
Hardi tersadar dengan kepala yang terbentur kaca mobil sementara pak Maman tak sadarkan diri di depan kemudi. Orang-orang tengah berkerumun di luar ketika Hardi membuka pintu sambil memegang kepalanya yang berdarah.
" Tolong kami pak, tolong supir saya yang tak sadarkan diri " ucap Hardi terhuyung lalu di tolong oleh warga dan Hardi duduk di trotoar, seseorang memberikannya saputangan untuk menahan darah yang keluar.
Seorang warga segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans, tak butuh waktu lama ambulans pun datang. Pak maman langsung di angkut ke dalam ambulans sementara Hardi menolak ke rumah sakit karena ada janji penting, maka dari itu Hardi mendapat perawatan di tempat. Untung hanya luka sobek biasa dan tak perlu penanganan khusus, hanya di bersihkan dan di beri alkohol lalu di tutup dengan perban. Memang kepala Hardi sedikit pusing namun dia baik-baik saja, Hardi segera menelpon Rio bawah ia akan sedikit terlambat datang ke restoran.
Hardi memberhentikan taxi lalu pergi dari tempat kejadian, ia terus memegang kepalanya yang sedikit sakit namun ia tetap memaksakan dirinya menuju restoran tempat janjiannya. Sampailah Hardi di restoran, ia berjalan perlahan menuju meja tempat kliennya berada, sementara kliennya sudah mulai kesal karena telah lama menunggu namun Rio meyakinkan untuk menunggunya sebentar lagi.
Hardi datang dan semua orang yang melihatnya terkejut dengan penampilan Hardi, yang mana kemejanya banyak berlumuran darah dan kepala yang di perban. Kliennya yang tadi terlihat marah berubah ekspresinya menjadi rasa iba.
" Maaf bapak-bapak saya sedikit terlambat, tadi ada insiden sedikit hingga memakan waktu lebih lama untuk sampai di sini " ujar Hardi duduk di hadapan mereka.
" Anda tidak apa-apa pak? apa anda mengalami kecelakaan?" tanya Kliennya khawatir.
" Saya tidak apa-apa, mari kita bahas apa yang perlu kita bahas." ucap Hardi lalu membaca dokumen-dokumen yang ada di sana.
Mereka pun membahas pekerjaan tanpa menyinggung tentang kecelakaan Hardi namun Rio sesekali melihat ke arah Hardi dan merasa khawatir dengan keadaan bosnya itu, Rio ingin bertanya namun ia menahannya sampai meetingnya selesai.
" Baiklah, semuanya telah sepakat dan terimakasih telah menunggu saya." ucap Hardi saling bersalaman.
" Terimakasih pak, segera ke rumah sakit agar di periksa lebih lanjut. Kalau begitu kami permisi." ujar klien tersebut.
Akhirnya Rio mencoba menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dan Hardi menceritakan semuanya, Hardi juga meminta Rio pergi kerumah sakit untuk mengecek keadaan pak maman disana. Sementara Hardi akan langsung pulang ke rumahnya, ia ingin segera istirahat karena kepalanya masih terasa pusing. Rio pun membujuk Hardi untuk kerumah sakit terlebih dahulu sebelum pulang namun tetap Hardi menolaknya, biar dia langsung pulang dan akan menghubungi adiknya sebagai dokter pribadinya. Rio pun akhirnya mengerti lalu ia segera pergi ke rumah sakit yang di tuju setelah sebelumnya memanggilkan taxi untuk Hardi.
Setelah butuh waktu 30 menit Hardi pun sampai depan rumahnya, bi Entin yang membukakan pintu pun terkejut melihat keadaan Hardi. Hardi duduk di kursi tamu sementara bi Entin memanggilkan Sarah untuk segera melihat keadaan suaminya. Sarah pun keluar kamarnya ia melihat segera menuju ke ruang tamu setelah mendengar penjelasan bi entin.
__ADS_1
Sarah segera menghampiri Hardi setelah ia melihat keadaan Hardi, Sarah sangat khawatir.
" Mas, mas kenapa sampai bisa seperti ini? Mas tak apa-apa?" tanya Sarah penuh kekhawatiran.
" Mas tidak apa-apa sayang, bisa kau telpon Devan, suruh kesini untuk memeriksa mas, nanti mas ceritakan kronologis nya." pinta Hardi.
