Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Syukuran


__ADS_3

Semua persiapan telah selesai walau acaranya hanya di halaman rumah belakang namun terlihat indah dan asri. Terpasang tenda putih yang kontras dengan rumput yang menghijau, di sana tertata meja-meja dan kursi-kursi yang rapi serta terhidang berbagai macam makanan yang menggugah selera. Tak banyak tamu yang di undang oleh Hardi dan Sarah, hanya beberapa teman dan kerabat saja untuk menghadiri acara syukuran ini. Satu per satu tamu undangan pun tiba, kursi-kursi yang tadinya kosong sekarang mulai terisi, melihat itu akhirnya acara pun akan di mulai dan Rio selaku MC mulai berbicara.


" Assalamualaikum wr.wb. Baiklah, karena para tamu undangan telah hadir semua, acara ini akan dimulai. Pertama-tama kita persilahkan tuan rumah untuk menyampaikan maksud dan tujuan di adakannya acara syukuran ini. Untuk pak Hardi dipersilahkan ke depan." ujar Rio.


Hardi pun berjalan ke depan dengan setelan jas berwarna gray membuatnya terlihat sempurna.


" Assalammualaikum wr.wb. Sebelumnya terimakasih kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan waktunya untuk menghindari acara syukuran kecil-kecilan di rumah kami, kami mengadakan acara ini untuk mengungkapkan rasa syukur kami atas kesembuhan istri saya (Sarah) yang sekarang telah kembali seperti semula. Terimakasih juga kepada orang-orang yang telah membantu memberi semangat dan doa untuk kesembuhan istri saya. Tanpa banyak basa-basi kami mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati semua hidangan sederhana dari kami. Tak perlu kaku, ini bukan acara resmi, hanya ingin merayakan dan berbagi kebahagiaan bersama jadi santai dan nikmati saja hidangannya. Terimakasih." jelas Hardi panjang lebar.


" Baiklah terimakasih pak Hardi, sebelum mulai dengan makan-makan, mari kita persilahkan pak ustadz untuk memimpin doa sebagai rasa syukur kami pada Yang Maha Kuasa, pak ustadz silahkan ke depan." ujar Rio.


Doa pun di mulai, semua yang hadir terdiam mendengar doa yang ustadz panjatkan, tak berapa lama doa pun selesai. Tamu yang hadir di persilahkan menikmati hidangan di hadapannya, Rio dan Sita duduk bersama Sarah dan Hardi sementara anak-anak duduk dengan oma opanya dan neneknya. Suasana terlihat menyenangkan, canda tawa terus terlontarkan, banyak sekali obrolan yang menarik yang membuat suasana semakin menyenangkan.


" Tambah besar tambah cantik nih anaknya Sita." ujar Sarah.


" Makan yang banyak yah, biar cepat besar." tambah Sarah.


" Coba nanti kalau mereka besar kita jodohkan, biar lebih mempererat hubungan kita kan!" ujar Hardi.


" Masih kejauhan mas, mereka aja sekarang masih pakai popok." balas Sarah mengernyitkan dahinya.


" Yah kan cuma misalkan saja sayang, kalau mau yah syukur kalau gak yah tetap jodohkan." ujar Hardi cengengesan.


Rio dan Sita pun ikut tertawa mendengan ucapan Hardi yang menurut mereka lumayan lucu, Sarah pun ikut tersenyum mendengarnya.


" Lucu banget deh kalau lihat anak perempuan, dulu juga aku suka mendandani Cilla tapi sekarang agak susah karena Cilla sudah punya keinginannya sendiri." ujar Sarah.


" Yah kenapa kamu gak nambah anak lagi." ucap Sita.

__ADS_1


" Betul banget sayang, ide Sita bagus banget." Hardi terlihat antusias.


" Duh mas ini, Arka dan Arsa saja belum genap 2 tahun, kasihan mereka masih kecil dan masih perlu kasih sayang penuh." jawab Sarah.


" Iya, tapi kan biar rame banyak anak di rumah," ucap Hardi.


" Kau juga akan menambah anak kan Rio?" tanya Hardi.


" Pasti lah pak, biar cepat rumah tak sepi." ucap Rio tersenyum.


" Apaan sih kamu? anak baru setahun sudah memikirkan anak kedua, gak merasakan sih bagaimana rasanya melahirkan." gerutu Sita.


Suasana pecah mendengarnya, para pria seenaknya saja ingin memiliki dan menambah anak sementara para istri semakin menggerutu.


Ditengah keseruan membahas berbagai macam tiba-tiba terdengar suara barang pecah, terdengar pula teriakan di arah meja yang di tempati orangtua Hardi, bu Rahma dan anak-anak. Terdengar pula suara tangisan anak kecil, Sarah, Hardi dan yang lainnya segera melihat kearah sumber suara lalu mereka terkejut melihat tangan Cilla yang berlumuran darah, Hardi dan Sarah segera menghampiri Cilla, Hardi memegang tangan Cilla yang berdarah lalu menutupnya dengan sapu tangan, sekejap Cilla sudah berada di pangkuan Hardi. Hardi setengah berlari masuk kedalam rumah sementara Sarah seperti menelpon seseorang dengan mimik wajah cemas. Cilla di dudukan di atas sofa, Hardi terus memegang tangan Cilla yang terluka, Cilla terus saja menangis tersedu-sedu menahan rasa sakit di tangannya sementara Sarah mencoba menenangkan putri kesayangannya itu.


