.


________


Hardi dan Cilla sudah siap dengan pakaian masing-masing, mereka duduk di meja makan untuk sarapan. Tapi sebelum mereka memulai sarapannya, mereka menunggu Sarah terlebih dahulu. Tak lama Sarah pun turun dengan masih menggunakan piyama nya dan rambut yang terikat sedikit berantakan.


" Kau belum siap sayang?" tanya Hardi.


" Aku sedang malas kemana-mana mas." balas Sarah lalu menutup mulutnya karena menguap.


" Cilla sekolahnya di antar ayah yah, bunda sedang tak ingin kemana-mana " ucap Sarah menyiapkan roti yang di olesi selai untuk Cilla dan suaminya.

__ADS_1


" Iya bunda, Cilla berangkat sekolahnya sama ayah aja " balas Cilla lalu menyantap rotinya.


" Kau sakit sayang?" tanya Hardi


" Tidak mas, cuma sedang ingin malas-malasan saja. Tak apa-apa kan mas?" ucap Sarah.


" Yasudah, kau lakukan saja yang kau suka. Mas tidak keberatan mengantar Cilla, jika ada apa-apa telpon mas segera." ujar Hardi.


" Iya sayang " balas Sarah tersenyum.


Tak lama Hardi dan Cilla pun pamit, Sarah mengantar mereka sampai ke mobil. Sarah melambaikan tangannya ketika mobil yang di tumpangi Hardi dan Cilla pergi dari hadapannya.


Setelah itu Sarah kembali ke kamarnya dengan membawa secangkir teh hangat dan roti tawar yang telah di beri selai yang di gigitnya. Sarah kembali merebahkan dirinya di atas tempat tidur sambil menyaksikan acara televisi pagi yang isinya kebanyakan acara gosip para artis Indonesia.


Setelah rotinya habis namun perutnya masih terasa lapar, Sarah kembali ke dapur untuk mencari makanan. Sarah membuka kulkas ternyata disana ada pudding buah buatannya kemarin lalu Sarah meminta bi Lilis untuk membuatkannya mie rebus pedas kesukaannya. Selama menunggu mie nya matang, Sarah duduk di meja makan sambil terus menyantap pudding nya sampai tersisa setengah.


Mie pun matang, bi Lilis menyajikannya kepada Sarah. Sarah pun menyuruh bi Lilis menyimpan kembali sisa pudding yang tak habis dia makan lalu Sarah mulai menyantap Mie rebusnya dengan lahap. Bi Lilis menatap majikannya itu dengan heran, tak seperti biasanya Sarah sarapan dengan mie instan biasanya Sarah makan-makanan yang bergizi dan makanan buatan sendiri tanpa makan makanan instan. Tapi hari ini terlihat Sarah sangat menikmatinya, apalagi sudah makan roti dan pudding juga. Mungkin nafsu makan majikannya itu sedang naik, Bi Lilis hanya bisa memaklumi saja.


_______


" Mas, hari ini aku ikut ke kantormu yah " ucap Sarah.


" Iya sayang, tapi hari ini mas tak pergi ke kantor. Mas akan mengecek outlet-outlet yang ada di Mall, ingin tahu perkembangan pasar atau pemasaran produknya di lapangan " balas Hardi.


" Tak apa mas, aku tetap boleh ikut kan?" tanya Sarah.


" Iya boleh kok sayang " balas Hardi.


ddiinngg ddoonngg ddinngg ddoonngg... Terdengar suara bell pintu berbunyi.


Bi Lilis segera menuju ke depan untuk membukakan pintunya, ia sangat terkejut setelah melihat siapa yang datang pada pagi hari ini. Bi Lilis mempersilahkan tamu itu duduk dan menunggu sebentar sementara ia kembali untuk memberitahu majikannya.


" Siapa bi? pagi-pagi sudah bertamu ke rumah orang " tanya Hardi.


" Itu tuan, emhh ... itu nyonya Wulan yang datang tuan " balas bi Lilis ragu.

__ADS_1


" Wulan? untuk apa dia datang kesini lagi? udah gak punya muka dia " ucap Hardi sedikit emosi.


" Tenang mas, kita temui dia terlebih dahulu dan tanyakan apa keperluan dia, jangan dengan emosi seperti ini." ucap Sarah menenangkan.


Hardi dan Sarah pun berjalan ke ruang tamu, mereka melihat Wulan tengah duduk di sofa ruang tamu lalu tersenyum kearah mereka tatkala mereka berhadapan.


" Ada perlu apa kau kesini?" tanya Hardi tanpa basa-basi.


" Aku ingin berbicara sebentar, ada yang ingin aku jelaskan padamu " balas Wulan.


" Apa lagi yang ingin kau bicarakan denganku? semuanya kan telah usai, antara kau dan aku sudah tak ada urusan lagi." ucap Hardi tegas.


" Dengarkan aku sekali ini saja, terserah kau akan percaya atau tidak. Aku hanya ingin membicarakan apa yang dulu kita perselisihkan, aku hanya ingin kau mendengarkan aku saja." pinta Wulan.


" Yasudah, kau boleh bicara tapi setelah itu kau lekas pergi dari rumahku." ujar Hardi.


" Ok, aku akan jelaskan langsung ke intinya. Waktu dulu, waktu kau memergoki aku dengan pria lain yang kau sangka itu adalah selingkuhanku dan aku iya kan tuduhanmu, sebenarnya dia bukan selingkuhanku. Dia adalah adik dari temanku, namanya Nando. Dia hanya membantuku untuk bisa jauh darimu, aku melakukannya dengan terpaksa. Sebenarnya aku masih mencintaimu saat itu tapi itu semua aku lakukan untuk kebaikanmu " jelas Wulan panjang lebar.


Hardi mendengarkannya sangat geram, dia tak peduli dengan penjelasan Wulan tapi ia juga sangat penasaran akan kelanjutan ceritanya Wulan jadi ia hanya diam mendengarkan.


" Terus apa alasanmu yang sebenarnya sampai dulu memilih untuk meninggalkanku?" tanya Hardi.


" Sebenarnya sampai saat ini aku masih memiliki rasa padamu, tapi aku sudah tak berhak lagi bersamamu karena Sarah sudah berada di sisimu." ucap Wulan.


" Udahlah jangan bertele-tele, jelaskan saja alasanmu yang sebenarnya." ucap Hardi sewot.


" Aku meninggalkanmu karena orangtuamu tak menyukaiku. Aku di paksa untuk meninggalkanmu, aku tidak tahu alasan mereka memaksaku tapi demi kebaikanku dan kamu, aku akhirnya memilih jalan itu." jelas Wulan.


Sarah yang ikut mendengarkan penjelasan dari Wulan hanya terdiam, matanya terlihat sudah berkaca-kaca namun ia mencoba untuk menahannya. Sarah memutuskan pergi dari sana menuju ke kamarnya, sementara sikap Hardi yang tadinya emosi dan geram mulai menampakkan ekspresi lain. Seperti rasa iba atau apa yang mungkin campur aduk di hatinya.


Setelah menjelaskan semuanya, Wulan merasa sangat lega karena beban dalam hatinya sedikit berkurang. Ia tak berharap dapat reaksi iba atau simpati dari Hardi, dia hanya ingin melepaskan semua yang ia pendam selama ini. Tak ada reaksi yang berarti dari Hardi, ia hanya diam tanpa kata, entah apa yang ia rasakan dan pikirkan.


Bersambung.......


Untuk beberapa hari mungkin akan telat Up, Author lagi kurang enak badan.... 🤧😷

__ADS_1


Tunggu Up Author selanjutnya


__ADS_2