Sarah langsung menghubungi Devan untuk segera datang karena kakaknya baru saja mengalami kecelakaan. Devan yang mendengarnya langsung panik dan segera berangkat menuju rumah kakaknya.
" Coba ceritakan padaku mas kejadiannya seperti apa!" pinta Sarah.
" Waktu mas dalam perjalanan menuju ke tempat janjian dengan klien, mas meminta pak Maman untuk sedikit mempercepat laju mobilnya, ketika mobil dalam keadaan sedikit kencang tiba-tiba seekor kucing melintas di depan mobil lalu karena kaget, reflek pak maman membanting setir sehingga mobil naik ke trotoar dan menabrak tiang besi telpon disana. Alhamdulillah mas hanya dapat luka kecil di kepala karena terbentur kaca pintu mobil sementara pak Maman mengalami luka yang lebih serius, ia di bawa oleh ambulans dalam keadaan tidak sadar. Mas tadi sudah meminta Rio untuk ke rumah sakit melihat keadaan pak Maman, mas langsung saja pulang karena mas merasa baik-baik saja." Jelas Hardi panjang lebar.
" Pantas saja tadi pas mas berangkat, perasaanku tidak enak ternyata mas seperti ini. Tapi aku juga sangat bersyukur bahwa mas tidak kenapa-kenapa, semoga saja pak Maman baik-baik saja dan tidak ada luka yang serius" ujar Sarah.
Tak lama Devan pun sampai, ia terlihat panik lalu segera menghampiri Hardi dan Sarah.
" Mas, ini harus di jahit, kenapa hanya di biarkan seperti ini. Apa mas tidak kerumah sakit?" tanya Devan.
" Tidak, makanya aku ingin kau yang menanganinya." ujar Hardi.
Devan pun mulai melakukan prosedur yang di perlukan dengan menjahit kepala Hardi yang robek lalu ia memeriksa semua bagian tubuh Hardi, mungkin saja ada cedera lain. Dan benar saja saat lengan Hardi di angkat, Hardi merasa kesakitan lalu Devan memeriksa secara mendetail ternyata bahu sebelah kanan Hardi cidera hingga Hardi harus memakai penyangga bahu dan lengannya pun di sangga agar tidak bertambah parah.
" Sudah beres, lain kali hati-hati mas, aku kan khawatir banget " ujar Devan.
" Iya dokter." ucap Hardi.
__ADS_1
" Ingat mas, ada istri dan anakmu menunggumu." tambah Devan.
" Iya siap dokter Devan." ucap Hardi sambil tangan kirinya memberi hormat hingga membuat Devan tersenyum dengan ulah kakaknya.
Devan pun pamit pulang setelah melihat Hardi sudah baik-baik saja. Sarah oun segera mendekati Hardi yang sekarang sedang berbaring di Sofa depan televisi.
" Mas harus hati-hati yah, aku tidak mau mas kenapa-kenapa, ingat ada calon anak kita." ucap Sarah.
" Iya sayang, ayah minta maaf yah anak-anak, ayah janji ayah akan hati-hati agar kalian tidak khawatir lagi." ucap Hardi mengelus perut Sarah seolah ia sedang berbicara dengan bayi kembarnya.
_________
Pagi hari Sarah membawakan sarapan untuk Hardi, sementara Hardi sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkan ponselnya mengecek pekerjaannya walau agak susah karena hanya menggunakan tangan kirinya.
" Ini mas, aku bawakan sarapan untuk mas, dimakan yah." ujar Sarah sambil meletakkan makanannya di meja.
" Suapin yah, lihat kan tangan mas, masa mas makan pakai tangan kiri " pinta Hardi.
" Iya mas " ucap Sarah dengan senang hati menyuapi suaminya.
Hardi yang bertingkah manja membuat Sarah tersenyum geli, namun dia senang-senang saja akan hal itu. Sesekali Hardi bertingkah dan berbicara layaknya anak kecil yang seolah minta untuk di suapi, Sarah hanya tersenyum senyum dan kadang menepuk Hardi karena tingkah Hardi sungguh menggelikan, melihat Sarah risih Hardi malah sengaja bertingkah lebih manja lagi.
Bersambung....
Terus dukung Author dengan Like, vote dan komen...
__ADS_1
terimakasih 😊