Dokter menyuntikan obat agar saat di jahit, Cilla tak merasakan sakit, selama dokter menjahit luka Cilla, Sarah terus saja mengajak Cilla berbicara agar tak melihat prosesnya. Tak lama tangan Cilla selesai di jahit, lalu dokter membalutnya dengan perban.


" Sudah selesai, ternyata cukup panjang juga sampai 5 jahitan, Cilla pinter tak menangis yah sayang. Oh iya, lukanya tolong di jaga jangan dulu terkena air jika belum kering dan obati sehari sekali juga jangan lupa ganti perbannya agar selalu bersih. Nanti saya akan periksa kembali 4 hari lagi untuk melihat perkembangan kesembuhan lukanya." jelas dokter.


" Baik dokter, terimakasih banyak." ujar Hardi.


" Yasudah, saya permisi." dokter pun meninggalkan kediaman Hardi.


" Cilla, bagaimana sekarang? tidak sakit kan?" tanya Sarah.


" Tidak bunda, Cilla gak apa-apa." balas Cilla.

__ADS_1


" Anak ayah kan kuat, pasti luka segini mah kecil yah." ujar Hardi.


" Iya ayah, Cilla kan anak kuat kaya si Elsa Frozen." ucap Cilla sambil mengangkat tangannya bak binaraga.


" Yasudah, sekarang Cilla istirahat dulu yah sama mbak Lia, ayah dan bunda mau menghampiri lagi para tamu, gak enak di tinggal saat acara." ucap Hardi.


" Iya ayah." Cilla pergi di gendong Lia menuju kamarnya lalu Hardi dan Sarah kembali ke tempat acara dimana Rio meng-handle nya tadi.


Sejam pun berlalu, penutupan acara di lakukan oleh Rio sebagai MC, walaupun ada sedikit insiden tapi acara berjalan dengan lancar. Setiap tamu yang hadir, Hardi memberikan souvernir sebagai tanda terimakasih karena telah hadir di acara mereka. Setelah semua tamu pulang, Rio meminta para pelayan untuk membereskan kembali semuanya sampai bersih, Rio terus mengawasi agar semuanya bersih seperti semula. Sementara Hardi dan Sarah kembali kedalam dan menuju ke kamar Cilla, bersama Arka dan Arsa.


" Bagaimana keadaan putri ayah yang cantik ini?" tanya Hardi menggendong Cilla di pangkuannya.


" Cilla sudah baik sekarang ayah, udah bisa main sama Arka dan Arsa." jawab Cilla.


" Hebat banget princess nya bunda." Sarah mengecup kening putrinya.


"Oh iya sekarang kita foto keluarga yuk, mumpung sedang lengkap semua, ayah juga sudah memanggil fotografer kerumah, ayo semuanya siap-siap dan pada ganti baju di kamar ganti semua sudah di siapkan disana." ujar Hardi.


Semuanya segera menuju kamar ganti dimana baju yang telah di pesan dari designer ternama telah terpajang jelas di sana, baju yang sengaja di buat seragam sebagai tanda ikatan keluarga. Baju yang di dominasi warna marun dan hitam ditambah sedikit warna emas menambahkan kesan mewah dan elegan. Tak berapa lama semua telah mengenakan pakaian masing-masing dan mereka menambahkan perhiasan-perhiasan yang menambah indah di lihat. Para wanita di rias oleh penata rias yang ahli, agar mereka terlihat cantik sesuai dengan pakaian yang mereka kenakan. Sarah terlihat sangat cantik, makeup yang senada dengan Cilla putrinya sementara para ibu di rias dan terlihat lebih muda dari usianya.


Setelah siap semua berkumpul di ruang keluarga yang telah di hias sebegitu rupa dan telah siap peralatan bak studio foto pribadi. Pak Herman, bu Yesi dan bu Rahma duduk di kursi sambil memangku Arka dan Arsa sementara Hardi dan Sarah berdiri di belakang dengan Cilla yang duduk di kursi tinggi di antara Ayah bundanya.


Semua telah siap dan Fotografer memulai memotret, dengan senyum ceria mereka berfoto dengan beberapa pose. Semuanya bahagia, dari pose yang resmi sampai pose bebas mereka lakukan untuk menyimpan kenangan indah dalam sebuah album foto keluarga. Walaupun memang terlihat masih kurang lengkap dengan tidak adanya Devan di sana, namun tak menghambat kebahagiaan mereka semua. Mungkin suatu saat bisa melakukan sesi foto kembali jika Devan telah kembali pulang.


*****


Terimakasih pada para pembaca yang menikmati novel saya, Season 1 sudah berakhir. Untuk sementara akan hiatus beberapa waktu dan akan kembali dengan Season 2.

__ADS_1


Selalu nantikan kelanjutan ceritanya dan terimakasih pada semuanya. Sampai jumpa nanti.... 🥰🥰🥰


__ADS_2